Tag Archives: Arsenal

Wenger Siap Beri Waktu Panjang untuk Debuchy

Arsene Wenger siap memberikan waktu bermain lebih panjang kepada Mathieu Debuchy. Hal ini tak lepas dari aksi Debuchy yang memikat hati Wenger dengan menunjukkan profesionalismenya dan akan memberikan kesempatan lebih banyak masuk ke tim utama The Gunners.

Debuchy yang kini berusia 32 tahun memang sudah lama tak terlihat dalam skuat Arsenal, sejak didatangkan pada musim 2014 dari Newcastle United nama Debuchy selalu diragukan karena terus menerus mengalami kondisi buruk pada kebugarannya.

Kini sosok Debuchy mulai terlihat kembali, sudah dikonfirmasi oleh Arsenal jika sang pemain telah memulihkan diri dari cedera dan bermain selama 120 menit ketika tim menang 2-1 atas Norwich City di Piala Liga, sekaligus mencatatkan penampilan perdananya dimusim ini sejak absen 11 bulan lamanya.

Sukses memikat hati Wenger, kini Debuchy akan mendapat kesempatan untuk lebih sering menembus ke skuat utama dan meski pada akhirnya posisi asli tidak akan didapat oleh sang bek.

“Kami semua sangat senang dengan kondisi yang sudah dilewati Debuchy, sepanjang ini dia sangat bekerja keras untuk bangkit ke posisi terbaiknya. Fakta bahwa dia sudah bermain selama 120 menit sebelumnya adalah sebuah hal yang positif untuknya. Dia harus memulihkan diri sekarang, alhasil dia akan menjadi salah satu opsi masuk ke skuat utama,” ucap Wenger.

“Debuchy punya misi dan visi dengan determinasi tinggi. Dia pendiam, namun amat kuat. Saya harus katakan bahwa dia 100 persen merupakan pemain profesional. Semua tim kami di kedokteran pun mengakui hal itu, Debuchy sangat kuat,”

“Kemungkinan bek tengah akan menjadi milik dia di masa depan. Dia punya atribut yang dibutuhkan, terlepas dari ukurannya, dia amat bagus di udara. Anda kira dia tak bisa menjadi bek tengah karena dia tidak tinggi, namun jika anda lihat statistik bola udara yang dia unggulkan, maka Anda akan berpikir ulang.” tutup Wenger.

Arsenal Dilema dengan Sosok Penyerang Monaco Ini

Arsene Wenger nampak belum bisa move on dari sosok pemain muda berbakat AS Monaco, Thomas Lemar. Hal ini bisa dipastikan ketika Wenger menyuruh salah satu pemandu bakat terbaik Arsenal untuk memantau terus berkembangan Lemar di Ligue 1 Prancis.

Bisa diartikan bahwa sikap Wenger ini adalah upaya yang keras untuk mendatangkan Lemar ke Emirates Stadium, London. Berdasarkan sumber terpercaya menjelaskan jika pemandu bakat Arsenal hadir di stadion ketika sang pemain beraksi di pertandingan melawan Bordeaux.

Lemar sendiri berhasil menyumbang satu gol usai Keita Balde membuat gol pembuka di menit ke-47 dan membantu timnya menjaga jarak empat angka dengan pemuncak klasemen Ligue 1, Paris Saint Germain. Wenger sendiri gagal merekrut Lemar di musim panas lalu karena alasan yang tidak diketahui, namun yang pasti The Gunners ketika itu siap membayar Lemar hingga 90 juta pounds.

Dan jelang bursa transfer musim dingin bulan Januari 2018 mendatang, Wenger nampak tengah mempersiapkan diri untuk kembali mendekati Lemar. Ada kabar bahwa pihaknya akan terlebih dahulu memberikan penawaran kepada Monaco sehingga pada waktunya proses pemindaha Lemar akan berjalan cepat.

