Category Archives: Piala Dunia

Bola Piala Dunia Yang Kembali Jadi Bahan Kritik

Bola Piala Dunia Yang Kembali Jadi Bahan Kritik

Piala Dunia 2018 Rusia nampaknya akan menjadi pargelaran sepakbola terbesar dan berbeda dari sebelumnya, diketahui bahwa Piala Dunia kali ini akan banyak menampilkan teknologi baru. Salah satunya adalah bola yang akan dipakai pada semua pertandingan Rusia 2018.

FIFA sebagai pihak penanggung jawab pargelaran Piala Dunia pun sudah memperkenalkan bola yang akan digunakan, namun siapa sangka jika perkenalan itu harus berakhir dengan banyak kritik, dimulai dari pemain dan juga 32 pelatih negara peserta.

Bola yang bernama lengkap Adidas Telstar 18 ini akan hadir di Piala Dunia Rusia. Bola itu pun sudah dipakai dalam beberapa pertandingan uji coba internasional dan semua pertandingan itu tetap melahirkan banyak kritik. Adapun pemain yang mengkritik kinerja bola tersebut adalah kiper andalan timnas Spanyol, David De Gea.

De Gea mengaku jika aliran bola Telstar 18 sering kali berubah arah ketika ditendang dari jarak jauh atau pun dekat. Jika merujuk pada komentar sang kiper, maka akan sangat menyulitkan mereka dalam membaca arah datangnya bola. Lantas De Gea berasumsi jika semua kiper akan sangat sulit mengantisipasi arah bola tersebut.

Akan tetapi, tetap saja jika bola tersebut adalah sebuah tantangan bagi para kiper untuk bisa menyesuaikan. Hal inilah yang coba diangkat oleh pelatih Spanyol, Julen Lopetegui yang mempertegas De Gea untuk segera beradaptasi.

“Sudah menjadi keputusan bulat, bola itu akan dipakai di Piala Dunia 2018, dan semua orang protes soal itu. Tetapi kami harus menerimanya. Kami hanya perlu menyesuaikan diri dengan bola itu dan mencoba melihat sisi positifnya.” cetus Julen Lopetegui.

Yang membuat hal ini semakin menarik ketika terungkap bukan hanya De Gea yang mengkritik bola tersebut, diketahui kiper andalan Jerman, Marc-Andre ter Stegen yang secara cepat merespon dengan mengakui ingin secepat mungkin beradaptasi dengan Bola Piala Dunia 2018 Rusia.

Bola Piala Dunia Rusia

“Tak ada pilihan bagi semua kiper, ini sebuah tantangan dan kami harus bisa melewatinya. Kami hanya perlu menyesuaikan apa yang akan kami pelajari nanti.” demikian tambahan Ter Stegen.

Piala Dunia 2018 di Rusia sendiri baru akan digelar pada tanggal 14 Juni hingga 15 Juli mendatang. Rusia yang bertindak sebagai tuan rumah akan menjadi tim pembuka pertandingan Piala Dunia, mereka dijadwalkan akan bermain melawan Arab Saudi pada tanggal 14 Juni pada pukul 22:00 WIB.

FIFA Siap Perkenalkan Jam Tangan Pintar di Piala Dunia

FIFA Siap Perkenalkan Jam Tangan Pintar di Piala Dunia

Piala Dunia 2018 akan menjadi turnamen besar dan berbeda dari sebelumnya, berbagai macam teknologi terbaru akan hadir di sepanjang pertandingan digelar. Satu satu teknologi terbaru adalah sebuah jam tangan pintar yang akan digunakan oleh wasit pertandingan untuk membantu proses pengambilan keputusan.

Perusahaan jam tangan mewah asal Swiss, Hublot, bekerja sama dengan FIFA, merilis jam tangan pintar untuk Piala Dunia 2018 di Rusia. Fungsi jam tangan pintar itu sendiri akan langsung terkoneksi dengan Teknologi Video Assistant Referee (VAR).

Ketika wasit memimpin pertandingan, maka jam tangan pintar itu akan membantu mereka dalam pengambilan keputusan cepat. Jam tangan pintar itu sendiri diberi nama ‘Big Bang Referee‘ yang secara khusus dibuat untuk pargelaran Piala Dunia Rusia 2018.

