Category Archives: UEFA

Inilah 25 Nama Calon Peraih Golden Boy Award 2017

Federasi sepakbola dunia, FIFA baru saja merilis 25 nama calon kuat peraih penghargaan Golden Boy edisi 2017. Bisa dikatakan jika 25 nama ini adalah yang terbaik dari yang terbaik karena dipilih berdasarkan proses poling panjang.

Sedikit melihat kebelakang, jika penghargaan Golden Boy pertama kali dimentori oleh media Italia, Tuttosport pada 2003. Kini para calon dipilih oleh banyak jurnalis perwakilan media-media ternama Eropa.

Beberapa nama yang ada bukan suatu hal yang mengejutkan publik, mulai dari bomber PSG yang musim lalu bersinar bersama AS Monaco, Kylian Mbappe hingga pemain rekrutan baru Barcelona, Ousmane Dembele. Tak hanya duo bintang Eropa itu saja, satu kejutan datang ketika bek Liverpool, Joe Gomez hingga Emre Mor ikut masuk ke dalam calon kuat pemenang penghargaan.

Dari semua pemain yang ada, bintang muda Eropa ini diprediksi memiliki masa depan cerah dan bila mendapat tempat yang sempurna, maka sang pemain muda itu akan siap menjadi the next Lionel Messi atau pun Cristiano Ronaldo.

Inilah daftar 25 calon kuat peraih penghargaan Golden Boy 2017:

Joe Gomez (Liverpool), Benjamin Henrichs (Bayer Leverkusen), Borja Mayoral (Real Madrid), Kylian Mbappe (Paris Saint-Germain), Emre Mor (Celta Vigo), Reece Oxford (Borussia Monchengladbach), Christian Pulisic (Borussia Dortmund), Marcus Rashford (Manchester United), Allan Saint-Maximim (Nice), Dominic Solanke (Liverpool), Theo Hernandez (Real Madrid), Youri Tielemans (Monaco), Enes Unal (Villarreal), Kyle Walker-Peters (Tottenham). Aaron Martin (Espanyol), Jean-Kevin Augustin (RB Leipzig), Rodrigo Bentacur (Juventus), Steven Bergwijn (PSV), Dominic Calvert-Lewin (Everton), Federico Chiesa (Fiorentina), Ousmane Dembele (Barcelona), Amadou Diawara (Napoli), Kasper Dolberg (Ajax), Gianluigi Donnarumma (AC Milan), Gabriel Jesus (Manchester City).

Musim lalu, muncul nama gelandang Bayern Munchen, Renato Sanches sebagai pemenang dan namanya memang pantas berada dipuncak karena sukses memberikan gelar sejarah kepada Portugal dalam ajang Euro 2016. Musim ini, Mbappe menjadi sosok yang paling berpeluang besar untuk bisa mengikuti jejak Sanches karena penampilannya bersama Monaco dan diakhiri degan merapatnya ke Paris Saint Germain.

Harry Kane Tidak Merasa Khawatiran Kontra Real Madrid

Tottenham Hotspur mendapat tempat di gruo mematikan usai tahap pengundian babak grup Liga Champhions, Hal itu tak menjadikan Harry Kane khawatir. Dirinya malah merasa senang.

Tottenham masuk di Grup H dan bakal berduel dengan sederet klub seperti Borussia Dortmund, Real Madrid dan juara Siprus APOEL. Tottenham Hotspur berusaha dengan amat keras agar dapat keluar dari babak grup.

Skuat El Real bakal benjadi sebuah tantangan paling sulit bagi Spurs. Dalam 2 tahun terakhir klub besar asal Spanyol ini menjadi pemenang Liga Champions dan dibela oleh Gareth Bale yang merupakan eks pemain Tottenham.

Bertanding melawan Real Madrid tidak menjadikan kane merasa cemas. Penyerang gacoan Tottenham Hotspur ini malah penasaran mengetes tikat performa skuatnya.

“Itu merupakan hasil pengundian yang bagus. Anda berkeinginan dapat bertanding melawan skuat terbaik di Eropa pada kompetisi Liga Champions dan hal tersebut menarik untuk kami,” ujar Kane yang disampaikan lewat salah satu media olahraga.

“Kami menantikan pertandingan ini. Anda mau mengetes diri Anda menghadapi yang terbaik dan sekarang ini El Real sebagai skuat yang terbaik. Bakal seru untuk meyaksikan sampai mana tingkatan kami dalam menghadapi Borussia Dortmund dan APOEL, ini juga bakal menjadi tantangan yang baik bagi kami,” tambahnya.

