Tag Archives: Barca

Madrid Sekarang Seperti Barca’nya Guardiola

Real madrid

Real Madrid sudah berhasil meraih trofi pertamanya musim ini dengan menjuarai Piala Super Eropa. Menurut mantan manajernya, Vicente del Bosque, Real Madrid bisa disejajarkan dengan Barcelona di era kepemimpinan Josep Guardiola.

Titel itu diraih Real Madrid setelah menghempaskan Manchester United 2 – 1 di Skopje, Makedonia, beberapa hari silam. Dengan demikian, El Real telah merebut enam trofi sejak ditangani oleh Zinedine Zidane pada 2015, termasuk dua gelar Liga Champions beruntun dan La Liga musim lalu.

Real Madrid kini menatap Piala Super Spanyol yang mulai diselengarakan pada akhir pekan ini. Pembicaraan mengenai memenangi sextete mencuat, seperti yang pernah diraih oleh Barcelona di bawah kepemimpinan Guardiola pada 2009.

Untuk mewujudkannya, Los Galacticos harus bisa mengalahkan musuh bebuyutan mereka, Barcelona di putaran pertama di Camp Nou, Senin (14 Agustus 2017) dinihari WIB dan putaran kedua di Santiago Bernabeu, tiga hari berikutnya.

Del Bosque pernah memenangkan Piala Dunia dan Piala Eropa dengan tim nasional Spanyol, serta dua Liga Champions bersama El Real. Dia mengatakan, kini waktunya mulai membandingkan pencapaian anak-anak asuh Zidane dan Guardiola.

“Dengan Josep Guardiola, FC Barcelona pernah menjalani periode yang luar biasa, dengan hasil-hasil yang luar biasa pula. Tapi sekarang di Real Madris situasinya serupa” jelas Vicente del Bosque kepada El Larguero yang dikutip ESPNFC.

“Memang tidak sepenuhnya sama, karena ada dua pelatih yang berbeda. Namun, kedua pelatih itu bisa mengeluarkan kemampuan terbaik para pemainnya.”

“Real Madrid punya squad yang sangat bagus musim ini, orang-orang yang bekerja keras dan punya kualitas tinggi. Di sekitar mereka memiliki tim yang sangat bagus, di sektor penyerangan maupun sektor pertahanan. Fakta memperlihatkan bahwa mereka sekarang adalah tim terbaik di Eropa.”

“Real Madrid sedang ada dalam situasi yang sangat bagus, dan mereka sudah berhasil memenangkan banyak trofi. Sejak diambil alih Zinedine Zidane, mereka berjalan di jalur yang impresif,” Vicente del Bosque menambahkan.

Wenger Anggap Transfer Neymar Tak Masuk Akal

Neymar

Pelatih Arsenal, Arsene Wenger menduga ada tujuan terselubung dalam prekrutan Neymar oleh Paris Saint-Germain. Wenger menduga perekrutan Neymar ini sedikit berbau politis. Ia menilai transfer pemain tim nasional Brasil itu tidak masuk akal.

PSG sudah diambang pintu untuk mendatangkan Neymar dari Barcelona. Klub raksasa Ligue 1 itu telah menebus klausul pelepasannya yang ada di angka 222 juta euro atau setara dengan Rp 3,5 triliun.

Banyak penilaian bahwa transfer Neymar ke PSG didasari keinginan dari sang pemilik, Nasser Al-Khelaifi, meningkatkan eksistensi negara asalnya, Qatar. Merekrut pemain termahal dunia dinilai bisa meningkatkan martabat negara teluk tersebut.

Transfer Neymar ke PSG sendiri sudah coba dicegah melalui aturan Financial Fair Play namun pada akhirnya juga tidak membuahkan hasil. Wenger menilai hal itu memang tidak berarti.

“Menurut saya, transfer Neymar adalah konsekuensi kepemilikan klub yang sudah mengubah total tatanan sepakbola dalam 15 tahun terakhir. Saat sebuah negara memiliki klub, semuanya bisa saja terjadi,” ungkap Arsene Wenger seperti dilansir Independent.

“Financial Fair Play tidak akan terlalu banyak berpengaruh sebab ada banyak jalan lain untuk suatu negara mendapatkan pemain yang bisa merepresentasikan negara itu sendiri,” kata Arsene Wenger menambahkan.

