Tag Archives: Arsenal

Aaron Ramsey Mengaku Cocok Dengan Formasi Baru Arsenal

Gelandang Arsenal, Aaron Ramsey, merasa lebih nyaman dengan formasi baru The Gunners yang mengoperasikan 3 bek. Dia juga merasa performanya lebih oke ketika timnya menerapkan formasi itu.

Arsenal sebenarnya baru menggunakan formasi 3 bek di periode akhir turnamen Liga Inggris 2016/2017. Tepatnya saat melawan Middlesbrough di bulan April lalu.

Susunan pemain Arsenal dengan 3 bek itu pun diterapkan hingga akhir musim, dan hasilnya pun terbilang cemerlang. Bahkan tim ‘Meriam London’ tak terkalahkan di 6 pertandingan sebelumnya, termasuk mengandaskan Chelsea dalam partai final Piala FA.

Dengan skema baru itu, Ramsey pun mengaku lebih cocok dengan permainan 3 bek. Pasalnya, disaat Arsenal memainkan lebih sedikit bek dan menumpuk gelandang di barisan tengah, pesepakbola asal Wales itu mampu menciptakan 2 gol dan 3 assist.

“Saya pikir strategi itu lebih cocok buat kami di akhirnya, itu memperlihatkan upaya kami menuntaskan musim dan menjuarai Piala FA dengan skema itu,” ungkap Ramsey kepada salah satu media.

“Formasi itu membuat defensif kami lebih kokoh dibanding sebelumnya, alhasil kami tak begitu terancam lewat serangan balik. Itu pun memberikan ruang untuk para pemain melakukan berbagai hal, seperti memasuki posisi yang berbahaya.”

“Skema itu membuat saya bisa main ke area berbahaya dan jelas saya senang lantaran bisa mengoptimalkannya. Itu memberikan kebebasan untuk permainan saya. Saya mampu menciptakan beberapa gol pada akhir musim lalu. Saya percaya dan kecewa musim sudah tuntas, saya berharap Liga Inggris masih tersisa 10, 15 laga lagi. Saya ingin menuntaskannya dengan cemerlang,” lanjutnya.

“Performa seperti ini jelas membuat saya senang, jadi saya behrarap bisa menuju ke musim depan dengan penampilan yang sama seperti saat ini,” katanya mengakhiri.

Arsene Wenger Menyesal Tak Merekrut Michael Carrick

micahel carrick

Pelatih Arsenal, Arsene Wenger, mengakui ada banyak penyesalan dalam karier kepelatihannya. Salah satu penyesalannya yakni tak membeli Michael Carrick untuk tampil bersama The Gunners.

Pesepakbola asal Inggris itu awalnya dibeli Manchester United dari Tottenham Hotspur di 2006 silam. Carrick berandil dalam kesuksesan The Red Devils membukukan 5 gelar juara Premier League, Piala FA serta Liga Champions.

Carrick sendiri merupakan salah satu pemain Man Utd yang paling konsisten. Meskipun sudah memasuki usia 35 tahun, Carrick masih berperan penting dalam keberhasilan ‘Setan Merah’ memuncaki Liga Europa serta Piala Liga Inggris di musim ini.

Di sisi lain, Man utd baru saja menggelar pertandingan testimonial untuk Carrick sebagai bentuk penghargaan kesetiaannya di Old Trafford, yang mempertemukan tim MU angkatan 2008 melawan Michael Carrick all star. Dalam pertandingan yang dituntaskan dengan skor 2-2 itu, Carrick berhasil menciptakan satu gol.

Di kesempatan itu, Wenger selaku pelatih Arsenal pun mengaku mengagumi sosok Carrick.

“Saya bakal menanggapi secara personal kalau saya merupakan pengagum di sepanjang kariernya, kualitasnya sebagai seorang pemain. Salah satu penyesalan saya yakni tak pernah merekrutnya dalam tim lantaran saya kira dia merupakan salah satu pemain terbaik dalam sepakbola Inggris,” ujar Wenger seperti yang dilansir dari salah satu media.

“Saya pun yakin kalau dirinya tak selalu memperoleh pembalasan maupun penghormatan, sebuah pengakuan yang layak ia peroleh. Namun saya merupakan pengagum Michael dan pastinya saya mengharapkan yang terbaik untuknya di masa mendatang.”