Jam Rusia 2018

Disegn Big Bang Referee sendiri berdasarkan permintaan dari FIFA selaku Federasi Sepakbola Dunia yang secara khusus membuatnya dari analisa permasalahan dalam dunia sepakbola. Terlebih khusus pada skandal keputusan wasit yang selalu menjadi permasalahan tim yang merasa dirugikan.

“FIFA meminta kami secara khusus untuk meluncurkan teknologi baru dalam upaya membantu kinerja wasit. Mereka meminta kami menciptakan jam tangan khusus untuk membantu wasit saat pertandingan. Jam tangan khusus wasit itu akan terhubung ke teknologi garis gawang, VAR, dan menentukan apakah bola telah meninggalkan lapangan atau belum.” demikian pernyataan resmi dari Hublot.

FIFA memberanikan diri memperkenalkan teknologi jam tangan pintar ini sebagai maksud agar tim tidak ada yang merasa dirugikan oleh sebuah keputusan wasit. Satu yang paling khusus adalah menghilangkan kontroversi VAR pada Piala Dunia 2018 Rusia yang akan diselenggarakan pada 14 Juni mendatang.

Jam Tangan Pintar Piala Dunia

Sejauh ini, sudah ada beberapa percobaan yang dilakukan oleh FIFA. Hasilnya sangat memuaskan, dan Piala Dunia 2018 nanti diprediksi akan berjalan rapi, dan juga diharapkan pekerjaan wasit bisa jadi lebih ringan.

Jadwal Pertandingan Stadion Luzhniki di Piala Dunia

Jadwal Pertandingan Stadion Luzhniki di Piala Dunia

Averyhardwood.com – Stadion Luzhniki mendapat kehormatan sebagai tuan rumah penyelenggarakan Piala Dunia 2018. Bertempat di Rusia, Luzhniki merupakan salah satu stadion terbesar dan merupakan simbol kebesaran Timnas Rusia.

Berbicara stadion Luzhniki, maka stadion ini tak lepas dari banyaknya catatan sejarah. Satu yang melegenda sampai saat ini adalah soal sejarah yang dulunya stadion Luzhniki merupakan kekuasaan rezim Uni Soviet dengan ambisi besar membangun nasionalisme.

Harapan besar dari Soviet yang ingin menumbuhkan sikap kekuasaan dan ingin mendapat kehormatan dari dunia luar, lantas mereka mencoba mendapat prestasi di bidang olahraga. Dengan sikapnya itulah Stadion Luzhniki dibangun dengan konsep modern.

Catatan yang lebih menarik soal Stadion Luzhniki adalah material yang digunakan kesemuanya berasal dari Soviet. Tak berbeda dengan stadion lainnya, Luzhniki dulu dibangun tanpa kursi penonton. Ketika itu, Luzhniki hanya bisa menampung sekitar 71.000 penonton.

Kini semua telah berubah karena mengalami beberapa renovasi, data menjawab bahwa Luzhniki yang sekarang bisa menampung kurang lebih 100.000 penonton. Dengan kapasitas yang baru, maka Luzhniki sudah masuk dalam kategori standart FIFA sebagaimana mereka memiliki peraturan bahwa stadion yang layak digunakan dalam ajang internasional harus lebih dari 64.000 bangku penonton.

Sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018, Rusia lantas menunjuk Stadion Luzhniki sebagai pusat dari pargelaran empat tahunan tersebut. Dimana Luzhniki akan menjadi tempat laga pembuka, tak hanya itu, Luzhniki juga akan menjadi tempat pargelaran Final Piala Dunia 2018.

Jadwal Pertandingan Stadion Rusia

Berikut kami hadirkan jadwal pertandingan Piala Dunia 2018 yang akan digelar di Stadion Luzhniki :

14 Juni 2018 [18:00] [Russia vs Saudi Arabia] Grup A
17 Juni 2018 [18:00] [Germany vs Mexico] Grup F
20 Juni 2018 [15:00] [Portugal vs Morocco] Grup B
26 Juni 2018 [17:00] [Denmark vs France] Grup C
01 Juli 2018 [17:00] [1B vs 2A] 16 Besar
11 Juli 2018 [21:00] [W59 vs W60] Semi Final
15 Juli 2018 [18:00] [W61 vs W62] Final

Ketika selesai dengan jadwal pertandingan, kami juga sudah menyiapkan beberapa profil dari 32 negara peserta Piala Dunia 2018. Dan yang paling banyak orang cari adalah Profil Timnas Panama karena mereka sukses membuat catatan sejarah baru. Dimana Panama untuk pertama kalinya ikut dalam ajang besar berwujud Piala Dunia.