“Saya masih mengingat pada tahun 2011 Silam, saat laga kontra Real Madrid yang berlangsung di White Hart Lane. Saya percaya Wembley bakal full untuk pertandingan-pertandingan ini dan kami sudah tidak sabar untuk memulainya. Misi kami ialah menjuarai setiap pertandingan dan ini bakal menjadi tantangan yang baik untuk melihat sampai mana tingkatan kami dan sudah seberapa jauh kami melangkah,” ujar penyerang berumur 24 tahun tersebut.

Di hari pertandingan pertama yang dilangsungkan pada pertengahan bulan September mendatang, Tottenham Hotspur bakal bertanding kontra Dortmund (yang menjadi skuat tamu) pada laga yang berlangsung di Wembley.

MU VS Ajax Seperti Ulangan Liga Champions 1999

Ajax vs Manchester United

Manchester United akan tampil di laga yang sangat krusial saat berhadapan dengan Ajax Amsterdam di final Liga Europa. The Red Devils diingatkan dengan konsekuensi-konsekuensi kalau sampai gagal juara.

Pertandingan Manchester United kontra Ajax Amsterdam akan diselenggarakan di Friends Arena, Stockholm, Kamis (25 Mei 2017) dinihari WIB. Bagi MU secara khusus, titel juara akan menawarkan jalan menuju Liga Champions musim depan setelah kegagalan finis empat besar di Premier League.

Legenda Manchester United, Dwight Yorke, bahkan menilai final ini sama besarnya dengan final Liga Champions 1999. Saat itu, The Red Devils berjuang mendapatkan trofi terakhir untuk mewujudkan treble winner melawan Bayern Munich.

“Pertandingan ini terasa seperti final Liga Champions 1999, tapi untuk alasan yang berbeda. Saat itu kami menciptakan sejarah, mencoba sesuatu yang belum pernah dilakukan orang-orang di klub sebelumnya,” ungkap Yorke seperti yang dilansir dari Mirror.

“Tapi ini akan menjadi motivasi dan langkah maju ke depan untuk klub yang belum melakukan apapun di Liga Champions selama tiga musim terakhir. Jadi ini akan terasa sangat penting.”

Manchester United finis di bawah keenam di bawah Chelsea, Tottenham Hotspur, Manchester City, Liverpool, dan Arsenal. Gengsi pun dipertaruhkan The Red Devils terlebih setelah Tottenham Hotspur, yang merupakan kekuatan baru di peta sepakbola Inggris, serta Liverpool sang rival berat mampu menembus kasta tertinggi kompetisi antarklub Eropa.

“Melihat tim-tim seperti Liverpool dan Tottenham Hotspur berhasil lolos ke Liga Champions dan bukannya Manchester United akan menjadi sebuah pukulan telak bagi klub. Mereka gagal di Premier League dan sekarang ini adalah pertandingan yang sangat penting bagi United,” lanjut Yorke.

“Kemenangan di pertandingan ini lebih daripada hal lain karena bisa menjadi penentuan klub untuk mendatangkan para pemain terbaik dan itu adalah sesuatu yang harus segera mereka lakukan.”

Manchester United sudah empat musim absen di persaingan juara Premier League dan bagi klub dengan standar seperti mereka, ini sama sekali tidak bisa diterima mengingat uang yang sudah dibelanjakan di musim ini, kegagalan ke Liga Champions akan terasa sangat menyakitkan.

Monaco Tetap Tegar Walapun Kalah

Sang pelatih AS Monaco, Leonardo Jardim, merasa bangga dengan langkah yang sudah dilewati oleh timnya di ajang Liga Champions musim ini. Ia masih merasa bangga atas performa yang telah diperlihatkan oleh Monaco.

Monaco berhasil meloloskan diri dari tahap grup dengan berada di urutan teratas Grup E. Mereka unggul atas Bayer Leverkusen dan Tottenham Hotspur untuk raih kelolosan menuju babak 16 besar.

Monaco kemudian tundukkan Manchester City pada babak 16 besar. Masuk ke babak perempatfinal, Monaco pun dapat lewati Borussia Dortmund yang tengah menghadang untuk berikutnya sampai ke babak semifinal.

Dalam langkah yang sudah dilalui, Monaco disebut sebagai sebuah tim dengan garis menyerang yang luar biasa. Jumlah 21 cetak angka berhasil diciptakan oleh Monaco sedari tahap grup sampai babak perempatfinal. Falcao dan Kyliann Mbappe berhasil membuat perhatian tertuju pada dirinya lewat produktivitas yang ia perlihatkan saat berada di lapangan.