Di sepanjang kariernya bersama Manchester United, Carrick sudah melakoni total 450 lebih pertandingan di semua turnamen dengan membukukan total 23 gol serta 30 assist.

Giroud Tegaskan Kesetiaan Bersama Arsenal

Olivier Giroud

Penyerang Arsenal, Olivier Giroud, menjawab tanda tanya soal kelanjutan kariernya. Giroud menegaskan kesetiaannya kepada Arsenal. Satu impian yang ingin dia wujudkan adalah: mengantarkan Arsenal menjadi juara Premier League di musim depan.

Giroud harus tidak selalu dimainkan oleh Arsenal di sepanjang musim 2016/2017. Dia tampil sebanyak 40 kali bermain di seluruh ajang kompetitif, dengan sumbangan 16 gol.

Dari keseluruhan jatah bermainnya itu, Giroud hanya 17 kali tampil sebagai. Oleh karena itu, nasib sang striker kini menjadi tanda tanya, apakah akan dia akan masuk dalam rencana Arsene Wenger di kompetisi musim depan atau sebaliknya. Kontrak pemain 30 tahun itu menyisakan durasi hingga 2019.

Klub Prancis, Olympique Marseille, menaruh hasrat besar untuk bekerja sama dengan Olivier Giroud. Namun, penyerang yang baru saja mencetak hat-trick untuk tim nasional Prancis itu memberikan bantahan. Giroud tidak melihat kemungkinan dirinya memperkuat klub lain.

Setelah Arsene Wenger memastikan menambah masa kerjanya di Emirates Stadium untuk dua tahun ke depan, penyerang bertinggi badan 1,92 meter ini justru bertekad untuk juga mengikuti jejak sang pelatih, setia untuk berusaha membangun kembali kejayaan The Gunners.

“Saya tidak melihat itu sebagai sebuah kenyataan. Saya tidak benar-benar tahu apakah klub-klub Prancis it memang berminat kepada saya, terutama klub legenda yang punya naman besar seperti Marseille,” kata Olivier Giroud dalam Telefoot.

“saya tidak melihat masa depan saya bersama klub lain. Masa depan saya adalah terus bersama Arsenal. Kami terus melanjutkan apa yang sudah kami bangun dalam beberapa tahun. Saya masih punya impian yang harus saya kejar di sini.”

Olivier Giroud menegaskan, target yang dia kejar masih sama dengan semua yang berada di pihak Arsenal: memenangkan Liga Primer Inggris, yang lebih dari satu dekade terakhir tak pernah lagi dimenangkan oleh klub London Utara ini.

“Saat ini kami harus menjadi salah satu tim yang bersaing memperebutkan juara Premier League: itu merupakan tujuan saya, tujuan kami,” kata Olivier Giroud sambil mengkhiri pembicaraan.

Chelsea Siap Kalahkan Arsenal Di Final Piala FA

Chelsea

Chelsea akan berhadapan dengan Arsenal di babak final Piala FA, akhir pekan ini. Bek sayap Chelsea Victor Moses mengatakan, timnya sama sekali tidak merasakan tekanan berarti untuk menyabet gelar juara.

Pertandingan itu akan diselenggarakan di Stadion Wembley, Sabtu (27 Mei 2017) malam WIB mendatang. Kedua tim sama-sama ingin meraih kemenangan dengan mengusung misi yang berbeda.

The Blues punya kesempatan untuk menyempurnakan musimnya dengan raihan double gelar setelah berhasil memenangkan Premier League. Sementara itu, Arsenal termotivasi untuk mencari obat kekecewaan setelah dipastikan absen di kompetisi Liga Champions musim depan untuk pertama kalinya dalam kurun waktu yang lama.

Di Premier League 2016/2017, Chelsea dan Arsenal sama-sama meraih satu kemenangan. The Gunners lebih dulu menghantam tim asuhan Antonio Conte itu dengan skor 3 – 0 di Emirates Stadium, sebelum The Blues membalas dengan kemenangan 3-1 di Stamford Bridge.

