Category Archives: Liga Italia

Roma Hentikan Pengejaran Pada Mahrez

Riyadh Mahrez

Upaya AS Roma untuk mendapatkan Riyad Mahrez sampai saat ini belum membuahkan hasil. Berapapun tawaran yang dikirimkan, masih saja mendapat penolakan dari Leicester City. AS Roma pun memberi indikasi akan menghentikan upayanya untuk mendatangkan Mahrez.

AS Roma sudah dua kali mengajukan tawaran kepada Leicester City untuk mendapatkan tanda tangan Mahrez. Terakhir, manajemen Il Giallorossi siap mengucurkan dana sebesar 35 juta euro untuk menggaet pemain tim nasional Aljazair itu.

Namun dua kali pula tawaran dari AS Roma untuk Mahrez ditolak oleh kubu The Foxes. Tim yang jadi juara Premier League di musim 2015/2016 ini meminta bayaran mencapai 44 juta euro kepada AS Roma ingin memboyong Mahrez ke Stadion Olimpiade.

Sementara itu, Riyad Mahrez bukannya tak mau menganggapi ketertarikan dari AS Roma. Namun dia hanya bisa bersabar sampai Leicester menerima tawaran. Sudah dua kali ditolak Leicester, I Lupi pun memberi isyarat tidak akan mencoba lagi untuk menaikkan tawaran. Roma juga siap mengalihkan bidikan ke pemain lain.

“Jujur saja, saya cukup terkesan dengan usaha yang klub lakukan untuk merekrut Riyad Mahrez. Namun dua proposal yang sudah kirimkan saya rasa sudah cukup,” ujar Direktur Olahraga AS Roma, Monchi seperti yang dilansir dari Football Italia.

“Anda sudah ada di sini lebih lama dibandingkan saya, namun saya ragu apakah Anda bisa menyebutkan tawaran yang lebih tinggi lagi dari 30 juta euro. Itu merupakan tawaran yang cukup besar,” lanjut Monchi.

“Sementara mengenai keinginan dari sang pemain, dia mengungkapkannya secara terbuka namun saya pikir dia juga menunjukkan respek kepada klubnya, memang benar seharusnya demikian. Satu-satunya solusi di sini adalah Leicester City memutuskan untuk menerima atau menolak tawaran dari AS Roma,” tutup Monchi.

Sudah Jor-joran, Montella Ingin Milan Raih Sukses Lebih

vincenzo montella

Lihat perjuangan Manajer AC Milan Vincenzo Montella di betdeal.com yang mengemban tanggung jawab besar dengan belanja jor-joran yang dilakukan oleh klub pada bursa transfer musim panas. Pasalnya ia memasang target prestasi lebih oke ketimbang musim sebelumnya.

Akan tetapi sang manajer harus berpikir realistis. Ia tak ingin langsung memburu scudetto walau telah memperkuat Il Diavolo Rosso dengan mengucurkan 210 juta euro.

Dalam pandangan Montella, scudetto bukan sebuah prestasi yang bisa secara instan didapat karena tim sudah mempunyai modal layak usai berbelanja dengan begitu ambisius. Lebih lanjut, sang manajer berniat maju selangkah demi selangkah lebih dulu untuk mengembalikan habitat Milan sebagai tim penghuni Liga Champions.

“Kesepakatan yang dibuat klub ialah kita tak boleh menyia-nyiakan semangat fans, apalagi mengecewakan semua harapan mereka. Kami harus jadi tim yang secepat mungkin mencapai target kami, lolos ke Liga Champions,” buka Montella.

“Andaikan kami kehilangan itu, sudah tentu itu menjadi tamparan sangat keras, baik dari faktor ekonomi maupun citra klub ini. Akan tetapi ada kompetisi berat di Italia dan ada beberapa tim, yang tak punya taktik transfer musim panas seperti kami, masih sedikit ada di depan kami pada sektor perencanaan.”

“Kami sudah mendapatkan pemain siap untuk maju dan mampu memberikan banyak dampak bagus, mereka pemain-pemain besar yang ada di tingkat kami serta persepakbolaan Italia. Maka dari itu saya rasa potensi ini ada di sana dan ini cuma tinggal persoalan waktu saja.”

“Kami punya sejumlah kepastian dan pemain yang bisa berkembang lebih baik lagi sepanjang waktu. Maka saya rasa kami bisa lebih bagus lagi ke depannya,” pungkas legenda AS Roma tersebut.

