Category Archives: Bursa Transfer

MU Terpikat dengan Aksi Permata Muda Benfica

Manchester United terus bersiap diri menghadapi bursa transfer musim dingin bulan Januari 2018 mendatang. Dalam persiapan ini, Setan Merah sudah mengincar beberapa pemain berbakat dari sepenjuru dunia.

Satu yang menjadi pusat perhatian adalah ketertarikan Setan Merah terhadap permata muda Benfica, Umaro Embalo. Ketertarikan ini dimulai ketika tim junior Benfica berhadapan dengan tim muda Manchester United dalam ajang UEFA Youth League tengah pekan kemarin.

Laga yang berakhir dengan skor imbang 2-2 ini muncul satu nama berbakat macam Embalo yang masuk sejak menit ke-65 dan sukses menampilkan permainan impresif. Berdasarkan sumber terpercaya, Manchester UNited terpikat dengan aksi pemain berusia 16 tahun tersebut.

Javier Ribalta selaku petinggi Manchester UNited sampai turun tangan langsung dalam memantau perkembangan Embalo. Diyakini pihaknya akan segera menentukan langkah ke depan apakah akan membajak sang pemain dimusim dingin 2018 nanti atau menunggu waktu yang tepat.

Ketertarikan Manchester United nampak tidak sendirian, dimana sosok Embalo kelahiran Guinea-Bissau tersebut juga sempat dikaitkan dengan raksasa La Liga, Real Madrid.

Jika sudah muncul nama Madrid, maka persaingan akan sangat menarik. Dua tim besar Eropa ini diketahui sangat bergelimpangan uang, dimana mereka siap menggelontorkan dana besar demi mendapatkan pemain incarannya.

Dengan kata lain, tidak ada yang salah jika Embalo merapat ke Old Trafford atau pun Santiago Bernabeu, karena kedua tim ini sama-sama memiliki rekam jejak yang luar biasa dalam mengorbitkan bakat pemain muda.

Chelsea dan Arsenal Siap Bersaing Sehat Dapatkan Servis Rafinha

Rafinha sudah seharusnya bersikap biasa saja, ditengah spekulasi masa depannya dipertanyakan. Datanglah angin segar, dimana dua klub Premier League Inggris macam Chelsea dan Arsenal diklaim siap membajak Rafinha dari Barcelona.

Rafinha, 24 tahun memang tengah menghadapi ketidakpastian di Camp Nou. Sepanjang dua musim karirnya di La Liga Spanyol, nama Rafinha jarang sekali terliha dalam skuat utama Barca dan nampak lebih sering menjadi penghias bangku cadangan saja.

Semakin memperburuk situasi ketika Rafinha terkendala cedera, alhasil namanya selalu masuk ke dalam rencana besar Barca menjual pemainnya dibursa transfer musim panas maupun musim dingin. Kini dalam rencana besar yang sudah direncanakan, maka pihak Barca siap melepas Rafinha dibursa transfer musim dingin bulan Januari 2018 mendatang.

Tak perlu cemas dan tak perlu menunggu kepastian lebih dalam lagi, semua keputusan ada pada Rafinha tinggal memilih antara Arsenal dan Chelsea yang kabarnya mengidamkan tenaga Rafinha untuk membantu misi dua tim tersebut dipentas Premier League Inggris.

Dalam perjanjian kontraknya, Rafinha harus menyelesaikan musim di Barca sampai 2020 mendatang. Namun semua itu bakal berakhir jika ada klub yang mau menembus Rafinha dengan kisaran harga mulai dari 20 sampai 25 Juta pounds pada bulan januari 2018.

Chelsea dan Arsenal adalah dua tim Inggris yang terlalu sering bentrok dalam urusan mendapatkan pemain incarannya. Kini keduanya kembali bentrok dan semua tergantung pada Rafinha mau memilih yang mana, namun yang pasti bahwa kedua klub tersebut sama-sama terlahir dari kota London, Inggris.

