Category Archives: Liga Italia

Spalletti Jadi Sosok Penghalang Perisic Hijrah ke MU

Sangat jelas bahwa Luciano Spalletti adalah sosok yang menghalangi kepergian Ivan Perisic ke Manchester United. Hal ini juga dibenarkan oleh sang pemain sendiri yang mengaku Spalletti telah mengubah pemikiraanya untuk tetap bertahan di Inter Milan.

Bursa transfer musim panas 2017 kemarin, Spalletti secara tegas menyatakan Perisic harus bertahan di Serie A Italia. Tak lama semua itu menjadi keyataan dan Perisic selalu menjadi andalan Inter diberbagai kompetisi.

Nama Perisic memang sudah menjadi berita hangat dalam semusim terakhir, dimana namanya masuk ke dalam daftar beli Manchester United. Jose Mourinho secara terang-terangan mengungkapkan ketertarikannya untuk mendatangkan Perisic ke Premier League Inggris.

Namun sayang, ketertarikan Mourinho tak disetujui pihak Inter. Sampai akhirnya semua terjawab dengan kepastian Perisic menandatangani perpanjangan kontrak baru dan dipastikan bertahan di San Siro hingg musim 2022 mendatang.

Menjawab kepastian itu, Perisic mengaku tidak menyesal dan sangat senang bisa melanjutkan karirnya bersama Inter. Semua ini semakin spesial ketika Inter berhasil naik ke puncak klasemen Serie A pasca dirinya mencetak hat-trick dan membantu timnya menang 5-0 atas Chievo.

“Spalletti datang, dia mengatakan kepada kami semua pemain sangat penting. Ini terjawab dengan kemenangan yang kami dapat dan bahkan mereka yang tak terlalu sering bermain pun ikut memberi kontribusi,” cetus Perisic.

“Jadi Spalletti adalah sosok yang paling berpengaruh dalam keputusan saya bertahan di Inter. Untuk itu buat apa disesali dan sejauh ini kami baik-baik saja.” tutup Perisic.

Del Piero Lempar Kritik Pedas Pada Juve Pasca Imbang Kontra Barca

Alessandro del Piero selaku legenda Juventus merasa harus memberikan masukan kepada mantan timnya tersebut. Terbaru ini, sang legenda melihat bahwa Gonzalo Higuain tidak mendapat terlalu banyak dukungan dari rekan-rekannya dilini depan.

Del Piero sendiri berkaca pada pertandingan Juve kontra Barcelona dalam pentas Liga Champions tengah pekan kemarin. Dimana dirinya melihat Higuain tak terlalu banyak mendapatkan bola dan hal ini juga terjadi bukan hanya dipertandingan kemarin, namun ini juga terjadi pada pertandingan-pertandingan sebelumnya dimusim ini.

Dipertandingan yang berakhir dengan skor kaca mata ini, Del Piero melihat Juve harus memberikan perubahan yang berarti jika ingin terus berada dilevel tertinggi Eropa. Bisa diartikan mereka harus menambah personil baru jika ingin bersaing dengan tim-tim besar macam Barcelona, Real Madrid dan Bayern Munchen.

“Higuain adalah seorang penyerang haus gol, namun dia butuh peluang dan harus dilibatkan dalam satu umpan terakhir yang mematikan. Juventus sudah bekerja amat keras dan Barcelona melakukannya lebih baik lagi.” buka Del Piero.

“Juventus memainkan Dybala di tengah, mereka tak ingin kalah, namun juga tidak menang, mereka punya sedikit peluang, tidak bisa terlalu sering memainkan bola, jadi kecuali anda bermain luar biasa situasinya akan sulit,”

Terlepas dari hasil pertandingan, Del Piero mendapat pertanyaan seputar apakah Dybala sudah pantas disejajarkan dengan bintang Barcelona, Lionel Messi.

