Category Archives: Berita Bola

Dapat Ejekan Panas dari Deeney, Ini Jawaban Mertesacker?

Pemain senior Watford, Troy Deeney tak ragu untuk menyebut tim sekelas Arsenal takut menunjukan nyalinya diatas lapangan. Mendengar apa yang terjadi, Per Mertesacker selaku kapten tim mengaku tak memperdulikan apa yang sudah dikatakan oleh pemain Watford tersebut.

Lebih dalam Mertesacker mengatakan jika semua pemain Arsenal tak ada yang mengambil serius dengan perkataan Deeney. Meski kalah 2-1 dari Watford akhir pekan kemarin, namun Mertesacker tetap puas dan menatap fokus ke pertandingan selanjutnya.

Kekalahan ini memang sangat membuat sakit kubu The Gunners, pasalnya tiga poin sangat penting dalam kelanjutan mereka dipengejaran gelar juara Liga Primer Inggris musim ini. Adapun keunggulan sebenarnya sempat dirasakan oleh anak asuh Arsene Wenger.

Tepatnya pada menit babak pertama, dimana tandukan Mertesacker tak mampu dibendung oleh kiper tuan rumah. Namun gol penalti Deeney dan aksi Tom Cleverley di menit-menit akhir memberikan mimpi buruk pada tim London Utara.

Arsenal disini bisa diartikan bahwa mereka adalah salah satu tim Premier League musim ini yang tak bermain bagus ketika bertandang ke markas lawan. Menanggapi situasi yang terjadi, Mertesacker menjawab : “Saya tidak tahu apa yang dia katakan. Saya tidak memperhatikan. Itu terjadi usai pertandingan.”

“Akan tetapi, yang terpenting disini adalah kami harus fokus. Begitu banyak pemain yang terlibat dan ada begitu banyak opini, itu bagus, namun kami harus fokus pada diri sendiri dan belajar. Jika kita mulai mendengarkan terlalu banyak orang, itu jelas tidak penting,”

“Bukan itu saja, ketika memikirkan seseorang akan sangat mudah, apalagi ketika memberikan penilaian dan itu akan sangat begitu mudah. Kami harus berpikir caranya bermain lebih baik, terutama di kandang lawan, dimana semua itu menjadi lebih sulit.”

AC Milan Coba Bajak Pulang Allegri

AC Milan benar-benar terlihat mempersiapkan diri dalam menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi dimasa mendatang. Satu kabar menarik belum lama ini terungkap, dimana Milan tak hanya menjadikan Carlo Ancelotti sebagai pelatih baru mereka, namun kabar terbaru menyebut bahwa Massimiliano Allegri juga masuk ke dalam rencana masa depan Milan.

Seperti diketahui bersama, Allegri masih sibuk dengan tugasnya di Juventus dan dia sendiri baru saja mengikat kontrak lebih lama. Alhasil, ada kemungkinan Milan akan sangat berat mendapatkan kembali servis Allegri.

Banyaknya spekulasi tentang siapakah pelatih baru Milan memang tengah menjadi perbincangan hangat, hal ini tak lepas dari posisi Vincenzo Montella yang rentan akan pemecatan. Montella dinilai masih belum mampu memenuhi harapan dari jajaran direksi Milan.

Tiga kekalahan Milan dipentas Serie A Italia telah membuat para petinggi klub naik vital. Sejumlah nama besar macam Massimiliano Mirabelli dan Marco Fassone yang menjabat sebagai direksi Milan diklaim sudah menyiapkan rencana besar di kursi pelatih utama untuk musim depan.

Kedua sosok petinggi klub tersebut diklaim tertarik pada Allegri untuk dijadikan pelatih Milan pada musim 2018/19 yang akan datang. Mereka berencana membajak Allegri secara diam-diam dan berharap Allegri mau datang kembali ke San Siro.

Nama Allegri di Milan memang sudah kental dihati para fans dan juga jajaran petinggi klub. Allegri yang saat ini berusia 50 tahun adalah pelatih yang pernah mengarsiteki Milan dalam periode 2010 hingga 2014. Saat melatih Rossoneri, Allegri memberikan gelar scudetto pada musim 2011 dan gelar itu adalah scudetto terakhir Milan.

