Category Archives: Liga Italia

AC Milan Coba Bajak Pulang Allegri

AC Milan benar-benar terlihat mempersiapkan diri dalam menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi dimasa mendatang. Satu kabar menarik belum lama ini terungkap, dimana Milan tak hanya menjadikan Carlo Ancelotti sebagai pelatih baru mereka, namun kabar terbaru menyebut bahwa Massimiliano Allegri juga masuk ke dalam rencana masa depan Milan.

Seperti diketahui bersama, Allegri masih sibuk dengan tugasnya di Juventus dan dia sendiri baru saja mengikat kontrak lebih lama. Alhasil, ada kemungkinan Milan akan sangat berat mendapatkan kembali servis Allegri.

Banyaknya spekulasi tentang siapakah pelatih baru Milan memang tengah menjadi perbincangan hangat, hal ini tak lepas dari posisi Vincenzo Montella yang rentan akan pemecatan. Montella dinilai masih belum mampu memenuhi harapan dari jajaran direksi Milan.

Tiga kekalahan Milan dipentas Serie A Italia telah membuat para petinggi klub naik vital. Sejumlah nama besar macam Massimiliano Mirabelli dan Marco Fassone yang menjabat sebagai direksi Milan diklaim sudah menyiapkan rencana besar di kursi pelatih utama untuk musim depan.

Kedua sosok petinggi klub tersebut diklaim tertarik pada Allegri untuk dijadikan pelatih Milan pada musim 2018/19 yang akan datang. Mereka berencana membajak Allegri secara diam-diam dan berharap Allegri mau datang kembali ke San Siro.

Nama Allegri di Milan memang sudah kental dihati para fans dan juga jajaran petinggi klub. Allegri yang saat ini berusia 50 tahun adalah pelatih yang pernah mengarsiteki Milan dalam periode 2010 hingga 2014. Saat melatih Rossoneri, Allegri memberikan gelar scudetto pada musim 2011 dan gelar itu adalah scudetto terakhir Milan.

Namun disini bukan hanya nama Allegri yang menjadi sasaran Milan, dimana Mirabelli dan Fassone juga sedang mempertimbangkan dua nama lainnya. Dua nama pelatih ini juga bukan suatu yang asing dipentas Serie A, mereka adalah Carlo Ancelotti dan Antonio Conte.

Jika mendengar nama Ancelotti, maka Milan akan sangat bahagia. Dimana pelatih ini adalah pelatih yang pernah memberikan gelar Liga Champions dan nama Conte sendiri adalah sosok yang sukes mengangkat nama besar Juventus ke pentas Eropa dan kesuksesan itu sangat diharapkan bisa ditularkan ke kubu AC Milan.

Pemain Buangan AS Roma Ini Berhasil Menarik Minat Inter Milan

Perkembangan bek tengah milik Bayer Leverkusen, Tin Jedvaj diam-diam mendapat perhatian dari klub kaya baru Italia, Inter Milan. Dalam keterangan singkatnya, Inter telah mengirim pemandu bakat untuk terus memantau perkembangan mantan pemain AS Roma tersebut.

2014 menjadi momen dimana Roma melepas Jedvaj ke Leverkusen, keputusan ini terbilang buruk bagi Roma. Pasalnya Jedvaj menjadi sebuah pemain yang berkembang pesat dan diklaim siap menjadi bintang masa depan dunia.

Peningkatan yang terus ditunjukan Jedvaj nampaknya telah tercium oleh Inter dan klub Serie A tersebut sudah merencanakan akan merekrut sang bek pada bursa transfer musim dingin 2017 mendatang. Ketertarikan Inter didasari oleh bakat Jedvaj, disebutkan jika sang pemain bisa bermain diberbagai posisi pertahanan dan itu sangat dibutuhkan Luciano Spalletti.

Musim sudah berjalan seperuh babak, Jedvaj pun tak kunjung memperlihatkan batang hidungnya. Dikabarkan jika Jedvaj masih dalam proses penyembuhan cedera tulang kering. Meski begitu, peminat Jedvaj tak pernah sepi dan Inter siap menjadi klub pertama yang memberikan penawaran masif kepada Leverkusen.