Dilain sisi, sosok legenda Arsenal macam Robert Pires juga membenarkan situasi yang terjadi pada mantan timnya tersebut. Disebutkan jika Arsenal tengah mengamati perkembang Lemar dan siap memberikan penawaran besar andai kedua belah pihak membuka pintu.

“Arsene coba membeli Lemar, dan berusaha amat keras, namun saya kira transfer itu takkan terjadi sekarang. Saya kira dia tidak layak ditebus 90 juta pounds, terlalu mahal, bursa pemain amat gila. Maka Anda bisa bayangkan berapa banderol Zinedine Zidane dan Ronaldinho jika masih ada sekarang.” demikian jawaban Pires.

Dapat Ejekan Panas dari Deeney, Ini Jawaban Mertesacker?

Pemain senior Watford, Troy Deeney tak ragu untuk menyebut tim sekelas Arsenal takut menunjukan nyalinya diatas lapangan. Mendengar apa yang terjadi, Per Mertesacker selaku kapten tim mengaku tak memperdulikan apa yang sudah dikatakan oleh pemain Watford tersebut.

Lebih dalam Mertesacker mengatakan jika semua pemain Arsenal tak ada yang mengambil serius dengan perkataan Deeney. Meski kalah 2-1 dari Watford akhir pekan kemarin, namun Mertesacker tetap puas dan menatap fokus ke pertandingan selanjutnya.

Kekalahan ini memang sangat membuat sakit kubu The Gunners, pasalnya tiga poin sangat penting dalam kelanjutan mereka dipengejaran gelar juara Liga Primer Inggris musim ini. Adapun keunggulan sebenarnya sempat dirasakan oleh anak asuh Arsene Wenger.

Tepatnya pada menit babak pertama, dimana tandukan Mertesacker tak mampu dibendung oleh kiper tuan rumah. Namun gol penalti Deeney dan aksi Tom Cleverley di menit-menit akhir memberikan mimpi buruk pada tim London Utara.

Arsenal disini bisa diartikan bahwa mereka adalah salah satu tim Premier League musim ini yang tak bermain bagus ketika bertandang ke markas lawan. Menanggapi situasi yang terjadi, Mertesacker menjawab : “Saya tidak tahu apa yang dia katakan. Saya tidak memperhatikan. Itu terjadi usai pertandingan.”

“Akan tetapi, yang terpenting disini adalah kami harus fokus. Begitu banyak pemain yang terlibat dan ada begitu banyak opini, itu bagus, namun kami harus fokus pada diri sendiri dan belajar. Jika kita mulai mendengarkan terlalu banyak orang, itu jelas tidak penting,”

“Bukan itu saja, ketika memikirkan seseorang akan sangat mudah, apalagi ketika memberikan penilaian dan itu akan sangat begitu mudah. Kami harus berpikir caranya bermain lebih baik, terutama di kandang lawan, dimana semua itu menjadi lebih sulit.”

Chelsea dan Arsenal Siap Bersaing Sehat Dapatkan Servis Rafinha

Rafinha sudah seharusnya bersikap biasa saja, ditengah spekulasi masa depannya dipertanyakan. Datanglah angin segar, dimana dua klub Premier League Inggris macam Chelsea dan Arsenal diklaim siap membajak Rafinha dari Barcelona.

Rafinha, 24 tahun memang tengah menghadapi ketidakpastian di Camp Nou. Sepanjang dua musim karirnya di La Liga Spanyol, nama Rafinha jarang sekali terliha dalam skuat utama Barca dan nampak lebih sering menjadi penghias bangku cadangan saja.

Semakin memperburuk situasi ketika Rafinha terkendala cedera, alhasil namanya selalu masuk ke dalam rencana besar Barca menjual pemainnya dibursa transfer musim panas maupun musim dingin. Kini dalam rencana besar yang sudah direncanakan, maka pihak Barca siap melepas Rafinha dibursa transfer musim dingin bulan Januari 2018 mendatang.