Juventus Memang Sudah Siap Kehilangan Bonucci

Leonardo Bonucci

Direktur umum Juventus, Beppe Marotta, menyatakan jika Leonardo Bonucci memang sudah punya keinginan untuk pindah ke AC Milan. Menurut Marotta, Juventus sudah siap dengan risiko kepergian Bonucci ke klub rival.

Bonucci, yang menjadi salah satu pemain kunci Juventus dalam memenangkan enam Scudetto berturut-turut, memutuskan menyeberang ke AC Milan. Bek tim nasional Italia itu didatangkan ke San Siro seharga 42 juta euro dan memperoleh kontrak selama lima musim.

Kepindahan Bonucci yang secara tiba-tiba itu pun memunculkan gosip-gosip negatif. Pemain berusia 30 tahun itu dikabarkan tidak akur dengan beberapa pemain Juve dan pelatih Massimiliano Allegri, usai kekalahan mereka atas Real Madrid di final Liga Champions beberapa waktu lalu.

Bonucci sendiri sudah menepis gosip tersebut. Kini Marotta yang turut angkat bicara, dengan menyebut jika hengkangnya Leonardo Bonucci itu murni karena keinginan pribadi. Marotta juga menyebut jika La Vecchia Signora sudah memperhitungkan risiko kehilangan salah satu pemain kunci di sektor pertahanan.

“Dalam persoalan Leonardo Bonucci, kami menerima keinginan pribadi dan profesionalnya, yang ingin pindah ke AC Milan. Memang ada firasat dia akan pergi. Ini bukan soal masalah-masalah yang pernah terjadi,” kata Beppe Marotta seperti yang dilansir dari Football Italia.

“Kami tahu mempertahankan pemain-pemain yang sudah ingin pergi adalah langkah yang berat. Seorang pemain telah pergi, seorang juara, namun banyak yang bertahan dan ada beberapa pemain muda yang sudah siap. Kami sudah siap dengan segala risikonya,” tambahnya.

“Saya yakin karena kami masih punya bek-bek yang hebat. Dan seperti Leonardo Bonucci yang bergabung dengan kami dari Bari dan menjadi pemain hebat, kami punya beberapa pemain muda yang siap melakukan hal yang sama,” tutup Beppe Marotta.

Setelah ditinggal pergi oleh Leonardo Bonucci, Il Bianconeri masih memiliki beberapa nama pemain top seperti Andrea Barzagli, Giorgio Chiellini, Medhi Benatia, serta Daniele Rugani untuk megisi pos bek tengah.

Gabung Roma, Kolarov Ingin Kalahkan Lazio

Kolarov

Aleksandar Kolarov pernah sempat menjalin kisah manis ketika masih memperkuat Lazio di masa lalu. Akan tetapi, karena sekarang sudah menjadi pemain AS Roma, Kolarov pun menyebut Lazio sebagai musuh yang harus dikalahkan.

Setelah tujuh tahun bermain di Premier League untuk memperkuat Manchester City, Kolarov kembali ke Serie A. Bek Serbia berusia 31 tahun itu direkrut oleh AS Roma dengan nilai transfer 5 juta euro (sekitar Rp 77 miliar).

“Sekarang aku sangat senang karena bisa berada di sini. Hari ini adalah hari pertamaku dan aku berharap segala sesuatunya berjalan seperti yang aku harapkan,” ujar Aleksandar Kolarov dalam sesi wawancara bersama Roma TV.

“Aku sudah bertemu dengan semua orang, juga pelatih (Eusebio) Di Francesco yang aku temui pagi ini. Aku sudah mengenal baik beberapa pemain, hanya beberapa yang lain belum. Tapi, aku sekarang punya waktu untuk mengenal semuanya dengan lebih baik,” tambah Aleksandar Kolarov.

Di AS Roma, Aleksandar Kolarov bisa melakukan reuni dengan Edin Dzeko, yang sebelumnya juga sempat menjadi rekan setimnya saat di Manchester City.

“Aku tetap menjaga hubungan baik dengan Edin Dzeko setelah dia pergi dari Manchester City. Aku bicara dengannya soal AS Roma dan dia mengatakan hal-hal yang baik soal klub ini. Aku sangat bahagia punya kesempatan main bersamanya lagi,” tutur Aleksandar Kolarov.