Kubu Inter sendiri harus siap menerika kenyataan ketika Leverkusen tak mau melepas Jedvaj. Berdasarkan sumber terpercaya, Leverkusen belum mau melepas Jedvaj sampai benar-benar masa kontraknya berakhir pada 2020 mendatang.

Dilihat jika harga jual Jedvaj mencapai 6,5 juta euro dan harga tersebut tak menjadi masalah bagi Inter yang berubah menjadi satu klub kaya baru Italia usai diakuisisi oleh perusahaan besar asal Tiongkok.

Bonucci Jadi Alasan Juve Perpanjang Kontrak Chiellini

Jawara Italia, Juventus mengambil pelajaran banyak dari kasus penjualan Leonardo Bonucci yang hijrah ke AC Milan. Agar tidak terulang lagi pada pemain lain, Juve kini tinggal sedikit lagi mendapat kesepakatan pasti atas perpanjangan kontrak Giorgio Chiellini.

Direncakan kedua belah pihak akan menjalin perpanjangan kontrak kerja sama yang akan berakhir pada musim 2020 mendatang. Berdasarkan catatan yang ada, Terhitung Chiellini sudah mengabdi hampir delapan tahun di Turin.

Kini kontrak Chiellini akan berakhir pada musim 2018 dan bila benar kontrak baru terjadi, maka akan pertambahan perpanjangan kontrak dua tahun. Keputusan Juve memberikan perpanjangan kontrak pada Chiellini adalah atas dasar mereka untuk tetap mempertahankan ketangguhan lini belakang.

Juve sendiri begitu cemas ketika waktu berjalan, pasalnya mereka sudah ditinggalkan Leonardo Bonucci dan waktu akan menunjukan masa akhir dari Gianluigi Buffon dan Andrea Barzagli diperkirakan akan pensiun di akhir musim ini.

Dengan demikian, Juve tengah berupaya keras untuk mendapatkan momentum tepat agar semua ini berjalan baik. Salah satu langkah pertama mereka adalah mendatangkan beberapa pemain bertahan baru, satu yang nampak adalah Benedikt Howedes dan juga membeli Medhi Benatia secara permanen, namun keduanya belum menunjukkan penampilan konsisten.

Juve pun percaya kepada sosok Chiellini yang akan segera menunjukan komitmennya terhadap klub agar tidak meninggalkan Turin dengan status free agent. Ketika kepastian perpanjangan kontrak Chiellini terjadi, maka manajer Chelsea, Antonio Conte bakal gigit jari.

Seperti yang sudah dikabarkan sebelumnya jika Conte memiliki ketertarikan besar kepada Chiellini untuk dibawah olehnya ke Chelsea dan menjadikan sang bek sebagai palang pintu terakhir dikompetisi Premier League Inggris.

Montella: Perlahan Milan Mulai Berkembang

Vincenzo Montella mengakui jika AC Milan secara perlahan mulai berkembang. Kemajuan-kemajuan yang ditunjukan Milan mulai nampak jelas atas hasil yang mereka dapat dipentas Liga Europa dan Serie A Italia.

Meski demikian, Montella sadar masih banyak yang harus diperbaiki demi mendapatkan konsentrasi dan kondisi yang sempurna. Milan kembali meraih hasil positif pada minggu keempat Serie A musim 2017/17. Dua gol dari Nikola Kalinic menjadi penentu tiga poin Milan saat menjamu Udinese di Stadion San Siro.

Sementara, satu gol balasan tim tamu hadir dari aksi Lasagna dan laga berakhir 2-1. Usai pertandingan, Montella menjelaskan jika Milan berhasil keluar dari zona nyaman dan mencoba untuk berkembang meningkatkan level bermain.

“Yang terpenting dan secara keseluruhan ini merupakan sebuah langkah maju dari berbagai aspek, termasuk sikap. Kami bisa menyelesaikannya lebih cepat dan harus selalu konsentrasi,” terang Montella.

Dalam hal ini, yang menjadi sorotan tajam Montella adalah konsentrasi. Disini sang pelatih melihat konsentrasi menjadi titik lemah anak asuhnya. Montella melihat bahwa Leonardo Bonucci cs hilang konsentrasi saat ada gol ke gawang Udinese yang dianulir oleh wasit.

