Tag Archives: AS Monaco

Monaco Tetap Tegar Walapun Kalah

Sang pelatih AS Monaco, Leonardo Jardim, merasa bangga dengan langkah yang sudah dilewati oleh timnya di ajang Liga Champions musim ini. Ia masih merasa bangga atas performa yang telah diperlihatkan oleh Monaco.

Monaco berhasil meloloskan diri dari tahap grup dengan berada di urutan teratas Grup E. Mereka unggul atas Bayer Leverkusen dan Tottenham Hotspur untuk raih kelolosan menuju babak 16 besar.

Monaco kemudian tundukkan Manchester City pada babak 16 besar. Masuk ke babak perempatfinal, Monaco pun dapat lewati Borussia Dortmund yang tengah menghadang untuk berikutnya sampai ke babak semifinal.

Dalam langkah yang sudah dilalui, Monaco disebut sebagai sebuah tim dengan garis menyerang yang luar biasa. Jumlah 21 cetak angka berhasil diciptakan oleh Monaco sedari tahap grup sampai babak perempatfinal. Falcao dan Kyliann Mbappe berhasil membuat perhatian tertuju pada dirinya lewat produktivitas yang ia perlihatkan saat berada di lapangan.

Tetapi jalan yang dilalui oleh Monaco perlu kandas pada babak semifinal setelah mereka bertemu dengan Juventus dan tunduk dengan skor 1-2 pada pertemuan kedua yang berlangsung pada hari Rabu (10/5/2017) dinihari WIB. Mereka tergusur dengan agregat 1-4.

“Pada lain sisi, ada sebuah tim yang amat banyak akan pengalaman dan lain sisi lagi ada sebuah tim yang masih muda,” ucap Jardim seperti dikutip situs resmi UEFA.

“Kami merasa amat senang lewat laga di babak semifinal ini dan amat merasa bangga dengan performa dari para pemain. Para pemain tunjukkan semuanya yang mereka miliki dan kami mungkin bisa raih hasil seri pada malam ini.”

“Kami keluar dari ajang yang hebat ini dengan tetap tegar. Saat ini kami bakal berkonsentrasi pada liga,” imbuh dia tambahkan.

Monaco miliki kesempatan akhiri musim dengan raih titel juara Ligue 1. Mereka sekarang ini berada di urutan teratas klasemen lewat 86 poin yang berhasil di kantongi, unggul dengan selisih 5 poin dari Paris Saint-Germain dengan masih sisa 3 laga lagi.

Falcao: Juventus Memang Sangat Efektif

Radamel Falcao telah akui performa yang lebik oke dari Juventus di banding AS Monaco. Juve dikatakan olehnya tampil lebih efektif ketika hadirnya kesempatan untuk dimanfaatkan.

Juventus berjalan menuju babak final ajang Liga Champions usai mereka berhasil meraih hasil oke melawan AS Monaco di pertemuan kedua babak semifinal Liga Champions dengan skor 2-1 lewat laga yang berlangsung pada hari Rabu (10/5/2017) dinihari WIB di Juventus Stadium. 2 angka tersebut berhasil tercipta atas nama Mario Madzukic dan Dani Alves, sedangkan 1 angka yang diciptakan oleh Monaco tercipta atas nama Kylian Mbappe.

Dilihat dari cara bermain, Monaco sedikit terlihat lebih diunggulkan lewat control bola sampai dengan 53 persen banding 47 persen. Situs UEFA pun telah bukukan klub yang berasal dari Prancis itu sukses catatkan 11 percobaan, tetapi cuma 2 di antaranya yang tepat ke sasaran.

Sedangkan Juve tercatat lesatkan 15 percobaan dengan 6 di antaranya yang tepat ke sasaran. Juve pun membuat Danijel Subasic terpaksa bikin penyelamatan 4 kali.

“Juve memang tunjukkan performa yang amat oke dan memaksimalkan kesempatan yang mereka punya. Kami tak cukup efektif ketika memiliki peluang,” imbuh Falcao seperti dilansir pada situs UEFA.