Namun disini bukan hanya nama Allegri yang menjadi sasaran Milan, dimana Mirabelli dan Fassone juga sedang mempertimbangkan dua nama lainnya. Dua nama pelatih ini juga bukan suatu yang asing dipentas Serie A, mereka adalah Carlo Ancelotti dan Antonio Conte.

Jika mendengar nama Ancelotti, maka Milan akan sangat bahagia. Dimana pelatih ini adalah pelatih yang pernah memberikan gelar Liga Champions dan nama Conte sendiri adalah sosok yang sukes mengangkat nama besar Juventus ke pentas Eropa dan kesuksesan itu sangat diharapkan bisa ditularkan ke kubu AC Milan.

Kekalahan Atas Palace Buat Conte Dilema

Dua kekalahan beruntun yang wajib jadi pemikiran Antonio Conte sebagai pelatih utama Chelsea. Terakhir kalah adalah bertandang ke markas Crytal Palace, Selhurst Park. Dimana The Blues harus mengakui tuan rumah dengan kalah tipis 2-1.

Kalah dari tim papan bawah jelas hal buruk bagi Chelsea dan Conte. Pasalnya Palace adalah tim yang belum pernah meraih poin sepanjang pekan ketujuh Premier League INggris, kini pembuktian memperlihatkan bahwa Palace mampu memetik tiga poin dari tim juara bertahan Liga Primer musim lalu.

Maka bukan hal tabu ketika Conte diklaim sangat kecewa dan dilema atas situasi yang terjadi pada Chelsea. Hal ini bisa diperlihatkan bahwa The Blues wajar merasa dilema lantara beberapa pemain andalannya berada dalam kondisi cedera.

“Saya pikir dan rasakan banyak perbedaan musim sekarang dan musim kemarin. Situasi menjadi sulit ketika kami bermain di empat kompetisi. Saat Anda memulai pertandingan tanpa Alvaro Morata dan N’Golo Kate, itu bukan perkara yang mudah,” cetus Conte.

Chelsea sudah tampil tanpa pemain andalan ketika dua pekan terakhir dan terbaru ini ditambah dengan satu pemain cedera. Bahkan, setelah pertandingan, mereka juga harus mendapatkan kabar buruk usai kehilangan Victor Moses yang mengalami hamstring.

Kepastian Moses cedera pun menambah derita Conte untuk benar-benar mendapatkan komposisi terbaiknya. Terlebih lagi, mereka harus bersiap berhadapan dengan AS Roma dalam lanjutan pekan ketiga fase grup Liga Champions tengah pekan ini.

“Saya berharap semua yang terbaik dan Moses bisa kembali secepat mungkin karena saya berpikir ini menjadi situasi yang sulit. Kehilangan tiga atau empat pemain adalah masalah besar bagi kami,”

“Akan tetapi, bila ingin mendapat hasil bagus, maka kami harus selalu siap memberikan pertarungan. Saya yakin musim ini akan sulit dan itu alasan mengapa kami perlu memberikan 150 persen,” Conte mengakhiri.

Untuk sementara ini, Chelsea berada dipuncak klasemen fase grup Liga Champions dengan raihan enam poin. Dua kemenangan itu diraih atas Cophagan dan Atletico Madrid.

Toure Cemaskan Angin Pengumbar Kebencian di Piala Dunia Rusia

Gelandang kawakan Manchester City, Yaya Toure sangat antusias menyambut pargelaran Piala Dunia 2018 Rusia. Namun sang gelandang tak menapik kecemasan begitu besar atas angin pengumbar kebencian atau biasa disebut tindakan rasis sepanjang pergelaran berlangsung.

Yaya sendiri sempat menyampaikan apa yang sudah pernah dia alami ketika berkunjung ke Rusia, satu momen Manchester City berkesempatan bertandang ke markas, CSKA Moscow dilanjutan pertandingan Liga Champions.

