Tag Archives: Arsene Wenger

Arsenal Dilema dengan Sosok Penyerang Monaco Ini

Arsene Wenger nampak belum bisa move on dari sosok pemain muda berbakat AS Monaco, Thomas Lemar. Hal ini bisa dipastikan ketika Wenger menyuruh salah satu pemandu bakat terbaik Arsenal untuk memantau terus berkembangan Lemar di Ligue 1 Prancis.

Bisa diartikan bahwa sikap Wenger ini adalah upaya yang keras untuk mendatangkan Lemar ke Emirates Stadium, London. Berdasarkan sumber terpercaya menjelaskan jika pemandu bakat Arsenal hadir di stadion ketika sang pemain beraksi di pertandingan melawan Bordeaux.

Lemar sendiri berhasil menyumbang satu gol usai Keita Balde membuat gol pembuka di menit ke-47 dan membantu timnya menjaga jarak empat angka dengan pemuncak klasemen Ligue 1, Paris Saint Germain. Wenger sendiri gagal merekrut Lemar di musim panas lalu karena alasan yang tidak diketahui, namun yang pasti The Gunners ketika itu siap membayar Lemar hingga 90 juta pounds.

Dan jelang bursa transfer musim dingin bulan Januari 2018 mendatang, Wenger nampak tengah mempersiapkan diri untuk kembali mendekati Lemar. Ada kabar bahwa pihaknya akan terlebih dahulu memberikan penawaran kepada Monaco sehingga pada waktunya proses pemindaha Lemar akan berjalan cepat.

Dilain sisi, sosok legenda Arsenal macam Robert Pires juga membenarkan situasi yang terjadi pada mantan timnya tersebut. Disebutkan jika Arsenal tengah mengamati perkembang Lemar dan siap memberikan penawaran besar andai kedua belah pihak membuka pintu.

“Arsene coba membeli Lemar, dan berusaha amat keras, namun saya kira transfer itu takkan terjadi sekarang. Saya kira dia tidak layak ditebus 90 juta pounds, terlalu mahal, bursa pemain amat gila. Maka Anda bisa bayangkan berapa banderol Zinedine Zidane dan Ronaldinho jika masih ada sekarang.” demikian jawaban Pires.

Berikut Penjelasan Wenger Menurunkan 3 Bek Ini Kontra Stoke City

 

Manager pada skuat Arsenal, Arsene Wenger memberi penjelasan terkait keputusannya memilih 3 nama bek yang tidak dapat dimainkan untuk 3 posisi di baris belakang skuat Arsenal ketika bertanding kontra Stoke City.

Pada laga yang dilangsungkan di Bet365 Stadium tersebut, Wenger memang merubah komposisi baris belakang mereka. Walau tetap memakai 3 bek, tidak ada nama Rob Holding, Per Mertesacker sampai dengan Laurent Koscielny pada laga tersebut.

Bukannya menurunkan Rob Holding selaku bek tengah kanan, Wenger justru memilih untuk menurunkan Shkodran Mustafi, yang di Minggu pertama absen bertanding kontra Leicester City. Posisi 3 bek itu pun bakal diisi Shkodran Mustafi, Sead Kolasinac dan Nacho Monreal. Keputusan tersebut mendapat banyak komentar, akan tetapi Wenger memberikan penjelasan.

“Pada Minggu sebelumnya kami telah kecolongan 3 gol  maka saya sedikit melakukan perubahan sebab Mustafi kembali dan Holding sedikit kehilangan rasa percaya dirinya,” ujar Wenger.

“Di pramusim, kami menjalaninya dengan baik. Ketika anda gagal di laga, anda kalah, namun kami tidak kalah kontra Stoke City cuma karena jeleknya metode bertahan kami terhadap bola. Ketika anda melihat jumlah kesempatan kami dan anda tidak menghasilkan gol, anda dapat selalu komplain terkait striker dan pertahanan,” Ucap Wenger.

“Kami telah kehilangan 1 laga, maka saya dapat memahami buruknya, namun secara keseluruhan saya percaya bahwasannya ada banyak hal baik dalam permainan. Kami membuat banyak kesempatan, kami memiliki dominan yang luar biasa, namun disayangkan kami kehilangan angka,” timpanya.

