Category Archives: Berita Bola

Review Judi Online Winning Seven

Review Judi Online Winning Seven

Sebuah hal yang menarik untuk bisa kita baca dan kunjungi dalam setiap mereview Situs Judi Online. Bahkan dari sekian banyak situs judi online lokal pun sudah banyak digemari oleh masyarakat Indonesia yang menjadikan tempat favorit bermain. Dan tentunya dalam hal satu ini, Anda harus benar-benar mereview dengan baik akan situs yang siap untuk Anda jadikan tempat bermain.

Satu hal yang paling menjadi perhatian serius adalah situs tersebut harus benar-benar terpercaya dan juga memiliki pelayanan yang sopan dalam melayani setiap member. Kali ini, kita akan mencoba mereview salah satu situs judi online baru bernama winningseven.com.

Sebagai situs judi online baru, winningseven berhasil menarik minat banyak member. Sejatinya winningseven sendiri tak berbeda dengan situs-situs judi online lainnya yang menghadirkan permainan-permainan judi biasa, seperti judi bola, casino, togel dan juga poker yang bisa menjadi alternatif dalam bermain.

Akan tetapi, saya menemukan beberapa perbedaan yang sangat mencolok antara situs judi online lain dengan winningseven. Perbedaan yang dimaksud disini adalah soal bonus dan kemudahan yang Anda dapatkan ketika terdaftar sebagai member baru.

Untuk bisa menjadi member, Anda memiliki banyak pilihan game yang bisa dimainkan dengan hanya menggunakan 1 ID bermain saja. Sebagai situs judi online baru, winningseven bisa dikatakan sebagai situs terpercaya dan profesional.

Ketika saya mendaftarkan diri dan sudah tercatat sebagai member baru, saya langsung mendapatkan rasa kenyamanan dan juga bonus menarik dalam setiap kali bermain. Bonus tersebut bisa dijadikan modal berharga sebelum melakukan permainan.

Dengan pelayanan 24 jam nonstop, saya bisa mendapatkan semua informasi terkait winningseven. Bisa saya artikan bahwa winningseven layak untuk dijadikan sebagai situs judi online favorit Anda.

Apa yang sudah saya informasikan ini, tidak sepenuhnya bisa langsung Anda percaya. Akan lebih baiknya lagi, Anda rasakan sendiri sensasinya dengan mendaftarkan diri Anda sebagai member baru. Selanjutnya, baru bisa Anda nilai sendiri, apakah review saya ini benar atau tidak?.

Profil Timnas Piala Dunia 2018: Swiss

Profil Timnas Piala Dunia 2018: Swiss

Swiss memastikan Piala Dunia 2018 sebagai ajang internasional ke-11 yang diikuti oleh tim kuda hitam Eropa tersebut. Sebagai catatan, Swiss pertama kali berlaga di Piala Dunia adalah pada tahun 1934.

Piala Dunia terakhir Swiss sendiri adalah Piala Dunia 2014. Adapun mereka pernah mendapat kehormatan sebagai Tuan Rumah Piala Dunia, dimana momen itu terjadi pada tahun 1954. Ketika itu, Jerman Barat keluar sebagai juara.

Pencapaian terbaik Swiss di ajang Piala Dunia adalah tiga kali menembus babak perempat final pada 1934, 1938 dan 1954. Dan di Piala Dunia 2014 lalu, perjalanan Swiss hanya sampai babak 16 besar. Ketika itu, Argentina muncul sebagai tim jegal perjalanan Swiss.

Kini semua telah berubah, Swiss berpenampilan baru dengan memastikan diri melangkah ke Piala Dunia 2018. Mereka masuk ke putaran Piala Dunia 2018 melalui babak play-off setelah menempati posisi runner up di grup B pada kualifikasi zona UEFA.

Kepastian Swiss terbang ke Rusia usai mengalahkan Irlandia Utara dengan agregat 1-0 di babak play-off. Granit Xhaka selaku pemain terbaik Swiss tahun 2017, muncul sebagai pemain kunci di tim asuhan Vladimir Petkovic.

Vladimir Petkovic sendiri adalah pelatih baru Swiss dengan sebutan ahli strategi, pembuktian sang pelatih terlihat dalam drama kemenangan atas Irlandia Utara di babak play-off sehingga Swiss bisa unjuk gigi pada bulan Juni mendatang.

