Category Archives: Berita Bola

Mascherano Resmi Merapat ke Hebei China

Javier Mascherano melengkapi banyaknya pemain kelas Eropa yang merumput ke benua Asia. Kepastian ini tak lepas dari keputusan sang pemain yang menerima bermain
bersama Hebei China Fortune usai tak sampai dalam waktu 24 jam setelah Barcelona memastikan kepergiannya.

Sejatinya nama Mascherano sudah bisa diprediksi akan segera meninggalkan Barcelona, sampai pada akhirnya semua itu benar sebagaimana kedua belah pihak enggan untuk membicarakan perpanjangan kontrak. Adapun karir Mascherano terbilang sangat sukses, dirinya sukses mempersembahkan banyak gelar bergengsi untuk Barca.

Sampai di musim 2017/18, kehadiran banyak pemain baru dengan kualitas muda. Nama Mascherano seakan hilang, dia merasa sudah tak mampu untuk bersaing dengan pemain segar macam Gerard Pique dan Samuel Umtiti.

Keputusan untuk angkat kaki dari Camp Nou akhirnya menjadi keputusan akhir yang sangat cepat, sebelum memastikan hijrah ke Asia. Sosok Mascherano sempat disebut-sebut akan hijrah kembali ke kampung halaman, Argentina.

Mascherano, 33 tahun dipastikan akan berjabat tangan hangat dengan satu pelatih yang sudah memakan asam garam Premier League, Manuel Pellegrini. Tak hanya sang pelatih, Mascherano juga akan bereoni dengan mantan rekannya di timnas Argentina, Ezequiel Lavezzi.

Total sudah tujuh tahun Mascherano menjalani karir di Camp Nou. Prestasi yang pantas untuk diingat adalah dengan tujuh trofi La Liga Spanyol dan dua trofi Liga Champions. Peninggalan Mascherano di Barca pun tak bisa dihilangkan, dimana bekas nomor punggung Mascherano resmi menjadi milik Philepe Coutinho.

Nyaris Kehilangan Kaki, Cazorla Ingin Balik Musim Depan

Santi Cazorla menjadi salah satu sosok bintang Premier League Inggris yang selalu dinanti-nantikan kembali diatas lapangan hijau. Menyambut musim baru 2018, Cazorla kembali muncul dalam sebuah ungkapan target jangka panjang.

Dimana Cazorla nyaris melewati lebih dari 10 operasi kaki, dengan kerja keras dan proses yang ada, total Cazorla sudah melewati permainan sejak 2016 lalu. Berusia 33 tahun, lantas tak membuat Cazorla patah semangat dan ingin menargetkan camoback musim depan.

Sejauh ini, Cazorla tak pernah lagi membela Gunners sejak mengalami cedera kala mereka menang 6-0 atas Ludogorets di Liga Champions. Pemain Spanyol mengungkap dalam wawancara dengan Marca tahun lalu bahwa sejumlah operasi dan infeksi di kaki kanannya hampir membuatnya diamputasi.

Pembenaran amputasi kaki Cazorla sendiri diungkapan oleh pelatih Arsenal, Arsene Wenger yang mengatakan bahwa cedera Cazorla merupakan terburuk yang pernah dia tahu selama karirnya sebagai manajer.

Terlepas dari pandangan negati yang ada, Cazorla berharap segera kembali merumput di atas lapangan hijau. Besar harapan dari Cazorla bisa mempersembahkan gelar untuk Arsenal baik di liga lokal maupun interlokal.

“Ada momen di mana saya sudah berpikir ingin menyerah saja. Saya berpikir ‘mungkin ini semua tidak layak diperjuangkan’. Jika semuanya berjalan baik, mungkin tahun depan saya bisa kembali bermain di level top,” tutur Cazorla.

“Operasi yang teraksi saya lakukan terjadi pada bulan kemarin dan total sudah sepuluh kali saya dioperasi. Operasi pertama cukup beresiko karena saya mendapatkan terlalu banyak steroid dan itu mempengaruhi kulit saya,”

“Apa yang kemarin lakukan itu bisa membuat saya infeksi, yang kemudian mengancam kondisi tendon saya. Jalan yang ada ketika itu harus diamputasi, nyaris berita itu bisa membuat saya stop dari dunia sepakbola.” tutup Cazorla.

Sepakbola Inggris Masih Belum Terbiasa dengan VAR

Phil Neville menjadi sosok yang paling keras memberikan komentar kepada penerapan teknologi VAR yang baru saja diterapkan dipertandingan Liga di Inggris. Dimana komentar Neville sendiri keluar ketika menyaksikan pertandingan Chelsea kontra Norwich City yang memunculkan banyak kontroversi.