Wenger Anggap Transfer Neymar Tak Masuk Akal

Neymar

Pelatih Arsenal, Arsene Wenger menduga ada tujuan terselubung dalam prekrutan Neymar oleh Paris Saint-Germain. Wenger menduga perekrutan Neymar ini sedikit berbau politis. Ia menilai transfer pemain tim nasional Brasil itu tidak masuk akal.

PSG sudah diambang pintu untuk mendatangkan Neymar dari Barcelona. Klub raksasa Ligue 1 itu telah menebus klausul pelepasannya yang ada di angka 222 juta euro atau setara dengan Rp 3,5 triliun.

Banyak penilaian bahwa transfer Neymar ke PSG didasari keinginan dari sang pemilik, Nasser Al-Khelaifi, meningkatkan eksistensi negara asalnya, Qatar. Merekrut pemain termahal dunia dinilai bisa meningkatkan martabat negara teluk tersebut.

Transfer Neymar ke PSG sendiri sudah coba dicegah melalui aturan Financial Fair Play namun pada akhirnya juga tidak membuahkan hasil. Wenger menilai hal itu memang tidak berarti.

“Menurut saya, transfer Neymar adalah konsekuensi kepemilikan klub yang sudah mengubah total tatanan sepakbola dalam 15 tahun terakhir. Saat sebuah negara memiliki klub, semuanya bisa saja terjadi,” ungkap Arsene Wenger seperti dilansir Independent.

“Financial Fair Play tidak akan terlalu banyak berpengaruh sebab ada banyak jalan lain untuk suatu negara mendapatkan pemain yang bisa merepresentasikan negara itu sendiri,” kata Arsene Wenger menambahkan.

Menurut Wenger, kasus transfer Neymar sudah berada di luar logika. Manajer berkebangsaan Prancis ini juga menilai sepakbola bukanlah tempat untuk berinvestasi.

“Angka-angka sebesar ini melibatkan harga diri, dan minat publik, dan anda jadi tidak bisa lagi berpikir dengan akal sehat. Anda tidak bisa membenarkan investasi, itu tidak biasa untuk permainan ini,” kata Wenger melanjutkan.

“Itulah mengapa saya selalu mendukung sepakbola untuk tetap hidup dengan sumber dayanya sendiri. Terlepas dari itu, kita tidak lagi berada di periode yang berpikir ‘kalau saya menaruh investasi di sini, saya akan mendapatkan hasilnya’. Kita sudah lebih dari itu,” tutup Arsene Wenger.

Arsene Wenger Menyesal Tak Merekrut Michael Carrick

micahel carrick

Pelatih Arsenal, Arsene Wenger, mengakui ada banyak penyesalan dalam karier kepelatihannya. Salah satu penyesalannya yakni tak membeli Michael Carrick untuk tampil bersama The Gunners.

Pesepakbola asal Inggris itu awalnya dibeli Manchester United dari Tottenham Hotspur di 2006 silam. Carrick berandil dalam kesuksesan The Red Devils membukukan 5 gelar juara Premier League, Piala FA serta Liga Champions.

Carrick sendiri merupakan salah satu pemain Man Utd yang paling konsisten. Meskipun sudah memasuki usia 35 tahun, Carrick masih berperan penting dalam keberhasilan ‘Setan Merah’ memuncaki Liga Europa serta Piala Liga Inggris di musim ini.

Di sisi lain, Man utd baru saja menggelar pertandingan testimonial untuk Carrick sebagai bentuk penghargaan kesetiaannya di Old Trafford, yang mempertemukan tim MU angkatan 2008 melawan Michael Carrick all star. Dalam pertandingan yang dituntaskan dengan skor 2-2 itu, Carrick berhasil menciptakan satu gol.

Di kesempatan itu, Wenger selaku pelatih Arsenal pun mengaku mengagumi sosok Carrick.

“Saya bakal menanggapi secara personal kalau saya merupakan pengagum di sepanjang kariernya, kualitasnya sebagai seorang pemain. Salah satu penyesalan saya yakni tak pernah merekrutnya dalam tim lantaran saya kira dia merupakan salah satu pemain terbaik dalam sepakbola Inggris,” ujar Wenger seperti yang dilansir dari salah satu media.