Pemain Buangan AS Roma Ini Berhasil Menarik Minat Inter Milan

Perkembangan bek tengah milik Bayer Leverkusen, Tin Jedvaj diam-diam mendapat perhatian dari klub kaya baru Italia, Inter Milan. Dalam keterangan singkatnya, Inter telah mengirim pemandu bakat untuk terus memantau perkembangan mantan pemain AS Roma tersebut.

2014 menjadi momen dimana Roma melepas Jedvaj ke Leverkusen, keputusan ini terbilang buruk bagi Roma. Pasalnya Jedvaj menjadi sebuah pemain yang berkembang pesat dan diklaim siap menjadi bintang masa depan dunia.

Peningkatan yang terus ditunjukan Jedvaj nampaknya telah tercium oleh Inter dan klub Serie A tersebut sudah merencanakan akan merekrut sang bek pada bursa transfer musim dingin 2017 mendatang. Ketertarikan Inter didasari oleh bakat Jedvaj, disebutkan jika sang pemain bisa bermain diberbagai posisi pertahanan dan itu sangat dibutuhkan Luciano Spalletti.

Musim sudah berjalan seperuh babak, Jedvaj pun tak kunjung memperlihatkan batang hidungnya. Dikabarkan jika Jedvaj masih dalam proses penyembuhan cedera tulang kering. Meski begitu, peminat Jedvaj tak pernah sepi dan Inter siap menjadi klub pertama yang memberikan penawaran masif kepada Leverkusen.

Kubu Inter sendiri harus siap menerika kenyataan ketika Leverkusen tak mau melepas Jedvaj. Berdasarkan sumber terpercaya, Leverkusen belum mau melepas Jedvaj sampai benar-benar masa kontraknya berakhir pada 2020 mendatang.

Dilihat jika harga jual Jedvaj mencapai 6,5 juta euro dan harga tersebut tak menjadi masalah bagi Inter yang berubah menjadi satu klub kaya baru Italia usai diakuisisi oleh perusahaan besar asal Tiongkok.

Walcott Tak Masuk Rencana Jangka Panjang Wenger

Arsene Wenger secara mengejutkan siap menjual Theo Walcott di bursa Januari mendatang. Kabar ini semakin menghilangkan spekulasi bahwa Walcott akan bertahan dua sampai tiga musim lagi di Emirates Stadium, London.

Walcott merupakan pemain binaan akademi Arsenal dan sukses mendapat kepercayaan dari Wenger. Namun semakin berkembangnya dunia sepakbola modern, nama Walcott terus tersisihkan oleh pemain-pemain baru yang datang ke Arsenal.

Sejuah ini, Walcott sudah memberikan 107 gol dalam 388 penampilan di semua kompetisi sejak bergabung dengan Gunners di Januari 2006, akan tetapi dalam enam musim terakhir nama Walcott terus masuk ke rencana kedua Wenger dan makin buruk ketika sang pemain sering mengalami cedera kambuhan.

Musim 2017/18 ini, Walcott baru tercatat menghabiskan menit bermain sebanyak 47 menit di atas lapangan dalam pertandingan Premier League dan sempat mendapat kesempatan sebagai pemain starter dikala Arsenal berlaga dipentas Piala Liga dan Liga Europa.

Meski sukses mencetak dua gol di Liga Europa, namun Walcott tak juga mendapat kepercayaan Wenger untuk turun sebagai starter di Premier League Inggris dan lebih mempercayakan sosok Alexis Sachez dan Alex Lacazette.

Berdasarkan pernyataan sumber terpecaya, penjualan Walcott akan memberikan keuntungan besar bagi Arsenal. Dengan dijualnya Walcott, maka Arsenal akan mengakhiri kontrak sang pemain yang akan berakhir pada 2018 mendatang.

Arsenal sendiri nampak begitu dilema dengan situasi ruang ganti mereka, tak hanya Walcott. Ada pemain macam Mesut Ozil dan Alexis Sanchez yang siap keluar dari Arsenal secara gratis sebegaimana Ozil dan Sanchez tak kunjung menandatangi perpanjangan kontrak.

