Category Archives: Liga Spanyol

Ronaldo: Saya Lebih Besar dari Messi

Superstar Real Madrid, Cristiano Ronaldo merasa dirinya lebih baik dari pemain lain yang terlebih khusus lebih besar dari bintang Barcelona, Lionel Messi. Pernyataan ini sontak mengejutkan banyak pecinta sepakbola La Liga Spanyol terlebih khusus pada pendukung Barcelona.

Dalam ungkapan tersebut, keyakinan Ronaldo didapat atas pengalaman yang sudah didapat sampai sekarang. Disini Ronaldo merasa lebih besar dari Messi karena sudah pernah bermain di Liga Primer Inggris, sementara Messi tercatat hanya berada di La Liga Spanyol.

Sepanjang sepak terjangnya, Ronaldo sukses mempersembahkan tiga gelar Premier League di Manchester United, membantu tim asuhan Sir Alex Ferguson tampil dominan di kompetisi domestik. Dan hasil ini dianggap Ronaldo mustahil untuk Messi.

Ronaldo juga beranggapan jika Messi menjalani karir yang begitu mudah bersama Barcelona dan beruntung karena selalu memiliki tim yang dibangun sesuai dengan kebutuhannya.

Dilain sisi, Messi lebih baik dari Ronaldo soal raihan gelar individu. Dimana pemain kelahiran Argentina tersebut sudah mengoleksi lima trofi Ballon d’Or sepanjang karirnya. Raihan tersebut bisa disamai oleh Ronaldo, yang dijagokan untuk meraih penghargaan tersebut tahun ini, usai musim kemarin berhasil membawa Real memenangkan Liga Champions.

Sebagai catatan akhir, Ronaldo juga sukses untuk timnas Portugal. Dimana pemain yang memiliki jutaan penggemar dari seluruh dunia ini sukses menciptakan sejarah baru bagi Portugal dengan menjuarai Euro 2016 silam usai mengalahkan tuan rumah Prancis dengan skor tipis 1-0.

Sementara, Messi sudah diketahui bersama bahwa dirinya belum juga memberikan gelar internasional untuk Argentina dan hanya mendapatkan kekecewaan karena gagal tiga kali dipartai final.

Inilah Jawaban Ramos Soal Isu Gesekan dengan Pique

Menjabat sebagai kapten tim, Sergio Ramos menunjukan rasa kepercayaan diri tinggi bahwa Spanyol akan tetap solid menghadapi dua sisa pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Eropa Grup D.

Terlepas dari hal tersebut, Ramos juga mendukung Gerard Pique dengan mengatakan hubungan mereka berdua baik-baik saja. Jelang pertandingan melawan Albania malam nanti, bek Real Madrid berbicara soal pekan sulit di negaranya, menyusul kekerasan yang terjadi dalam referendum kemerdekaan Catalan akhir pekan kemarin.

Dengan menegaskan sepakbola dan politik tidak boleh dicampuradukkan, Ramos berharap timnya bisa terus solid sebagaimana target Spanyol yang utama adalah lolos ke putaran final Piala Dunia 2018 Rusia.

Untuk sementara ini, Spanyol masih menduduki posisi puncak klasemen dengan keunggulan tiga poin dari Italia yang berada diposisi runner up. Dan dipekan terakhirnya, Spanyol akan terbang ke markas Israel dalam laga penentu apakah mereka lolos langsung atau menjalani babak play off pada bulan November mendatang.

“Tidak benar ketika mencampuradukkan politik dan olahraga. Malam ini kami harus fokus ke Albania. Kami semua solid dan siap mengambil langkah maju menuju Piala Dunia. Itu akan menjadi Piala Dunia ke-4 saya dan bangga bisa berada diposisi ini,” ucap Ramos kepada media.

Kabar panas lantas menerjang Ramos dan juga Pique, kabar ini muncul ketika Pique menunjukan tweet dukungan untuk kemerdekaan Catalan dalam akun pribadinya. Alhasil, pekan-pekan latihan Spanyol selalu mendapat ejekan dan tekanan dari fans.

Mendengar kabar tersebut, Ramos angkat bicara dan menegaskan jika hubungan mereka berdua baik-baik saja. “Kami punya hubungan yang baik meski kami punya pemikiran yang berbeda. Seharusnya tidak ada masalah yang harus diselesaikan, karena kami baik-baik saja.”

