Category Archives: Liga Inggris

Nyaris Kehilangan Kaki, Cazorla Ingin Balik Musim Depan

Santi Cazorla menjadi salah satu sosok bintang Premier League Inggris yang selalu dinanti-nantikan kembali diatas lapangan hijau. Menyambut musim baru 2018, Cazorla kembali muncul dalam sebuah ungkapan target jangka panjang.

Dimana Cazorla nyaris melewati lebih dari 10 operasi kaki, dengan kerja keras dan proses yang ada, total Cazorla sudah melewati permainan sejak 2016 lalu. Berusia 33 tahun, lantas tak membuat Cazorla patah semangat dan ingin menargetkan camoback musim depan.

Sejauh ini, Cazorla tak pernah lagi membela Gunners sejak mengalami cedera kala mereka menang 6-0 atas Ludogorets di Liga Champions. Pemain Spanyol mengungkap dalam wawancara dengan Marca tahun lalu bahwa sejumlah operasi dan infeksi di kaki kanannya hampir membuatnya diamputasi.

Pembenaran amputasi kaki Cazorla sendiri diungkapan oleh pelatih Arsenal, Arsene Wenger yang mengatakan bahwa cedera Cazorla merupakan terburuk yang pernah dia tahu selama karirnya sebagai manajer.

Terlepas dari pandangan negati yang ada, Cazorla berharap segera kembali merumput di atas lapangan hijau. Besar harapan dari Cazorla bisa mempersembahkan gelar untuk Arsenal baik di liga lokal maupun interlokal.

“Ada momen di mana saya sudah berpikir ingin menyerah saja. Saya berpikir ‘mungkin ini semua tidak layak diperjuangkan’. Jika semuanya berjalan baik, mungkin tahun depan saya bisa kembali bermain di level top,” tutur Cazorla.

“Operasi yang teraksi saya lakukan terjadi pada bulan kemarin dan total sudah sepuluh kali saya dioperasi. Operasi pertama cukup beresiko karena saya mendapatkan terlalu banyak steroid dan itu mempengaruhi kulit saya,”

“Apa yang kemarin lakukan itu bisa membuat saya infeksi, yang kemudian mengancam kondisi tendon saya. Jalan yang ada ketika itu harus diamputasi, nyaris berita itu bisa membuat saya stop dari dunia sepakbola.” tutup Cazorla.

Sepakbola Inggris Masih Belum Terbiasa dengan VAR

Phil Neville menjadi sosok yang paling keras memberikan komentar kepada penerapan teknologi VAR yang baru saja diterapkan dipertandingan Liga di Inggris. Dimana komentar Neville sendiri keluar ketika menyaksikan pertandingan Chelsea kontra Norwich City yang memunculkan banyak kontroversi.

Babak ketiga Piala FA menghadirkan laga ulangan antara Chelsea melawan Norwich City di Stamford Bridge. Menariknya ketika alih-alih untuk mengurangi kontroversi, pada akhirnya semua keputusan malah jauh dari keterbaikan dan justru memunculkan kontroversi.

Tuan rumah bersikeras akan dapat penalti setelah Willian dijatuhkan di dalam kotak penalti. Namun wasit menilai itu bukan pelanggaran setelah terlihat berkonsultasi dengan pusat VAR dan justru malah mengeluarkan kartu kuning untuk Willian kerena dianggap melakukan diving.

“Saya tak habis pikir, saya juga bukan penggemar dari hal semacam ini. Saya suka sepakbola Inggris ini, dengan poin-poin pembicaraan. Wasit membuat keputusan benar dan beberapa keputusan lain salah,”

“Inilah sepakbola, bila ini bukan VAR untuk hari ini, kita akan ramai membicarakan penalti. Sekarang kita akan berbicara tentang ini untuk dua hari selanjutnya karena VAR,” cetus Neville.

Dilain sisi, bukan hanya Neville yang menyinggung keburukan VAR. Dion Dublin menjadi sosok kedua yang mengaku tak habis pikir kenapa wasit bisa membuat keputusan yang salah meskipun sudah mendapatkan bantuan dari VAR.

“Sebuah keputusan yang mengejutkan. Saya tak tahu bagaimana dia bisa mendapatinya dengan salah. Mereka menonton tayangan ulang yang sama dengan yang lain. Ini tidak bagus untuk sekarang, ini juga bukan jalan yang terbaik.” tambah Dublin.

Sturridge Menuju Lebih Dekat ke Inter Milan

Daniel Sturridge disebut semakin dekat dengan klub kaya baru Serie A Italia, Inter Milan. Munculnya kabar ini dispekulasi sebagai antisipasi kepergian Mauro Icardi yang diklaim diminati oleh sejumlah klub elite Eropa.