Tetapi jalan yang dilalui oleh Monaco perlu kandas pada babak semifinal setelah mereka bertemu dengan Juventus dan tunduk dengan skor 1-2 pada pertemuan kedua yang berlangsung pada hari Rabu (10/5/2017) dinihari WIB. Mereka tergusur dengan agregat 1-4.

“Pada lain sisi, ada sebuah tim yang amat banyak akan pengalaman dan lain sisi lagi ada sebuah tim yang masih muda,” ucap Jardim seperti dikutip situs resmi UEFA.

“Kami merasa amat senang lewat laga di babak semifinal ini dan amat merasa bangga dengan performa dari para pemain. Para pemain tunjukkan semuanya yang mereka miliki dan kami mungkin bisa raih hasil seri pada malam ini.”

“Kami keluar dari ajang yang hebat ini dengan tetap tegar. Saat ini kami bakal berkonsentrasi pada liga,” imbuh dia tambahkan.

Monaco miliki kesempatan akhiri musim dengan raih titel juara Ligue 1. Mereka sekarang ini berada di urutan teratas klasemen lewat 86 poin yang berhasil di kantongi, unggul dengan selisih 5 poin dari Paris Saint-Germain dengan masih sisa 3 laga lagi.

Falcao: Juventus Memang Sangat Efektif

Radamel Falcao telah akui performa yang lebik oke dari Juventus di banding AS Monaco. Juve dikatakan olehnya tampil lebih efektif ketika hadirnya kesempatan untuk dimanfaatkan.

Juventus berjalan menuju babak final ajang Liga Champions usai mereka berhasil meraih hasil oke melawan AS Monaco di pertemuan kedua babak semifinal Liga Champions dengan skor 2-1 lewat laga yang berlangsung pada hari Rabu (10/5/2017) dinihari WIB di Juventus Stadium. 2 angka tersebut berhasil tercipta atas nama Mario Madzukic dan Dani Alves, sedangkan 1 angka yang diciptakan oleh Monaco tercipta atas nama Kylian Mbappe.

Dilihat dari cara bermain, Monaco sedikit terlihat lebih diunggulkan lewat control bola sampai dengan 53 persen banding 47 persen. Situs UEFA pun telah bukukan klub yang berasal dari Prancis itu sukses catatkan 11 percobaan, tetapi cuma 2 di antaranya yang tepat ke sasaran.

Sedangkan Juve tercatat lesatkan 15 percobaan dengan 6 di antaranya yang tepat ke sasaran. Juve pun membuat Danijel Subasic terpaksa bikin penyelamatan 4 kali.

“Juve memang tunjukkan performa yang amat oke dan memaksimalkan kesempatan yang mereka punya. Kami tak cukup efektif ketika memiliki peluang,” imbuh Falcao seperti dilansir pada situs UEFA.

Apa yang tengah berlangsung di pertemuan kedua ini tidak jauh beda dengan laga di pertemuan pertama yang berlangsung pada pekan kemarin di Stade Louis II. Pada waktu tersebut Monaco dapat ciptakan 14 percobaan dengan 5 di antaranya yang tepat ke sasaran. Sedangkan Juventus catatkan 10 upaya dengan 4 di antaranya yang mengarah ke gawang dan ciptakan 2 cetak angka.

Falcao juga ingin langkah Monaco di ajang Liga Champions pada musim ini dapat menjadi sebuah pelajaran agar bisa melihat musim yang akan datang.

“Kami berusaha dengan sebaik mungkin selama musim untuk Monaco ini berlangsung dan untuk sepakbola Prancis. Kami ingin supaya Monaco bakal jadi yang lebih oke lagi pada musim yang akan datang,” kata Falcao.

Jardim Sebut Serang Juventus Tanpa Ragu

AS Monaco percu cipatakan 3 angka tanpa balas agar bisa menangkan laga atas Juventus pada ajang Liga Champions. Leonardo Jardim bersiap berikan instruksikan pemainnya agar terus lancarkan serangan tanpa berpikir ragu ataupun takut.

Les Monegasques telah tunduk di laga sebelumnya dengan skor 0-2 berhadapan dengan Juventus pada pertemuan pertama babak semifinal ajang Liga Champions ketika melangsungkan laga pada pekan kemarin di Stade Louis II. Sedangkan, pada pertandingan tersebut mereka dapat ciptakan 14 percobaan dengan 5 di antaranya yang tepat ke sasaran.

Catatan itu tidak jauh bedanya dengan Juventus. Tim tamu pada saat tersebut ciptakan 10 percobaan dengan 4 di antaranya yang tepat ke sasaran dan berhasil ciptakan 2 angka.