“Saya pun yakin kalau dirinya tak selalu memperoleh pembalasan maupun penghormatan, sebuah pengakuan yang layak ia peroleh. Namun saya merupakan pengagum Michael dan pastinya saya mengharapkan yang terbaik untuknya di masa mendatang.”

Di sepanjang kariernya bersama Manchester United, Carrick sudah melakoni total 450 lebih pertandingan di semua turnamen dengan membukukan total 23 gol serta 30 assist.

Arsene Wenger: Masa Depanku Akan Ditentukan Setelah Piala FA

arsene wenger

Arsene Wenger ingin berfokus penuh untuk mengantarkan Arsenal menjuarai Piala FA. Usai menuntaskan misi itu, ia baru akan membahaskan tentang masa depannya bersama klub.

Wenger belakangan ini gencar dispekulasikan terkait masa depannya di Emirates Stadium, hal ini dikarenakan belum adanya kepastian mengenai kontrak baru untuk si manajer. Di sisi lain, kontrak Wenger akan habis di musim panas nanti.

Arsenal bisa dibilang menyampingkan dulu persoalan kontrak baru Wenger, sebab banyak kritikan yang berbeda dari supporternya, sebagian penggemar meminta agar Wenger secepatnya mundur namun ada pula orang-orang yang menginginkannya menetap.

Di samping itu, Arsenal pun masih harus menuntaskan 2 misi krusial di periode akhir musim ini, detailnya yakni misi untuk finis 4 besar serta misi untuk memuncaki Piala FA 2016/2017.

Akhir minggu ini Arsenal bakal menghadapi ujian berat dengan menyambut Everton di pertandingan pamungkas Premier League, laga krusial yang berpotensi menentukan finis The Gunners di akhir klasemen Premier League.

Dengan menduduki peringkat 5 dan mencatatkan 72 poin, kini Arsenal masih terpaut 1 poin dari Liverpoool di peringkat 4 serta 3 poin dari Manchester di peringkat 3 klasemen.

“Ya memang benar kalau ini pertandingan Premier League terakhir di musim ini,” ungkap Arsene Wenger saat ditanyakan soal duel melawan Everton yang akan menjadi pamungkas di liga.

“Yang menjadi prioritas yakni menang dan bukan apa yang akan terjadi usai itu,” lanjutny, yang dilansir dari salah satu media.

Mengenai spekulasi masa depannya, Arsene Wenger baru mau membahaskannya bersama klub setelah melakoni partai krusial di final Piala FA kontra Chelsea, tepatnya di 27 Mei nanti. Ini pun bakal menjadi kans terakhir Arsenal untuk menutup musim dengan titel juara.

“Masa depanku baru akan dibahaskan bersama pihak klub usai melakoni partai final Piala FA,” tandasnya.

Arsenal Dibuat Frustrasi oleh Sunderland

Arsenal memang sudah raih hasil oke dengan catatkan 2 angka saat berhadapan dengan Sunderland. Namun, The Gunners pernah dibuat frustrasi oleh The Black Cats.

Ketika tengah melangsungkan laga pada hari Rabu (17/5/2017) dini hari WIB, di Emirates Stadium, Arsenal raih hasil oke saat berhadapan dengan Sunderland dengan skor akhir 2-0. Alexis Sanchez yang berhasil memborong 2 angka untuk tim yang berasal dari London utara tersebut, semua angka tersebut tercipta pada babak kedua.

Arsenal pernah rasakan kebuntuan pada babak pertama. Mereka dicatat oleh situs resmi turnamen dapat lesatkan upaya sampai dengan 18 kali dengan 5 di antaranya yang mengarah ke gawang, namun belum menjadi cetak angka.

Sang manajer Arsenal, Arsene Wenger, akui kalau tim yang ia besut memang pernah merasa frustrasi karena beberapa kesempatan yang mereka ciptakan malah sia-sia.

“Kami lesatkan banyak percobaan yang berhasil mengarah ke gawang, namun kami perlu sabar menunggu. Kami sempat merasa frustrasi pada babak pertama karena tidak dapat raih keunggulan lebih awal,” imbuh Wenger.