Berdasarkan pernyataan dari pihak Inter, mereka diklaim sudah melayangkan surat penawaran kepada Liverpool agar mau bernegoisasi perihal status Daniel Sturridge. Meski begitu, penawaran atas nama Sturridge hanya sebatas peminjaman satu musim saja.

Sturridge, 28 tahun sejatinya sudah menarik minat dari klub Premier League lainnya macam Stoke City dan Southampton, akan tetapi sang pemain sendiri lebih tertarik untuk berlaga di pentas Serie A Italia.

Berbicara tentang Inter, mereka sangat tertarik untuk membangkitkan kembali bakat yang dimiliki Sturridge. Hal ini dipastikan langsung oleh Luciano Spalletti sebagai bos Inter Milan. Adapun Spalletti percaya jika Sturridge mampu berkembang lebih baik ketika ditangannya.

Kemungkinan besar Sturridge akan pergi semakin jelas ketika melihat sikap Jurgen Klopp yang diyakini akan memilih mempertahankan Danny Ings dan membiarkan Sturridge hengkang Januari 2018 ini.

Terlepas dari niat Inter, Sturridge juga nyaris merapat ke Newcastle yang disebut bersedia menampung dia hingga akhir musim. Namun klub yang ditangani Rafael Benitez itu keberatan dengan gaji sang pemain, yang mencapai 150.000 pounds per minggu.

Sturridge pun terlihat biasa-biasa saja, belum ada kabar pasti kemana dia akan pergi. Terlihat sampai sejauh ini, Sturridge masih tetap merasa nyaman meski selalu menjadi pilihan kedua Klopp di Liverpool.

Wenger Sudah Bisa Lapang Dada Andai Sanchez Pergi

Arsene Wenger kembali menunjukan sikap dinginnya dengan menolak memberikan keterangan perihal status Alexis Sanchez di Arsenal. Sudah menjadi berita biasa ketika mendengar bahwa Sanchez akan habis kontraknya pada akhir musim ini.

Itu artinya bahwa Sanchez akan pergi secara gratis jika tidak dijualn dibursa transfer musim dingin 2018 ini. Lantas muncul kabar yang mengaitkan nama Sanchez akan bergabung dengan Manchester City, entah pada Januari ini atau ketika musim panas nanti, namun Wenger dengan tegas menolak untuk terus memberikan keterangan perihal Sanchez.

Berdasarkan jawaban singkatnya, Wenger hanya ingin fokus kepada pertandingan nanti malam. Dimana Arsenal akan bertandang ke markas Chelsea dalam ajang semifinal leg pertama Carabao Cup.

“Saya tak punya kabar mengenai Sanchez. Saya tak memiliki sesuatu untuk ditambahkan pada apa yang telah saya katakan sebelumnya. Saya tak berharap apapun. Saya fokus pada pertandingan lawan Chelsea. Saat sesuatu terjadi, anda meresponnya. Saat ini saya mengharapkan ketenangan,” cetus Wenger.

Tak selang berapa lama, Wenger mendapat pertanyaan perihal situasi Sanchez dan juga Mesut Ozil. Pelatih asal Prancis itu menjawab: “Ini bukan masalah besar karena saya yakin mayoritas pemain hari ini ingin bermain di Premier League dan Premier League bisa memenuhi kontrak dan gaji yang klub luar negeri di luar tiga atau empat klub tak bisa memenuhinya,”

“Secara keseluruhan ini bukan masalah berarti bagi saya, saya yakin dengan skuat yang ada sekarang. Dengan dia ada atau tidak ada di musim mendatang.”

Guardiola Akui Jadwal Padat Bisa Musnahkan Banyak Bintang Premier League

Josep Guardiola menjadi sosok pengikut baru yang mempersoalkan jadwal padat Premier League Inggris. Jadwal padat ini tak lepas dari malam Natal dan Tahun Baru. Ketika liga lain sedang menikmati masa liburan, Liga Inggris justru menjadwalkan pertandingan yang sangat-sangat luar biasa padat.

Jika melihat apa yang sudah ditetapkan, maka Premier League harus digelar dua atau tiga hari sekali. Jadwal seperti itu jelas saja tidak baik. Sebagian pelatih seperti Jose Mourinho, Arsene Wenger dan Antonio Conte juga sempat mengeluh karena jadwal tim mereka lebih padat dibanding tim lain.