Moses ingin agar rekan-rekan setimnya memastikan supaya Arsenal tidak dapat membalaskan dendam mereka. “Kami masih belum bisa lupa dengan kekalahan kami di kandang mereka. Kami sangat sedih setelah pertandingan itu namun setelah itu kami bermain melawan mereka di Stamford Bridge dan menang 3-1” ungkap dia di ESPN.

“Tentu saja mereka ingin balas dendam setelah kekalahan terakhir mereka. Tapi kami akan menjalankan taktik kami sendiri dan mencoba untuk memastikan kemenangan dan membawa pulang trofi.”

“Pertandingan itu akan sangat berat untuk kami. Arsenal adalah tim yang sangat bagus dengan para pemain bagus yang bisa memenagkan pertandingan. Namun kami hanya harus fokus dengan permainan kami sendiri saat ini, bekerja keras dalam latihan dan mudah-mudahan kami bisa menyelesikan pekerjaan ini dengan baik,” lanjut Moses.

“Kami tidak merasakan tekanan. Kalau manajer berkata bahwa Arsenal adalah tim favoritnya, aku tidak tahu tapi kami punya banyak pemain bagus dan kami sangat yakin kami mampu memenangkan kami banyak pertandingan.”

Arsene Wenger: Masa Depanku Akan Ditentukan Setelah Piala FA

arsene wenger

Arsene Wenger ingin berfokus penuh untuk mengantarkan Arsenal menjuarai Piala FA. Usai menuntaskan misi itu, ia baru akan membahaskan tentang masa depannya bersama klub.

Wenger belakangan ini gencar dispekulasikan terkait masa depannya di Emirates Stadium, hal ini dikarenakan belum adanya kepastian mengenai kontrak baru untuk si manajer. Di sisi lain, kontrak Wenger akan habis di musim panas nanti.

Arsenal bisa dibilang menyampingkan dulu persoalan kontrak baru Wenger, sebab banyak kritikan yang berbeda dari supporternya, sebagian penggemar meminta agar Wenger secepatnya mundur namun ada pula orang-orang yang menginginkannya menetap.

Di samping itu, Arsenal pun masih harus menuntaskan 2 misi krusial di periode akhir musim ini, detailnya yakni misi untuk finis 4 besar serta misi untuk memuncaki Piala FA 2016/2017.

Akhir minggu ini Arsenal bakal menghadapi ujian berat dengan menyambut Everton di pertandingan pamungkas Premier League, laga krusial yang berpotensi menentukan finis The Gunners di akhir klasemen Premier League.

Dengan menduduki peringkat 5 dan mencatatkan 72 poin, kini Arsenal masih terpaut 1 poin dari Liverpoool di peringkat 4 serta 3 poin dari Manchester di peringkat 3 klasemen.

“Ya memang benar kalau ini pertandingan Premier League terakhir di musim ini,” ungkap Arsene Wenger saat ditanyakan soal duel melawan Everton yang akan menjadi pamungkas di liga.

“Yang menjadi prioritas yakni menang dan bukan apa yang akan terjadi usai itu,” lanjutny, yang dilansir dari salah satu media.

Mengenai spekulasi masa depannya, Arsene Wenger baru mau membahaskannya bersama klub setelah melakoni partai krusial di final Piala FA kontra Chelsea, tepatnya di 27 Mei nanti. Ini pun bakal menjadi kans terakhir Arsenal untuk menutup musim dengan titel juara.

“Masa depanku baru akan dibahaskan bersama pihak klub usai melakoni partai final Piala FA,” tandasnya.

Arsenal Dibuat Frustrasi oleh Sunderland

Arsenal memang sudah raih hasil oke dengan catatkan 2 angka saat berhadapan dengan Sunderland. Namun, The Gunners pernah dibuat frustrasi oleh The Black Cats.

Ketika tengah melangsungkan laga pada hari Rabu (17/5/2017) dini hari WIB, di Emirates Stadium, Arsenal raih hasil oke saat berhadapan dengan Sunderland dengan skor akhir 2-0. Alexis Sanchez yang berhasil memborong 2 angka untuk tim yang berasal dari London utara tersebut, semua angka tersebut tercipta pada babak kedua.

Arsenal pernah rasakan kebuntuan pada babak pertama. Mereka dicatat oleh situs resmi turnamen dapat lesatkan upaya sampai dengan 18 kali dengan 5 di antaranya yang mengarah ke gawang, namun belum menjadi cetak angka.

