Tag Archives: AS Roma

Dua Gol Hazard Tak Berarti untuk Chelsea

Eden Hazard menyadari jika dua golnya ke gawang AS Roma tak berarti apa-apa bagi Chelsea karena gagal menang. Dua gol ini merupakan akhir dari penantian Hazard dalam 14 pertandingan terakhir disemua kompetisi.

Hazard sendiri turun sebagai starter kontra AS Roma dilanjutan babak fase grup C Liga Champions pekan ketiga, dimana Chelsea hanya mampu bermain imbang 3-3 sekaligus tetap memastikan diri berada dipuncak klasemen sementara dengan raihan tujuh poin.

Hazard yang sukses keluar sebagai penyelamat muka tuan rumah, menyadari bahwa dirinya tak merasa puas dengan hasil ini. Bisa diartikan jika gol Hazard tidak terlalu penting jika melihat performa tim asuhan Antonio Conte yang kurang meyakinkan.

Melihat pertandingan sebelumnya, dimana Chelsea menang atas Atletico Madrid di Spanyol. Hazard pun keluar sebagai pemain yang berhasil memberikan perbedaan dan menurut pandangannya, pertandingan kontra Atletico adalah pertandingan menarik ketimbang melawan Roma.

“Baik sekali sebagai pemain bisa mencetak gol, namun gol itu tidak terasa sangat penting karena kami bermain lebih baik di Madrid dan saya lebih memilih pertandingan itu,” terang Hazard.

Setelah pentas Liga Champions, Chelsea kembali berpikir keras untuk melanjuti pentas Premier League Inggris kontra Watford, Everton, Bournemouth dan sampai akhirnya kembali dipentas Liga Champions kontra Roma diakhir bulan Oktober 2017 mendatang.

“Baiknya kami masih berada dipuncak klasemen Grup dan kami akan pergi ke sana untuk menang. Menyadari laga akan berat, kami harus bekerja keras dan kami ingin selesaikan ini dengan cepat.” tutup Hazard.

Roma Hentikan Pengejaran Pada Mahrez

Riyadh Mahrez

Upaya AS Roma untuk mendapatkan Riyad Mahrez sampai saat ini belum membuahkan hasil. Berapapun tawaran yang dikirimkan, masih saja mendapat penolakan dari Leicester City. AS Roma pun memberi indikasi akan menghentikan upayanya untuk mendatangkan Mahrez.

AS Roma sudah dua kali mengajukan tawaran kepada Leicester City untuk mendapatkan tanda tangan Mahrez. Terakhir, manajemen Il Giallorossi siap mengucurkan dana sebesar 35 juta euro untuk menggaet pemain tim nasional Aljazair itu.

Namun dua kali pula tawaran dari AS Roma untuk Mahrez ditolak oleh kubu The Foxes. Tim yang jadi juara Premier League di musim 2015/2016 ini meminta bayaran mencapai 44 juta euro kepada AS Roma ingin memboyong Mahrez ke Stadion Olimpiade.

Sementara itu, Riyad Mahrez bukannya tak mau menganggapi ketertarikan dari AS Roma. Namun dia hanya bisa bersabar sampai Leicester menerima tawaran. Sudah dua kali ditolak Leicester, I Lupi pun memberi isyarat tidak akan mencoba lagi untuk menaikkan tawaran. Roma juga siap mengalihkan bidikan ke pemain lain.

“Jujur saja, saya cukup terkesan dengan usaha yang klub lakukan untuk merekrut Riyad Mahrez. Namun dua proposal yang sudah kirimkan saya rasa sudah cukup,” ujar Direktur Olahraga AS Roma, Monchi seperti yang dilansir dari Football Italia.

“Anda sudah ada di sini lebih lama dibandingkan saya, namun saya ragu apakah Anda bisa menyebutkan tawaran yang lebih tinggi lagi dari 30 juta euro. Itu merupakan tawaran yang cukup besar,” lanjut Monchi.

“Sementara mengenai keinginan dari sang pemain, dia mengungkapkannya secara terbuka namun saya pikir dia juga menunjukkan respek kepada klubnya, memang benar seharusnya demikian. Satu-satunya solusi di sini adalah Leicester City memutuskan untuk menerima atau menolak tawaran dari AS Roma,” tutup Monchi.