Untuk hal itulah Wenger ingin segera melepas Walcott. Minimnya kesempatan bermain juga membuat Walcott terus absen dari skuat Inggris, di mana dia terakhir membela timnas pada November silam. Perubahan wajib dijalankan Walcott, perubahan itu mungkin bisa terjadi dengan banyaknya tawaran untuk sang pemain.

Inter Milan menjadi klub terbaru yang siap menampung Walcott dan sudah mempersiapkan segala sesuatunya agar Walcott bisa mendarat ke Serie A Italia pada bursa transfer musim dingin 2018 mendatang.

Bonucci Jadi Alasan Juve Perpanjang Kontrak Chiellini

Jawara Italia, Juventus mengambil pelajaran banyak dari kasus penjualan Leonardo Bonucci yang hijrah ke AC Milan. Agar tidak terulang lagi pada pemain lain, Juve kini tinggal sedikit lagi mendapat kesepakatan pasti atas perpanjangan kontrak Giorgio Chiellini.

Direncakan kedua belah pihak akan menjalin perpanjangan kontrak kerja sama yang akan berakhir pada musim 2020 mendatang. Berdasarkan catatan yang ada, Terhitung Chiellini sudah mengabdi hampir delapan tahun di Turin.

Kini kontrak Chiellini akan berakhir pada musim 2018 dan bila benar kontrak baru terjadi, maka akan pertambahan perpanjangan kontrak dua tahun. Keputusan Juve memberikan perpanjangan kontrak pada Chiellini adalah atas dasar mereka untuk tetap mempertahankan ketangguhan lini belakang.

Juve sendiri begitu cemas ketika waktu berjalan, pasalnya mereka sudah ditinggalkan Leonardo Bonucci dan waktu akan menunjukan masa akhir dari Gianluigi Buffon dan Andrea Barzagli diperkirakan akan pensiun di akhir musim ini.

Dengan demikian, Juve tengah berupaya keras untuk mendapatkan momentum tepat agar semua ini berjalan baik. Salah satu langkah pertama mereka adalah mendatangkan beberapa pemain bertahan baru, satu yang nampak adalah Benedikt Howedes dan juga membeli Medhi Benatia secara permanen, namun keduanya belum menunjukkan penampilan konsisten.

Juve pun percaya kepada sosok Chiellini yang akan segera menunjukan komitmennya terhadap klub agar tidak meninggalkan Turin dengan status free agent. Ketika kepastian perpanjangan kontrak Chiellini terjadi, maka manajer Chelsea, Antonio Conte bakal gigit jari.

Seperti yang sudah dikabarkan sebelumnya jika Conte memiliki ketertarikan besar kepada Chiellini untuk dibawah olehnya ke Chelsea dan menjadikan sang bek sebagai palang pintu terakhir dikompetisi Premier League Inggris.

Mourinho: Fellaini Akan Tetap Di Old Trafford

Jose Mourinho bersiap melakukan tes kelayakan sebagai pemain Manchester United. Tes itu sendiri ditunjukan kepada gelandang tengah bertubuh tinggi besar, Marouane Fellaini dengan memberikan perpanjangan kontrak baru sebelum akhir tahun 2017 ini.

Bisa diartikan bahwa Mourinho ingin mempertahankan Fellaini sebelum bursa transfer musim dingin dibuka. Dengan kata lain, Mourinho tak ingin klub luar masuk untuk menggoda sang gelandang agar mau keluar dari Old Trafford.

Fellaini, 30 tahun sendiri mendapat izin untuk mengikat perjanjian pra-kontrak dengan tim lain di tahun 2018 mendatang, kecuali dia segera mengikat kontrak baru bersama Manchester United.

Sampai sejauh ini, sosok pemain kelahiran Belgia tersebut sudah menarik minat dari klub kaya Tiongkok dan Turki, namun Mourinho kabarnya ngotot ingin mempertahankan sang gelandang dan siap memberinya lebih banyak kesempatan main seiring absennya Paul Pogba.