Sang manajer Arsenal, Arsene Wenger, akui kalau tim yang ia besut memang pernah merasa frustrasi karena beberapa kesempatan yang mereka ciptakan malah sia-sia.

“Kami lesatkan banyak percobaan yang berhasil mengarah ke gawang, namun kami perlu sabar menunggu. Kami sempat merasa frustrasi pada babak pertama karena tidak dapat raih keunggulan lebih awal,” imbuh Wenger.

“Kami berhasil catatkan 71 poin dan berada di urutan kedua. Saat ini kami catatkan 72 poin dan kami ingin merubahnya jadi 75 poin. Kemudian Anda perlu terima apa yang tengah berlangsung sekarang ini,” kata sang manajer yang berasal dari Prancis tersebut.

Arsenal masih lanjutkan usahanya untuk bisa masuk ke urutan 4 besar. Mereka bakal catatkan itu kalau saja berhasil raih hasil oke pada pertandingan terakhir di ajang Liga Inggris musim ini, serta berdoa agar Liverpool tersandung di laga yang mereka jalani.

Arsenal sekarang ini berada di urutan 5 dengan catatkan 72 poin, tertinggal 1 poin dengan Liverpool yang berada di urutan 4. ‘Meriam London’ bakal bertemu dengan Everton, sementara Liverpool bakal menjadi tuan rumah berhadapan dengan Middlesbrough.

Kelelahan Serta Kritik Bikin Oezil Terguncang

Mesut Oezil disoroti dengan kritik tajam pada performa terakhirnya. Arsene Wenger menganggap kalau banyaknya sorotan dan rasa lelah bikin pemain gelandangnya tersebut terguncang.

Oezil dianggap ‘tidak nampak’ saat Arsenal ditundukkan oleh Tottenham Hotspur dengan skor 0-2 yang berlangsung di White Hart Lane pada akhir pekan lalu. Ia makin disorot setelah terjadi insiden berupa menendang salah satu pintu di stadion untuk mengeluarkan rasa kesalnya.

Oezil baru-baru ini sering di kritik. Pada 4 laga terakhir, pemain yang jadi biang serangan Arsenal tersebut tidak dapat bikin assist, walau catatkan 1 angka. Sedangkan ia dikenal sebagai salah seorang kreator cetak angka paling oke di Eropa malah di dunia.

Wenger mengatakan kalau tekanan dan sorotan yang menuju pada  Oezil cukup menjadi pengaruh atas performa dari si pemain.

“Para pemain hebar perlu pegang tanggung jawab dari tim. Banyak orang menyaksikan kalau dirinya seperti itu. Saya tidak mengetahui seperti apa hal tersebut pantas untuk dirinya, saya tidak tahu,” ucap dia.

“Saya merasa ia dapat menahan rintangan di pertandingan besar. Akankah ia dapat melawan rintangan untuk dihijani kritik? Saya tidak bisa berkatan yakin.”

“Saya yakin kalau, pada Minggu kemarin, cuma memberi kritik pada penampilan Mesut Oezil tak menggambarkan dengan tepat seperti apa yang berlangsung pada pertandingan,” kata dia.

Tak hanya itu, sisi fisik ikut jadi penghambat. Usaha keras yang dilakukan oleh Arsenal untuk dapat masuk ke urutan 4 besar disebut memang menghabiskan banyak tenaga, Oezil dan beberapa pemain lainnya juga tampil kurang maksimal, yang pada perjalanannya berakhir pada kritikan lagi.

“Dengan menyeluruh saya optimis kalau baru-baru ini ia telah keluarkan usaha yang amat besar. Ia sedikit seperti pemain yang lain juga pada tim, dilihat dari segi fisik tak pada dalam tingkat paling oke,” lanjut Wenger.

“Saya merasa kalau kami seing melakukan usaha pada Minggu lalu, kemudian di hari Rabu, dan kami tak seutuhnya kembali fit pada hari Minggu selanjutnya.”

“Terus seperti itu. Para pemain besar lebih dihujani kritik dan cara bermainnya agak lebih cair, namun kurang gencar. Cuma hal tersebut tidak menjadi arti kalau ia kurang berharap hasil oke daripada yang lainnya,” kata pria yang berasa dari Prancis itu.