Tak perlu cemas dan tak perlu menunggu kepastian lebih dalam lagi, semua keputusan ada pada Rafinha tinggal memilih antara Arsenal dan Chelsea yang kabarnya mengidamkan tenaga Rafinha untuk membantu misi dua tim tersebut dipentas Premier League Inggris.

Dalam perjanjian kontraknya, Rafinha harus menyelesaikan musim di Barca sampai 2020 mendatang. Namun semua itu bakal berakhir jika ada klub yang mau menembus Rafinha dengan kisaran harga mulai dari 20 sampai 25 Juta pounds pada bulan januari 2018.

Chelsea dan Arsenal adalah dua tim Inggris yang terlalu sering bentrok dalam urusan mendapatkan pemain incarannya. Kini keduanya kembali bentrok dan semua tergantung pada Rafinha mau memilih yang mana, namun yang pasti bahwa kedua klub tersebut sama-sama terlahir dari kota London, Inggris.

Arsenal Perlahan Bangkit Dari Awan Hitam

Arsene Wenger merasa adanya peningkatan luar biasa yang diperlihatkan Arsenal. Penutupan jeda internasional ini adalah langkah positif The Gunners untuk mendapatkan angin segar sebelum masuk kembali ke putaran Premier League Inggris.

Berdasarkan pengakuan sang pelatih, Wenger mengatakan jika anak asuhnya perlahan mulai bangkit dari awan hitam yang sebelumnya telah menimpa Arsenal dipentas liga lokal. Sebagai catatan jika Arsenal menutup akhir pekan dengan kemenangan 2-0 atas Brighton.

Setelah kekalahan telak 4-0 atas Liverpool di Anfield, Arsenal seakan mulai berpikir keras untuk segera bangkit dan Wenger menyadari adanya penekanan terhadap anak asuhnya untuk segera mengakhiri awan hitam tersebut.

Tercatat sampai hari ini, Wenger sudah menjalani karirnya di Arsenal selama 21 tahun. Dengan peningkatan level ini, Wenger yakin bisa memberikan sentuhan baru dalam permainan Arsenal.

“Saya akan bilang bahwa kami mencatat clean sheet, kami juga meraup angka penuh. Kami fokus dan terus sabar. Kami mengalami momen di mana kami bermain bagus, akan tetapi kami juga sadari terkadang kami kehilangan fokus,” buka Wenger.

“Kami mendapatkan apa yang kami harapkan sebelum jeda internasional. Jeda Internasional kami yang terakhir memberikan awan hitam, sekarang semuanya sedikit lebih cerah.”

12 Oktober 2017 adalah waktu dimana Arsenal baru akan kembali bermain diliga domestik dan LIga Eropa. Dan pertandingan yang akan dijalani pertama Arsenal adalah berhadapan dengan Watford dipentas ke delapan Premier League Inggris.

Untuk sementara ini, Arsenal berhasil kembali ke posisi semestinya. Meski berada diperingkat kelima klasemen sementara, namun Arsenal hanya tertinggal sedikit poin untuk bisa mengejar tim-tim empat besar macam Tottenham Hotspur, Chelsea, Manchester UNited dan Manchester City.

Berikut Penjelasan Wenger Menurunkan 3 Bek Ini Kontra Stoke City

 

Manager pada skuat Arsenal, Arsene Wenger memberi penjelasan terkait keputusannya memilih 3 nama bek yang tidak dapat dimainkan untuk 3 posisi di baris belakang skuat Arsenal ketika bertanding kontra Stoke City.

Pada laga yang dilangsungkan di Bet365 Stadium tersebut, Wenger memang merubah komposisi baris belakang mereka. Walau tetap memakai 3 bek, tidak ada nama Rob Holding, Per Mertesacker sampai dengan Laurent Koscielny pada laga tersebut.