“Kami berhasil catatkan 71 poin dan berada di urutan kedua. Saat ini kami catatkan 72 poin dan kami ingin merubahnya jadi 75 poin. Kemudian Anda perlu terima apa yang tengah berlangsung sekarang ini,” kata sang manajer yang berasal dari Prancis tersebut.

Arsenal masih lanjutkan usahanya untuk bisa masuk ke urutan 4 besar. Mereka bakal catatkan itu kalau saja berhasil raih hasil oke pada pertandingan terakhir di ajang Liga Inggris musim ini, serta berdoa agar Liverpool tersandung di laga yang mereka jalani.

Arsenal sekarang ini berada di urutan 5 dengan catatkan 72 poin, tertinggal 1 poin dengan Liverpool yang berada di urutan 4. ‘Meriam London’ bakal bertemu dengan Everton, sementara Liverpool bakal menjadi tuan rumah berhadapan dengan Middlesbrough.

Kelelahan Serta Kritik Bikin Oezil Terguncang

Mesut Oezil disoroti dengan kritik tajam pada performa terakhirnya. Arsene Wenger menganggap kalau banyaknya sorotan dan rasa lelah bikin pemain gelandangnya tersebut terguncang.

Oezil dianggap ‘tidak nampak’ saat Arsenal ditundukkan oleh Tottenham Hotspur dengan skor 0-2 yang berlangsung di White Hart Lane pada akhir pekan lalu. Ia makin disorot setelah terjadi insiden berupa menendang salah satu pintu di stadion untuk mengeluarkan rasa kesalnya.

Oezil baru-baru ini sering di kritik. Pada 4 laga terakhir, pemain yang jadi biang serangan Arsenal tersebut tidak dapat bikin assist, walau catatkan 1 angka. Sedangkan ia dikenal sebagai salah seorang kreator cetak angka paling oke di Eropa malah di dunia.

Wenger mengatakan kalau tekanan dan sorotan yang menuju pada  Oezil cukup menjadi pengaruh atas performa dari si pemain.

“Para pemain hebar perlu pegang tanggung jawab dari tim. Banyak orang menyaksikan kalau dirinya seperti itu. Saya tidak mengetahui seperti apa hal tersebut pantas untuk dirinya, saya tidak tahu,” ucap dia.

“Saya merasa ia dapat menahan rintangan di pertandingan besar. Akankah ia dapat melawan rintangan untuk dihijani kritik? Saya tidak bisa berkatan yakin.”

“Saya yakin kalau, pada Minggu kemarin, cuma memberi kritik pada penampilan Mesut Oezil tak menggambarkan dengan tepat seperti apa yang berlangsung pada pertandingan,” kata dia.

Tak hanya itu, sisi fisik ikut jadi penghambat. Usaha keras yang dilakukan oleh Arsenal untuk dapat masuk ke urutan 4 besar disebut memang menghabiskan banyak tenaga, Oezil dan beberapa pemain lainnya juga tampil kurang maksimal, yang pada perjalanannya berakhir pada kritikan lagi.

“Dengan menyeluruh saya optimis kalau baru-baru ini ia telah keluarkan usaha yang amat besar. Ia sedikit seperti pemain yang lain juga pada tim, dilihat dari segi fisik tak pada dalam tingkat paling oke,” lanjut Wenger.

“Saya merasa kalau kami seing melakukan usaha pada Minggu lalu, kemudian di hari Rabu, dan kami tak seutuhnya kembali fit pada hari Minggu selanjutnya.”

“Terus seperti itu. Para pemain besar lebih dihujani kritik dan cara bermainnya agak lebih cair, namun kurang gencar. Cuma hal tersebut tidak menjadi arti kalau ia kurang berharap hasil oke daripada yang lainnya,” kata pria yang berasa dari Prancis itu.

Wasit Sempat Bermasalah dengan Wenger Memimpin Final Piala FA

Anthony Taylor dipilih untuk menjadi wasit di babak final Piala FA. Pada awal tahun ini, Taylor sempat alami masalah dengan salah seorang manajer finalis yaitu Arsene Wenger.