Profil Skuad Panama di Piala Dunia

Profil Skuad Panama di Piala Dunia

Averyhardwood.comPanama baru saja mencetak rekor baru dengan memastikan diri berlaga di Piala Dunia Rusia 2018, bahkan ajang ini menjadi yang pertama dalam sejarah mereka terjun di ajang internasional besar seperti ini. Untuk menikmati catatan rekor ini, publik Panama sampai membuat perayaan besar-besaran sebagai rasa bangga tim sepakbolanya bisa berlaga di ajang empat tahunan tersebut.

Panama yang dikenal sebagai menghubungkan Samudra Atlantik dan Pasifik itu langsung membuat gebrakan mengejutkan. Dimana pemerintahan Panama sampai harus menjadikan hari kelolosan Panama ke Piala Dunia sebagai hari libur nasional.

Berbicara sosok Panama, jelas mereka selalu tidak diunggulkan dalam ajang apapun termasuk dalam zona kualifikasi CONCACAF. Namun siapa sangka, mereka berhasil mendapatkan posisi tiga klasemen akhir untuk memastikan berangkat ke Rusia pada bulan Juni mendatang.

Sepanjang sejarahnya, Panama bukanlah tim segudang prestasi, bahkan untuk ukuran Amerika Tengan Sekalipun, Panama tak pernah mendapatkan gelar bergengsi. Mereka selalu berada dalam bayang-bayang Kosta Rika dan Honduras dalam urusan sepakbola.

Pencapaian tertinggi Panama adalah menjadi juara Copa Centroamericana, turnamen tim-tim khusus Amerika Tengah di mana Kosta Rika dan Honduras jarang serius. Dan ketika masuk dalam turnamen yang lebih besar, Panama selalu menjadi bulan-bulanan.

Terbukti ketika mereka ikut berpartisipasi dalam Copa America Centenario 2016. Panama babak belur usai dihajar Argentina dan Chile. Meski mendapat kemenangan atas Bolivia, namun nama Panama dimata dunia tetap saja bukan apa-apa.

Berikut Kami Hadirkan Profil Lengkap Panama serta perjalanan mereka hingga menuju ke putaran final Piala Dunia 2018 :

Prediksi Panama di Piala Dunia 2018

Nama Tim: Panama
Asosiasi Sepakbola: Federación Panameña de Fútbol (FEPAFUT)
Berdiri: 1937
Pengakuan FIFA: 1938
Julukan tim: La Marea Roja, The Red Tide

Perjalanan Panama Sampai ke Russia 2018

Ketika masuk dalam zona ini, maka Panama patut merasa bangga karena mereka memastikan diri terbang ke Rusia dengan momen dramatis dan juga kerja keras yang tidak bisa disampingkan. Dimana mereka secara dramatis memastikan diri mendapat satu tiket dikala matchday terakhir kualifikasi Zona CONCACAF.

Panama berhasil mengalahkan Kosta Rika 2-1 pada matchday terakhir dan mengamankan peringkat tiga, hanya unggul selisih gol atas Honduras yang mengumpulkan poin yang sama. Penasaran dengan jalan Panama dari awal hingga menuju Rusia, berikut adalah pertandingan-pertandingan Panama di Kualifikasi zona CONCACAF untuk Piala Dunia 2018 :

[14/11/15] Jamaika 0-2 Panama (Putaran Keempat Grup B)
[18/11/15] Panama 1-2 Kosta Rika (Putaran Keempat Grup B)
[26/03/16] Haiti 0-0 Panama (Putaran Keempat Grup B)
[30/03/16] Panama 1-0 Haiti (Putaran Keempat Grup B)
[03/09/16] Panama 2-0 Jamaika (Putaran Keempat Grup B)
[07/09/16] Kosta Rika 3-1 Panama (Putaran Keempat Grup B)
[12/11/16] Honduras 0-2 Panama (Putaran Kelima)
[16/11/16] Panama 0-0 Meksiko (Putaran Kelima)
[25/03/17] Trinidad dan Tobago 1-0 Panama (Putaran Kelima)
[29/03/17] Panama 1-1 Amerika Serikat (Putaran Kelima)
[09/06/17] Kosta Rika 0-0 Panama (Putaran Kelima)
[14/06/17] Panama 2-2 Honduras (Putaran Kelima)
[02/09/17] Meksiko 1-0 Panama (Putaran Kelima)
[06/09/17] Panama 3-0 Trinidad dan Tobago (Putaran Kelima)
[07/10/17] Amerika Serikat 4-0 Panama (Putaran Kelima)
[11/10/17] Panama 2-1 Kosta Rika (Putaran Kelima)