Berbeda dengan Guardiola ketika dirinya tak mengeluhkan tentang ‘keadilan’ jadwal. Disini, sang pelatih lebih menekan kepada keputusan FA yang dianggap tidak memikirkan kondisi para pemain saat membuat jadwal yang teramat padat itu. Dan buruknya bagi City dan Guardiola adalah ketika beberapa pemain mereka harus menepi sejenak lantaran diterpa cedera.

“Semua dan kita yang ada disini akan memusnahkan banyak bintang Premier League. Federasi Inggris sepertinya tidak memikirkan kondisi pemain, tapi mereka harus mulai melakukannya. Para pemain di sini bermain tanpa henti sepanjang 11 bulan per tahun,” ucap Guardiola.

“Mereka seharusnya bisa melindungi pemain dengan menggelar pertandingan yang mementingkan kualitas, bukan kuantitas,”

Guardiola juga menyadari jika FA dan Premier League tak akan berbuat banyak untuk melakukan perubahan itu. Tapi dia juga mengingatkan bahwa tak banyak yang dirugikan jika Inggris memperlonggar jadwal mereka pada akhir tahun.

“Pikir saya ini tidak akan banyak berubah. Akan tetapi untuk apa sebenarnya ini dilakukan? Hidup masih akan terus berjalan tanpa kami perlu bermain setiap dua hari sekali. Kalau itu diubah, tak akan ada kerugian kepada siapa pun.” Guardiola mengakhiri.

Conte Cuek Dengan Laju Barca di Musim Ini

Antonio Conte merasa begitu percaya diri dan lebih memilih cuek dengan laju Barcelona di musim ini. Sikap Conte sendiri tak lepas dari persiapan Chelsea menyambut musim baru 2018 mendatang.

Menurut Conte, apapun bisa terjadi dalam tempo singkat dan itu bisa dilihat pada 1 sampai 2 bulan ke depan. Dan sebagaimana kita diketahui bersama, bahwasannya Chelsea akan bertemu dengan Barcelona di babak 16 besar Liga Champions.

Jadwal yang ada memperlihatkan jika leg pertama akan digelar 21 Februari 2018 di Stamford Bridge. Dan leg kedua akan di gelar pada awal Maret 2018 mendatang.

Kini pertandingan yang ada di depan mata menjelaskan sosok Conte yang melihat perjalanan Barca dengan sukses mengalahkan Real Madrid dalam drama El Clasico jilid 1 dilanjutan La Liga Spanyol.

“Setelah setiap pertandingan ini bisa berubah. Real Madrid bermain di cara lain dan saya tak bisa membandingkan gaya Madrid dengan gaya kami. Ini dua sistem berbeda, dua cara berbeda untuk memainkan pertandingan,” jawab Conte soal laju Barca.

“Saya pikir bahwa kami harus menganalisis lebih banyak pertandingan yang mereka mainkan melawan tim yang bermain dengan sistem kami,” tutupnya.

Chelsea sendiri akhir pekan lalu bermain imbang tanpa gol melawan Everton di Goodison Park, namun hasil ini tetap mempertahankan mereka di posisi ketiga klasemen sementara Premier League Inggris.

Meski jauh dari harapan juara Liga Primer, namun Chelsea bersama Conte sangat siap menjadi penantang serius di ajang Liga Champions musim ini.

Klopp Berpotensi Tinggalkan Liverpool Dalam Waktu Dekat

Jurgen Klopp diklaim akan membuat kecewa para pendukung setia Liverpool. Ini bukan lain karena kabar menyebut sang pelatih tidak akan lama-lama bertahan di Liverpool, dimana track record-nya menunjukkan bahwa dia paling lama mengarsiteki klub hanya tujuh musim.

Berdasarkan catatan yang ada, maka Klopp tercatat datang ke Anfield pada Oktober 2015 usai ditunjuk menggantikan posisi Brendan Rodgers. Dan kedatangan sang pelatih memberikan sejumlah harapan, dimana yang paling terdepan adalah mampu mengembalikan Liverpool ke dalam era keemasan seperti dulu.

Sebagaimana kita ketahui bersama, Liverpool sudah puasa gelar sejak 2012. Dan sampai sejauh ini, Klopp belum juga bisa memecahkan catatan buruk itu hingga ke musim ini. Adapun menjawab tantangan ini, Klopp mengaku bisa saja pergi ketika Liverpool berhasil menjadi juara.

“Bahkan ketika anda bisa memenangkan sesuatu yang amat dinantikan semua orang di sini, itu bisa menjadi momen di mana saya bakal mengatakan, ‘Oke, akan tetapi saya harus pergi,”. cetus Klopp kepada media.