Gabung Roma, Kolarov Ingin Kalahkan Lazio

Kolarov

Aleksandar Kolarov pernah sempat menjalin kisah manis ketika masih memperkuat Lazio di masa lalu. Akan tetapi, karena sekarang sudah menjadi pemain AS Roma, Kolarov pun menyebut Lazio sebagai musuh yang harus dikalahkan.

Setelah tujuh tahun bermain di Premier League untuk memperkuat Manchester City, Kolarov kembali ke Serie A. Bek Serbia berusia 31 tahun itu direkrut oleh AS Roma dengan nilai transfer 5 juta euro (sekitar Rp 77 miliar).

“Sekarang aku sangat senang karena bisa berada di sini. Hari ini adalah hari pertamaku dan aku berharap segala sesuatunya berjalan seperti yang aku harapkan,” ujar Aleksandar Kolarov dalam sesi wawancara bersama Roma TV.

“Aku sudah bertemu dengan semua orang, juga pelatih (Eusebio) Di Francesco yang aku temui pagi ini. Aku sudah mengenal baik beberapa pemain, hanya beberapa yang lain belum. Tapi, aku sekarang punya waktu untuk mengenal semuanya dengan lebih baik,” tambah Aleksandar Kolarov.

Di AS Roma, Aleksandar Kolarov bisa melakukan reuni dengan Edin Dzeko, yang sebelumnya juga sempat menjadi rekan setimnya saat di Manchester City.

“Aku tetap menjaga hubungan baik dengan Edin Dzeko setelah dia pergi dari Manchester City. Aku bicara dengannya soal AS Roma dan dia mengatakan hal-hal yang baik soal klub ini. Aku sangat bahagia punya kesempatan main bersamanya lagi,” tutur Aleksandar Kolarov.

Kolarov sebelumnya pernah bermain untuk Lazio, rival sekota As Roma di periode 2007-2010. Oleh karena itu, dia tidak akan terkejut jika suatu saat nanti dia mendapatkan cemoohan dari beberapa suporter Lazio begitu resmi bergabung dengan Roma.

“Aku tidak bisa dan tak ingin menyangkal masa laluku bersama Lazio. Tapi, kini aku adalah pemain AS Roma. Dan seperti aku mengeluarkan seluruh kemampuanku ketika masih di Lazio, aku juga akan memberi 100% dan lebih untuk AS Roma,” kata Aleksandar Kolarov.

“Aku pernah punya cerita indah bersama Lazio, tapi yang jelas mulai hari ini mereka adalah rival yang harus aku kalahkan di atas lapangan,” katanya.

Diminati Banyak klub, Sassuolo Takkan Bisa Menahan Berardi Lagi

domenico berardi

 

Striker Sassuolo, Domenico Berardi, belum memastikan klub mana yang akan dia bela musim depan. Dia harus memilih salah satu di antara klub yang meminatinya: AS Roma, Inter Milan, serta klub luar Italia.

Berardi sudah membukukan total 59 gol dari 159 pertandingan di sepanjang kariernya bersama Sassuolo sedari 2012, ketika itu timnya masih bertkompetisi di Serie B. Berkat performanya itu, Berardi pun gencar dirumorkan akan hengkang lantaran ada banyak klub besar yang meminatinya.

Namun Sassuolo senantiasa menepiskan rumor itu dan menegaskan takkan melepaskan si pemain. Walaupun begitu, tampaknya di bursa transfer kali ini mereka akan kehilangan Berardi menyusul hasratnya untuk mencari rintangan baru di klub yang lebih besar.

Lebih lagii manajer inti Sassuolo, Eusebio Di Francesco, baru saja hengkang dari klub itu dan kemudian melatih di Roma. Tentu saja kans Berardi untuk hengkang pun kian terbuka.

Sejumlah klub layaknya Inter dan Roma dikabarkan yang paling serius meminati Berardi sejauh ini, dan ada pula penawaran lainnya untuk tampil di luar Italia. Bahkan, klub besar layaknya Arsenal dan Chelsea dikabarkan mengincarnya.