Babak ketiga Piala FA menghadirkan laga ulangan antara Chelsea melawan Norwich City di Stamford Bridge. Menariknya ketika alih-alih untuk mengurangi kontroversi, pada akhirnya semua keputusan malah jauh dari keterbaikan dan justru memunculkan kontroversi.

Tuan rumah bersikeras akan dapat penalti setelah Willian dijatuhkan di dalam kotak penalti. Namun wasit menilai itu bukan pelanggaran setelah terlihat berkonsultasi dengan pusat VAR dan justru malah mengeluarkan kartu kuning untuk Willian kerena dianggap melakukan diving.

“Saya tak habis pikir, saya juga bukan penggemar dari hal semacam ini. Saya suka sepakbola Inggris ini, dengan poin-poin pembicaraan. Wasit membuat keputusan benar dan beberapa keputusan lain salah,”

“Inilah sepakbola, bila ini bukan VAR untuk hari ini, kita akan ramai membicarakan penalti. Sekarang kita akan berbicara tentang ini untuk dua hari selanjutnya karena VAR,” cetus Neville.

Dilain sisi, bukan hanya Neville yang menyinggung keburukan VAR. Dion Dublin menjadi sosok kedua yang mengaku tak habis pikir kenapa wasit bisa membuat keputusan yang salah meskipun sudah mendapatkan bantuan dari VAR.

“Sebuah keputusan yang mengejutkan. Saya tak tahu bagaimana dia bisa mendapatinya dengan salah. Mereka menonton tayangan ulang yang sama dengan yang lain. Ini tidak bagus untuk sekarang, ini juga bukan jalan yang terbaik.” tambah Dublin.

Guardiola Akui Jadwal Padat Bisa Musnahkan Banyak Bintang Premier League

Josep Guardiola menjadi sosok pengikut baru yang mempersoalkan jadwal padat Premier League Inggris. Jadwal padat ini tak lepas dari malam Natal dan Tahun Baru. Ketika liga lain sedang menikmati masa liburan, Liga Inggris justru menjadwalkan pertandingan yang sangat-sangat luar biasa padat.

Jika melihat apa yang sudah ditetapkan, maka Premier League harus digelar dua atau tiga hari sekali. Jadwal seperti itu jelas saja tidak baik. Sebagian pelatih seperti Jose Mourinho, Arsene Wenger dan Antonio Conte juga sempat mengeluh karena jadwal tim mereka lebih padat dibanding tim lain.

Berbeda dengan Guardiola ketika dirinya tak mengeluhkan tentang ‘keadilan’ jadwal. Disini, sang pelatih lebih menekan kepada keputusan FA yang dianggap tidak memikirkan kondisi para pemain saat membuat jadwal yang teramat padat itu. Dan buruknya bagi City dan Guardiola adalah ketika beberapa pemain mereka harus menepi sejenak lantaran diterpa cedera.

“Semua dan kita yang ada disini akan memusnahkan banyak bintang Premier League. Federasi Inggris sepertinya tidak memikirkan kondisi pemain, tapi mereka harus mulai melakukannya. Para pemain di sini bermain tanpa henti sepanjang 11 bulan per tahun,” ucap Guardiola.

“Mereka seharusnya bisa melindungi pemain dengan menggelar pertandingan yang mementingkan kualitas, bukan kuantitas,”

Guardiola juga menyadari jika FA dan Premier League tak akan berbuat banyak untuk melakukan perubahan itu. Tapi dia juga mengingatkan bahwa tak banyak yang dirugikan jika Inggris memperlonggar jadwal mereka pada akhir tahun.

“Pikir saya ini tidak akan banyak berubah. Akan tetapi untuk apa sebenarnya ini dilakukan? Hidup masih akan terus berjalan tanpa kami perlu bermain setiap dua hari sekali. Kalau itu diubah, tak akan ada kerugian kepada siapa pun.” Guardiola mengakhiri.

Conte Cuek Dengan Laju Barca di Musim Ini

Antonio Conte merasa begitu percaya diri dan lebih memilih cuek dengan laju Barcelona di musim ini. Sikap Conte sendiri tak lepas dari persiapan Chelsea menyambut musim baru 2018 mendatang.

Menurut Conte, apapun bisa terjadi dalam tempo singkat dan itu bisa dilihat pada 1 sampai 2 bulan ke depan. Dan sebagaimana kita diketahui bersama, bahwasannya Chelsea akan bertemu dengan Barcelona di babak 16 besar Liga Champions.

Jadwal yang ada memperlihatkan jika leg pertama akan digelar 21 Februari 2018 di Stamford Bridge. Dan leg kedua akan di gelar pada awal Maret 2018 mendatang.

Kini pertandingan yang ada di depan mata menjelaskan sosok Conte yang melihat perjalanan Barca dengan sukses mengalahkan Real Madrid dalam drama El Clasico jilid 1 dilanjutan La Liga Spanyol.