“Dybala dan Messi berbeda, Kecepatan Dybala sangat berbeda dengan Messi. Dia masih belum berkembang, seperti yang dikatakan Allegri. Selain itu struktur yang mereka punya juga berbeda. Messi punya kekuatan dibagian bawah tubuhnya dan bisa dibuktikan ketika dia sangat sulit dijatuhkan.” tutup Del Piero.

Jelang Laga Kontra Juve, Milan Tunjuk Suso Gantikan Bonucci di Posisi Kapten

AC Milan siap memberikan ban kapten Leonardo Bonucci kepada Suso, namun laporan ini tak akan permanen. Pasalnya Bonucci akan absen dalam beberapa laga dan Suso berkesempatan mengenakan ban kapten tersebut dikala Milan berhadapan dengan Juventus akhir pekan ini.

Milan da Juve akan bentrok dalam lanjutan Serie A Italia, sedangkan Bonucci dipastikan absen di dua pertandingan Milan selanjutnya karena mendapatkan kartu merah saat melawan Genoa pekan lalu.

Kartu merah Bonucci meninggalkan cerita miring, dimana sang bek dengan sengaja menyikut Aleandro Rosi dalam sebuah perebutan bola. Dengan pertandingan melawan Juve, maka larangan bermain Bonucci akan berakhir sebagaimana hukuman pertama telah lewat dikala Milan berhasil memetik kemenangan 4-1 kontra Chievo tengah pekan kemarin.

Dengan absen pula kapten kedua Milan macam Manuel Locatelli, maka sudah menerangkan jawaban bahwa ada kemungkinan Suso akan menjadi kapten Milan. Sementara mantan kapten AC Milan musim lalu, Riccardo Montolivo diperkirakan akan berada dibangku cadangan.

Kini bisa dilihat jika Suso adalah pemain yang sangat diandalkan Milan sepanjang musim, maka sangatlah wajar kesempatan itu akan menjadi miliknya. Andai Suso menjadi kapten, ini akan menjadi yang pertama musim ini sekaligus menjadi awal bagi ban kapten kembali pada pemain lama.

Sampai sekarang, penampilan Suso terus meningkat dengan sukses mencetak lima gol dan enam assist dalam 15 pertandingan disemua ajang musim ini.

Montella Ingin Hajar Juventus di Akhir Pekan

Vincenzo Montella tanpa rasa takut berani mengatakan sangat ingin menghajar Juventus dilanjutan Serie A Italia akhir pekan ini. Montella menunjukan rasa tidak sabar jelang pertandingan super panas akhir pekan tersebut.

Ketika Milan akhirnya meraih kemenangan di ajang Serie A Italia, Montella menunjukan ambisi besarnya untuk kembali memberikan kemenangan bagi Milan. Dan peluang itu nampak nyata dikala mereka berhadap dengan Juve di San Siro.

Dipertandingan lanjutan Serie A semalam, Milan berhasil melepaskan beban sedikit dari pundak Montella dengan menghajar Chievo 4-1. Empat gol mereka disajikan oleh Suso, Hakan Calhanoglu, dan Nikola Kalinic. Dengan menduduki peringkat delapan klasemen sementara, Montella tetap percaya diri bisa mengalahkan Juve.

“Kemenangan ini memperlihatkan bagaimana keyakinan dan kekuatan. Kita sudah melihat perkembangan signifikan dalam kualitas sepakbola tim dibeberapa pertandingan terakhir dan saya puas dengan penampilan tim,” bukan Montella.

“Saya tidak sabar untuk melawan Juve dan menghajar mereka dikandang. Untuk itu tidak ada waktu untuk merayakan kemenangan, meski kami memang ingin menikmati momen ini. Kami memiliki kendala psikologis, semua hal terjadi dan tim harus bisa melewatinya. Di babak kedua, para pemain jauh lebih percaya diri dan semoga saja pemain kami bisa memberikan kelebihan dipertandingan selanjutny,”

“Saya ingin melihat cahaya super kami dipertandingan selanjutnya dan semoga Juve sedikit meremehkan kami akhir pekan nanti. Ini akan menjadi laga menarik dan saya siap untuk ini.” Montella mengakhiri dengan tanda-tanda pemecetan jika gagal meraih kemenangan.