Lewat pertandingan pertemuan kedua pada hari Rabu (10/5/2017) dinihari WIB di Juventus Stadium, Jardim bersiap memberi aba-aba kepada Monaco untuk tampil menyerang lagi. Ia ingin para anak yang ia latih tidak merasa ragu dengan beberapa hal buruk sepanjang mereka melancarkan serangan.

“Kami perlu lakukan serangan dengan merasa kami lepas dari hal yang buruk. Pada pertemuan pertama kami miliki total percobaan yang serupa dengan Juve, namun mereka cenderung lebih efektif,” ucap Jardim.

“Tentunya mereka lebih siap dibanding kami, namun kami malah tunduk sebab tidak dapat memaksimalkan kesempatan yang hadir. Besok kami akan berharap kami terus hidup, incaran kami ialah ke babak final,” lanjut dia.

“Saya merasa amat bangga dengan para pemain dan juga tentu semua yang sudah mereka perbuat sampai saat ini, tidak berhubungan dari hasil di pertemuan yang pertama,” imbuh Jardim.

Jejak Monaco untuk terus berjalan ke babak final dapat dikatakan tidaklah mudah. Juventus sampai saat ini adalah salah satu tim di Eropa yang masih belum kalah melangsungkan laga di markas.

Tidak hanya itu, pada pertandingan markas Bianconeri baru kebobolan 1 angka di ajang Liga Champions, 9 pada Serie A, dan 4 kali di ajang Coppa Italia. Sampai saat ini, catatan paling buruk kemasukan anakg Juventus di markas baru berlangsung ketika menangkan laga dengan skor 3-2 melawan Atalanta di ajang Coppa Italia.

Ajax Tundukkan Lyon 4-1

Ajax Amsterdam telah membuka dengan besar kesempatan untuk mereka lolos ke babak final Liga Europa. Ajax dapatkan hasil positif besar di pertemuan pertama babak semifinal usai tundukkan Lyon dengan skor 4-1.

Berhadapan dengan Lyon pada hari Kamis (4/5/2017) dinihari WIB, di Amsterdam ArenA, Ajax menangkan laga lewat 2 angka yang dicetak oleh Bertrand Traore dan juga 2 angka lain yang diciptakan oleh Kasper Dolberg dan Amin Younes. Lyon hanya dapat memberi balasan 1 kali lewat angka yang diciptakan oleh Mathieu Valbuena.

Hasil positif ini jadi sebuah modal yang amat luar biasa untuk Ajax menatap pertemuan kedua babak semifinal yang bakal berlangsung di kandang Lyon pada pekan berikutnya. Kebalikannya, Lyon perlu menangkan laga paling kecil dengan skor 3-0 untuk memutar balik posisi mereka.

Traore awali skor di menit 25. Tundukannya teruskan sepakan bebas dari Hakim Ziyech mengantarkan Ajax unggul dengan skor 1-0.

Ajax menambah besar keunggulan yang diraih jadi 2-0 dengan angka yang diciptakan oleh Dolberg di menit 34. Cetak angka ini diawali lewat penjaga gawang Lyon, Anthony Lopes yang tidak mampu membuang bola dengan baik. Bola sepakan Lopes ditanduk oleh Traore ke arah Dolberg yang tanpa penjagaan. Dolberg lekas berduel dengan Lopes dan berhasil memasukkan bola ke gawang Lyon.

4 menit babak kedua berlangsung, Younes antarkan Ajax unggul dengan skor 3-0. Younes lolos sendiri usai mendapat umpan Ziyech. Ia dengan santai membawa bola ke area penalti dan berhasil menjadi angka ketiga Ajax.

Lyon memotong jarak ketertinggalan jadi 1-3 di menit 66. Sepakan keras Valbuena lewat dalam area penalti tidak dapat diantisipasi oleh kiper Ajax, Andre Onana.

Namun, Ajax kembali memperjauh jarak skor ketika laga berjalan 71 menit. Traore melakukan sontekan umpan silang dari Ziyech untuk merubah skor jadi 4-1.

Susunan Pemain
Ajax: Onana; Tete, De Ligt, Sanchez, Riedewald; Ziyech, Klaassen, Schoene (van de Beek 71′); Traoré, Dolberg (neres 88′), Younes (Kluivert 79′)

Lyon: Lopes; Jallet (Rafael 69′), Nkoulou, Diakhaby, Morel; Tousart (Ghezzal 58′), Gonalons; Cornet (Lacazette 76′), Tolisso, Valbuena; Fekir

Juventus Tundukkan Monaco

Tidak banyak tim yang hadir ke markas AS Monaco dan kembali tanpa kemasukan angka. Juventus merupakan salah seorang dari sedikit tim tersebut. Mereka tidak hanya menangkan laga, namun juga bikin Monaco tidak ciptakan angka 1 pun.