Skuad Timnas Swiss di Piala Dunia 2018

Berikut Jadwal pertandingan Swiss di Piala Dunia 2018:

18/06/18 – 01:00 WIB – Brasil vs Swiss
23/06/18 – 01:00 WIB – Serbia vs Swiss
28/06/18 – 01:00 WIB – Swiss vs Kosta Rika

Profil Timnas Piala Dunia 2018: Brasil

Profil Timnas Piala Dunia 2018: Brasil

Negara tersukses dalam sejarah Piala Dunia, Brasil kembali menunjukan dominasinya sebagai tim langganan yang tak pernah gagal tampil di ajang empat tahunan terbesar dunia tersebut. Adapun Brasil masih tetap memegang rekor sebagai pengoleksi terbanyak trophi Piala Dunia.

Dimana Brasil tercatat sebagai pemegang rekor lima gelar, setelah menjadi yang terbaik di edisi 1958, 1962, 1970, 1994 dan 2002. Tak hanya itu, Brasil juga masih sebagai tim pemegang rekor 70 kemenangan dalam 104 pertandingan, selisih gol 119, 227 poin dan 17 kekalahan.

Bisa dikatakan bahwa Brasil adalah raja. 2014 adalah sebuah pengalaman yang buruk bagi mereka, bertindak sebagai tuan rumah, Neymar dan kawan-kawan tak mampu melangkah jauh karena harus menyerah ditangan Jerman dengan skor telak 7-1.

Kini dengan suasana hati yang baru, Brasil terlihat percaya diri menatap Piala Dunia 2018. Brasil adalah tim pertama yang lolos dari kualifikasi Piala Dunia 2018. Di kualifikasi zona CONMEBOL, Brasil hanya mampu meraih dua kemenangan.

Bersama pelatih baru bernama Tite, Brasil kemudian meraih tujuh kemenangan beruntun di kualifikasi CONMEBOL, termasuk 3-0 lawan Argentina, untuk memastikan diri lolos ke Rusia dengan empat laga tersisa.

Tak hanya soal pelatih, pemain bintang juga berperan dalam kebangkitan Brasil di ajang internasional. Neymar adalah salah satu sosok yang sukses membangkitkan kembali gairah kemenangan Brasil.

Meski masih belum bisa dipastikan bermain, namun Neymar diperkirakan bisa fit tepat waktu untuk putaran utama di Rusia sebagaimana proses cederanya akan dikejar super kilat. Adapun dibawah ini adalah Skuad Timnas Brasil garapan Tite untuk Piala Dunia 2018.

Profil Timnas Piala Dunia 2018: Brasil

Penjaga gawang: Alisson, Ederson, Neto

Belakang: Dani Alves, Thiago Silva, Marcelo, Miranda, Marquinhos, Alex Sandro, Danilo

Tengah: Willian, Paulinho, Fernandinho, Philippe Coutinho, Casemiro, Fred, Anderson Talisca, Fred, Renato Augusto

Depan: Douglas Costa, Roberto Firmino, Gabriel Jesus, Neymar.

Berada di Grup E Piala Dunia 2018, Brasil akan satu grup dengan Swiss, Serbia, dan Kosta Rika. Dan Jadwal Lengkap Pertandingan Brasil sendiri bisa disimak dibawah ini:

18 Juni 2018 01:00 WIB Brasil vs Swiss (Rostov Arena)
22 Juni 2018 19:00 WIB Brasil vs Kosta Rika (Krestovsky Stadium)
28 Juni 2018 01:00 WIB Serbia vs Brasil (Otkritie Arena).

Profil Timnas Piala Dunia 2018: Serbia

Profil Timnas Piala Dunia 2018: Serbia

Piala Dunia 2018 kali ini akan sangat asing bagi banyak orang ketika mendengar nama Serbia sebagai salah satu 32 perserta yang akan berlaga di Rusia 2018 bulan Juni mendatang. Namun siapa sangka, jika Piala Dunia 2018 nanti bukanlah yang pertama bagi Serbia.