Neville Sebut Arsenal Dapat Sukseskan Musim Jika Menangkan Piala FA

Arsenal dalam keadaan yang sulit dengan berada di luar urutan 5 besar di Premier League pada musim ini. Namun The Gunners dapat cukup dimaafkan jika mereka dapat menangkan titel Piala FA.

Hasil negatif dengan skor 0-2 melawan Tottenham Hotspur pada hari Minggu (30/4/2017) malam WIB, di White Hart Lane, bikin Arsenal terancam dengan berada di luar urutan 5  besar. Sekarnag ini mereka berada di urutan 6 dengan mengumpulkan 60 poin lewat 33 laga.

Arsenal berjarak 5 poin dengan Manchester United yang berada di urutan 5. Mereka berselisih 6 poin dengan Manchester City yang berada di urutan 4 yang menjadi batas dari zona kompetisi Liga Champions.

Sedangkan sedari dipimpin oleh Arsene Wenger pada tahun 1996/1997, Arsenal masih belum pernah berada di luar 4 besar. Catatan tersebut amat bisa berganti pada musim ini.

Lewat hasil laga yang kurang oke pada musim ini, Arsenal terutama Wenger telah menerima ancaman besar dari para pendukung. Wenger dianggap telah tidak pantas lagi memimpin tim dan diminta untuk tidak diperbarui kontraknya yang bakal berakhir pada akhir musim ini.

Bekas pemain bek timnas Inggris Gary Neville menganggap kalau musim Arsenal dapat dikatakan oke kalau saja mereka bisa raih titel Piala FA. Mereka bakal berhadapan dengan Chelsea di babak puncak pada akhir bulan ini.

“Jika mereka berhasil menangkan Piala FA pada musim ini, mungkinkah pada musim ini ditatap menjadi musim yang berhasil? Bisa saja saya bakal bilang iya,” imbuh Neville.

“Para orang bakal miliki pendapat kalau penampilan liga mereka telah menjadi yang paling buruk sepanjang 15 atau 20 tahun. Namun memang mungkin ada yang merosot sesekali itu dapat dimaklumi,” kata dia.

Wasit Sempat Bermasalah dengan Wenger Memimpin Final Piala FA

Anthony Taylor dipilih untuk menjadi wasit di babak final Piala FA. Pada awal tahun ini, Taylor sempat alami masalah dengan salah seorang manajer finalis yaitu Arsene Wenger.

Insiden yang terjadi pada tanggal 22 Januari kemarin saat Arsenal menangkan laga atas Burnley dengan skor 2-1 yang bertempat di Emirates Stadium. Waktu itu sang wasit John Moss yang memimpin laga berikan tendangan penalti pada Burnley yang pernah bikin skor jadi seri 1-1.

Pilihan yang telah di ambil Moss tersebut kemudian bikin Wenger naik pitam dan keluarkan protes keras pada Taylor yang waktu itu menjadi ofisial keempat.

Wenger kemudian dikeluarkan dari lapangan oleh Moss dan terlihat oleh kamera tengah mendorong Taylor. Hasilnya, Wenger usai dijatuhi hukuman dilarang menemani tim dalam 4 laga dan denda sebesar 25 ribu poundsterling.

Selang 4 bulan, Taylor kemudian bertugas untuk pimpin babak final Piala FA di tanggal 28 Mei yang akan datang di Wembley yang mempertontonkan laga antara Chelsea melawan Arsenal.

Misi berat untuk Taylor tentu saja teringat dengan rivalitas antara kedua klub dan juga ia pernah terjadi sebuah kejadian dengan Wenger pada musim ini. Hal ini tentu saja bakal tambah membuat duel tim satu kota tersebut makin panas.

Bagi Taylor ini adalah kali pertama dia mewasiti final Piala FA. Dia akan ditemani dua asisten Gary Beswick dan Marc Perry, dengan Bobby Madley memegang jabatan ofisial keempat.

“Saya telah lama membayangkan hal ini dalam 20 tahun di mana saya dapat bertugas sebagai wasit di babak final Piala FA,” ucap Taylor.

“Hal tersebut merupakan titik puncak dari karier domestik Anda,” lanjut pria yang berumur 38 tahun yang telah jadi wasit Premier League dalam 7 tahun tersebut.