Category Archives: Berita Sepak Bola

AC Milan Takkan Berlama-Lama Mengatasi Persoalan Donnarumma

gianluigi Donnarumma

AC Milan akhir-akhir ini tengah sibuk mengurus persoalannya dengan Gianluigi Donnarumma. Pihak klub mengklaim bahwa sejauh ini belum ada perkembangan terbaru terkait masa depan kiper asal Italia itu.

Donnarumma sebelumnya diketahui menolak pembaruan kontrak dari Milan meskipun kontraknya di San Siro akan segera habis di bulan Juni 2018 mendatang.

Dengan situasi seperti itu, wajar saja ada banyak klub yang mulai mengincarnya di bursa transfer tahun ini. Sebut saja Real Madrid dengan Manchester United, yang dikabarkan paling serius mendekati si pemain.

CEO Milan, Marco Fassone, saat ditanyakan bagaiaman perkembangan masa depan Donnarumma. Mereka mengklaim kalau persoalan si pemain sejauh ini belum jelas dan masih harus menunggu.

“Dengan bursa transfer yang masih berlangsung, ada sejumlah hal yang masih mesti Anda nantikan hasilnya,” ucap Fassone kepada salah satu media.

“Kami mau secepatnya memberikan skuat yang superior buat (manajer Vincenzo) Montella. Hal itu sedikit telat, namun jendela transfer sekarang inni masih belum resmi terbuka, masih ada waktu untuk menambal apa yang masih kosong.”

“Buat Donnarumma, tidak ada perkembangan terbaru. Kami masih menantikan kelanjutkannya, namun takkan
memakan periode waktu yang lama, untuk sejumlah persoalan.”

“Kami akan bekerja hingga 3 Juli (pelatihan pramusim) dengan kepastian yang lebih baik,” lanjutnya.

Arturo Vidal Optimis Dengan Kualitas Chile

 

Penampilan timnas Chile cukup mengesankan belakangan ini. Arturo Vidal pun optimis dengan peluang timnya menjuarai Piala Konfederasi dan menjadi kandidat kuat juara di Piala Dunia 2018.

La Roja selalu menjadi salah satu tim underdog di beberapa tahun lalu. Namun, sedari ditaklukkan Brasil dalam putaran 16 besar di Piala Dunia 2014, Chile memperlihatkan peningkatan yang signifikan.

Buktinya saja, Chile menegaskan diri lewat kesuksesannya menjuarai Copa America 2015 dan kemudian mampu mempertahankan mempertahankan gelar juara di Copa America Centenario 2016. Alhasil, sekarang ini tim arahan Juan Antonio Pizzi itu berhak menempati posisi ke-4 dalam daftar FIFA, tepatnya di bawah Brasil (1), Argentina (2), serta Jerman (3).

Arturo Vidal sendiri merupakan salah satu kunci sukses Chile dalam beberapa tahun ini. Disebabkan itulah, gelandang yang bermain untuk Bayern Munich itu yakin kalau Chile punya masa depan yang cemerlang.

“Sekarang ini kami sudah memuncaki 2 turnamen yang terbilang bergengsi dalam Amerika Selatan. Aku tak tahu apakah ini periode terbaik di dalam karierku namun aku berharap kami terus memperlihatkan peningkatan,” kata Vidal seperti yang dilansir dari salah satu media.

Arturo Vidal juga menilai kalau Chile mempunyai semua modal untuk terus menang, dan dia berharap bisa ikut berandil dalam periode kesuksesan tim nantinya.

“Aku berharap bisa bermain dengan timnas untuk beberapa tahun lagi namun saat ini kami sudah mampu menggapai banyak hal. Aku yakin bahwa kami bisa menjuarai kompetisi ini, kemudian bersaing dalam Piala Dunia dan mempertahankan Copa America lagi.”

“Kami memiliki pemain-pemain yang tangguh dan sosok peracik taktik yang cemerlang. Kami memiliki semuanya yang kami perlukan untuk terus memenangi laga. Aku pun berharap bisa begitu dengan bermain selama bertahun-tahun lagi, paling tidak hingga aku berusia 40 tahun!” katanya mengakhiri.