Guardiola Targetkan Latih Timnas Spanyol di Masa Depan

Josep Guardiola merupakan pelatih tersukses dipentas Eropa, berbagai gelar sudah dia dapat diberbagai klub yang pernah dibelanya. Namun dalam kesuksesan tersebut, Guardiola masih memiliki mimpi besar yang belum terwujud.

Berdasarkan sumber terdekat dan terpercaya, satu mimpi Guardiola itu adalah bisa mengarsiteki timnas Spanyol dimasa mendatang. Baru berusia 46 tahun, Guardiola diklaim bisa mendapatkan kesempatan itu dan menurut berbagai pihak, Guardiola sangat pantas melatih Tim Matador.

Saat ini, Guardiola masih tercatat sebagai pelatih Manchester City. Di Manchester, Guardiola memasuki musim kedua dan belum juga menghadirkan gelar. Pencapaian terbaik Guardiola musim lalu adalah membawa Manchester City menduduki peringkat tiga klasemen akhir Premier League dan sukses mengantarkan tim kembali ke pentas Liga Champions.

Waktu berjalan, Guardiola mulai menemukan bentuk taktik terbaiknya. Dan terbukti diawal musim ini, Manchester City sukses menduduki peringkat pertama klasemen sementara Premier League Inggris dengan raihan sama dengan Manchester United.

Pada kesempatannya, Guardiola mendapat undangan dari salah satu media ternama Eropa. Dan diwaktu itu, Guardiola menekankan kepada mereka bahwa dirinya masih betah di Manchester City dan tidak menutup kemungkinan mimpinya melatih timnas Spanyol dimasa depan.

“Saya bahagia berada disini, semua tergantung pada kesuksesan klub meraih gelar. Di klub seperti Manchester City, jika anda tak juara, anda tak bisa bertahan, itu pasti,” tegas Guardiola.

“Saya akan sangat senang bisa melatih timnas Spanyol, saya rasa demikian. Saya ingin menangani tim di Piala Dunia, Piala Eropa. Rasa itu sangat ingin saya dapatkan dimasa mendatang.” Guardiola mengakhiri.

Sampai dipekan ketujuh Premier League Inggris, City tercatat belum terkalahkan dalam 10 pertandingan terakhir dipentas domestik hingga Liga Champions. Mereka baru akan kembali ke pentas Liga Primern usai jeda internasional pada tanggal 14 Oktober 2017.

Kini Rekor Gol Madrid Sejajar dengan Rekor Santos

Pencapaian baru telah dihasilkan raksasa Spanyol, Real Madrid. Dalam satu musim terakhir, terhitung Madrid sudah mengoleksi banyak gelar dan juga rekor-rekor baru. Kali ini mereka kembali menciptakan rekor baru, dimana EL Real berhasil menyamai rekor dunia dalam hal mencetak gol secara beruntun dalam 73 pertandingan.

Rekor gol itu pun kini bersanding sejajar dengan klub Brasil, Santos. Adapun rekor tersebut tercipta saat Madrid berjumpa dengan Real Sociedad dalam lanjutan La Liga pekan keempat akhir pekan kemarin. Ketika itu, Gareth Bale cs mampu meraih kemenangan 1-3.

Dan menariknya, catatan rekor gol Madrid juga dimulai pada tempat yang sama, yakni Anoeta dengan melawan Sociedad. Data lengkap menjelaskan jika duel panas itu terjadi pada 30 April 2016. Pada laga itu, tak ada tim yang mampu menahan Madrid untuk mencetak gol.

Meski demikian, Madrid juga sempat mengalami kesulitan. Dimana mereka mendapati lini depan yang tumpul saat melawan Manchester City di semifinal leg pertama Liga Champions di Etihad, 24 April 2016. Tak hanya mampu menyamai rekor Santos, Madrid juga sudah mengalahkan rekor mencetak gol secara beruntun sebannyak 44 kali yang dicetak Barcelona dari tahun 1942 hingga 1944.

Sedangkan rekor gol Santos sendiri tercipta pada masa era keemasan legenda Brasil, Pele. Klub Brasil tersebut mencetak rekor fenomenal itu dari November 1961 hingga Agustus 1963 silam. Tercatat sebanyak 73 pertandingan tersebut, Santos memenangkan 52 di antaranya, imbang 14 kali dan sisanya, tujuh, berakhir dengan kekalahan.