“Pastinya ada banyak peluang Berardi untuk pergi. Roma dengan Inter yang paling sering dikait-kaitkan, hari ini kami memperoleh penawaran krusial untuknya dari klub luar Italia,” ungkap Petinggi Sassuolo, Giovanni Carnevali, seperti yang dilansir dari salah satu media.

“Kami tak mau melepaskannya begitu saja, namun kami sadar bahwa ada banyak penawaran – dan mengenai hasrat si pemain – maka pastinya akan sangat sulit membuatnya bertahan,” lanjutnya.

“Kami mesti melakukan beberapa evaluasi bersama si pemain sendiri lebih dulu,” katanya mengakhiri.

AS Roma sendiri ingin memproyeksikan Domenico Berardi sebagai pengganti Mohamed Salah, apabila benar-benar direkrut oleh Liverpool nantinya.

AS Roma Angkat Eusebio Di Francesco Jadi Pelatih Baru

 

AS Roma sudah menemukan pelatih baru untuk tim utamanya. Mulai sekarang I Lupi akan dibesut oleh Eusebio Di Francesco hingga 2 musim ke depan.

Roma mengumumkan info pelatih barunya lewat situs resmi klub di Selasa (13/6/2017) kemarin. Di Francesco dipercaya untuk menggantikan Luciano Spalleti, yang angkat kaki di akhir musim lalu dan kini membesut Inter Milan.

“AS Roma dengan senang hati mengkonfirmasi dipilihnya Eusebio Di Francesco sebagai manajer utama yang baru. Di Francesco, 47 tahun, sudah meneken kontrak perdana dengan periode 2 musim dengan Giallorossi yang akan berlangsung sampai musim panas 2019 nanti,” bunyi pernyataan Roma.

Di Francesco sendiri merupakan eks pemain Roma di era 1997-2001. Dia juga ambil bagian dalam tim utama Roma yang menjuarai Liga Italia Serie A di tahun 2001. Menghabiskan 4 musim di Roma, ia mencatatkan total 129 penampilan dan menciptakan 16 gol.

“Saya amat gembira bisa datang lagi ke Roma, untuk melatih klub yang amat berarti bagi saya. Saya amat berterima kasih dengan Presiden (James) Pallotta serta seluruh petinggi untuk semua ini,” kata Di Francesco.

“Saya akan mendedikasikan semuanya dan memastikan tim ini meraih torehan yang seharusnya,” imbuhnya.

Dalam karier Di Francesco sebelumnya, ia sempat dipercaya untuk melatih Virtus Lanciano Pescara, dan Lecce. Akan tetapi, namanya kian terkenal usai menjadi pelaih Sassuolo.

Bahkan, Di Franscesco mampu membawa Sassuolo memuncaki Serie B di musim 2012/2013 dan kemudian dipromosikan di Serie A. Sebenarnya ia sempat diberhentikan Sassuolo di Januari 2014, namun akhirnya dipilih lagi beberapa bulan berselang.

Di musim 2015/2016, Di Francesco mampu mengantarkan Sassuolo finis di peringkat ke-6 klasemen akhir Serie A. Torehan itu pun memastikan mereka lolos ke Liga Europa untuk klub itu. Itu merupakan yang pertama kali untuk Sassuolo bisa tembus ke turnamen Eropa.

Roma ke Urutan 2 Lagi Usai Tundukkan Milan

AS Roma sukses keluar sebagai pemenang saat melawan AC Milan dengan skor akhir 4-1 di depan para penonton Rossoneri. Roma yang bermain lebih unggul terus nampak lebih mengancam saat tengah melancarkan serang.

Melangsungkan laga pada hari Senin (8/5/2017) dinihari WIB, di San Siro, Milan tampilkan skema 3 pemain penyerang. Suso dan Gerard Deulofeu berlali lewat sisi lapangan untuk menolong Gianluca Lapadula yang berstatus sebagai pemberi umpan untuk 2 rekannya itu.