Menurut Wenger, kasus transfer Neymar sudah berada di luar logika. Manajer berkebangsaan Prancis ini juga menilai sepakbola bukanlah tempat untuk berinvestasi.

“Angka-angka sebesar ini melibatkan harga diri, dan minat publik, dan anda jadi tidak bisa lagi berpikir dengan akal sehat. Anda tidak bisa membenarkan investasi, itu tidak biasa untuk permainan ini,” kata Wenger melanjutkan.

“Itulah mengapa saya selalu mendukung sepakbola untuk tetap hidup dengan sumber dayanya sendiri. Terlepas dari itu, kita tidak lagi berada di periode yang berpikir ‘kalau saya menaruh investasi di sini, saya akan mendapatkan hasilnya’. Kita sudah lebih dari itu,” tutup Arsene Wenger.

Cillessen Masih Sangat Betah Di Barca

jasper cillessen

Penjaga gawang Barcelona, Jasper Cillessen menepis gosip yang menyebut dia akan hengkang ke Crystal Palace di musim panas ini. Kiper tim nasional Belanda itu mengaku masih sangat betah bermain di Barcelona.

Sejak direkrut oleh Barca dari Ajax Amsterdam pada musim panas tahun lalu, Cillessen tidak mendapat kepercayaan untuk menjadi kiper utama dan cuma menjadi pelapis Marc-Andre ter Stegen. Kiper berusia 28 tahun itu hanya tampil pada sepuluh pertandingan di sepanjang musim 2016/2017.

Minimnya kesempatan bermain di Barca memunculkan spekulasi Jasper Cillessen mulai menimbang opsi untuk hijrah dari Camp Nou. Crystal Palace dilaporkan tertarik untuk mendatangkan penjaga gawang berusia 28 tahun itu. The Eagles saat ini ditangani oleh Frank de Boer, mantan pelatih Cillessen di Ajax.

Namun, Cillessen mengaku tidak punya rencana sedikitpun untuk angkat koper dari Camp Nou dan melakukan reuni dengan De Boer di Selhurst Park.

“Saya tidak berbicara apapun dengan Frank. Saya kenal dia dengan baik, tapi saya tidak bicara dengannya soal masa depan saya. Tapi yang pasti saya tidak akan pergi. Saya sangat bahagia di sini” ujar Jasper Cillessen seperti yang dilansir dari Soccerway.

Cillessen merasa tak harus meninggalkan Barca untuk mendapatkan kesempatan main lebih banyak. Pemain yang lahir di kota Nijmegen ini mengaku selalu bekerja keras dalam latihan demi mendapatkan kepercayaan dari pelatih.

“Saya bicara banyak dengan pelatih baru Belanda dan dia bilang pada saya bahwa kita harus menunjukkan kualitas kita setiap hari dan itulah yang akan saya lakukan. Saya bermain di dua laga bersama tim nasional Belanda saat jeda internasional dan itulah yang saya lakukan di tempat latihan dan dalam laga-laga Copa del Rey bersama Barcelona,” tuturnya.

“Saya ingin mendapatkan jam bermain yang lebih banyak, tapi itu semua bergantung pada pelatih (Ernesto Valverde). Semua pemain tentu ingin sesering mungkin bermain,” tutup Jasper Cillessen.

Deulofeu Akan Bekerja Keras Rebut Tempat Di Tim Inti Barca

gerard deulofeu

Gerard Deulofeu akan kembali memperkuat Barcelona pada musim depan setelah dalam beberapa tahun terakhir ini memperkuat klub lain. Winger berusia 23 tahun tersebut mengaku sudah ada banyak perkembangan dalam performanya.

Barca membawa Deulofeu pulang ke Camp Nou dari Everton setelah mengaktifkan klausul buyback-nya. Penampilan impresif yang ditunjukkan oleh sang pemain ketika menjalani peminjaman di AC Milan pada paruh kedua musim lalu dinilai sudah membuat Barca terkesan.

Selama memperkuat Il Divolo Rosso sejak bulan Januari silam sampai akhir musim, Deulofeu tampil di 17 pertandingan di Serie A dengan mencetak empat gol dan tiga assist.

Gerard Deulofeu ditawari kontrak berdurasi dua tahun oleh Barca dan sudah resmi menandatanganinya pada Jumat (14 Juli 2017) kemarin. Dia mengaku antusias dengan kesempatan keduanya di Blaugrana.