Bukannya menurunkan Rob Holding selaku bek tengah kanan, Wenger justru memilih untuk menurunkan Shkodran Mustafi, yang di Minggu pertama absen bertanding kontra Leicester City. Posisi 3 bek itu pun bakal diisi Shkodran Mustafi, Sead Kolasinac dan Nacho Monreal. Keputusan tersebut mendapat banyak komentar, akan tetapi Wenger memberikan penjelasan.

“Pada Minggu sebelumnya kami telah kecolongan 3 gol  maka saya sedikit melakukan perubahan sebab Mustafi kembali dan Holding sedikit kehilangan rasa percaya dirinya,” ujar Wenger.

“Di pramusim, kami menjalaninya dengan baik. Ketika anda gagal di laga, anda kalah, namun kami tidak kalah kontra Stoke City cuma karena jeleknya metode bertahan kami terhadap bola. Ketika anda melihat jumlah kesempatan kami dan anda tidak menghasilkan gol, anda dapat selalu komplain terkait striker dan pertahanan,” Ucap Wenger.

“Kami telah kehilangan 1 laga, maka saya dapat memahami buruknya, namun secara keseluruhan saya percaya bahwasannya ada banyak hal baik dalam permainan. Kami membuat banyak kesempatan, kami memiliki dominan yang luar biasa, namun disayangkan kami kehilangan angka,” timpanya.

Wenger Anggap Transfer Neymar Tak Masuk Akal

Neymar

Pelatih Arsenal, Arsene Wenger menduga ada tujuan terselubung dalam prekrutan Neymar oleh Paris Saint-Germain. Wenger menduga perekrutan Neymar ini sedikit berbau politis. Ia menilai transfer pemain tim nasional Brasil itu tidak masuk akal.

PSG sudah diambang pintu untuk mendatangkan Neymar dari Barcelona. Klub raksasa Ligue 1 itu telah menebus klausul pelepasannya yang ada di angka 222 juta euro atau setara dengan Rp 3,5 triliun.

Banyak penilaian bahwa transfer Neymar ke PSG didasari keinginan dari sang pemilik, Nasser Al-Khelaifi, meningkatkan eksistensi negara asalnya, Qatar. Merekrut pemain termahal dunia dinilai bisa meningkatkan martabat negara teluk tersebut.

Transfer Neymar ke PSG sendiri sudah coba dicegah melalui aturan Financial Fair Play namun pada akhirnya juga tidak membuahkan hasil. Wenger menilai hal itu memang tidak berarti.

“Menurut saya, transfer Neymar adalah konsekuensi kepemilikan klub yang sudah mengubah total tatanan sepakbola dalam 15 tahun terakhir. Saat sebuah negara memiliki klub, semuanya bisa saja terjadi,” ungkap Arsene Wenger seperti dilansir Independent.

“Financial Fair Play tidak akan terlalu banyak berpengaruh sebab ada banyak jalan lain untuk suatu negara mendapatkan pemain yang bisa merepresentasikan negara itu sendiri,” kata Arsene Wenger menambahkan.

Menurut Wenger, kasus transfer Neymar sudah berada di luar logika. Manajer berkebangsaan Prancis ini juga menilai sepakbola bukanlah tempat untuk berinvestasi.

“Angka-angka sebesar ini melibatkan harga diri, dan minat publik, dan anda jadi tidak bisa lagi berpikir dengan akal sehat. Anda tidak bisa membenarkan investasi, itu tidak biasa untuk permainan ini,” kata Wenger melanjutkan.

“Itulah mengapa saya selalu mendukung sepakbola untuk tetap hidup dengan sumber dayanya sendiri. Terlepas dari itu, kita tidak lagi berada di periode yang berpikir ‘kalau saya menaruh investasi di sini, saya akan mendapatkan hasilnya’. Kita sudah lebih dari itu,” tutup Arsene Wenger.

Arsenal Ingin Datangkan Pemain-Pemain Top

 

Arsenal sekarang ini tengah mengincar pemain-pemain baru untuk menambah amunisi timnya. The Gunners bertekad untuk membawa pulang sejumlah pemain top yang bisa membantu mereka bersaing di musim depan.