“Permainan ini saya suka. Tapi dari segi konsentrasi tidak sesuai harapan setelah gol ke Udinese dianulir karena gol itu bisa menjadi kerugian besar kami bermain dikandang,” cetus Montella.

Kemenangan ini telah memberikan modal bagus bagi Milan meneruskan target mengakhiri musim diposisi empat besar Serie A. Setelah kalah dengan skor 4-1 dari Lazio, Milan kemudian menang 5-1 atas Austria Vienna dan kini menang dengan skor 2-1 atas Udinese.

“Rasa sesal tidak ada dalam diri saya, terlebih lagi ketika kami kalah dari Lazio. Ketika itu terjadi, saya malah berpikir bahwa kekalahan itu akan sangat membantu kami. Itu adalah tamparan di muka yang membuat kita lebih baik. Tim ini punya karakter, akan tetapi saya memiliki keyakinan bahwa tim bisa segera bangkit.” tutup Montella.

De Sciglio: Penting Bagi Saya Kembali Bekerja Sama dengan Allegri

Mattia De Sciglio menyambut baik kesuksesan dirinya yang telah kembali bekerja sama dengan Massimiliano Allegri. Menurut sang pemain, sosok Allegri adalah pelatih yang mengerti dan selalu memberikan kepercayaan kepada para pemainnya.

Bursa transfer musim panas kemarin telah memperlihatkan kesuksesan Juventus mendatangkan De Sciglio dari AC Milan. Pihak Juve harus mengeluarkan uang hingga 12 juta euro untuk bisa mendapatkan servis De Sciglio dan bersama Juve, sang bek mendapat durasi kontrak hingga lima musim ke depan.

Menjadi keuntungan tersendiri bagi Milan dan juga pihak lain, ketika De Sciglio berhasil memberikan penampilan apik sepanjang musim. Bonus sebesar 500.000 euro siap diberikan Juventus andai De Sciglio bisa memberikan dampak positif.

Menariknya disini ketika kedatangan De Sciglio menghadirkan ajang reuni dengan Allegri. Allegri sendiri sempat bekerja sama dengan De Sciglio ketika berseragam Milan dan sosok sang pelatih adalah sosok yang sangat penting bagi De Sciglio sebagaimana dia telah memberikan kepercayaan bermain reguler pada De Sciglio diusia yang terbilang masih muda.

“Saya senang dan sangat penting bagi saya kembali bekerja sama dengan Allegri. Dia menunjukkan kepercayaan besar pada saya ketika di Milan, meskipun saya masih sangat muda. Dimana dia membiarkan saya bekerja secara nyaman,” buka De Sciglio.

“Lalu kenapa saya memutuskan merapat ke Juventus? Ini mungkin bisa dijawab oleh pemain lain, karena Juventus adalah salah satu tim panas atas Serie A dan juga Eropa. Mereka terus berkembang dan saya tertarik untuk masuk ke dalamnya. Untuk itu saya siap memberikan segala kemampuan agar bisa mendapat kepercayaan pelatih sebagai pemain reguler.” De Sciglio mengakhiri.

Juventus Bakal Bertemu Barcelona Untuk Bahas Transfer Gomes

Juventus kelihatannya amat serius dalam melakukan pengejaran terhadap gelandang FC Barcelona, Andre Gomes. l Bianconeri bakal segera bertemu dengan pihak Barca untuk dapat bernegosiasi transfer pemainnya Andre Gomesi.

Sebelum ditutupnya kegiatan transfer pemain pada bursa transfer musim panas ini,  Juventus juga menghadirkan Blaise Matuidi, disamping itu Juve memang masih memiliki  bidikan 1 pesepak bola lagi ia tak lain ialah Andre Gomes.

Gomes adalah sosok pesepak bola yang sangat amat didambakan oleh manager Massimiliano Allegri. Pesepak bola asal Porugal tersebut menjadi target bidikan Allegri sedari tahun lalu.