AC Milan Coba Bajak Pulang Allegri

AC Milan benar-benar terlihat mempersiapkan diri dalam menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi dimasa mendatang. Satu kabar menarik belum lama ini terungkap, dimana Milan tak hanya menjadikan Carlo Ancelotti sebagai pelatih baru mereka, namun kabar terbaru menyebut bahwa Massimiliano Allegri juga masuk ke dalam rencana masa depan Milan.

Seperti diketahui bersama, Allegri masih sibuk dengan tugasnya di Juventus dan dia sendiri baru saja mengikat kontrak lebih lama. Alhasil, ada kemungkinan Milan akan sangat berat mendapatkan kembali servis Allegri.

Banyaknya spekulasi tentang siapakah pelatih baru Milan memang tengah menjadi perbincangan hangat, hal ini tak lepas dari posisi Vincenzo Montella yang rentan akan pemecatan. Montella dinilai masih belum mampu memenuhi harapan dari jajaran direksi Milan.

Tiga kekalahan Milan dipentas Serie A Italia telah membuat para petinggi klub naik vital. Sejumlah nama besar macam Massimiliano Mirabelli dan Marco Fassone yang menjabat sebagai direksi Milan diklaim sudah menyiapkan rencana besar di kursi pelatih utama untuk musim depan.

Kedua sosok petinggi klub tersebut diklaim tertarik pada Allegri untuk dijadikan pelatih Milan pada musim 2018/19 yang akan datang. Mereka berencana membajak Allegri secara diam-diam dan berharap Allegri mau datang kembali ke San Siro.

Nama Allegri di Milan memang sudah kental dihati para fans dan juga jajaran petinggi klub. Allegri yang saat ini berusia 50 tahun adalah pelatih yang pernah mengarsiteki Milan dalam periode 2010 hingga 2014. Saat melatih Rossoneri, Allegri memberikan gelar scudetto pada musim 2011 dan gelar itu adalah scudetto terakhir Milan.

Namun disini bukan hanya nama Allegri yang menjadi sasaran Milan, dimana Mirabelli dan Fassone juga sedang mempertimbangkan dua nama lainnya. Dua nama pelatih ini juga bukan suatu yang asing dipentas Serie A, mereka adalah Carlo Ancelotti dan Antonio Conte.

Jika mendengar nama Ancelotti, maka Milan akan sangat bahagia. Dimana pelatih ini adalah pelatih yang pernah memberikan gelar Liga Champions dan nama Conte sendiri adalah sosok yang sukes mengangkat nama besar Juventus ke pentas Eropa dan kesuksesan itu sangat diharapkan bisa ditularkan ke kubu AC Milan.

Pemain Buangan AS Roma Ini Berhasil Menarik Minat Inter Milan

Perkembangan bek tengah milik Bayer Leverkusen, Tin Jedvaj diam-diam mendapat perhatian dari klub kaya baru Italia, Inter Milan. Dalam keterangan singkatnya, Inter telah mengirim pemandu bakat untuk terus memantau perkembangan mantan pemain AS Roma tersebut.

2014 menjadi momen dimana Roma melepas Jedvaj ke Leverkusen, keputusan ini terbilang buruk bagi Roma. Pasalnya Jedvaj menjadi sebuah pemain yang berkembang pesat dan diklaim siap menjadi bintang masa depan dunia.

Peningkatan yang terus ditunjukan Jedvaj nampaknya telah tercium oleh Inter dan klub Serie A tersebut sudah merencanakan akan merekrut sang bek pada bursa transfer musim dingin 2017 mendatang. Ketertarikan Inter didasari oleh bakat Jedvaj, disebutkan jika sang pemain bisa bermain diberbagai posisi pertahanan dan itu sangat dibutuhkan Luciano Spalletti.