Jika ditotal Santos sukses mencetak 245 gol dan 85 diantaranya dihasilkan oleh Pele. Semakin menyempurnakan Santos karena mereka berhasil meraih trofi juara liga Brasil pada tahun 1962 yang dibarengi dengan trofi Libertadores dan Intercontinental Cup.

Dan langkah Madrid sendiri terhitung dalam kurun 73 pertandingan itu mereka menghasilkan 200 gol. 49 gol diantaranya dihasilkan oleh bintang mereka, Cristiano Ronaldo. Madrid pun muncul sebagai tim terbaik dunia karena berhasil meraih banyak gelar bergengsi dalam dua musim terakhir ini.

Ernesto Valverde Tidak Mau Membandingkan Dua Pemain Ini…

Hadirnya Ousmane Dembele untuk menyumpal cela di baris depan FC Barcelona selepas hengkangnya Neymar. Akan tetapi, arsitek Ernesto Valverde tak tidak ingin menyama-nyamakan ke-2 pesepak bola tersebut.

Usai kepindahan Nermar menuju skuat PSG atas biaya transfer yang mencapai  222.000.000 euro, Barcelona kala itu langsung bergerak cepak untuk mencarikan sosok pengganti Neymar. Barca mengincar Philippe Coutinho dan Ousmane Dembele, yang mereka nilai memiliki kualitas untuk menjadi sosok gacoan anyar di baris serang.

Setelah melewati tahap perundingan yang cukup alot dengan Borussia akhirannya FC Barcelona sukses menghadirkan Dembele. Demi bisa menghadirkam pemain sayap berusia 20 tahun tersebut menuju Camp Nou, Barca bakal membayarnya dengan tebusan sebesar 105 juta euro atau setara dengan 1,6 triliun rupiah kepada Borussia Dortmund.

Biaya transfer Dembele dapat meningkat sampai dengan menembus angka 147.000.000 euro atau setara dengan 2,3 triliun rupiah bila semua syarat termasuk bonus-bonus telah terpenuhi. Jumlah ini sangatlah besar untuk seorang pesepak bola yang baru 2tahun lalu menjalani karier pertamanya sebagai pemain profesional.

“Itu sangat hebat. Kita ada pada masa dimana nilai transfer meningkat, namun dirinya merupakan pesepak bola yang amat berkualitas,” ujar Valverde.

Disamping itu Valverde juga tidak mau berkomentar banyak ketika ditanya terkait perbedaan Dembele dengan Neymar. baginya, Neymar sekarang bagian dari masa lalu.

“Perbedaannya mencolok. Dembele bersama dengan kami, sedangkan Neymar sebaliknya. Jadi, kenapa membandingkan mereka ber-2? Salah satu dari mereka tidak bersama dengan kami, mak hal tersebut tidak relevan,” ujar Valverde.

“Ketika besama dengan kami Neymar amat luar biasa, namun dirinya tidak lagi berada di sini. Maka, dirinya tidak ada gunanya bagi kami, kan?” ucapnya.

Asensio Kembali Cetak Gol Debut Bersama Real Madrid

Marco Asensio

Gelandang Real Madrid, Marco Asensio mencetak salah satu gol kemenangan Real Madrid di putaran pertama Piala Super Spanyol. Gol tersebut meneruskan catatan impresifnya sejak dipulangkan oleh Los Galacticos.

Asensio membuat gol ketiga Madrid ketika membungkam musuh bebuyutan mereka, Barcelona dengan skor 3 – 1 di Camp Nou, Senin (14 Agutus 2017) dinihari WIB tadi. Gol itu melanjutkan keunggulan El Real melalui bunuh diri Gerard Pique dan Cristiano Ronaldo yang sempat disamakan oleh eksekusi penalti Lionel Messi.

Dengan kemenangan ini, maka langkah Madrid merebut gelar Piala Super Spanyol semakin terbuka lebar karena putaran kedua akan diselenggarakan di kandang mereka, Santiago Bernabeu tengah pekan ini, Kamis (17 Agustus 2017) dinihari WIB.

Sementara itu, bagi Marco Asensio golnya ke gawang Marc-Andre Ter Stegen kali ini meneruskan catatan impresifnya yakni selalu mencetak gol dalam laga debutnya dalam suatu kompetisi bersama Real Madrid.