Fellaini menjabat sebagai pemain Manchester United usai didatangkan dari Everton pada musim 2013. Meski mengalami penurunan dalam dua musim terakhir dan pada akhirnya mendapat cemooh fans Setan Merah, namun sosok Mourinho tak memperdulikan hal tersebut dan nampaknya sang pelatih sudah menaruh hati kepada Fellaini.

Kini Manchester UNited, bersiap menantang Southampton di pertandingan lanjutan pekan ketujuh Premier League yang akan berlangsung di St Mary akhir pekan ini. Manchester United berupaya menjaga tren kemenangan agar tidak tertinggal dari Manchester City yang berada dipuncak klasemen Premier League.

Ancelotti Siap Tinggalkan Munchen Pada Januari 2018

Carlo Ancelotti diklaim siap meninggalkan Bayern Munchen pada Januari 2018, ungkapan ini tak lepas dari ketertarikan klub besar Tiongkok terhadap jasa sang pelatih. Menanggapi hal ini, Mario Basler membenarkan situasi yang mungkin saja terjadi.

Sosok Ancelotti sendiri sempat dipertanyakan, sang pelatih dianggap tak terlalu hebat jika dibandingkan Josep Guardiola yang hijrah ke Manchester City. Namun tanpa ragu, Ancelotti menjawab semua keraguan tersebut. Di musim pertamanya, dia sukses membawa Die Roten mempertahankan Bundesliga dan DFL Supercup.

Masuk dimusim keduanya, posisi Ancelotti mulai goyang karena beredar rumor bahwa pihak klub tidak senang dengan kekalahan Munchen atas Hoffenheim dua gol tanpa balas di Bundesliga Jerman akhir pekan kemarin. Menjadi lebih panas ketika Mario Basler yang merupakan eks pemain Munchen mengatakan jika Ancelotti siap meninggalkan Allianz Arena karena sudah menyetujui melatih salah satu klub Tiongkok.

“Saya telah mendapat kabar dari orang terdekat bahwa Ancelotti sudah menandatangi kontrak dengan klub Tiongkok. Setahu saya, dia bisa meninggalkan klub paling cepat Januari, karena bulan itu adalah bulan dimana liga Tiongkok dimulai,” buka Basler.

“Saya pun tidak membenarkan 100 persen kabar tersebut, namun sumber terdekat saya adalah orang yang bisa dipercaya. Saya tak bisa mengatakan sesuatu yang negatif tentang sumber saya, yang saya percaya sepenuhnya. Saya tak mengatakan itu benar, tapi ini adalah kabar yang disampaikan oleh nya langsung kepada saya.” tutupnya.

Meski mendapat kekalahan, namun Munchen tetaplah Munchen yang memiliki nama besar di Jerman dan ada sebutan jika Bundesliga Jerman adalah liganya Munchen karena sampai hari ini belum ada klub yang mampu mengakhiri dominasi mereka dalam raihan gelar maupun catatan sejarah.

Wenger Anggap Transfer Neymar Tak Masuk Akal

Neymar

Pelatih Arsenal, Arsene Wenger menduga ada tujuan terselubung dalam prekrutan Neymar oleh Paris Saint-Germain. Wenger menduga perekrutan Neymar ini sedikit berbau politis. Ia menilai transfer pemain tim nasional Brasil itu tidak masuk akal.

PSG sudah diambang pintu untuk mendatangkan Neymar dari Barcelona. Klub raksasa Ligue 1 itu telah menebus klausul pelepasannya yang ada di angka 222 juta euro atau setara dengan Rp 3,5 triliun.

Banyak penilaian bahwa transfer Neymar ke PSG didasari keinginan dari sang pemilik, Nasser Al-Khelaifi, meningkatkan eksistensi negara asalnya, Qatar. Merekrut pemain termahal dunia dinilai bisa meningkatkan martabat negara teluk tersebut.