“Setelah setiap pertandingan ini bisa berubah. Real Madrid bermain di cara lain dan saya tak bisa membandingkan gaya Madrid dengan gaya kami. Ini dua sistem berbeda, dua cara berbeda untuk memainkan pertandingan,” jawab Conte soal laju Barca.

“Saya pikir bahwa kami harus menganalisis lebih banyak pertandingan yang mereka mainkan melawan tim yang bermain dengan sistem kami,” tutupnya.

Chelsea sendiri akhir pekan lalu bermain imbang tanpa gol melawan Everton di Goodison Park, namun hasil ini tetap mempertahankan mereka di posisi ketiga klasemen sementara Premier League Inggris.

Meski jauh dari harapan juara Liga Primer, namun Chelsea bersama Conte sangat siap menjadi penantang serius di ajang Liga Champions musim ini.

Wenger Puas dengan Performa Arsenal Kontra West Ham

Arsene Wenger mengaku sangat puas dengan hasil yang didapat anak asuhnya dalam kemenangan atas West Ham 1-0 di Carabao Cup. Kemenangan ini dilihat oleh Wenger sebagai reaksi tepat dari pemain The Gunners atas keraguan yang selama ini datang.

Bermain dikandang sendiri, Arsenal mampu menguasai jalannya pertandingan. Kemenangan mereka pun didapat oleh gol semata wayang Danny Welbeck pada menit ke-42 dan kemenangan ini pula telah mengangkat mereka menuju ke babak perempat final.

Menyambut kemenangan tipis ini, Wenger memuji kualitas dan semangat yang ditunjukkan timnya. Tak berhenti sampai disitu saja, Wenger juga memberikan pujian besar atas pertahanan sulit yang dibangun anak asuhnya.

“Kualitas pemain kami sudah menunjukan sikap yang tepat, semangat dan kecepatan di babak pertama. Secara keseluruhan 90 menit, kami terlihat sangat solid secara pertahanan. Kami tak terlalu dapat ujian di belakang,” ucap Wenger.

“Masuk dibabak kedua, kami kehilangan kecepatan dan kurang kreatif dan kemudian tak bisa membunuh pertandingan dan hal itulah yang membuat terjadinya kesalahan,”

“Tapi secara keseluruhan ini malam yang positif bagi kami terlepas dari fakta kami kehilangan Olivier Giroud dan Francis Coquelin yang terkena masalah.” tutup Wenger.

Setelah memastikan diri masuk ke babak perempat final, kini Arsenal akan kembali melanjutkan misinya di Premier League Inggris. Akhir pekan ini mereka akan kedatangan Liverpool di Emirates Stadium dalam usaha memperbaiki posisinya di klasemen.

Coret Mkhitaryan dari Skuat MU, Ini Jawaban Mourinho

Jika melihat secara kilat, maka tidak ada yang aneh dalam skuat Manchester United yang diturunkan Jose Mourinho pada laga melawan kontra Bournemouth tengah pekan kemarin. Namun jika melihat secara dalam, maka akan terlihat sedikit aneh karena tidak terdapat satu nama bintang Setan Merah.

Dan benar adanya, sosok Henrikh Mkhitaryan tak ada di dalam skuat inti atau pun cadangan Manchester United. Dan tentu saja ini menjadi sebuah kejutan dan pertanyaan besar atas keputusan Mourinho yang tidak menurunkan pemain kelahiran Armenia tersebut.

Melihat apa yang sudah diberikan oleh sang pemain, maka akan terasa berbeda Manchester United tanpa Mkhitaryan dan lebih aneh nya lagi bahwa Mkhitaryan sedang tidak dalam kondisi cedera. Akan tetapi, semua itu akhirnya terjawab dengan Mourinho angkat bicara.

“Saya hanya punya pilihan enam pemain cadangan termasuk satu kiper dan saya mencoba untuk memberi keseimbangan. Saya memiliki dua pemain belakang dan Blind bisa bermain di banyak posisi. Saya punya Ashley Young untuk bermain di sayap dan bek sayap,” ungkap Mourinho.

Dan di lini depan Manchester UNited, maka bisa dikatakan bahwa Mkhitaryan sudah tidak lagi menjadi prioritas Mourinho. Dan bisa dilihat bahwa sang pelatih lebih memberikan tempat kepada Marcus Rahsford dan Zlatan Ibrahimovic.

“Lalu saya punya Herrera sebagai gelandang, Zlatan sebagai striker dan Marcus sebagai second striker dan pemain sayap. Saya percaya kepada pemain lain yang sangat siap dan saya lakukan itu untuk hari ini.” Mourinho mengakhiri.