Apa yang tengah berlangsung di pertemuan kedua ini tidak jauh beda dengan laga di pertemuan pertama yang berlangsung pada pekan kemarin di Stade Louis II. Pada waktu tersebut Monaco dapat ciptakan 14 percobaan dengan 5 di antaranya yang tepat ke sasaran. Sedangkan Juventus catatkan 10 upaya dengan 4 di antaranya yang mengarah ke gawang dan ciptakan 2 cetak angka.

Falcao juga ingin langkah Monaco di ajang Liga Champions pada musim ini dapat menjadi sebuah pelajaran agar bisa melihat musim yang akan datang.

“Kami berusaha dengan sebaik mungkin selama musim untuk Monaco ini berlangsung dan untuk sepakbola Prancis. Kami ingin supaya Monaco bakal jadi yang lebih oke lagi pada musim yang akan datang,” kata Falcao.

Jardim Sebut Serang Juventus Tanpa Ragu

AS Monaco percu cipatakan 3 angka tanpa balas agar bisa menangkan laga atas Juventus pada ajang Liga Champions. Leonardo Jardim bersiap berikan instruksikan pemainnya agar terus lancarkan serangan tanpa berpikir ragu ataupun takut.

Les Monegasques telah tunduk di laga sebelumnya dengan skor 0-2 berhadapan dengan Juventus pada pertemuan pertama babak semifinal ajang Liga Champions ketika melangsungkan laga pada pekan kemarin di Stade Louis II. Sedangkan, pada pertandingan tersebut mereka dapat ciptakan 14 percobaan dengan 5 di antaranya yang tepat ke sasaran.

Catatan itu tidak jauh bedanya dengan Juventus. Tim tamu pada saat tersebut ciptakan 10 percobaan dengan 4 di antaranya yang tepat ke sasaran dan berhasil ciptakan 2 angka.

Lewat pertandingan pertemuan kedua pada hari Rabu (10/5/2017) dinihari WIB di Juventus Stadium, Jardim bersiap memberi aba-aba kepada Monaco untuk tampil menyerang lagi. Ia ingin para anak yang ia latih tidak merasa ragu dengan beberapa hal buruk sepanjang mereka melancarkan serangan.

“Kami perlu lakukan serangan dengan merasa kami lepas dari hal yang buruk. Pada pertemuan pertama kami miliki total percobaan yang serupa dengan Juve, namun mereka cenderung lebih efektif,” ucap Jardim.

“Tentunya mereka lebih siap dibanding kami, namun kami malah tunduk sebab tidak dapat memaksimalkan kesempatan yang hadir. Besok kami akan berharap kami terus hidup, incaran kami ialah ke babak final,” lanjut dia.

“Saya merasa amat bangga dengan para pemain dan juga tentu semua yang sudah mereka perbuat sampai saat ini, tidak berhubungan dari hasil di pertemuan yang pertama,” imbuh Jardim.

Jejak Monaco untuk terus berjalan ke babak final dapat dikatakan tidaklah mudah. Juventus sampai saat ini adalah salah satu tim di Eropa yang masih belum kalah melangsungkan laga di markas.

Tidak hanya itu, pada pertandingan markas Bianconeri baru kebobolan 1 angka di ajang Liga Champions, 9 pada Serie A, dan 4 kali di ajang Coppa Italia. Sampai saat ini, catatan paling buruk kemasukan anakg Juventus di markas baru berlangsung ketika menangkan laga dengan skor 3-2 melawan Atalanta di ajang Coppa Italia.

Juventus Tundukkan Monaco

Tidak banyak tim yang hadir ke markas AS Monaco dan kembali tanpa kemasukan angka. Juventus merupakan salah seorang dari sedikit tim tersebut. Mereka tidak hanya menangkan laga, namun juga bikin Monaco tidak ciptakan angka 1 pun.

Juventus tundukkan Monaco dengan skor 2-0 di pertemuan pertama babak semifinal Liga Champions yang berlangsung pada hari Kamis (4/5/2017) dinihari WIB, di Stade Louis II. Bianconeri berhasil menang lewat 2 angka yang diciptakan oleh pemain penyerang utama mereka, Gonzalo Higuain.