Kolarov sebelumnya pernah bermain untuk Lazio, rival sekota As Roma di periode 2007-2010. Oleh karena itu, dia tidak akan terkejut jika suatu saat nanti dia mendapatkan cemoohan dari beberapa suporter Lazio begitu resmi bergabung dengan Roma.

“Aku tidak bisa dan tak ingin menyangkal masa laluku bersama Lazio. Tapi, kini aku adalah pemain AS Roma. Dan seperti aku mengeluarkan seluruh kemampuanku ketika masih di Lazio, aku juga akan memberi 100% dan lebih untuk AS Roma,” kata Aleksandar Kolarov.

“Aku pernah punya cerita indah bersama Lazio, tapi yang jelas mulai hari ini mereka adalah rival yang harus aku kalahkan di atas lapangan,” katanya.

Milik Ingin Bawa Napoli Raih Juara Musim Depan

Arkadiusz Milik

Penyerang Napoli, Arkadiusz Milik ingin segera beranjak dari musim pertama di Napoli yang begitu buruk. Sudah bugar 100 persen, Milik mengaku siap untuk mencetak banyak gol dan mengantarkan timnya meraih juara.

Milik direkrut oleh Napoli dari Ajax Amsterdam pada bursa transfer musim panas tahun lalu untuk menggantikan Gonzalo Higuain yang hengkang ke Juventus. Awal karier Milik berjalan manis bersama Napoli ketika dia mencetak tujuh gol dari delapan pertandingan pertamanya.

Tapi, masalah datang ketika Milik membela Tim nasional Polandia pada Kualifikasi Piala Dunia 2018 Oktober silam. Ligamen lututnya sobek dan Milik terpaksa menepi untuk waktu yang sangat lama.

Absen sekitar enam bulan lebih membuat Arkadiusz Milik pada prosesnya kehilangan ketajaman dan tentunya tempat di inti. Dries Mertens sebagai penggantinya malah tampil tajam melalui torehan 34 gol di seluruh ajang kompetitif, termasuk 28 gol di Serie A.

Persaingan untuk memperebutkan posisi penyerang utama pun semakin ketat tentunya untuk Milik musim depan mengingat bukan hanya Dries Mertens, namun juga ada Lorenzo Insigne yang juga produktif dengan 20 golnya musim lalu.

Walaupun demikian, Arkadiusz Milik sama sekali tidak khawatir dan dia sudah melupakan jauh-jauh cedera parahnya. Dengan kondisi yang 100 persen fit, Milik siap mengantarkan Il Partenopei meraih juara lewat gol demi gol.

“Cedera itu memang sangat meyakinkan. Tapi semuanya sudah berlalu dan saya pun telah melupakannya. Saya menjadi orang yang lebih kuat dan itu membuat saya lebih dekat dengan keluarga,” ungkap Arkadiusz Milik kepada Corriere dello Sport.

“Saya tak sabar untuk memulai musim baru: Saya sudah kehilangan banyak waktu, tapi saya ingin bangkit. Saya juga ingin mengembalikan ketajaman saya seperti saat sebelum cedera. Saya ingin melakukan itus semua.”

“Apakah mimpi saya mencetak gol kemenangan untuk Scudetto? Tentu saja, namun tidak masalah jika Dries yang mencetak gol. Atau bahkan Pepe Reina sekalipun!. Yang paling penting bagi saya adalah kemenangam tim,” tuntas Arkadiusz Milik.

 

‘Pepe Reina Boleh Bertahan Seumur Hidup Di Napoli’

 

Napoli bersikeras untuk tak menjual Pepe Reina. Bahkan petinggi klub, Aurelio De Laurentiis, ingin kiper veterannya itu bertahan di Partenopei seumur hidup.

Kontrak Reina dengan Napoli tinggal semusim lagi. Alhasil, wajar saja kalau ada banyak klub yang mulai mengincarnya di bursa transfer musim panas tahun ini.

Di sisi lain, De Laurentiis pernah menegaskan kalau kiper berusia 35 itu masih akan bertahan. Tapi Napoli pun memberikan sinyal bakal mencari suksesor untuk eks pengawal gawang Liverpool itu.

De Laurentiis sampai sekarang masih bersikeras untuk mempertahankan Reina. Bahkan petinggi klub yang juga adalah sosok pengusaha di bagian perfilman itu pun bersedia kalau Reina bertahan selamanya di Napoli.