FIFA Akan Selidiki Soal Transfer Pogba Dari Juventus Ke Man United

paul pogba

 

FIFA memastikan akan menyelidiki secara menyeluruh terkait pembelian Paul Pogba dari Juventus ke Manchester United di bursa transfer musim panas tahun lalu. Kubu MU telah dipastikan tidak bersalah, sedangkan Juve kemungkinan akan menerima sanksi.

Juventus awalnya merekrut Pogba tanpa biaya sepeser pun mengingat kontrak si pemain bersama Man Utd berakhir di 2012 silam. Namun, ketika pihak ‘Setan Merah’ ingin membawa pulagn lagi pemain asal Prancis itu ke Old Traffrod di 4 tahun kemduain, biaya transfernya justru sebesar 89,3 juta pounds.

Namun seperti yang dilaporkan, Juve sejatinya tidak menerima semua uang dari hasil penjualan itu. Sebaliknya agen Pogba, Mino Raiola, dilaporkan menerima bagian sekitar 41 juta pounds ataupun nyaris dari setengah penjualan tersebut.

Disebabkan dugaan inilah, pihak FIFA pun mulai menyelidiki lebih lanjut. Terdapat dakwaan kalau Juventus dengan Raiola melanggar regulasi yang sudah ditetapkan FIFA terkait hak pemilikan si pemain oleh pihak ketiga. Sedari April 2015 lalu, FIFA sudah menetapkan sebuah regulasi yang melarang hak kepemilikan pemain dari pihak ketiga.

“Kami dapat mengklaim kalau proses kedisplinan terhadap Juventus FC sudah dimulai. Kami tidak dapat menangapi hal ini lebih lanjut karena prosesnya masih terus berlangsung,” ucap juru bicara FIFA seperti yang dilansir dari salah satu media.

Tak hanya itu, juru bicara FIFA itu pun mengklaim kalau pihak Man United tidak terlibat dalam proses kedisplinan ini.

Apabila nantinya mereka terbukti bersalah dan melanggar regulasi, Juventus kemungkinan akan mendapat sanksi dari FIFA. Bahkna, sanksi serius seperti larangan untuk melakukan transfer pun mengancam Juve terkait masalah ini.

Inter Milan Diyakini Akan Kembali Merekrut Pemain-Pemain Top

 

Bekas Chairman Inter Milan, Massimo Moratti, yakin kalau Suning Group memiliki sumber dana yang besar untuk membeli pemain-pemain top ke Giuseppe Meazza.

Moratti dulunya sempat memecahkan rekor transfer dunia ketika merekrut Ronaldo dari Barcelona di tahun 1997. Dalam periode itu, Inter bersedia mengocek kantong sebesar 19,5 juta pounds untuk membawa pulang pesepakbola asal Brasil itu.

Disebabkan itulah, dia pun mendukung pemilik baru Inter Milan, Suning Group, untuk memperlihatkan kalau mereka pun mampu melakukan bisnis serupa dengan Nerazzurri.

Moratti juga yakin sekarang atau nantinya, Suning pasti akan merekrut pemain kelas dunia ke Inter.

“Apakah saya berharap Suning mendekati sosok pemain bintang layaknya Ronaldo? Cepat atau lambat, mungkin,” kata Moratti seperti yang dilansir dari salah satu medi.

“Disaat ada sosok pemain dengan mental juara yang hebat datang, mereka memberikan semangat dan motivasi, namun saat ini (klub) harus menemukan pemain yang memiliki rasa profesional, kewajiban untuk mendedikasikan yang terbaik buat tim.”

“Lebih lagi, tak gampang untuk menemukan pemain sehebat Ronaldo.”

Musim 2016/2017 sendiri merupakan musim pertama Inter di bawah kepemilikan Suning. Disaat itu, Joao Mario yang didatangkan dari Sporting Cp dengan biaya transfer sekitar 35 juta euro menjadi transfer paling mahal untuk Inter.

Namun, Inter tetap saja gagal berival di deretan atas Sserie A ataupun tingkat Eropa. Situasi di dalam tim pun tak begitu bagus mengingat mmereka sempat 2 kali mengganti manajer.

“Suning memiliki sumber daya ekonomi yang amat besar, namun mereka pastinya membutuhkan pengalaman lebih banyak. Musim lalu berlansung amat mengecewakan dan mudah-mudahan bisa menjadi pelajaran,” ujar Moratti.