Juventus tundukkan Monaco dengan skor 2-0 di pertemuan pertama babak semifinal Liga Champions yang berlangsung pada hari Kamis (4/5/2017) dinihari WIB, di Stade Louis II. Bianconeri berhasil menang lewat 2 angka yang diciptakan oleh pemain penyerang utama mereka, Gonzalo Higuain.

Hasil positif itu menambah besar kesempatan untuk Juventus lanjutkan jalan ke babak final. Mereka bakal mendapat giliran menjadi tuan rumah melawan Monaco di Turin pada pekan berikutnya.

Lewat pertandingan yang berlangsung di Stade Louis II, Juventus menunjukkan lagi kokohnya barisan pertahanan mereka. Walaupun alami tekanan yang luar biasa dari Kylian Mbappe dan Radamel Falcao, Juve dapat bukukan clean sheet. Tim tamu pun tertolong dengan penampilan oke dari Gianluigi Buffon di bawah mistar.

Tercatat, ini merupakan yang pertama kali sedari bulan November 2015 Monaco tidak berhasil ciptakan angka di markas sendiri di tiap ajang. Sebelum Juve, tim yang terakhir yang dapat tundukkan Monaco ialah Anderlecht di kompetisi Liga Europa (Monaco tunduk dengan skor 0-2).

“Kami perlu memberi pujian untuk skuat sebab ini bukanlah hal yang mudah. Monaco amat berteknik. Kami bikin sedikit amat banyak kesalahan dan Buffon lakukan sebuah pertolongan oke saat skornya masih imbang tanpa angka 0-0,” ucap pelatih Juventus, Massimiliano Allegri.

“Saat kami unggul, ada sejumlah umpan silang yang mengancam saat Dani Alves telat keluar, kemudian Andrea Barzagli, bermain dengan menyeluruh kami perlu merasa senang. Masih ada pertemuan kedua dan hal tersebut merupakan pertandingan penting lainnya,” imbuh Allegri.

Hat-trick Ronaldo Bisa Lewati Messi

Agresifnya Cristiano Ronaldo pada babak knockout telah bikin dirinya masuk dalam catatan pencipta angka paling banyak di ajang Liga Champions pada musim ini. Ronaldo memiliki kesempatan untuk menyusuh torehan yang diciptakan Lionel Messi dan menjadi top skorer.

Lewat pertandingan pertemuan pertama babak semifinal berhadapan dengan Atletico Madrid pada hari Rabu (3/5/2017) dinihari WIB, di Santiago Bernabeu, Ronaldo kembali agresif. Pemain penyerang yang berasal dari Portugal tersebut ciptakan hat-trick dan membawa Real Madrid menang dengan skor akhir 3-0.

Ronaldo sebelumnya pun sempat menunjukkan kebolehan dirinya pada babak perempatfinal. Ia ciptakan 5 angka ke gawang Bayern Munich.

Sekarang Ronaldo telah ciptakan sepuluh angka lewat tambahan 8 cetak angkanya di 3 laga terakhir ajang Liga Champions. Ia hanya berjarak 1 cetak angka dengan Messi yang jadi top skorer sementara.

Messi pribadi tidak ciptakan banyak angka pada tahap gugur. Pemain penyerang Barcelona tersebut hanya ciptakan 1 angka, yaitu saat timnya menangkan laga atas PSG dengan skor akhir 6-1 pada babak 16 besar. Sementara 10 cetak angka yang lain tercipta pada tahap grup.

Messi tidak akan dapat tambahkan jumlah cetak angkanya sebab Barca telah tergusur. Sebaliknya, Ronaldo miliki peluang besar untuk menyusul catatan Messi karena Madrid berkesempatan lolos ke babak final.

Kalau dapat menyusul catatan Messi dan jadi top skorer, maka Ronaldo bakal jadi pencipta angka paling banyak di ajang Liga Champions lewat 5 musim dengan beruntun. Ronaldo sebelumnya pun sempat menjadi top skorer di ajang Liga Champions pada musim 2007/2008 ketika masih bermain untuk Manchester United.

Daftar pencipta angka paling banyak di ajang Liga Champions musim ini:

1. Lionel Messi : 11 gol
2. Cristiano Ronaldo : 10 gol
3. Edinson Cavani, Robert Lewandowski: 8 gol
5. Pierre-Emerick Aubameyang: 7 gol
6. Kylian Mbappe, Radamel Falcao, Sergio Aguero, Dries Mertens, Karim Benzema, Antoine Griezmann: 5 gol