Dalam Liga Inggris 2016/2017, Arsenal harus menerima kenyataan pahit lantaran torehan yang buruk di sepanjang musim. Mereka gagal finis di peringkat 4 besar usai hanya bisa menduduki peringkat 5 klasemen. Hal ini berarti, ‘Meriam London’ takkan berkompetisi dalam Liga Champions musim depan.

Usai memberikan kontrak baru untuk pelatih utamanya, Arsena Wenger, yang berlangsung sampai 2 musim mendatang, mereka sekarang fokus mendatangkan pemain-pemain baru incaran mereka.

Sejauh ini sudah ada satu pemain yang berhasil direkrutnya, yakni dengan mendatangkan Sead Kolasinca dari Schalke 04. Dia direkrut dengan status free transfer.

Di sisi lain, ada beberapa pemain top yang genncar dihubung-hubungkan dengan Arsenal. Mulai dari striker Lyon, Alexandre Lacazette, sampai striker muda AS Monaco, Kylian Mbappe.

Salah satu petinggi Arsenal, Ivan Gazidis, mengungkapkan kalau Arsenal memang tengah mengincari pemain-pemain baru. Bahkan, mereka berniat untuk merekrut sejumlah pemain dengan kualitas top.

“Kami telah mendatangkan satu pesepakbola yang sebelumnya bermain untuk salah satu tim Bundesliga di tahun ini (Sead Kolasinac),” ucap Gazidis seperti yang dilansir dari salah satu media.

“Kami sedang mencari pemain-pemain baru dengan kualitas yang oke,” lanjutnya menambahkan.

Aaron Ramsey Mengaku Cocok Dengan Formasi Baru Arsenal

Gelandang Arsenal, Aaron Ramsey, merasa lebih nyaman dengan formasi baru The Gunners yang mengoperasikan 3 bek. Dia juga merasa performanya lebih oke ketika timnya menerapkan formasi itu.

Arsenal sebenarnya baru menggunakan formasi 3 bek di periode akhir turnamen Liga Inggris 2016/2017. Tepatnya saat melawan Middlesbrough di bulan April lalu.

Susunan pemain Arsenal dengan 3 bek itu pun diterapkan hingga akhir musim, dan hasilnya pun terbilang cemerlang. Bahkan tim ‘Meriam London’ tak terkalahkan di 6 pertandingan sebelumnya, termasuk mengandaskan Chelsea dalam partai final Piala FA.

Dengan skema baru itu, Ramsey pun mengaku lebih cocok dengan permainan 3 bek. Pasalnya, disaat Arsenal memainkan lebih sedikit bek dan menumpuk gelandang di barisan tengah, pesepakbola asal Wales itu mampu menciptakan 2 gol dan 3 assist.

“Saya pikir strategi itu lebih cocok buat kami di akhirnya, itu memperlihatkan upaya kami menuntaskan musim dan menjuarai Piala FA dengan skema itu,” ungkap Ramsey kepada salah satu media.

“Formasi itu membuat defensif kami lebih kokoh dibanding sebelumnya, alhasil kami tak begitu terancam lewat serangan balik. Itu pun memberikan ruang untuk para pemain melakukan berbagai hal, seperti memasuki posisi yang berbahaya.”

“Skema itu membuat saya bisa main ke area berbahaya dan jelas saya senang lantaran bisa mengoptimalkannya. Itu memberikan kebebasan untuk permainan saya. Saya mampu menciptakan beberapa gol pada akhir musim lalu. Saya percaya dan kecewa musim sudah tuntas, saya berharap Liga Inggris masih tersisa 10, 15 laga lagi. Saya ingin menuntaskannya dengan cemerlang,” lanjutnya.

“Performa seperti ini jelas membuat saya senang, jadi saya behrarap bisa menuju ke musim depan dengan penampilan yang sama seperti saat ini,” katanya mengakhiri.