Salah satu media menyebut bahwa, Juventus bakal mengadakan pertemuan denganpihak FC Barcelona untuk membicarakan masalah transfer Gomes. Pertemuan itu sendiri bakal dilangsungkan pada hari Kamis, tanggal 24 Agustus 2017 di Monte Carlo.

Pada saat tahap pengundian fase group Liga Champhions 2017-2018 pihak Juntus bakal memanfaatkan momen tersebut. Dalam momen kali ini, sebelumnya sudah janjian antara perwakilan Juventus dengan perwakilan dari Barcelona untuk bertemu dan membicarakan peluang transfer Gomes.

Dikatakan bahwa Juventus telah mengajukan penawaran atas peminjaman dengan durasi waktu selama 2 tahun, sementara Barcelona menginginkan pembelian langsung secara permanen. Akan tetapi Juventus merasa keberatan atas pembelian pemanen tersebut dan selanjutnya bakal mengajukan penawaran peminjaman dengan alternative pembelian permanen atau diharuskan mempermanenkan pemain tersebut diakhir tahun.

Disisi lain, Gomes pribadi diyakini sudah tak mau lama-lama lagi bertahan di Barcelona. Pesepak bola berumur 24 tahun tersebut berkeinginan untuk segera angkat kaki dari Camp Nou sebab servicenya sudah tak lagi dibutuhkan dan tak tagi menjadi opsi utama bagi manager Ernesto Valverde. Sementara dirinya berharap dap tampil secara rutin untuk pertandingan Piala Dunia 2018.

Roma Hentikan Pengejaran Pada Mahrez

Riyadh Mahrez

Upaya AS Roma untuk mendapatkan Riyad Mahrez sampai saat ini belum membuahkan hasil. Berapapun tawaran yang dikirimkan, masih saja mendapat penolakan dari Leicester City. AS Roma pun memberi indikasi akan menghentikan upayanya untuk mendatangkan Mahrez.

AS Roma sudah dua kali mengajukan tawaran kepada Leicester City untuk mendapatkan tanda tangan Mahrez. Terakhir, manajemen Il Giallorossi siap mengucurkan dana sebesar 35 juta euro untuk menggaet pemain tim nasional Aljazair itu.

Namun dua kali pula tawaran dari AS Roma untuk Mahrez ditolak oleh kubu The Foxes. Tim yang jadi juara Premier League di musim 2015/2016 ini meminta bayaran mencapai 44 juta euro kepada AS Roma ingin memboyong Mahrez ke Stadion Olimpiade.

Sementara itu, Riyad Mahrez bukannya tak mau menganggapi ketertarikan dari AS Roma. Namun dia hanya bisa bersabar sampai Leicester menerima tawaran. Sudah dua kali ditolak Leicester, I Lupi pun memberi isyarat tidak akan mencoba lagi untuk menaikkan tawaran. Roma juga siap mengalihkan bidikan ke pemain lain.

“Jujur saja, saya cukup terkesan dengan usaha yang klub lakukan untuk merekrut Riyad Mahrez. Namun dua proposal yang sudah kirimkan saya rasa sudah cukup,” ujar Direktur Olahraga AS Roma, Monchi seperti yang dilansir dari Football Italia.

“Anda sudah ada di sini lebih lama dibandingkan saya, namun saya ragu apakah Anda bisa menyebutkan tawaran yang lebih tinggi lagi dari 30 juta euro. Itu merupakan tawaran yang cukup besar,” lanjut Monchi.

“Sementara mengenai keinginan dari sang pemain, dia mengungkapkannya secara terbuka namun saya pikir dia juga menunjukkan respek kepada klubnya, memang benar seharusnya demikian. Satu-satunya solusi di sini adalah Leicester City memutuskan untuk menerima atau menolak tawaran dari AS Roma,” tutup Monchi.

Sudah Jor-joran, Montella Ingin Milan Raih Sukses Lebih

vincenzo montella

Lihat perjuangan Manajer AC Milan Vincenzo Montella di betdeal.com yang mengemban tanggung jawab besar dengan belanja jor-joran yang dilakukan oleh klub pada bursa transfer musim panas. Pasalnya ia memasang target prestasi lebih oke ketimbang musim sebelumnya.