Menjelang musim baru 2017/2018, Inter Milan sejauh ini masih belum merekrut pemain baru di bursa transfer. Ada rumor yang mengabarkan kalau pihak Suning Group sudah menyiapkan dana sebesar 110 juta euro dalam bursa transfer tahun ini.

AC Milan Diklaim Sudah Mengancam Gianluigi Donnarumma

 

Keputusan Gianluigi Donnarummma menolak pembaruan kontrak di AC Milan membuat situasi klub semakin buruk. Agen si pemain pun mulai membuka suara bahwa pihak klub telah mengancam kliennya.

Sejumlah media Italia sempat mendatangi kediaman Mino Raiola, selaku agen Donnarumma, tepatnya di Minggu (18/6/2017) waktu setempat. Raiola memberitahukan alasan kenapa kliennya itu menolak kontrak baru dari Milan beberapa waktu lalu.

Raiola juga menyangkal kalau Donnarumma menolak perpanjangan kontrak itu hanya karena uang semata. Dia malah mengklaim kalau kliennya itu sudah siap meneken kontrak baru di Milan.

“Situasinya jadi begitu panas dan tidak bersahabat, alhasil tidak ada solusi lain untuk mengatasi masalah ini. Kami membuat keputusan yang sejatinnya tidak mau kami lakukan awalnya,” ucap Raiola seperti yang dilansir dari salah satu media.

“Ini tak ada hubungannya dengan masalah uang. Namun kami diancam, kelaurga si pemain diancam, dari ancaman takkna dimainkan lagi hingga mengancam akan membunuhnya. Anda takkan bisa mempertahankan seorang pemain dengan mengancamnya.

“Saat ini ada konsekuensi ia akan menepi selama semusim. Namun kualitasnya membuat hal itu tidak mungkin, bahkan bisa dibialgn ini seperti bullying.

“Kami malah tak pernah membicarakan tentang uang maupun klausul rilis lantaran kami tidak diperbolehkan untuk sampai sejauh itu, maupun memikirkan apa yang terbaik buat Gigio. Dia sudah siap memperpanjang kontrak awalnya, tidak ada keraguan dalam benaknya. Namun, mereka memaksa kami buat melupakan negosiasi karena lingkungan yang ada di sekitarnya.

“Saya bertanggung jawab dalam hal ini. Mereka sudah memaksa kami. Milan akan kehilangan Donnarumma. Dia (Donnarumma) mengatakan ke saya, ‘Terus terang saja, Mino, saya merasa tidak bisa melanjutkan negosiasi disaat orang-orang ini mencemooh dan mengancam saya serta keluarga saya’.

“Misalnya, ada spanduk di depan markas klub. Sebuah klub semestinya melindungi pemain-pemainnya lalu melepaskan spanduk tersebut. Sebuah klub semestinya menyuport pemain dan menyuport kariernya, bukan malah balik mengancamnya dengan tidak memainkannya sisa kontrak” ucap Raiola.

Tolak Kontrak Baru AC Milan, Donnarumma Diyakini Akan Ke Juventus

gianluigi donnarumma - ac milan

 

Gianluigi Donnarumma dipastikan akan hengkang dari AC Milan, paling telat yakni di bursa transfer tahun depan. Kiper muda berusia 18 tahun ini pun diperkirakan akan pindah ke pesaing Rossoneri di Serie A, Juventus.

Donnarumma sudah menentukan masa depannya di Milan dengan menolak perpanjangan kontrak, Kamis (15/6/2017). Hal ini berarti, kemungkinan Donnarumma akan hengkang di bursa transfer tahun ini atau di tahun depan mengingat si pemain masih terikat kontrak sampai Juni 2018.

Tentu saja hal ini jadi persoalan yang rumit buat Milan. Pasalnya, mereka harus menjual Donnarumma di jendela transfer tahun ini kalau mau meraup keuntungan dari kehilangan si pemain. Apalagi Donnarumma memang diincar oleh banyak klub besar Eropa, di antaranya yakni Manchester United, Real Madrid, sampai Paris Saint-Germain.