Kini Panama siap memulai babak baru, dimana mereka tergabung di Grup G atau bisa dibilang Grup maut lantaran Panama satu tempat dengan Inggris, Belgia dan Tunisia. Jika melihat deretan lawan yang ada, sudah pasti Inggris dan Belgia yang dijagokan akan lolos ke babak selanjutnya.

Meski demikian, dalam dunia sepakbola apapun bisa terjadi. Apa yang sudah dilakukan oleh Panama sekarang, bisa saja berlanjut di Fase Grup Piala Dunia nanti.

Puas dengan profil Panama?. Jika belum puas, Kami juga memiliki berita-berita lain seputar Piala Dunia yang pastinya akan menarik untuk dibaca. Berikut salah satu berita yang paling banyak dicari oleh publik adalah Peta Kekuatan 32 Peserta Piala Dunia 2018.

De Bruyne Pertanyakan Taktik Timnas Belgia

Kevin de Bruyne nampak tak bisa menahan diri dengan berani mengkritik gaya kepelatihan Roberto Martinez di timnas Belgia. Menurut pandangan sang pemain, Martinez salah menerapkan taktik untuk Belgia ketika hanya mampu bermain imbang 3-3 kontra Meksiko akhir pekan kemarin.

Belgia yang suskes memecahkan rekor kemenangan enam beruntun terpaksa ditahan sementara usai bermain imbang melawan Tricolore di laga uji coba. Besar harapan dari banyak pihak jika skuat Belgia yang diperkuat pemain bintang macam De Bruyne, Eden Hazard, Romelu Lukaku, Dries Mertens, Jan Vertonghen, dan Thibaut Courtois bisa menjadi juara Piala Dunia 2018.

Namun begitu, Belgia yang kemarin bermain dianggap jauh dari performa terbaiknya. Dalam laga persiapan awal, mereka terkesan santai dan tidak ada gairah untuk meraih kemenangan. Lantas situasi ini telah membuat De Bryune merasa kecewa dan menganggap taktik yang diterapkan Martinez masih belum maksimal.

“Dengan Meksiko bermain sangat baik, maka lima bek kami harus bermain lebih ke dalam dan kami kesulitan di tengah, itu seperti memperlihatkan lima pemain melawan tujuh pemain. Dengar, kami masih terlalu banyak mengandalkan talenta. Selama kami tak punya taktik yang bagus, kami akan kesulitan menghadapi tim seperti Meksiko. Sangat disayangkan kemarin kami tidak memiliki jalan keluar,” ucap De Bryune.

“Benar saja, kami bermain sangat bertahan, namun kami punya banyak pemain ofensif yang senang menguasai bola. Kemudian ada masalah, seperti ketika melawan Meksiko. Kami senang menguasai bola, namun taktik yang kami mainkan tidak pas,”

“Sampai pada akhirnya, semua keputusan ada ditangan Martinez. Saya kira sang pelatih harus menemukan solusi agar kami bisa keluar dari situasi ketika melawan Meksiko.” tutupnya.

Belgia sendiri menjadi satu yang diunggulkan bisa membuat kejutan dipentas Piala Dunia 2018 mendatang. Sempat menduduki puncak klasemen tim terbaik versi FIFA, maka sangatlah wajar jika Hazard dan kawan-kawan akan mampu bersaing dengan Brasil, Argentina dan Inggris sebagai calon kuat pengangkat Piala Dunia bulan Juni 2018 mendatang.