Sedangkan Roma tampil dengan memainkan skema yang hampir sama. Walau Luciano Spalletti menggunakan susunan 4-2-3-1, LEwat prosesnya strategi tersebut memperlihatkan kalau Giallorossi tampil lewat 3 pemain penyerang.

Diego Perotti dan Mohamed Salah amat produktif dalam menjalankan posisinya di sisi lapangan, mengapit Edin Dzeko sebagai target man. Dzeko juga yang awali keunggulan untuk Roma pada menit 8, lalu menambahkan lagi pada menit 28.

Pada babak kedua, Milan pernah tambahkan intensitas dan menambah kecil selisih angka lewat Mario Pasalic. Ingin memutar balik keadaan, Diavolo Rosso malah kemasukan 2 angka tambahan lewat Stephan El Shaarawy dan Daniele De Rossi.

Lewat hasil ini, Roma berada di urutan kedua di klasemen lagi dengan catatan 78 poin lewat 35 pertandingan yang sudah dijalani, menyusul Napoli dengan selisih 1 poin saja. Milan sekarang ini berada di urutan 6 dengan mengumpulkan 59 poin.

Susunan Pemain:

AC Milan: Gianluigi Donnarumma; Mattia De Sciglio, Gabriel Paletta, Cristian Zapata, Leonel Vangioni (Lucas Ocampos 69′); Mario Pasalic, Jose Sosa (Gustavo Gomez 88′), Matias Fernandez (Andrea Bertolacci 46′); Suso, Gianluca Lapadula, Gerard Deulofeu.

AS Roma: Wojciech Szczesny; Juan Jesus, Federico Fazio, Konstantinos Manolas, Emerson; Daniele De Rossi, Leandro Daniel Paredes; Diego Perotti (Stephan El Shaarawy 60′), Radja Nainggolan (Clement Grenier72′), Mohamed Salah; Edin Dzeko (Bruno Peres 84′).

Roma 100% Hari Ini

Performa dari AS Roma ketika menundukkan Bologna mendapat pujian besar dari Luciano Spalletti. Ia menganggap Giallorossi tunjukkan performa oke dari sisi mental dan permainan.

Roma raih hasil positif dengan skor 3-0 ketika melangsungkan laga pada hari Minggu (9/4/2017) malam WIB, di Renato Dall’Ara. Federico Fazio, Mohamed Salah, dan Edin Dzeko yang ciptakan angka pada hasil positif yang diraih itu.

Hasil positif ini memperlihatkan respons baik Roma, setelah sudah pasti tergusur pada babak semifinal Coppa Italia di tengah pekan lalu lewat sang rival satu kota, Lazio. Dengan penampilan di atas lapangan, para anak Ibukota juga dianggap telah bermain apik.

Roma lakukan 11 percobaan dengan 5 di antaranya yang mengarah ke gawang dan 3 di antaranya jadi cetak angka. Sedangkan Bologna lakukan 13 upaya dengan hanya 4 percobaan yangt tepat ke sasaran dan tidak ada yang menjadi angka.

“Para profesional kami harus diberi pujian pada hari ini, sebab mereka mengatasi pukulan mental, melakukan latihan dengan cara yang pas, hadir melangsungkan laga pada keadaan udara yang mengejutkan, dan mereka tampil 100%,” ujar Spalletti.

Hasil ini mempertahankan jarak dengan Juventus di urutan teratas klasemen masih 6 poin, di mana Roma berada di urutan 2 dengan mengumpulkan 71 poin lewat 31 laga. Spalletti yakin peluang menyusul sangat lebar, ditambah mereka masih bakal berhadapan dengan Bianconeri tengah bulan berikutnya.

“Kami perlu lakukan usaha sebagus mungkin. Saya terus percaya tentang sebuah incaran selama dengan matematika masih bisa terjadi. Kami perlu membiasakan jadi konsisten,” ucap Spalletti.

“Ada 7 pertandingan lagi, jika kami bermain oke maka ada banyak hal baik pada kampanye ini. Kami perlu selalu merasa yakin, pertahankan konsentrasi pada tingkat yang pas, dan berhadapan dengan tiap lawan dengan pendekatan yang sarupa, tanpa memilih pada level kesulitan,” kata dia.