Musim sudah berjalan seperuh babak, Jedvaj pun tak kunjung memperlihatkan batang hidungnya. Dikabarkan jika Jedvaj masih dalam proses penyembuhan cedera tulang kering. Meski begitu, peminat Jedvaj tak pernah sepi dan Inter siap menjadi klub pertama yang memberikan penawaran masif kepada Leverkusen.

Kubu Inter sendiri harus siap menerika kenyataan ketika Leverkusen tak mau melepas Jedvaj. Berdasarkan sumber terpercaya, Leverkusen belum mau melepas Jedvaj sampai benar-benar masa kontraknya berakhir pada 2020 mendatang.

Dilihat jika harga jual Jedvaj mencapai 6,5 juta euro dan harga tersebut tak menjadi masalah bagi Inter yang berubah menjadi satu klub kaya baru Italia usai diakuisisi oleh perusahaan besar asal Tiongkok.

Bonucci Jadi Alasan Juve Perpanjang Kontrak Chiellini

Jawara Italia, Juventus mengambil pelajaran banyak dari kasus penjualan Leonardo Bonucci yang hijrah ke AC Milan. Agar tidak terulang lagi pada pemain lain, Juve kini tinggal sedikit lagi mendapat kesepakatan pasti atas perpanjangan kontrak Giorgio Chiellini.

Direncakan kedua belah pihak akan menjalin perpanjangan kontrak kerja sama yang akan berakhir pada musim 2020 mendatang. Berdasarkan catatan yang ada, Terhitung Chiellini sudah mengabdi hampir delapan tahun di Turin.

Kini kontrak Chiellini akan berakhir pada musim 2018 dan bila benar kontrak baru terjadi, maka akan pertambahan perpanjangan kontrak dua tahun. Keputusan Juve memberikan perpanjangan kontrak pada Chiellini adalah atas dasar mereka untuk tetap mempertahankan ketangguhan lini belakang.

Juve sendiri begitu cemas ketika waktu berjalan, pasalnya mereka sudah ditinggalkan Leonardo Bonucci dan waktu akan menunjukan masa akhir dari Gianluigi Buffon dan Andrea Barzagli diperkirakan akan pensiun di akhir musim ini.

Dengan demikian, Juve tengah berupaya keras untuk mendapatkan momentum tepat agar semua ini berjalan baik. Salah satu langkah pertama mereka adalah mendatangkan beberapa pemain bertahan baru, satu yang nampak adalah Benedikt Howedes dan juga membeli Medhi Benatia secara permanen, namun keduanya belum menunjukkan penampilan konsisten.

Juve pun percaya kepada sosok Chiellini yang akan segera menunjukan komitmennya terhadap klub agar tidak meninggalkan Turin dengan status free agent. Ketika kepastian perpanjangan kontrak Chiellini terjadi, maka manajer Chelsea, Antonio Conte bakal gigit jari.

Seperti yang sudah dikabarkan sebelumnya jika Conte memiliki ketertarikan besar kepada Chiellini untuk dibawah olehnya ke Chelsea dan menjadikan sang bek sebagai palang pintu terakhir dikompetisi Premier League Inggris.

Montella: Perlahan Milan Mulai Berkembang

Vincenzo Montella mengakui jika AC Milan secara perlahan mulai berkembang. Kemajuan-kemajuan yang ditunjukan Milan mulai nampak jelas atas hasil yang mereka dapat dipentas Liga Europa dan Serie A Italia.

Meski demikian, Montella sadar masih banyak yang harus diperbaiki demi mendapatkan konsentrasi dan kondisi yang sempurna. Milan kembali meraih hasil positif pada minggu keempat Serie A musim 2017/17. Dua gol dari Nikola Kalinic menjadi penentu tiga poin Milan saat menjamu Udinese di Stadion San Siro.