Insiden yang terjadi pada tanggal 22 Januari kemarin saat Arsenal menangkan laga atas Burnley dengan skor 2-1 yang bertempat di Emirates Stadium. Waktu itu sang wasit John Moss yang memimpin laga berikan tendangan penalti pada Burnley yang pernah bikin skor jadi seri 1-1.

Pilihan yang telah di ambil Moss tersebut kemudian bikin Wenger naik pitam dan keluarkan protes keras pada Taylor yang waktu itu menjadi ofisial keempat.

Wenger kemudian dikeluarkan dari lapangan oleh Moss dan terlihat oleh kamera tengah mendorong Taylor. Hasilnya, Wenger usai dijatuhi hukuman dilarang menemani tim dalam 4 laga dan denda sebesar 25 ribu poundsterling.

Selang 4 bulan, Taylor kemudian bertugas untuk pimpin babak final Piala FA di tanggal 28 Mei yang akan datang di Wembley yang mempertontonkan laga antara Chelsea melawan Arsenal.

Misi berat untuk Taylor tentu saja teringat dengan rivalitas antara kedua klub dan juga ia pernah terjadi sebuah kejadian dengan Wenger pada musim ini. Hal ini tentu saja bakal tambah membuat duel tim satu kota tersebut makin panas.

Bagi Taylor ini adalah kali pertama dia mewasiti final Piala FA. Dia akan ditemani dua asisten Gary Beswick dan Marc Perry, dengan Bobby Madley memegang jabatan ofisial keempat.

“Saya telah lama membayangkan hal ini dalam 20 tahun di mana saya dapat bertugas sebagai wasit di babak final Piala FA,” ucap Taylor.

“Hal tersebut merupakan titik puncak dari karier domestik Anda,” lanjut pria yang berumur 38 tahun yang telah jadi wasit Premier League dalam 7 tahun tersebut.

Tundukkan Middlesbrough, Peluang Arsenal ke Empat Besar Bertahan

Arsenal mempertahankan peluang mereka untuk finis di urutan 4 besar setelah raih poin full lewat kunjungannya ke kandang Middlesbrough. Mendapat perlawanan yang ketat, Arsenal pada akhirnya berhasil menang dengan skor 2-1.

Lewat laga yang berlangsung pada hari Selasa (18/4/2017) dinihari WIB di Riverside Stadium dalam laga lanjutan Premier League, Arsene Wenger buat 6 buat perubahan dengan timnya usai tunduk melawan Crystal Palace. Petr Cech dan Laurent Koscielny tampil lagi usai pernah menepi sebab tengah alami cedera.

Wenger pun memakai skema 3 pemain bek dengan memainkan Rob Holding, Koscielny, dan Gabriel. Sedangkan Alex-Oxlade Chamberlain tampil di bagian sayap kanan gantikan posisi Hector Bellerin.

Arsenal akhiri babak pertama lewat keunggulan dengan skor 1-0. Sepakan bebas Alexis Sanchez berikan keunggulan untuk tim tamu.

Pada tengah waktu kedua, Middlesbrough yang menambah intensitas dalam menyerang yang dapat samakan kedudukan dengan angka yang diciptakan oleh Alvaro Negredo. Walau masih banyak ditekan, Arsenal pada akhirnya keluar menjadi pemenang lewat angka yang diciptakan oleh Mesut Oezil.

Lewat hasil positif ini, Arsenal memotong jarak dengan area kompetisi Liga Champions. The Gunners berada di urutan 6 dengan mengumpulkan poin sebanyak 57 lewat 31 laga, berjarak 7 poin dengan Manchester City yang berada di uruatn 4 dan telah tampilkan 32 laga.

Sedangkan Middlesbrough semakin merosot di area penurunan level. Mereka berada di urutan 19 dengan mengumpulkan 24 poin.

Susunan Pemain

Middlesbrough: Guzan, Barragan, Ayala, Gibson, Da Silva (Friend 17′), Clayton, de Roon (Gestede 79′), Leadbitter, Ramirez (Traore 68′), Negredo, Downing

Arsenal: Cech, Gabriel, Holding, Koscielny, Monreal, Ramsey, Xhaka, Oxlade-Chamberlain, Oezil (Bellerin 90′), Sanchez (Coquelin 90′), Giroud