“Alternatif buat Reina? Saya telah mencobanya selama dua bulan terakhir dan saya belum bisa mendapatkannya,” ungkap De Laurentiis seperti yang dilansir dari salah satu media.

“Masa kerja Pepe akan segera berakhir di musim depan, tahun depan pastinya bakal ada masalah. Kalau dia mengalami cedera, apa yang akan kami lakukan? Kalau semua ini tergantung dengan saya, maka saya akan berjudi dengan mempertahankan Reina yang amat oke dan berpengalaman, dan juga karismatik.”

“Pepe merupakan yang terbaik dan saya sangat yakin dengannya, saya yakin dengannya disaat saya tak mengenalnya. Dirinya seperti saya, sosok pekerja keras dan istri kami khawatir lantaran kami lebih memusingkan pekerjaan ketimbang mereka.”

“Kalau Reina menetap seumur hidup, saya pastinya akan amat gembira. Berdasarkan penilaian saya, Reina mesti menetapa di Napoli selamanya. Kalau dia membesut tim muda…,” sambung De Laurentiis.

“Dia dengan Marek (Hamsik) bisa memikirkannya. Pepe merupakan sosok motivator serta pendorong, namun bukan hal itu yang saya tawarkan untuknya sekarang ini,” katanya mengakhiri.

Donnarumma Putuskan Bertahan Di Milan?

Gianluigi Donnarumma

Spekulasi soal masa depan penjaga gawang AC Milan, Gianluigi Donnarumma sepertinya sudah memasuki babak baru. Menyusul kabar yang menyebutkan bahwa kiper muda AC Milan itu sudah sepakat dengan kontrak baru yang ditawarkan kepadanya.

Sepanjang bulan lalu, media-media diramaikan dengan kabar penolakan Donnarumma atas kontrak baru yang diberikan oleh AC Milan kepadanya. Penolakan itu membuat manajemen AC kecewa Milan dan pendukungnya merasa sangat berang. Namun, di awal bulan ini, negosiasi ulang dilakukan dan semuanya berubah.

Menurut kabar yang diwartakan oleh Sky Sports Italia, Donnarumma setuju menandatangani kontrak baru untuk lima tahun ke depan, sampai musim panas 2022. Kiper berusia 18 tahun tersebut hanya tinggal membubuhkan tandatangannya saja.

Disebutkan pula bahwa Gianluigi Donnarumma akan mendapatkan gaji sebesar enam juta euro (atau setara dengan Rp 91 miliar) per tahun. Jumlah sebeesar itu pun akan membuat Donnarumma berstatus sebagai pemain bergaji tertinggi ketiga di Serie A.

Dalam kontrak baru itu, Donnarumma diikat dengan klausul rilis sebesar 100 juta euro. Akan tetapi, nilainya akan berkurang setengahnya menjadi 50 juta euro saja apabila AC Milan gagal lolos ke Liga Champions musim depan.

Kabar ini pun pada prosesnya meredam spekulasi tentang kelanjutan karier Donnarumma, yang terus-terusan bergulir. Kiper tim nasional Italia tersebut sempat kencang dikaitkan dengan sejumlah klub top Eropa termasuk Real Madrid, Paris Saint-Germain, dan Manchester United.

Paris Saint-Germain dikabarkan sudah mengirimkan penawaran resmi kepada AC Milan untuk membeli Donnarumma. Namun, media-media Italia mengklaim bahwa si pemain menolak tawaran gaji tinggi dari Les Parissiens sebesar 13 juta euro per tahunnya.

Penandatanganan kontrk baru Donnarumma kabarnya bisa terjadi karena ada campur tangan dari sang kakak, Antonio Donnarumma, yang juga pernah bermain bersama tim muda Il Diavolo Rosso. Dia akan kembali ke AC Milan dari klub di Liga Yunani.

 

Juventus Mulai Dekati Blaise Matuidi Lagi

blaise matuidi

Juventus belum menyerah dalam upanya mendatangkan Blaise Matuidi. Sekarang Bianconeri mulai mendekati lagi pemain Paris Saint-Germain itu di bursa transfer musim panas tahun ini.

Matuidi sejatinya hampir berkiprah di Juve saat masa depannya tengah dipertanyakan pada jendela transfer tahun lalu. Matuidi awalnya direncanakan untuk menjadi suksesor Paul Pogba yang hengkang ke Manchester United, namun di akhirnya kesepakatan tidak terjadi.