“Saya selalu menyimpan impian untuk pulang ke sini. Saya harus bekerja keras di luar Barca, karena sangat sulit untuk menembus tim inti di sini, tapi saya sangat antusias kembali ke sini,” ujar Gerard Deulofeu yang dikutip Sport.

Gerard Deulofeu merupakan alumi dari akademi sepakbola Barca, La Masia dan melakoni debut di tim utama pada Agustus 2011 silam. Dia dipinjamkan ke Everton pada musim 2013/2014 dan kemudian ke Sevilla pada musim berikutnya. Pada musim 2015/2016, dia direkrut Everton secara permanen.

“Saya percaya ini semua akan berjalan baik. Saya sudah banyak berubah, saya punya pengalaman yang berbeda-beda dan saya pikir saya sudah lebih baik sebagai seorang pribadi maupun sebagai pemain. Saya adalah pemain yang berbeda dan saya akan berusaha untuk membantu tim,” tambah Deulofeu.

Di Barca, Deulofeu harus bekerja keras agar bisa memperoleh tempat di tim utama karena timnya saat ini diperkuat oleh trio terbaik di dunia, Lionel Messi, Luis Suarez, dan Neymar di sektor penyerangan.

“Saya tahu akan ada persaingan internal di dalam tim, namun saya akan bekerja keras setiap harinya dan berusaha untuk belajar dari pemain-pemain terbaik dan membantu tim memenangkan banyak gelar,” tutup Gerard Deulofeu.

Tiga Tahun Dilatih Enrique, Ini Kata Luis Suarez

Luis Suarez

Tiga tahun dilatih oleh Luis Enrique di Barcelona, Luis Suarez mengaku mendapatkan banyak pelajaran. Kali ini Suarez ingin bercerita mengenai pelajaran apa saja yang sudah dia dapatkan selama bermain di bawah komando Enrique.

Enrique saat ini sudah resmi meninggalkan kursi pelatih Barca. Datang ke Camp Nou sebagai manajer di musim panas 2014 silam, Enrique kemudian memutuskan untuk tidak memperpanjang kontraknya yang habis di akhir musim 2016/2017.

Selama tiga tahun bermain di bawah asuhan Enrique, Suarez mengaku memperoleh banyak pelajaran. Satu hal yang paling penting menurut penyerang tim nasional Uruguay itu adalah Enrique merubah karakternya menjadi lebih kalem di atas lapangan.

“Dia selalu menasehati saya untuk tidak membuang-buang energi dengan berdebat dengan ofisial karena itu akan berpengaruh dengan kerja tim. Dan menyadari agar menekan dan membantu rekan-rekan satu tim itu menguntungkan saya,” ujar Luis Suarez seperti yang dilansir dari Sport.

“Luis Enrique memberi saya banyak pelajaran, walaupun masalahnya sebenarnya bukan itu. Tentu saja dalam urusan sepakbola, dia juga berpikir ke depan jadi dia tahu apa saja yang harus saya lakukan untuk menguntungkan tim,” lanjut Luis Suarez.

“Ada beberapa situasi ketika saya kehilangan bola, Luis Enrique banyak menasehati saya untuk mengatasi persoalan itu. Saya dulunya adalah pemain yang kehilangan bola kemudian menyerah, menunggu serangan berikutnya, namun dia banyak mengajari saya bagaimana menekan setelah kehilangan bola.”

Tiga tahun kepemimpinan Luis Enrique di Barca bisa dibilang sukses bersar. Enrique mengantarkan Barca memenangkan banyak gelar bergengsi, termasuk treble winner pada 2014/2015. Namun, walaupun menjuarai Copa del Rey di musim terakhirnya, Enrique gagal mengantarkan Lionel Messi dan kawan-kawan mempertahankan titel La Liga.

Belum diketahui klub mana yang akan dituju oleh Luis Enrique selanjutnya. Namun manajer berkebangsaan Catalan ini mengatakan dia ingin bersitirahat sejenak karena melatih klub sebesar Barca diakuinya sangat menguras tenaga dan pikirannya. Selalu kunjungi website kami, karena akan ada banyak review untuk kamu yang menyukai taruhan bola online agar prediksi kamu tepat.