Di laga kontra Bournemout sendiri, Manchester United sukses mendapat tiga poin sempurna dengan hasil kemenangan tipis 1-0. Dengan kemenangan ini, mereka masih tetap berada di peringkat kedua dengan ketertinggalan 11 angka dari Manchester City yang berada di puncak klasemen sementara Premier League.

Terkesan Tak Stabil, Conte Takut Chelsea Terlempar dari Empat Besar Klasemen

Antonio Conte secara tegas memberikan penekanan kepada anak asuhnya usai mendapati hasil tidak memuaskan hati dalam pentas Premier League Inggris akhir pekan kemarin. Dalam pandangan COnte, Chelsea bisa saja terlempar dari perburuan posisi empat besar klasemen akhir Liga Primer jika mereka terus berpenampilan biasa-biasa saja.

Secara mengejutkan Chelsea harus kalah dipekan ke-16 Premier League. Bertandang ke London Stadium, The Blues dikalahkan tuan rumah West Ham United dengan skor tipis 1-0 meski disetiap menitnya berhasil menekan tuan rumah, namun pada akhirnya mereka harus tetap mengakui keunggulan tuan rumah.

Hasil ini telah menempatkan Chelsea di posisi tiga klasemen sementara Premier League dengan jarak 2 poin dan 3 poin saja dari Liverpool dan Arsenal yang berada di peringkat 4 dan 5. Menanggapi hasil ini, Conte menyebut jika mereka kalah seperti ini lagi, bukan tidak mungkin mereka akan terlempar dari zona liga Champions.

“Saya pikir, liga ini menghadirkan masalah yang ada enam tim top dan hanya ada empat tempat di Liga Champions dan dua tempat di Liga Europa. Kami memiliki target, sebuah target yang penting yaitu bertahan di empat besar dan bermain di Liga Champions musim depan karena Manchester City punya poin yang jauh lebih banyak dari kami,” buka Conte.

“Dan jangan lupa dua tahun lalu Chelsea tidak memenuhi target dan musim lalu kami tidak bermain di Eropa. Prioritas utama kami ada di liga ini. Saya ulangi, kami memiliki target untuk mendapatkan satu dari empat tempat di Liga Champions musim depan,”

“Target ini sangat penting bagi saya, bagi para pemain dan untuk semuanya. Akan tetapi kami mesti sadar bahwa posisi empat besar di Premier League terasa sangat sulit untuk dipermanenkan. Kita berharap semua berjalan sesuai dengan target.” tutup Conte.

Tengah pekan ini, Chelsea akan kembali melanjuti pekan ke-17 Premier League Inggris. Dalam lawatannya, Chelsea akan bertandang ke markas Huddersfield di Stadium John Smith’s.

Wenger Tegaskan Masih Butuh Walcott di Arsenal

Arsene Wenger pada akhirnya buka suara perihal situasi skuat Arsenal menghadapi bursa transfer musim dingin bulan Januari 2018 mendatang. Disini, sang pelatih menekankan kepada semua pihak bahwa dirinya tidak akan menjual satu pemain pun, termasuk Theo Walcott.

Benar adanya jika isu kepergian para pemain Arsenal sudah beredar luar dan begitu juga Walcott. Hal ini terjadi lantaran sang pemain sudah tidak mendapat kepercayaan penuh dari Wenger sebagai pemain inti Gunners. Hasilnya, Walcott masuk sebagai pemain yang paling gencar digosipkan akan hengkang pada Januari nanti.

Semakin menarik ketika nama Walcott sudah ditunggu oleh dua klub besar, dan menariknya disini ketika dua klub itu diketahui adalah West Ham United dan Everton yang notabenenya sama-sama dari klub Premier League Inggris.

Wenger pun sebelumnya sempat disebut akan melepas Walcott. Namun semua itu bisa dipastikan tidak benar, pasalnya Wenger tagaskan tidak akan menjual Walcott dan berharap sang pemain akan bertahan.

“Benar, dia sempat sakit dalam beberapa minggu. Setelah itu, dia kembali bekerja keras untuk bisa kembali dan saya pun tidak akan merubah skuad yang ada,” jawaban Wenger atas pertanyaan soal situasi yang terjadi pada Walcott.

“Kemajuan datang, dia terlihat tajam dalam sesi latihan. Sekarang tinggal melihat apa yang bisa dia lakukan dipertandingan sebenarnya.” Wenger mengakhiri.

Bila bicara Walcott, maka pemain satu ini telah menunjukan sikap loyalitas yang besar kepada Arsenal. Bagaimana tidak, sampai sekarang ini. Nama Walcott tercatat sebagai pemain terlama Emirates, pembuktian mencatat bahwa Walcott sudah tergabung sejak 2006. Dan kontraknya sendiri baru akan berakhir pada musim depan.