Ada pula opsi lain buat Milan yaitu dengan mempertahankan Donnarumma selama setahun lagi. Namun, mereka takkan memperoleh apapun lantaran Donnarumma akan berstatus free transfer disaat kontraknya habis.

Mantan penyerang Milan, Daniele Massaro, memperkirakan kalau Donnarumma akan tetap berkiprah di Serie A, namun kemungkinan akan bersama Juventus. Lebih lagi, Bianconeri sekarang ini tengah mencari suksesor kiper veterannya, Gianluigi Buffon, yang tampaknya akan menutup karier di musim depan.

“Disaat Inter memberikan penawaran untuk saya serta menjanjikan apapun yang saya inginkan, saya justru menolak penawaran itu. Saya lebih memilih untuk mengabdi dengan Milan dan menutup karier di Jepang,” ungkap Massaro seperti yang dilansir dari salah satu media.

“Saya juga tidak mengerti ini kesalahan siapa, namun kenyataannya Donnarumma telah menipu para penggemar. Kalau sejumlah penyelamatannya telah membantu Milan memperoleh 6 poin di periode awal musim, dia pun membuat Milan kehilangan 6 poin di periode kedua musim,” ucap Massaro, yang berseragam Milan di era 1986-1995.

“Saya kira Donnarumma telah menjalin kesepakatan lainnya dan berdasarkan pemikiran saya dia akan pergi ke Juventus,” tutupnya.

Diminati Banyak klub, Sassuolo Takkan Bisa Menahan Berardi Lagi

domenico berardi

 

Striker Sassuolo, Domenico Berardi, belum memastikan klub mana yang akan dia bela musim depan. Dia harus memilih salah satu di antara klub yang meminatinya: AS Roma, Inter Milan, serta klub luar Italia.

Berardi sudah membukukan total 59 gol dari 159 pertandingan di sepanjang kariernya bersama Sassuolo sedari 2012, ketika itu timnya masih bertkompetisi di Serie B. Berkat performanya itu, Berardi pun gencar dirumorkan akan hengkang lantaran ada banyak klub besar yang meminatinya.

Namun Sassuolo senantiasa menepiskan rumor itu dan menegaskan takkan melepaskan si pemain. Walaupun begitu, tampaknya di bursa transfer kali ini mereka akan kehilangan Berardi menyusul hasratnya untuk mencari rintangan baru di klub yang lebih besar.

Lebih lagii manajer inti Sassuolo, Eusebio Di Francesco, baru saja hengkang dari klub itu dan kemudian melatih di Roma. Tentu saja kans Berardi untuk hengkang pun kian terbuka.

Sejumlah klub layaknya Inter dan Roma dikabarkan yang paling serius meminati Berardi sejauh ini, dan ada pula penawaran lainnya untuk tampil di luar Italia. Bahkan, klub besar layaknya Arsenal dan Chelsea dikabarkan mengincarnya.

“Pastinya ada banyak peluang Berardi untuk pergi. Roma dengan Inter yang paling sering dikait-kaitkan, hari ini kami memperoleh penawaran krusial untuknya dari klub luar Italia,” ungkap Petinggi Sassuolo, Giovanni Carnevali, seperti yang dilansir dari salah satu media.

“Kami tak mau melepaskannya begitu saja, namun kami sadar bahwa ada banyak penawaran – dan mengenai hasrat si pemain – maka pastinya akan sangat sulit membuatnya bertahan,” lanjutnya.

“Kami mesti melakukan beberapa evaluasi bersama si pemain sendiri lebih dulu,” katanya mengakhiri.

AS Roma sendiri ingin memproyeksikan Domenico Berardi sebagai pengganti Mohamed Salah, apabila benar-benar direkrut oleh Liverpool nantinya.

AS Roma Angkat Eusebio Di Francesco Jadi Pelatih Baru

 

AS Roma sudah menemukan pelatih baru untuk tim utamanya. Mulai sekarang I Lupi akan dibesut oleh Eusebio Di Francesco hingga 2 musim ke depan.

Roma mengumumkan info pelatih barunya lewat situs resmi klub di Selasa (13/6/2017) kemarin. Di Francesco dipercaya untuk menggantikan Luciano Spalleti, yang angkat kaki di akhir musim lalu dan kini membesut Inter Milan.