Akan tetapi sang manajer harus berpikir realistis. Ia tak ingin langsung memburu scudetto walau telah memperkuat Il Diavolo Rosso dengan mengucurkan 210 juta euro.

Dalam pandangan Montella, scudetto bukan sebuah prestasi yang bisa secara instan didapat karena tim sudah mempunyai modal layak usai berbelanja dengan begitu ambisius. Lebih lanjut, sang manajer berniat maju selangkah demi selangkah lebih dulu untuk mengembalikan habitat Milan sebagai tim penghuni Liga Champions.

“Kesepakatan yang dibuat klub ialah kita tak boleh menyia-nyiakan semangat fans, apalagi mengecewakan semua harapan mereka. Kami harus jadi tim yang secepat mungkin mencapai target kami, lolos ke Liga Champions,” buka Montella.

“Andaikan kami kehilangan itu, sudah tentu itu menjadi tamparan sangat keras, baik dari faktor ekonomi maupun citra klub ini. Akan tetapi ada kompetisi berat di Italia dan ada beberapa tim, yang tak punya taktik transfer musim panas seperti kami, masih sedikit ada di depan kami pada sektor perencanaan.”

“Kami sudah mendapatkan pemain siap untuk maju dan mampu memberikan banyak dampak bagus, mereka pemain-pemain besar yang ada di tingkat kami serta persepakbolaan Italia. Maka dari itu saya rasa potensi ini ada di sana dan ini cuma tinggal persoalan waktu saja.”

“Kami punya sejumlah kepastian dan pemain yang bisa berkembang lebih baik lagi sepanjang waktu. Maka saya rasa kami bisa lebih bagus lagi ke depannya,” pungkas legenda AS Roma tersebut.

Juventus Memang Sudah Siap Kehilangan Bonucci

Leonardo Bonucci

Direktur umum Juventus, Beppe Marotta, menyatakan jika Leonardo Bonucci memang sudah punya keinginan untuk pindah ke AC Milan. Menurut Marotta, Juventus sudah siap dengan risiko kepergian Bonucci ke klub rival.

Bonucci, yang menjadi salah satu pemain kunci Juventus dalam memenangkan enam Scudetto berturut-turut, memutuskan menyeberang ke AC Milan. Bek tim nasional Italia itu didatangkan ke San Siro seharga 42 juta euro dan memperoleh kontrak selama lima musim.

Kepindahan Bonucci yang secara tiba-tiba itu pun memunculkan gosip-gosip negatif. Pemain berusia 30 tahun itu dikabarkan tidak akur dengan beberapa pemain Juve dan pelatih Massimiliano Allegri, usai kekalahan mereka atas Real Madrid di final Liga Champions beberapa waktu lalu.

Bonucci sendiri sudah menepis gosip tersebut. Kini Marotta yang turut angkat bicara, dengan menyebut jika hengkangnya Leonardo Bonucci itu murni karena keinginan pribadi. Marotta juga menyebut jika La Vecchia Signora sudah memperhitungkan risiko kehilangan salah satu pemain kunci di sektor pertahanan.

“Dalam persoalan Leonardo Bonucci, kami menerima keinginan pribadi dan profesionalnya, yang ingin pindah ke AC Milan. Memang ada firasat dia akan pergi. Ini bukan soal masalah-masalah yang pernah terjadi,” kata Beppe Marotta seperti yang dilansir dari Football Italia.

“Kami tahu mempertahankan pemain-pemain yang sudah ingin pergi adalah langkah yang berat. Seorang pemain telah pergi, seorang juara, namun banyak yang bertahan dan ada beberapa pemain muda yang sudah siap. Kami sudah siap dengan segala risikonya,” tambahnya.

“Saya yakin karena kami masih punya bek-bek yang hebat. Dan seperti Leonardo Bonucci yang bergabung dengan kami dari Bari dan menjadi pemain hebat, kami punya beberapa pemain muda yang siap melakukan hal yang sama,” tutup Beppe Marotta.

Setelah ditinggal pergi oleh Leonardo Bonucci, Il Bianconeri masih memiliki beberapa nama pemain top seperti Andrea Barzagli, Giorgio Chiellini, Medhi Benatia, serta Daniele Rugani untuk megisi pos bek tengah.