Dan hal yang membuatnya terkejut adalah tindakan para fans tuan rumah yang tidak memberikan sambutan hangat kepada Manchester City terlebih khusus pada Yaya yang terus menerus mendapat respon rasisme. Pada akhirnya, FIFA menindak tegas perlakuan itu dengan memberikan hukuman kepada CSKA Moscow.

Atas pengalaman dan kejadian yang pernah dialami Yaya, maka dia memberikan sinyal tegas kepada FIFA untuk bisa menindak tegas dan mengilangkan para pembuat isu rasisme sebelum pertandingan didalam maupun diluar lapangan.

“Saya sebagai pemain yang pernah mengalami hal rasisme, karena saya menjadi korban saat itu. Saya mencoba terlibat dan ingin membantu mereka yang tak punya suara dalam situasi ini,” ucap Yaya kepada media.

“Menurut saya, ketika seseorang memberikan bantuan terhadap bocah afrika dari tindakan rasisme maka itu adalah sebuah rahmat. Kami akan coba untuk menghentikan semua idiot itu melakukan hal seperti ini. Kami harus tetap menyuarakan sikap fair play,”

“Andai semua ini terus terjadi, maka akan terjadi kekacauan. Semua orang berbicara itu akan sulit di Rusia. Akan tetapi, kami berharap kepada Rusia bisa memberikan kami kejutan dan bersikap sebagaimana mestinya,”

“Saya pernah menjalani pertandingan di Ukraina dan Rusia sebelum pindah ke tempat lain di Eropa. Ketika saya berada disana, saya bisa bahasa Rusia dengan baik.” tutu Yaya.

Ronaldo: Saya Lebih Besar dari Messi

Superstar Real Madrid, Cristiano Ronaldo merasa dirinya lebih baik dari pemain lain yang terlebih khusus lebih besar dari bintang Barcelona, Lionel Messi. Pernyataan ini sontak mengejutkan banyak pecinta sepakbola La Liga Spanyol terlebih khusus pada pendukung Barcelona.

Dalam ungkapan tersebut, keyakinan Ronaldo didapat atas pengalaman yang sudah didapat sampai sekarang. Disini Ronaldo merasa lebih besar dari Messi karena sudah pernah bermain di Liga Primer Inggris, sementara Messi tercatat hanya berada di La Liga Spanyol.

Sepanjang sepak terjangnya, Ronaldo sukses mempersembahkan tiga gelar Premier League di Manchester United, membantu tim asuhan Sir Alex Ferguson tampil dominan di kompetisi domestik. Dan hasil ini dianggap Ronaldo mustahil untuk Messi.

Ronaldo juga beranggapan jika Messi menjalani karir yang begitu mudah bersama Barcelona dan beruntung karena selalu memiliki tim yang dibangun sesuai dengan kebutuhannya.

Dilain sisi, Messi lebih baik dari Ronaldo soal raihan gelar individu. Dimana pemain kelahiran Argentina tersebut sudah mengoleksi lima trofi Ballon d’Or sepanjang karirnya. Raihan tersebut bisa disamai oleh Ronaldo, yang dijagokan untuk meraih penghargaan tersebut tahun ini, usai musim kemarin berhasil membawa Real memenangkan Liga Champions.

Sebagai catatan akhir, Ronaldo juga sukses untuk timnas Portugal. Dimana pemain yang memiliki jutaan penggemar dari seluruh dunia ini sukses menciptakan sejarah baru bagi Portugal dengan menjuarai Euro 2016 silam usai mengalahkan tuan rumah Prancis dengan skor tipis 1-0.

Sementara, Messi sudah diketahui bersama bahwa dirinya belum juga memberikan gelar internasional untuk Argentina dan hanya mendapatkan kekecewaan karena gagal tiga kali dipartai final.

De Bruyne Lebih Pantas untuk Barca Ketimbang Coutinho

Stan Collymore tak melihat sosok gelandang tengah andalan Liverpool, Philippe Coutinho pantas masuk ke line up Barcelona. Disini Stan lebih melihat gelandang Manchester City, Kevin De Bruyne lebih pantas bergabung bersama Lionel Messi dan kawan-kawan.