Transfer Neymar ke PSG sendiri sudah coba dicegah melalui aturan Financial Fair Play namun pada akhirnya juga tidak membuahkan hasil. Wenger menilai hal itu memang tidak berarti.

“Menurut saya, transfer Neymar adalah konsekuensi kepemilikan klub yang sudah mengubah total tatanan sepakbola dalam 15 tahun terakhir. Saat sebuah negara memiliki klub, semuanya bisa saja terjadi,” ungkap Arsene Wenger seperti dilansir Independent.

“Financial Fair Play tidak akan terlalu banyak berpengaruh sebab ada banyak jalan lain untuk suatu negara mendapatkan pemain yang bisa merepresentasikan negara itu sendiri,” kata Arsene Wenger menambahkan.

Menurut Wenger, kasus transfer Neymar sudah berada di luar logika. Manajer berkebangsaan Prancis ini juga menilai sepakbola bukanlah tempat untuk berinvestasi.

“Angka-angka sebesar ini melibatkan harga diri, dan minat publik, dan anda jadi tidak bisa lagi berpikir dengan akal sehat. Anda tidak bisa membenarkan investasi, itu tidak biasa untuk permainan ini,” kata Wenger melanjutkan.

“Itulah mengapa saya selalu mendukung sepakbola untuk tetap hidup dengan sumber dayanya sendiri. Terlepas dari itu, kita tidak lagi berada di periode yang berpikir ‘kalau saya menaruh investasi di sini, saya akan mendapatkan hasilnya’. Kita sudah lebih dari itu,” tutup Arsene Wenger.

Klopp Heran Dengan Aktivitas Belanja Di Inggris

Juergen Klopp

Klub-klub di Liga Inggris sudah mengeluarkan banyak uang untuk berbelanja pemain. Manajer Liverpool, Juergen Klopp merasa cukup heran dan menilai bursa transfer Premier League terkadang memang tidak masuk akal.

Sebagai gambaran besarnya uang yang sudah dibelanjakan, duo Manchester (Manchester United dan Manchester City) sudah mengeluarkan uang nyaris 240 juta poundsterling untuk belanja pemain di bursa transfer musim panas kali ini.

Manchester City sudah merogoh koceknya sebesar 130 juta poundsterling untuk memperkuat squad. Sementara itu, Manchester United mengeluarkan dana tidak kurang dari 101 juta poundsterling untuk mendatangkan Romelu Lukaku dan Victor Lindelof.

Sementara itu, Liverpool baru saja memecahkan rekor transfer klub ketika mendatangkan Mohamed Salah dari AS Roma seharga 36,9 juta poundsterling awal bulan ini.

The Reds juga dikabarkan masih memburu pemain RB Leipzig, Naby Keita. Tapi, hal itu sepertinya tidak akan tercapai karena nilai transfer Keita berada di angka 80 juta poundsterling. Klopp menilai bahwa transfer di Inggris memang suatu hal yang gila.

“Menjadi lebih dan lebih sulit lagi, terutama di Inggris karena klub-klub itu tidak hanya membelanjakan banyak uang tapi mereka tidak perlu uang yang ingin Anda bayarkan kepada mereka. Jadi, persoalannya ada situ,” kata Juergen Klopp di Sky Sports.

“Mungkin bursa transfer Premier League adalah yang paling gila di dunia. Dari sudut pandang orang luar selalu seperti itu. Para pemain yang di Jerman yang Anda tidak tau, Anda pikir bisa pergi ke klub lain dengan harga 25 juta poundsterling atau lebih.”

“Di Jerman masih mungkin melakukan transfer kecil yang bagus, lima juta poundsterling di sini, tujuh juta poundsterling di sana, dan hal-hal seperti itu. Saya heran kenapa pemain muda berharga lebih mahal di Inggris, hanya karena uangnya ada di sana. Seperti itulah, ini bisa diibaratkan seperti lingkaran tertutup,” tutup Juergen Klopp.