Hasil positif itu menambah besar kesempatan untuk Juventus lanjutkan jalan ke babak final. Mereka bakal mendapat giliran menjadi tuan rumah melawan Monaco di Turin pada pekan berikutnya.

Lewat pertandingan yang berlangsung di Stade Louis II, Juventus menunjukkan lagi kokohnya barisan pertahanan mereka. Walaupun alami tekanan yang luar biasa dari Kylian Mbappe dan Radamel Falcao, Juve dapat bukukan clean sheet. Tim tamu pun tertolong dengan penampilan oke dari Gianluigi Buffon di bawah mistar.

Tercatat, ini merupakan yang pertama kali sedari bulan November 2015 Monaco tidak berhasil ciptakan angka di markas sendiri di tiap ajang. Sebelum Juve, tim yang terakhir yang dapat tundukkan Monaco ialah Anderlecht di kompetisi Liga Europa (Monaco tunduk dengan skor 0-2).

“Kami perlu memberi pujian untuk skuat sebab ini bukanlah hal yang mudah. Monaco amat berteknik. Kami bikin sedikit amat banyak kesalahan dan Buffon lakukan sebuah pertolongan oke saat skornya masih imbang tanpa angka 0-0,” ucap pelatih Juventus, Massimiliano Allegri.

“Saat kami unggul, ada sejumlah umpan silang yang mengancam saat Dani Alves telat keluar, kemudian Andrea Barzagli, bermain dengan menyeluruh kami perlu merasa senang. Masih ada pertemuan kedua dan hal tersebut merupakan pertandingan penting lainnya,” imbuh Allegri.

Dortmund Kurang Oke

Sang pelatih Borussia Dortmund yaitu Thomas Tuchel telah terima dengan timnya yang gagal melangkah ke tahap Liga Champions selanjutnya. Tuchel menganggap kalau Dortmund amat sering lakukan kesalahan sampai mereka layak untuk tergusur.

Melangsungkan laga pada hari Kamis (20/4/2017) dinihari WIB, di Stade Louis II, Die Borussen harus menelan hasil negatif dengan skor 1-3 berhadapan dengan AS Monaco pada pertandingan perempatfinal pertemuan kedua. Dengan begitu, Dortmund harus tergusur dengan agregat 3-6.

Monaco bermain meyakinkan selama laga berlangsung dengan konstan memberi ancaman ke pertahanan Dortmund. Tim yang di besut oleh Leonardo Jardim ini awali laga dengan meyakinkan lewat angka cepat yang dicetak oleh Kylian Mbappe pada menit ketiga, yang ditambah dengan angka dari Radamel Falcao selang 15 menit kemudian.

Usai turun minum, Dortmund baru dapat memberi perlawanan dengan angka balasan oleh Marco Reus. Walau demikian, Dortmund tak sungguh raih waktunya malah Monaco dapat ciptakan angka ketiganya lewat pemain pengganti Valere Germain, untuk membuat lawan tertunduk.

“Kami awali laganya dengan oke lewat satu atau 2 pergerakan yang mengancam di mana kami temukan celah dan selanjutnya kami kemasukan sebuah angka yang tak beruntung, angka tersebut merobohkan rasa percaya diri kami sedikit ” ujar Tuchel.

“Lalu kami bikin amat banyak kesalahan lewat operan kami dan tempat kami. Pada babak kedua kami berusaha untuk kembali, namun kami tak pernah dapat waktu yang pas usai ciptakan angka,” lanjut ia.

“Kami telah langsungkan laga yang luar biasa dengan 3 pemain bek, khususnya di ajang Liga Champions, namun pada hari ini kami memang kurang oke. Dengan menyeluruh, kami tak berhasil menunjukkan penampilan paling oke,” kata Tuchel.

Tundukkan Dortmund, Monaco ke Semifinal

AS Monaco melangkahkan kaki mereka ke babak semifinal. Monaco berhasil lolos dengan agregat 6-3 usai menangkan laga atas Borussia Dortmund dengan skor akhir 3-1 pada pertandingan perempatfinal pertemuan kedua.