Sepanjang bursa transfer musim panas kemarin, Barca begitu ngotot ingin mendatangkan Coutinho. Namun rencana itu terus gagal usai memberikan tiga kali penawaran kepada Liverpool. Seperti yang sudah terjadi, pihak The Reds masih membutuhkan jasa Coutinho dan belum berencana untuk melepasnya dimusim ini.

Sempat muncul konflik panas antar kedua belah pihak sebagaimana Coutinho mendukung upaya Barca membajaknya dari Inggris dengan meminta kepada pihak Liverpool untuk segera menjualnya. Namun The Reds memblokir upaya Barca untuk mendatangkan Coutinho dan saat ini Coutinho sudah kembali ke skuat arahan Jurgen Klopp.

Meski mendapat banyak tekanan dan godaan, pada akhirnya Coutinho tetap pada sosok pemain profesional. Dimana dalam tiga pertandingan terakhir, sang pemain telah memberikan tiga gol untuk The Reds.

Melihat perkembangan dan situasi yang akan terjadi pada Coutinho, Stan yang dikenal sebagai mantan pemain Liverpool sendiri menilai jika Barca harus melihat sosok De Bruyne bila mereka ingin mendatangkan seorang pemain besar.

“Bila saya yang bertanggung jawab atas aktivitas transfer di Barca, saya akan mempertimbangkan untuk membawa De Bruyne ketimbang Coutinho. Jelas ini bukan ajang kontes kecantikan. Bila Coutinho itu bernilai 140 juta poundsterling di mata klub Catalan, maka pemain Belgia itu lebih seperti sekitar 180 juta poundsterling atau 190 juga poundsterling,” tegas Stan.

Guardiola Targetkan Latih Timnas Spanyol di Masa Depan

Josep Guardiola merupakan pelatih tersukses dipentas Eropa, berbagai gelar sudah dia dapat diberbagai klub yang pernah dibelanya. Namun dalam kesuksesan tersebut, Guardiola masih memiliki mimpi besar yang belum terwujud.

Berdasarkan sumber terdekat dan terpercaya, satu mimpi Guardiola itu adalah bisa mengarsiteki timnas Spanyol dimasa mendatang. Baru berusia 46 tahun, Guardiola diklaim bisa mendapatkan kesempatan itu dan menurut berbagai pihak, Guardiola sangat pantas melatih Tim Matador.

Saat ini, Guardiola masih tercatat sebagai pelatih Manchester City. Di Manchester, Guardiola memasuki musim kedua dan belum juga menghadirkan gelar. Pencapaian terbaik Guardiola musim lalu adalah membawa Manchester City menduduki peringkat tiga klasemen akhir Premier League dan sukses mengantarkan tim kembali ke pentas Liga Champions.

Waktu berjalan, Guardiola mulai menemukan bentuk taktik terbaiknya. Dan terbukti diawal musim ini, Manchester City sukses menduduki peringkat pertama klasemen sementara Premier League Inggris dengan raihan sama dengan Manchester United.

Pada kesempatannya, Guardiola mendapat undangan dari salah satu media ternama Eropa. Dan diwaktu itu, Guardiola menekankan kepada mereka bahwa dirinya masih betah di Manchester City dan tidak menutup kemungkinan mimpinya melatih timnas Spanyol dimasa depan.

“Saya bahagia berada disini, semua tergantung pada kesuksesan klub meraih gelar. Di klub seperti Manchester City, jika anda tak juara, anda tak bisa bertahan, itu pasti,” tegas Guardiola.

“Saya akan sangat senang bisa melatih timnas Spanyol, saya rasa demikian. Saya ingin menangani tim di Piala Dunia, Piala Eropa. Rasa itu sangat ingin saya dapatkan dimasa mendatang.” Guardiola mengakhiri.

Sampai dipekan ketujuh Premier League Inggris, City tercatat belum terkalahkan dalam 10 pertandingan terakhir dipentas domestik hingga Liga Champions. Mereka baru akan kembali ke pentas Liga Primern usai jeda internasional pada tanggal 14 Oktober 2017.