Catatan menjelaskan bahwa Serbia  telah ikut serta pargelaran empat tahunan tersebut sejak tahun 1930 silam dengan nama Yugoslavia. Dan benar adanya jika negara ini dikenal sebagai negara yang suka gonta ganti nama. Sebelumnya Serbia dikenal sebagai Yugoslavia, dan Serbia dan Montenegro.

Jika ditotal, pargelaran Piala Dunia kali ini adalah yang ke 11 kali. Untuk terakhir kali, Serbia ikut serta Piala Dunia pada tahun 2010. Namun sayang, zaman itu mereka tidak bisa berbuat banyak karena kalah dalam persaingan fase grup.

Kini musim telah berubah, Serbia berhasil mengembalikan nama besarnya dengan sukses lolos ke Piala Dunia 2018 di Rusia. Serbia dinyatakan lolos ke Piala Dunia 2018 setelah memuncaki klasemen grup A di babak kualifikasi.

Dengan dukungan pemain bintang macam Nemanja Matic, Serbia berhasil lolos dengan mengoleksi enam kemenangan, tiga seri, dan satu kekalahan dalam 10 penampilannya.

Raihan 21 poin, membuat Serbia berhasil mengungguli Republik Irlandia yang berada di peringkat dua dan tertinggal dua angka. Adapun Matic dan sosok pelatih Serbia, Mladen Krstajic mampu membuat wajah Serbia yang baru.

Skuad Timnas Serbia 2018

Berikut skuad Timnas Serbia rekrutan Mladen Krstajic untuk Piala Dunia 2018:

Penjaga Gawang: Marko Dmitrovic, Predrag Rajkovic, Vladimir Stojkovic.

Bek: Dusan Basta, Branislav Ivanovic, Aleksandar Kolarov, Nikola Maksimovic, Maija Nastasic, Ivan Obradovic, Antonio Rukavina, Vujadin Savic, Dusko Tosic, Milos Veljkovic.

Gelandang: Mijat Gacinovic, Marko Grujick, Filip Kostic, Nemanja Maksimovic, Nemanja Matic, Sergej Milinkovic-Savic, Luka Milivojevic, Dusan Tadic, Andrija Zivkovic.

Penyerang: Adam Ljajic, Aleksandar Mitrovic, Aleksandar Prijovic.

Tak hanya skuad pemain, averyhardwood juga menyajikan Jadwal Pertandingan Serbia di Piala Dunia 2018:

17/06/18 Kosta Rica vs Serbia
22/06/18 Serbia vs Swiss
27/06018 Serbia vs Brasil

Mascherano Resmi Merapat ke Hebei China

Javier Mascherano melengkapi banyaknya pemain kelas Eropa yang merumput ke benua Asia. Kepastian ini tak lepas dari keputusan sang pemain yang menerima bermain
bersama Hebei China Fortune usai tak sampai dalam waktu 24 jam setelah Barcelona memastikan kepergiannya.

Sejatinya nama Mascherano sudah bisa diprediksi akan segera meninggalkan Barcelona, sampai pada akhirnya semua itu benar sebagaimana kedua belah pihak enggan untuk membicarakan perpanjangan kontrak. Adapun karir Mascherano terbilang sangat sukses, dirinya sukses mempersembahkan banyak gelar bergengsi untuk Barca.

Sampai di musim 2017/18, kehadiran banyak pemain baru dengan kualitas muda. Nama Mascherano seakan hilang, dia merasa sudah tak mampu untuk bersaing dengan pemain segar macam Gerard Pique dan Samuel Umtiti.

Keputusan untuk angkat kaki dari Camp Nou akhirnya menjadi keputusan akhir yang sangat cepat, sebelum memastikan hijrah ke Asia. Sosok Mascherano sempat disebut-sebut akan hijrah kembali ke kampung halaman, Argentina.

Mascherano, 33 tahun dipastikan akan berjabat tangan hangat dengan satu pelatih yang sudah memakan asam garam Premier League, Manuel Pellegrini. Tak hanya sang pelatih, Mascherano juga akan bereoni dengan mantan rekannya di timnas Argentina, Ezequiel Lavezzi.

Total sudah tujuh tahun Mascherano menjalani karir di Camp Nou. Prestasi yang pantas untuk diingat adalah dengan tujuh trofi La Liga Spanyol dan dua trofi Liga Champions. Peninggalan Mascherano di Barca pun tak bisa dihilangkan, dimana bekas nomor punggung Mascherano resmi menjadi milik Philepe Coutinho.