Melangsungkan laga pada hari Kamis (20/4/2017) dinihari WIB, di Stade Louis II, Monaco berhadapan dengan Dortmund dengan mengantongi hasil positif dengan skor 3-2 pada pertemuan pertama. Awal yang meyakinkan diciptakan oleh tim tuan rumah dengan bikin cetak angka cepat pada menit ketiga yang dicetak oleh Kylian Mbappe.

Pukulan besar diberikan Monaco pada Dortmund usai Radamel Falcao membuat skor manjadi ganda pada menit 17 untuk akhiri babak pertama dengan keunggulan 2-0. Usai turun minum, Marco Reus membuat kesempatan Dortmund hidup setelah ciptakan angka balasan pada menit 48.

Valere Germain yang turun sebagai pemain pengganti menambah mantap kelolosan Monaco dengan cetak angka ketiga pada 10 menit terakhir waktu normal.

Untuk Monaco, hasil ini adalah langkah paling jauh mereka di ajang Liga Champions sedari menjadi finalis di musim 2003-2004. Sedangkan Die Borussen paling akhir berada di babak perempatfinal lewat 3 kali ikut ambil bagian di ajang ini terakhir kali.

Susunan Pemain                                                   

AS MONACO: Subasic, Glik, Mendy, Toure, Jemerson, Joao Moutinho, Bakayoko, Lemar, Bernardo Silva (Raggi 90+2′), Falcao (Nabil Dirar 68′), Mbappe (Germain 81′)

BOURSSIA DORTMUND: Buerki, Piszczek, Sokratis, Raphael Guerreiro (Pulisic 72′), Durm (Dembele 27′), Ginter, Sahin (Schmelzer 46′), Kagawa, Weigl, Aubameyang, Reus

Tuchel yang Geram Dortmund Kebobolan 3 Angka

Borussia Dortmund tengah berada dalam keadaan goyah saat menjadi tuan rumah berhadapan dengan AS Monaco pada pertemuan pertama babak perempatfinal Liga Champions. Hasil negatif bikin Dortmund ditemukan dengan misi yang tidak mudah untuk lolos.

Dortmund tunduk dengan skor 2-3 ketika menjadi tuan rumah melawan Monaco pada hari Rabu (12/4/2017) malam WIB yang akan berlangsung di Signal Iduna Park. Die Borussen 2 kali kebobolan oleh Kylian Mbappe dan 1 angka lainnya lewat gol bunuh diri Sven Bender, sedangkan mereka cuma bisa membalas 2 angka lewat Ousmane Dembele dan Shinji Kagawa.

Tuchel soroti 3 angka yang membobol gawang timnya. Di angka pertama Mbappe pada menit 19, sorotan yang tertuju pada wasit sebab ia menganggap pemain penyerang Monaco tersebut telah berada pada bagian offside ketika mendapat umpan dari Thomas Lemar.

Kemudian angka bunuh diri Sven Bender sebab kurang siapnya pertahanan, berhadapan dengan keadaan umpan silang di menit 35. Cetak angka terakhir Monaco malah dikatakan Tuchel tidak ubahnya dengan angka bunuh diri.

Kesalahan yang telah dilakukan Lukasz Piszczek ketika lesatkan umpan di bagian pertahanan, bikin bola di ambil alih oleh Mbappe yang selanjutnya menjadi cetak angka pada menit 79.

Tuchel menganggap adanya peningkatan dari penampilan pada babak kedua, usai paruh pertama ditinggal dengan skor 0-2. Namun penuntasan akhir yang tidak presisi dan fokus yang menurun bikin mereka tak berhasil selamatkan laga.

Pertemuan kedua bakal menjadi ujian yan tidak mudah, namun ini baru tengah laga. Performa pada babak kedua terlihat amat oke. Babak pertama amat pahit dengan seperti apa semuanya merosot,” imbuh.

“Anda dapat katakan kalau hal tersebut merupakan cetak angka bunuh diri dan cetak angka offside. Kami baru katakan soal sepakbola di tengah laga. Kami berharap menekan pada para pemain bek sayap mereka.”

“Kami memang kurang pas untuk bikin skor imbang, lalu kebobolan angka ketiga,” sambung dia.