Arsenal Perlahan Bangkit Dari Awan Hitam

Arsene Wenger merasa adanya peningkatan luar biasa yang diperlihatkan Arsenal. Penutupan jeda internasional ini adalah langkah positif The Gunners untuk mendapatkan angin segar sebelum masuk kembali ke putaran Premier League Inggris.

Berdasarkan pengakuan sang pelatih, Wenger mengatakan jika anak asuhnya perlahan mulai bangkit dari awan hitam yang sebelumnya telah menimpa Arsenal dipentas liga lokal. Sebagai catatan jika Arsenal menutup akhir pekan dengan kemenangan 2-0 atas Brighton.

Setelah kekalahan telak 4-0 atas Liverpool di Anfield, Arsenal seakan mulai berpikir keras untuk segera bangkit dan Wenger menyadari adanya penekanan terhadap anak asuhnya untuk segera mengakhiri awan hitam tersebut.

Tercatat sampai hari ini, Wenger sudah menjalani karirnya di Arsenal selama 21 tahun. Dengan peningkatan level ini, Wenger yakin bisa memberikan sentuhan baru dalam permainan Arsenal.

“Saya akan bilang bahwa kami mencatat clean sheet, kami juga meraup angka penuh. Kami fokus dan terus sabar. Kami mengalami momen di mana kami bermain bagus, akan tetapi kami juga sadari terkadang kami kehilangan fokus,” buka Wenger.

“Kami mendapatkan apa yang kami harapkan sebelum jeda internasional. Jeda Internasional kami yang terakhir memberikan awan hitam, sekarang semuanya sedikit lebih cerah.”

12 Oktober 2017 adalah waktu dimana Arsenal baru akan kembali bermain diliga domestik dan LIga Eropa. Dan pertandingan yang akan dijalani pertama Arsenal adalah berhadapan dengan Watford dipentas ke delapan Premier League Inggris.

Untuk sementara ini, Arsenal berhasil kembali ke posisi semestinya. Meski berada diperingkat kelima klasemen sementara, namun Arsenal hanya tertinggal sedikit poin untuk bisa mengejar tim-tim empat besar macam Tottenham Hotspur, Chelsea, Manchester UNited dan Manchester City.

Mourinho Puas Terbebas Dari Hukuman FA

Jose Mourinho merasa puas ketika FA memutuskan mengakhiri proses penjatuhan hukuman kepadanya karena dianggap tidak memiliki cukup bukti.

Mourinho sendiri adalah sosok yang menghebohkan panggung Premier League Inggris. Diakhir pekan kemarin, Jose harus mendapat kartu merah di menit-menit akhir laga melawan Southampton di St Mary.

Wasit pertandingan berani mengeluarkan kartu merah lantaran Jose dianggap melanggar aturan usai berdiri di luar area teknis yang sudah disiapkan untuk masing-masing manajer dari kedua tim.

Atas kejadian itu, Jose dilaporkan akan mendapat sanksi lebih dan memungkinkan absen mendampingi Manchester United di pertandingan Premier League akhir pekan ini.

Namun sampai hari ini, putusan buruk itu tak kunjung keluar. FA sendiri merilis kepastian itu dengan tidak menjatuhi hukuman tambahan kepada Jose dan sang pelatih sendiri mengaku senang dan puas atas keputusan yang dikeluarkan Federasi Sepakbola Inggris tersebut.

“Jika saya tidak mendapat hukuman, itu artinya tidak ada pelanggaran yang saya lakukan. Saya bahagia karena pendapat saya diakui dan saya bisa terus bekerja secara normal di pertandingan melawan Crystal Palace nanti. Bagi saya itu sudah cukup.” demikian jawaban Jose.

Pernyataan singkat Jose ini tak lepas dari kesibukannya dalam mempersiapkan tim jelang laga melawan CSKA Moscow. Dijadwalkan, Setan Merah akan bertandang ke Rusia dalam lanjutan pekan kedua Fase Grup Liga Champions malam ini.