Untuk bursa transfer tahun ini, Juve rupanya masih tertarik dengan si pemain dan kini mereka bersiap mendekati pesepakbola 29 tahun itu lagi. Potensi untuk mendatangkan Matuidi kali ini pun disebut lebih besar lantaran kontrak si pemain dengan PSG akan segera habis di 2018 nanti.

Hal itu berarti, Matuidi mesti dijual dalam jendela transfer tahun ini apabila PSG ingin meraup untung. Tapi dengan syarat juga kalau tak ada kesepakatan terkait kontrak baru antara kedua belah pihak.

Dengan situasi seperti ini, Juve tentu akan memanfaatkannya dan mencoba menghubungi Mino Raiola selaku agen Matuidi. Seperti yang dilaporkan dari salah satu media Italia, Raiola dan Juve dikabarkan akan berjumpa di hari Selasa nanti guna membahaskan transfer sebesar 15 juta euro itu (sekitar Rp 228 miliar).

Sejatinya upaya Juventus merekrut Blaise Matuidi adalah solusi dari kegagalan mereka mendatangkan Steven N’Zonzi dari Sevilla. Permintaan sebesar 40 juta euro yang diminati oleh klub asal Spanyol itu dianggap terlalu tinggi untuk ‘Si Nyonya Tua’.

Di sisi lain, ada pula pemain PSG lainnya yang tengah diincar Juve, yakni Serge Aurier. Pesepakbola asal Pantai Gading itu diproyeksikan akan menggantikan lubang yang ditinggalkan Dani Alves.

Perekrutan Aurier pun terbilang amat menguntungkan Juventus lantaran bisa memainkan posisi full-back kanan dan juga di posisi full-back kiri serta bek central.

Gagal Dekati Coutinho dan Verratti, Barca Dekati Kondogbia?

Dani Alves

Juventus secara resmi telah melepas bek mereka, Dani Alves. Keduanya sudah sepakat dengan pemutusan kontrak dan membuat Alves sekarang bisa bebas untuk menentukan pilihannya. Ada kabar yang menyebut jika Alves akan pindah ke Manchester City.

Alves sebenarnya baru bergabung dengan Il Bianconeri di musim panas lalu secara cuma-cuma dari Barcelona. Dia mengantarkan tim raksasa asal Turin ini mempertahankan Scudetto dan memenangi Coppa Italia, serta lolos ke final Liga Champions walaupun akhirnya harus puas jadi runner-up usai dikalahkan Real Madrid 4 – 1.

Pemain berusia 34 tersebut hengkang dari Turin dengan kisah yang hampir sama ketika dia berpisah dengan Barcelona dengan bergelimang banyak gelar juara. Saat itu mantan pemain Sevilla ini hengkang dari Camp Nou usai mengantarkan raksasa Catalan itu memenangkan La Liga dan Copa del Rey.

Keinginan Dani Alves untuk angkat kaki sudah diungkapkan CEO Juventus Giuseppe Marotta sepekan lalu. Bek 34 tahun itu pun resmi dilepas Juventus, Kamis (29 Juni 2017) hari ini waktu setempat.

“Juventus Football Club menyatakan sudah resmi berpisah dengan Dani Alves setelah sepakat dengan pembatalan kontrak dengan si pemain,” ungkap pernyataan dalam situs resmi Juventus.

Hubungan Juventus dan Alves sendiri dikabarkan memanas sejak beberapa waktu belakangan ini. Hal ini diduga dipicu ucapan Alves kepada Paulo Dybala, yang menyarankan penyerang asal Argentina itu hengkang dari Juventus demi memenuhi potensinya.

Pergi dari Il Bianconeri, Alves kini diyakini akan menuju Manchester City, yang sedang ditangani oleh mantan bosnya di Barcelona dulu, Josep Guardiola. Alves diprediksi akan menjadi senjata andalan baru The Citizens di lini pertahanan.

Pada akhir bulan ini Manchester City dipastikan melepas Pablo Zabaleta, Gael Clichy dan Bacary Sagna. Sebelumnya, The citizens City berhasil merekrut gelandang AS Monaco Bernardo Silva dan penjaga gawang Benfica, Ederson Moraes seiring ambisi Guardiola untuk menghadirkan trofi perdananya di Premier League.