Sejak kembali memperkuat tim utama Real Madrid di awal musim 2016/2017, Asensio selalu bikin gol di enam kompetisi di mana dia melakoni laga perdana. Lima bersama klubnya dan satu bersama tim nasional Spanyol di Piala Eropa U-21 lalu.

Bersama El Real, Asensio mencetak gol pertama kali di Piala Super Eropa ketika menghadapi Sevilla, kemudian di La Liga ketika menghadapi Real Sociedad, kemudian ketika menghadapi Legia Warsawa di Liga Champions, Copa del Rey kontra Cultural Leonesa, dan terakhir ke gawang Barca di Piala Super Spanyol.

Ini seperti meneruskan performa impresifnya musim lalu. Walaupun hanya berstatus sebagai pemain pelapis, Asensio selalu tampil mengesankan dalam setiap pertandingan yang dijalaninya dengan torehan 10 gol dan empat assist dari 38 kali penampilan.

Kini, hanya tinggal satu kompetisi lagi yang belum bisa ditaklukkan oleh Marco Asensio, yakni Piala Dunia Antarklub. Musim lalu ketika El Real tampil sebagai kampium, Asensio sama sekali tidak dimainkan.

Madrid Sekarang Seperti Barca’nya Guardiola

Real madrid

Real Madrid sudah berhasil meraih trofi pertamanya musim ini dengan menjuarai Piala Super Eropa. Menurut mantan manajernya, Vicente del Bosque, Real Madrid bisa disejajarkan dengan Barcelona di era kepemimpinan Josep Guardiola.

Titel itu diraih Real Madrid setelah menghempaskan Manchester United 2 – 1 di Skopje, Makedonia, beberapa hari silam. Dengan demikian, El Real telah merebut enam trofi sejak ditangani oleh Zinedine Zidane pada 2015, termasuk dua gelar Liga Champions beruntun dan La Liga musim lalu.

Real Madrid kini menatap Piala Super Spanyol yang mulai diselengarakan pada akhir pekan ini. Pembicaraan mengenai memenangi sextete mencuat, seperti yang pernah diraih oleh Barcelona di bawah kepemimpinan Guardiola pada 2009.

Untuk mewujudkannya, Los Galacticos harus bisa mengalahkan musuh bebuyutan mereka, Barcelona di putaran pertama di Camp Nou, Senin (14 Agustus 2017) dinihari WIB dan putaran kedua di Santiago Bernabeu, tiga hari berikutnya.

Del Bosque pernah memenangkan Piala Dunia dan Piala Eropa dengan tim nasional Spanyol, serta dua Liga Champions bersama El Real. Dia mengatakan, kini waktunya mulai membandingkan pencapaian anak-anak asuh Zidane dan Guardiola.

“Dengan Josep Guardiola, FC Barcelona pernah menjalani periode yang luar biasa, dengan hasil-hasil yang luar biasa pula. Tapi sekarang di Real Madris situasinya serupa” jelas Vicente del Bosque kepada El Larguero yang dikutip ESPNFC.

“Memang tidak sepenuhnya sama, karena ada dua pelatih yang berbeda. Namun, kedua pelatih itu bisa mengeluarkan kemampuan terbaik para pemainnya.”

“Real Madrid punya squad yang sangat bagus musim ini, orang-orang yang bekerja keras dan punya kualitas tinggi. Di sekitar mereka memiliki tim yang sangat bagus, di sektor penyerangan maupun sektor pertahanan. Fakta memperlihatkan bahwa mereka sekarang adalah tim terbaik di Eropa.”

“Real Madrid sedang ada dalam situasi yang sangat bagus, dan mereka sudah berhasil memenangkan banyak trofi. Sejak diambil alih Zinedine Zidane, mereka berjalan di jalur yang impresif,” Vicente del Bosque menambahkan.

Sevilla Akan Tempuh Jalur Hukum Untuk Masalah Vitolo

Vitolo

Sevilla akan menempuh jalur hukum setelah Vitolo pindah secara kontroversial ke Atletico Madrid. Sevilla akan menuntut Atletico Madrid dan juga pihak-pihak yang terlibat di dalamnya.

Vitolo secara mengejutkan bergabung dengan Atletico Madrid pada hari Rabu (12 Juli 2017) lalu. Winger berusia 27 tahun itu melakukannya hanya dua hari setelah Presiden Sevilla Jose Castro mengumumkan adanya penandatanganan kontrak baru.