Sementara, satu gol balasan tim tamu hadir dari aksi Lasagna dan laga berakhir 2-1. Usai pertandingan, Montella menjelaskan jika Milan berhasil keluar dari zona nyaman dan mencoba untuk berkembang meningkatkan level bermain.

“Yang terpenting dan secara keseluruhan ini merupakan sebuah langkah maju dari berbagai aspek, termasuk sikap. Kami bisa menyelesaikannya lebih cepat dan harus selalu konsentrasi,” terang Montella.

Dalam hal ini, yang menjadi sorotan tajam Montella adalah konsentrasi. Disini sang pelatih melihat konsentrasi menjadi titik lemah anak asuhnya. Montella melihat bahwa Leonardo Bonucci cs hilang konsentrasi saat ada gol ke gawang Udinese yang dianulir oleh wasit.

“Permainan ini saya suka. Tapi dari segi konsentrasi tidak sesuai harapan setelah gol ke Udinese dianulir karena gol itu bisa menjadi kerugian besar kami bermain dikandang,” cetus Montella.

Kemenangan ini telah memberikan modal bagus bagi Milan meneruskan target mengakhiri musim diposisi empat besar Serie A. Setelah kalah dengan skor 4-1 dari Lazio, Milan kemudian menang 5-1 atas Austria Vienna dan kini menang dengan skor 2-1 atas Udinese.

“Rasa sesal tidak ada dalam diri saya, terlebih lagi ketika kami kalah dari Lazio. Ketika itu terjadi, saya malah berpikir bahwa kekalahan itu akan sangat membantu kami. Itu adalah tamparan di muka yang membuat kita lebih baik. Tim ini punya karakter, akan tetapi saya memiliki keyakinan bahwa tim bisa segera bangkit.” tutup Montella.

De Sciglio: Penting Bagi Saya Kembali Bekerja Sama dengan Allegri

Mattia De Sciglio menyambut baik kesuksesan dirinya yang telah kembali bekerja sama dengan Massimiliano Allegri. Menurut sang pemain, sosok Allegri adalah pelatih yang mengerti dan selalu memberikan kepercayaan kepada para pemainnya.

Bursa transfer musim panas kemarin telah memperlihatkan kesuksesan Juventus mendatangkan De Sciglio dari AC Milan. Pihak Juve harus mengeluarkan uang hingga 12 juta euro untuk bisa mendapatkan servis De Sciglio dan bersama Juve, sang bek mendapat durasi kontrak hingga lima musim ke depan.

Menjadi keuntungan tersendiri bagi Milan dan juga pihak lain, ketika De Sciglio berhasil memberikan penampilan apik sepanjang musim. Bonus sebesar 500.000 euro siap diberikan Juventus andai De Sciglio bisa memberikan dampak positif.

Menariknya disini ketika kedatangan De Sciglio menghadirkan ajang reuni dengan Allegri. Allegri sendiri sempat bekerja sama dengan De Sciglio ketika berseragam Milan dan sosok sang pelatih adalah sosok yang sangat penting bagi De Sciglio sebagaimana dia telah memberikan kepercayaan bermain reguler pada De Sciglio diusia yang terbilang masih muda.

“Saya senang dan sangat penting bagi saya kembali bekerja sama dengan Allegri. Dia menunjukkan kepercayaan besar pada saya ketika di Milan, meskipun saya masih sangat muda. Dimana dia membiarkan saya bekerja secara nyaman,” buka De Sciglio.

“Lalu kenapa saya memutuskan merapat ke Juventus? Ini mungkin bisa dijawab oleh pemain lain, karena Juventus adalah salah satu tim panas atas Serie A dan juga Eropa. Mereka terus berkembang dan saya tertarik untuk masuk ke dalamnya. Untuk itu saya siap memberikan segala kemampuan agar bisa mendapat kepercayaan pelatih sebagai pemain reguler.” De Sciglio mengakhiri.