Toure Cemaskan Angin Pengumbar Kebencian di Piala Dunia Rusia

Gelandang kawakan Manchester City, Yaya Toure sangat antusias menyambut pargelaran Piala Dunia 2018 Rusia. Namun sang gelandang tak menapik kecemasan begitu besar atas angin pengumbar kebencian atau biasa disebut tindakan rasis sepanjang pergelaran berlangsung.

Yaya sendiri sempat menyampaikan apa yang sudah pernah dia alami ketika berkunjung ke Rusia, satu momen Manchester City berkesempatan bertandang ke markas, CSKA Moscow dilanjutan pertandingan Liga Champions.

Dan hal yang membuatnya terkejut adalah tindakan para fans tuan rumah yang tidak memberikan sambutan hangat kepada Manchester City terlebih khusus pada Yaya yang terus menerus mendapat respon rasisme. Pada akhirnya, FIFA menindak tegas perlakuan itu dengan memberikan hukuman kepada CSKA Moscow.

Atas pengalaman dan kejadian yang pernah dialami Yaya, maka dia memberikan sinyal tegas kepada FIFA untuk bisa menindak tegas dan mengilangkan para pembuat isu rasisme sebelum pertandingan didalam maupun diluar lapangan.

“Saya sebagai pemain yang pernah mengalami hal rasisme, karena saya menjadi korban saat itu. Saya mencoba terlibat dan ingin membantu mereka yang tak punya suara dalam situasi ini,” ucap Yaya kepada media.

“Menurut saya, ketika seseorang memberikan bantuan terhadap bocah afrika dari tindakan rasisme maka itu adalah sebuah rahmat. Kami akan coba untuk menghentikan semua idiot itu melakukan hal seperti ini. Kami harus tetap menyuarakan sikap fair play,”

“Andai semua ini terus terjadi, maka akan terjadi kekacauan. Semua orang berbicara itu akan sulit di Rusia. Akan tetapi, kami berharap kepada Rusia bisa memberikan kami kejutan dan bersikap sebagaimana mestinya,”

“Saya pernah menjalani pertandingan di Ukraina dan Rusia sebelum pindah ke tempat lain di Eropa. Ketika saya berada disana, saya bisa bahasa Rusia dengan baik.” tutu Yaya.

Kaka Pensiun di Akhir Musim MLS?

Mantan pemain AC Milan, Kaka sudah memastikan kapan dan dimana akan mengakhiri karirnya sebagai pemain sepakbola profesional. Kabar pensiun nya Kaka sebenarnya sudah lama terdengar, dimana kabar yang paling besar terjadi adalah waktu dimana Andra Pirlo lebih dulu memutuskan gantung sepatu.

Keputusan Pirlo selaku rekan setim Kaka di Milan tersebut telah membuka mata Kaka untuk memikirkan masa depannya diluar sepakbola. Sampai pada akhirnya, Kaka angkat suara dengan menyebut akan meninggalkan Orlando City begitu MLS musim 2017 berakhir.

Meski sudah memastikan hal itu, namun Kaka tak menyebutkan kemana dan apa yang akan dia lakukan setelah semuanya berakhir. Sepanjang karirnya di MLS, kontrak Kaka memang akan segera berakhir dan sudah memikirkan matang-matang kapan waktu tepat dia pensiun.

“Semua sudah mengetahui jika kontrak saya akan berakhir di Orlando City tahun ini. Saya memutuskan untuk tidak memperpanjang, ini menjadi pilihan sulit dan saya harus siap,”

“Keputusan saya diambil bukan karena kondisi fisik. Saya akan terus menghormati jersey ini.” demikian pernyataan singkat Kaka dalam sebuah acara jumpa pers di Amerika Serikat.

Bisa diartikan dalam pernyataan Kaka bahwa dia belum bisa memastikan apakah gantung sepatu diakhir musim 2017 atau ingin kembali ke kampung halaman sebagaimana mimpinya mengakhiri karir di Sao Paulo. Penutupan masa karir Kaka jelas akan menyisahkan kenangan indah, dimana pencapaian tertinggi Kaka adalah meraih gelar individu Ballon d’Or 2004.

Dilain sisi, melihat gelar bersama klub. Kaka sudah banyak mendapatkannya di AC Milan dan Real Madrid. Dimana sudah bermain di tiga Piala Dunia, juara di 2002 dan juga memenangkan gelar Liga Champions, Serie A Italia dan La Liga Spanyol.