“AS Roma dengan senang hati mengkonfirmasi dipilihnya Eusebio Di Francesco sebagai manajer utama yang baru. Di Francesco, 47 tahun, sudah meneken kontrak perdana dengan periode 2 musim dengan Giallorossi yang akan berlangsung sampai musim panas 2019 nanti,” bunyi pernyataan Roma.

Di Francesco sendiri merupakan eks pemain Roma di era 1997-2001. Dia juga ambil bagian dalam tim utama Roma yang menjuarai Liga Italia Serie A di tahun 2001. Menghabiskan 4 musim di Roma, ia mencatatkan total 129 penampilan dan menciptakan 16 gol.

“Saya amat gembira bisa datang lagi ke Roma, untuk melatih klub yang amat berarti bagi saya. Saya amat berterima kasih dengan Presiden (James) Pallotta serta seluruh petinggi untuk semua ini,” kata Di Francesco.

“Saya akan mendedikasikan semuanya dan memastikan tim ini meraih torehan yang seharusnya,” imbuhnya.

Dalam karier Di Francesco sebelumnya, ia sempat dipercaya untuk melatih Virtus Lanciano Pescara, dan Lecce. Akan tetapi, namanya kian terkenal usai menjadi pelaih Sassuolo.

Bahkan, Di Franscesco mampu membawa Sassuolo memuncaki Serie B di musim 2012/2013 dan kemudian dipromosikan di Serie A. Sebenarnya ia sempat diberhentikan Sassuolo di Januari 2014, namun akhirnya dipilih lagi beberapa bulan berselang.

Di musim 2015/2016, Di Francesco mampu mengantarkan Sassuolo finis di peringkat ke-6 klasemen akhir Serie A. Torehan itu pun memastikan mereka lolos ke Liga Europa untuk klub itu. Itu merupakan yang pertama kali untuk Sassuolo bisa tembus ke turnamen Eropa.

Aaron Ramsey Mengaku Cocok Dengan Formasi Baru Arsenal

Gelandang Arsenal, Aaron Ramsey, merasa lebih nyaman dengan formasi baru The Gunners yang mengoperasikan 3 bek. Dia juga merasa performanya lebih oke ketika timnya menerapkan formasi itu.

Arsenal sebenarnya baru menggunakan formasi 3 bek di periode akhir turnamen Liga Inggris 2016/2017. Tepatnya saat melawan Middlesbrough di bulan April lalu.

Susunan pemain Arsenal dengan 3 bek itu pun diterapkan hingga akhir musim, dan hasilnya pun terbilang cemerlang. Bahkan tim ‘Meriam London’ tak terkalahkan di 6 pertandingan sebelumnya, termasuk mengandaskan Chelsea dalam partai final Piala FA.

Dengan skema baru itu, Ramsey pun mengaku lebih cocok dengan permainan 3 bek. Pasalnya, disaat Arsenal memainkan lebih sedikit bek dan menumpuk gelandang di barisan tengah, pesepakbola asal Wales itu mampu menciptakan 2 gol dan 3 assist.

“Saya pikir strategi itu lebih cocok buat kami di akhirnya, itu memperlihatkan upaya kami menuntaskan musim dan menjuarai Piala FA dengan skema itu,” ungkap Ramsey kepada salah satu media.

“Formasi itu membuat defensif kami lebih kokoh dibanding sebelumnya, alhasil kami tak begitu terancam lewat serangan balik. Itu pun memberikan ruang untuk para pemain melakukan berbagai hal, seperti memasuki posisi yang berbahaya.”

“Skema itu membuat saya bisa main ke area berbahaya dan jelas saya senang lantaran bisa mengoptimalkannya. Itu memberikan kebebasan untuk permainan saya. Saya mampu menciptakan beberapa gol pada akhir musim lalu. Saya percaya dan kecewa musim sudah tuntas, saya berharap Liga Inggris masih tersisa 10, 15 laga lagi. Saya ingin menuntaskannya dengan cemerlang,” lanjutnya.

“Performa seperti ini jelas membuat saya senang, jadi saya behrarap bisa menuju ke musim depan dengan penampilan yang sama seperti saat ini,” katanya mengakhiri.