Nyaris Kehilangan Kaki, Cazorla Ingin Balik Musim Depan

Santi Cazorla menjadi salah satu sosok bintang Premier League Inggris yang selalu dinanti-nantikan kembali diatas lapangan hijau. Menyambut musim baru 2018, Cazorla kembali muncul dalam sebuah ungkapan target jangka panjang.

Dimana Cazorla nyaris melewati lebih dari 10 operasi kaki, dengan kerja keras dan proses yang ada, total Cazorla sudah melewati permainan sejak 2016 lalu. Berusia 33 tahun, lantas tak membuat Cazorla patah semangat dan ingin menargetkan camoback musim depan.

Sejauh ini, Cazorla tak pernah lagi membela Gunners sejak mengalami cedera kala mereka menang 6-0 atas Ludogorets di Liga Champions. Pemain Spanyol mengungkap dalam wawancara dengan Marca tahun lalu bahwa sejumlah operasi dan infeksi di kaki kanannya hampir membuatnya diamputasi.

Pembenaran amputasi kaki Cazorla sendiri diungkapan oleh pelatih Arsenal, Arsene Wenger yang mengatakan bahwa cedera Cazorla merupakan terburuk yang pernah dia tahu selama karirnya sebagai manajer.

Terlepas dari pandangan negati yang ada, Cazorla berharap segera kembali merumput di atas lapangan hijau. Besar harapan dari Cazorla bisa mempersembahkan gelar untuk Arsenal baik di liga lokal maupun interlokal.

“Ada momen di mana saya sudah berpikir ingin menyerah saja. Saya berpikir ‘mungkin ini semua tidak layak diperjuangkan’. Jika semuanya berjalan baik, mungkin tahun depan saya bisa kembali bermain di level top,” tutur Cazorla.

“Operasi yang teraksi saya lakukan terjadi pada bulan kemarin dan total sudah sepuluh kali saya dioperasi. Operasi pertama cukup beresiko karena saya mendapatkan terlalu banyak steroid dan itu mempengaruhi kulit saya,”

“Apa yang kemarin lakukan itu bisa membuat saya infeksi, yang kemudian mengancam kondisi tendon saya. Jalan yang ada ketika itu harus diamputasi, nyaris berita itu bisa membuat saya stop dari dunia sepakbola.” tutup Cazorla.

Sepakbola Inggris Masih Belum Terbiasa dengan VAR

Phil Neville menjadi sosok yang paling keras memberikan komentar kepada penerapan teknologi VAR yang baru saja diterapkan dipertandingan Liga di Inggris. Dimana komentar Neville sendiri keluar ketika menyaksikan pertandingan Chelsea kontra Norwich City yang memunculkan banyak kontroversi.

Babak ketiga Piala FA menghadirkan laga ulangan antara Chelsea melawan Norwich City di Stamford Bridge. Menariknya ketika alih-alih untuk mengurangi kontroversi, pada akhirnya semua keputusan malah jauh dari keterbaikan dan justru memunculkan kontroversi.

Tuan rumah bersikeras akan dapat penalti setelah Willian dijatuhkan di dalam kotak penalti. Namun wasit menilai itu bukan pelanggaran setelah terlihat berkonsultasi dengan pusat VAR dan justru malah mengeluarkan kartu kuning untuk Willian kerena dianggap melakukan diving.

“Saya tak habis pikir, saya juga bukan penggemar dari hal semacam ini. Saya suka sepakbola Inggris ini, dengan poin-poin pembicaraan. Wasit membuat keputusan benar dan beberapa keputusan lain salah,”

“Inilah sepakbola, bila ini bukan VAR untuk hari ini, kita akan ramai membicarakan penalti. Sekarang kita akan berbicara tentang ini untuk dua hari selanjutnya karena VAR,” cetus Neville.

Dilain sisi, bukan hanya Neville yang menyinggung keburukan VAR. Dion Dublin menjadi sosok kedua yang mengaku tak habis pikir kenapa wasit bisa membuat keputusan yang salah meskipun sudah mendapatkan bantuan dari VAR.