Vitolo dikabarkan telah setuju tanda kontrak untuk jangka waktu lima tahun dengan Atletico Madrid. Akan tetapi, dia akan lebih dulu dipinjamkan ke Las Palmas hingga Januari 2018 karena Atletico masih menjalani hukuman larangan transfer dari FIFA.

Manajemen Los Rojiblancos sendiri sebelumnya sudah sangat yakin bisa mempertahankan Vitolo. Pasalnya, si pemain memang sudah sepakat dengan kontrak baru dengan mereka walaupun belum membubuhkan tanda tangannya.

Namun kemudian terjadi hal yang diluar dugaan, Vitolo justru mengaktifkan klausul pelepasan dalam kontraknya dengan Sevilla yang bernilai sebesar 37,5 juta euro (sekitar Rp 572,5 miliar). Sevilla pun tidak bisa berbuat banyak.

Setelah para jajaran manajemen Sevilla melakukan pertemuan, Sevilla pun akhirnya membuat keputusan untuk menempuh jalur hukum. Yang akan mereka tuntut adalah Vitolo, Atletico Madrid, Las Palmas, serta ada dua pihak lainnya.

“Jajaran petinggi klub sudah memutuskan untuk menempuh jalur hukum atas masalah ini, dalam hal ini mereka yang terlibat dalam kepergian Vitolo dari klub. Mereka adalah Vitolo, ayahnya, agensi perwakilan Bahia, serta dua klub Atletico Madrid dan Las Palmas,” tulis Sevilla dalam situs resminya.

Vitolo pertama kali datang ke Sevilla usai didatangkan dari Las Palmas pada 2013 silam. Selama empat musim berkostum Sevilla, Vitolo bermain dalam 177 pertandingan di seluruh ajang kompetitif dan mencetak 28 gol serta 45 assist. Dia juga turut mengantarkan Sevilla menjuarai Liga Europa tiga musim secara berturut-turut.

Cillessen Masih Sangat Betah Di Barca

jasper cillessen

Penjaga gawang Barcelona, Jasper Cillessen menepis gosip yang menyebut dia akan hengkang ke Crystal Palace di musim panas ini. Kiper tim nasional Belanda itu mengaku masih sangat betah bermain di Barcelona.

Sejak direkrut oleh Barca dari Ajax Amsterdam pada musim panas tahun lalu, Cillessen tidak mendapat kepercayaan untuk menjadi kiper utama dan cuma menjadi pelapis Marc-Andre ter Stegen. Kiper berusia 28 tahun itu hanya tampil pada sepuluh pertandingan di sepanjang musim 2016/2017.

Minimnya kesempatan bermain di Barca memunculkan spekulasi Jasper Cillessen mulai menimbang opsi untuk hijrah dari Camp Nou. Crystal Palace dilaporkan tertarik untuk mendatangkan penjaga gawang berusia 28 tahun itu. The Eagles saat ini ditangani oleh Frank de Boer, mantan pelatih Cillessen di Ajax.

Namun, Cillessen mengaku tidak punya rencana sedikitpun untuk angkat koper dari Camp Nou dan melakukan reuni dengan De Boer di Selhurst Park.

“Saya tidak berbicara apapun dengan Frank. Saya kenal dia dengan baik, tapi saya tidak bicara dengannya soal masa depan saya. Tapi yang pasti saya tidak akan pergi. Saya sangat bahagia di sini” ujar Jasper Cillessen seperti yang dilansir dari Soccerway.

Cillessen merasa tak harus meninggalkan Barca untuk mendapatkan kesempatan main lebih banyak. Pemain yang lahir di kota Nijmegen ini mengaku selalu bekerja keras dalam latihan demi mendapatkan kepercayaan dari pelatih.

“Saya bicara banyak dengan pelatih baru Belanda dan dia bilang pada saya bahwa kita harus menunjukkan kualitas kita setiap hari dan itulah yang akan saya lakukan. Saya bermain di dua laga bersama tim nasional Belanda saat jeda internasional dan itulah yang saya lakukan di tempat latihan dan dalam laga-laga Copa del Rey bersama Barcelona,” tuturnya.

“Saya ingin mendapatkan jam bermain yang lebih banyak, tapi itu semua bergantung pada pelatih (Ernesto Valverde). Semua pemain tentu ingin sesering mungkin bermain,” tutup Jasper Cillessen.