“20 tahun bertahan disini, saya tidak bisa memutuskan. Sejauh ini usai tujuh tahun, saya merasa saya mungkin harus pergi. Saya tidak merasa bahwa saya tengah mendekati momen itu dan semuanya baik-baik saja. Namun patut disadari bahwa sangat sulit untuk bertahan selama itu disini,”

“Andai mereka berpikir akan memiliki karir seperti Alex Ferguson atau Arsene Wenger, saya tidak yakin itu bisa terjadi lagi. Saya hanya ingin menjalankan apa yang ada sekarang, ini akan berjalan sebagaimana mestinya.” Klopp mengakhiri.

Wenger Puas dengan Performa Arsenal Kontra West Ham

Arsene Wenger mengaku sangat puas dengan hasil yang didapat anak asuhnya dalam kemenangan atas West Ham 1-0 di Carabao Cup. Kemenangan ini dilihat oleh Wenger sebagai reaksi tepat dari pemain The Gunners atas keraguan yang selama ini datang.

Bermain dikandang sendiri, Arsenal mampu menguasai jalannya pertandingan. Kemenangan mereka pun didapat oleh gol semata wayang Danny Welbeck pada menit ke-42 dan kemenangan ini pula telah mengangkat mereka menuju ke babak perempat final.

Menyambut kemenangan tipis ini, Wenger memuji kualitas dan semangat yang ditunjukkan timnya. Tak berhenti sampai disitu saja, Wenger juga memberikan pujian besar atas pertahanan sulit yang dibangun anak asuhnya.

“Kualitas pemain kami sudah menunjukan sikap yang tepat, semangat dan kecepatan di babak pertama. Secara keseluruhan 90 menit, kami terlihat sangat solid secara pertahanan. Kami tak terlalu dapat ujian di belakang,” ucap Wenger.

“Masuk dibabak kedua, kami kehilangan kecepatan dan kurang kreatif dan kemudian tak bisa membunuh pertandingan dan hal itulah yang membuat terjadinya kesalahan,”

“Tapi secara keseluruhan ini malam yang positif bagi kami terlepas dari fakta kami kehilangan Olivier Giroud dan Francis Coquelin yang terkena masalah.” tutup Wenger.

Setelah memastikan diri masuk ke babak perempat final, kini Arsenal akan kembali melanjutkan misinya di Premier League Inggris. Akhir pekan ini mereka akan kedatangan Liverpool di Emirates Stadium dalam usaha memperbaiki posisinya di klasemen.

Coret Mkhitaryan dari Skuat MU, Ini Jawaban Mourinho

Jika melihat secara kilat, maka tidak ada yang aneh dalam skuat Manchester United yang diturunkan Jose Mourinho pada laga melawan kontra Bournemouth tengah pekan kemarin. Namun jika melihat secara dalam, maka akan terlihat sedikit aneh karena tidak terdapat satu nama bintang Setan Merah.

Dan benar adanya, sosok Henrikh Mkhitaryan tak ada di dalam skuat inti atau pun cadangan Manchester United. Dan tentu saja ini menjadi sebuah kejutan dan pertanyaan besar atas keputusan Mourinho yang tidak menurunkan pemain kelahiran Armenia tersebut.

Melihat apa yang sudah diberikan oleh sang pemain, maka akan terasa berbeda Manchester United tanpa Mkhitaryan dan lebih aneh nya lagi bahwa Mkhitaryan sedang tidak dalam kondisi cedera. Akan tetapi, semua itu akhirnya terjawab dengan Mourinho angkat bicara.

“Saya hanya punya pilihan enam pemain cadangan termasuk satu kiper dan saya mencoba untuk memberi keseimbangan. Saya memiliki dua pemain belakang dan Blind bisa bermain di banyak posisi. Saya punya Ashley Young untuk bermain di sayap dan bek sayap,” ungkap Mourinho.

Dan di lini depan Manchester UNited, maka bisa dikatakan bahwa Mkhitaryan sudah tidak lagi menjadi prioritas Mourinho. Dan bisa dilihat bahwa sang pelatih lebih memberikan tempat kepada Marcus Rahsford dan Zlatan Ibrahimovic.

“Lalu saya punya Herrera sebagai gelandang, Zlatan sebagai striker dan Marcus sebagai second striker dan pemain sayap. Saya percaya kepada pemain lain yang sangat siap dan saya lakukan itu untuk hari ini.” Mourinho mengakhiri.

Di laga kontra Bournemout sendiri, Manchester United sukses mendapat tiga poin sempurna dengan hasil kemenangan tipis 1-0. Dengan kemenangan ini, mereka masih tetap berada di peringkat kedua dengan ketertinggalan 11 angka dari Manchester City yang berada di puncak klasemen sementara Premier League.