“Sebuah keputusan yang mengejutkan. Saya tak tahu bagaimana dia bisa mendapatinya dengan salah. Mereka menonton tayangan ulang yang sama dengan yang lain. Ini tidak bagus untuk sekarang, ini juga bukan jalan yang terbaik.” tambah Dublin.

Guardiola Akui Jadwal Padat Bisa Musnahkan Banyak Bintang Premier League

Josep Guardiola menjadi sosok pengikut baru yang mempersoalkan jadwal padat Premier League Inggris. Jadwal padat ini tak lepas dari malam Natal dan Tahun Baru. Ketika liga lain sedang menikmati masa liburan, Liga Inggris justru menjadwalkan pertandingan yang sangat-sangat luar biasa padat.

Jika melihat apa yang sudah ditetapkan, maka Premier League harus digelar dua atau tiga hari sekali. Jadwal seperti itu jelas saja tidak baik. Sebagian pelatih seperti Jose Mourinho, Arsene Wenger dan Antonio Conte juga sempat mengeluh karena jadwal tim mereka lebih padat dibanding tim lain.

Berbeda dengan Guardiola ketika dirinya tak mengeluhkan tentang ‘keadilan’ jadwal. Disini, sang pelatih lebih menekan kepada keputusan FA yang dianggap tidak memikirkan kondisi para pemain saat membuat jadwal yang teramat padat itu. Dan buruknya bagi City dan Guardiola adalah ketika beberapa pemain mereka harus menepi sejenak lantaran diterpa cedera.

“Semua dan kita yang ada disini akan memusnahkan banyak bintang Premier League. Federasi Inggris sepertinya tidak memikirkan kondisi pemain, tapi mereka harus mulai melakukannya. Para pemain di sini bermain tanpa henti sepanjang 11 bulan per tahun,” ucap Guardiola.

“Mereka seharusnya bisa melindungi pemain dengan menggelar pertandingan yang mementingkan kualitas, bukan kuantitas,”

Guardiola juga menyadari jika FA dan Premier League tak akan berbuat banyak untuk melakukan perubahan itu. Tapi dia juga mengingatkan bahwa tak banyak yang dirugikan jika Inggris memperlonggar jadwal mereka pada akhir tahun.

“Pikir saya ini tidak akan banyak berubah. Akan tetapi untuk apa sebenarnya ini dilakukan? Hidup masih akan terus berjalan tanpa kami perlu bermain setiap dua hari sekali. Kalau itu diubah, tak akan ada kerugian kepada siapa pun.” Guardiola mengakhiri.

Conte Cuek Dengan Laju Barca di Musim Ini

Antonio Conte merasa begitu percaya diri dan lebih memilih cuek dengan laju Barcelona di musim ini. Sikap Conte sendiri tak lepas dari persiapan Chelsea menyambut musim baru 2018 mendatang.

Menurut Conte, apapun bisa terjadi dalam tempo singkat dan itu bisa dilihat pada 1 sampai 2 bulan ke depan. Dan sebagaimana kita diketahui bersama, bahwasannya Chelsea akan bertemu dengan Barcelona di babak 16 besar Liga Champions.

Jadwal yang ada memperlihatkan jika leg pertama akan digelar 21 Februari 2018 di Stamford Bridge. Dan leg kedua akan di gelar pada awal Maret 2018 mendatang.

Kini pertandingan yang ada di depan mata menjelaskan sosok Conte yang melihat perjalanan Barca dengan sukses mengalahkan Real Madrid dalam drama El Clasico jilid 1 dilanjutan La Liga Spanyol.

“Setelah setiap pertandingan ini bisa berubah. Real Madrid bermain di cara lain dan saya tak bisa membandingkan gaya Madrid dengan gaya kami. Ini dua sistem berbeda, dua cara berbeda untuk memainkan pertandingan,” jawab Conte soal laju Barca.

“Saya pikir bahwa kami harus menganalisis lebih banyak pertandingan yang mereka mainkan melawan tim yang bermain dengan sistem kami,” tutupnya.

Chelsea sendiri akhir pekan lalu bermain imbang tanpa gol melawan Everton di Goodison Park, namun hasil ini tetap mempertahankan mereka di posisi ketiga klasemen sementara Premier League Inggris.

Meski jauh dari harapan juara Liga Primer, namun Chelsea bersama Conte sangat siap menjadi penantang serius di ajang Liga Champions musim ini.