Inilah Jawaban Ramos Soal Isu Gesekan dengan Pique

Menjabat sebagai kapten tim, Sergio Ramos menunjukan rasa kepercayaan diri tinggi bahwa Spanyol akan tetap solid menghadapi dua sisa pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Eropa Grup D.

Terlepas dari hal tersebut, Ramos juga mendukung Gerard Pique dengan mengatakan hubungan mereka berdua baik-baik saja. Jelang pertandingan melawan Albania malam nanti, bek Real Madrid berbicara soal pekan sulit di negaranya, menyusul kekerasan yang terjadi dalam referendum kemerdekaan Catalan akhir pekan kemarin.

Dengan menegaskan sepakbola dan politik tidak boleh dicampuradukkan, Ramos berharap timnya bisa terus solid sebagaimana target Spanyol yang utama adalah lolos ke putaran final Piala Dunia 2018 Rusia.

Untuk sementara ini, Spanyol masih menduduki posisi puncak klasemen dengan keunggulan tiga poin dari Italia yang berada diposisi runner up. Dan dipekan terakhirnya, Spanyol akan terbang ke markas Israel dalam laga penentu apakah mereka lolos langsung atau menjalani babak play off pada bulan November mendatang.

“Tidak benar ketika mencampuradukkan politik dan olahraga. Malam ini kami harus fokus ke Albania. Kami semua solid dan siap mengambil langkah maju menuju Piala Dunia. Itu akan menjadi Piala Dunia ke-4 saya dan bangga bisa berada diposisi ini,” ucap Ramos kepada media.

Kabar panas lantas menerjang Ramos dan juga Pique, kabar ini muncul ketika Pique menunjukan tweet dukungan untuk kemerdekaan Catalan dalam akun pribadinya. Alhasil, pekan-pekan latihan Spanyol selalu mendapat ejekan dan tekanan dari fans.

Mendengar kabar tersebut, Ramos angkat bicara dan menegaskan jika hubungan mereka berdua baik-baik saja. “Kami punya hubungan yang baik meski kami punya pemikiran yang berbeda. Seharusnya tidak ada masalah yang harus diselesaikan, karena kami baik-baik saja.”

Hukuman Messi Dianggap Terlalu dan Tak Sesuai

Lionel Messi menerima skorsing berupa absen di 4 laga sebeb dinilai telah lakukan pelecehan kepada ofisial laga. Hukuman yang diberikan kepada kapten tim nasional Argentina tersebut dianggap tidak masuk di akal dan terlalu sulit.

FIFA berikan hukuman dengan melarang ikut tampil di lapangan sampai dengan 4 pertandingan untuk Messi usai belajar dari rekaman video laga antara Argentina melawan Chile di laga kualifikasi Piala Dunia 2018. Pada video rekaman itu, Messi terlihat meneriaki hakim garis Marcelo Van Gasse sampil perlihatkan gestur yang tidak puas setelah ia dinilai melakukan sebuah pelanggaran. Pemain penyerang Barcelona tersebut pun tidak ingin bersalaman dengan Van Gasse usai pertandingan berakhir.

Hukuman yang diterima Messi adalah sebuah pukulan besar bagi tim nasional Argentina, yang tengah berusaha untuk bisa masuk ke partai final Piala Dunia 2018. Kalau usaha untuk banding tidak sukses, Messi bakal menepi di pertandingan menghadapi Bolivia, Uruguay, Venezuela, dan Peru. Ia baru dapat kembali tampil di pertanidngan terakhir kualifikasi berhadapan dengan Ekuador di bulan Oktober yang akan datang.

Bekas pelatih tim nasional Argentina, Cesar Luis Menotti, menganggap kalau hukuman tersebut amat sulit. Menotti bedakan pelanggaran itu dengan sejumlah pelanggaran lain yang lebih serius namun pada akhirnya mendapat hukuman yang lebih ringan.

“Saya anggap 4 laga tidak masuk di akal. Apakah yang telah dilakukan oleh Messi tidak separah itu,” ujar Menotti.

“Ada sejumlah perbuatan yang memiliki tujuan yang membuat sakit dan terkadang mereka hanya berikan hukuman dengan 2 laga,” kata dia.

“Ini merupakan sesuatu yang memiliki sifat verbal. Hukuman yang diterima terlalu berlebihan,” imbuh Menotti.