Tag Archives: Barcelona

Barcelona dan PSG Belum Tentukan Nasib Neymar

Barcelona akhirnya menentukan keputusan mereka terkait Neymar. Barca disebutkan akan terus berupaya mendapatkan pemain Brasil tersebut. Hal ini cukup mengejutkan namun juga menjadi berita yang menggembirakan bagi fans Barca.

Petinggi Barcelona yakni Josep Maria Bartomeu akan langsung memimpin proses perpindahan Neymar ke Camp Nou, dan juga akan melakukan tahap negosiasi dengan pemilik PSG, yakni Nasser Al-Khelaifi demi melaksanakan proses transfer yang lebih baik dan cepat.

Sampai saat ini, Barça masih memberikan usulan kesepakatan dengan pergantian pemain pada pihak Paris Saint-Germain. Namun, sepertinya Les Parisiens lebih suka jika diberikan uang. Ini juga membeberkan jika strategi transfer Catalan tersebut memang untuk mendapatkan Neymar.

Ney sebelumnya dikabarkan sangat ingin pindah dari PSG. Dirinya sudah lama memberikan tanda tidak nyaman bermain di klub kaya raya tersebut. Bahkan, dalam momen terbaiknya di Paris Saint-Germain, dia tetap sangat ingin kembali menjadi pemain Barcelona.

Pemain dari timnas Brasil tersebut disebutkan sudah bertemu dengan staf PSG dan membicarakan posisinya di tim. Disebutkan juga jika kedua pihak berada dalam suasana yang kurang nyaman.

Untuk sekarang, Neymar menyebutkan jika dirinya optimis ingin meninggalkan Paris. Namun, klub Ligue 1 itu belum dapat memberikan lampu hijau padanya. Direktur olahraga PSG, yakni Leonardo membeberkan terkait posisi klub pada pemain ini dan Ney dapat meninggalkan klub jika pihak Barcelona menyiapkan syarat dari mereka.

Senin waktu setempat kemarin, Neymar kembali melakuakn diskusi selama tiga jam bersama Leonardo. Dalam tahapa pembicaraan itu, Ney dan pihak klubnya mengungkapkan jika mereka sama-sama menginginkan jalan keluar yang tidak merugikan pihak manapun.

Pemain 27 tahun tersebut berangkat dari Sao Paulo menuju Paris dan sampai pada pukul 07.30, Senin pagi waktu setempat. Ia kemudian bersiap menjalani latihan sekitar pukul 9.00 pagi.

Ney sendiri mendapat sanksi indisipliner karena keterlambatan pemain tersebut bergabung untuk sesi latihan mereka. Walau begitu, sang pemain bersikeras jika dia sudah mengajukan cuti tambahan karena Ney bermain dalam acara turnamen tahunan Red Bull Neymar Jr.

Saat ini, suasana pemain dan klub memang semakin panas, itu juga yang membuat pemain yang pernah memperkuat Santos ini ingin segera hengkang dari klub Prancis ini. 

Di sisi lain, Paris Saint-Germain tengah bersiap menjalani tur pramusim mereka menuju Jerman dan akan melawan Dynamo Dresden pada Selasa (16/7). Dan jelas jika Neymar tidak ikut serta dalam tur pramusim tersebut.

Ivan Rakitic Hengkang dari Barcelona, Ini Syaratnya!

Ivan Rakitic

Ivan Rakitic pada akhirnya akan meninggalkan Barcelona di penghujung musim ini. Akan tetapi, Camp Nou akan segera memberikan syarat dalam proses perpindahan pemain dari timnas Kroasia tersebut.

Syarat perpindahan Ivan Rakitic adalah Barcelona hanya akan menjual pemain ini jika terdapat penawaran yang pas dan menguntungkan untuk klub tersebut. Dengan begitu, mereka akan menjual pemain 31 tahun tersebut dengan senang hati.

Pelatih Barcelona, yakni Ernesto Valverde awalnya tidak setuju dengan keputusan pihak klub dengan menjual Rakitic di musim ini. Namun, dirinya tidak memiliki kekuatan untuk menentangnya. Rakitic sendiri menjadi pemain andalan tim ini sejak bermain dari tahun 2014 lalu.

Sebelumnya, pemain yang pernah memperkuat Sevilla tersebut mengatakan jika dirinya nyaman dan masih akan terus bermain di Barca. Akan tetapi, Valverde sudah berupaya untuk menjaganya walau pada kahirnya pelatih dari Spanyol tersebut harus rela jika pihak klub ingin mendapatkan keuntungan dengan menjual pemain ini.

Ernesto Valverde sejatinya sudah mendapatkan ‘lampu hijau’ untuk Ivan Rakitic namun, dengan syarat harus mendapatkan klub yang pas yang menjadi tempat Rakitic selanjutnya. Selain itu, klub tersebut juga harus mau menerima permintaan Barca yakni dengan nilai nominal yang tidak kecil mengingat pemain ini merupakan pemain penting dalam skuad Valverde saat ini.

Dalam proses pembicaraan Valverde dan presiden klub, yakni Josep Maria Bartomeu, di minggu lalu. Mereka membicarakan kemungkinan akan mendapatakn beberapa pemain baru dan menjual pemain lainnnya atau pemain lama di musim panas ini.

Rakitic sendiri masih memiliki kontrak sampai tahun 2021 yang akan datang dan masih ingin berjuang di Camp Nou, hal ini jelas didukung oleh Valverde. Bahkan, pelatih Barcelona ini hanya ingin menjualnya jika dia mendapatkan pemain pengganti sekelas Rakitic.

Saat ini, Rakitic masih menjalani musim liburan di Dubai. Dia menjadi pemain yang mendapat gaji tinggi di Camp Nou dan Barca optimis dapat memperoleh modal kembali dengan menjualnya. Sampai saat ini, klub Liga Premier dan Serie A menjadi klub incaran Barca untuk mendapat pemain ini dengan harga yang tinggi. Manchester United selama ini juga sangat menginginkan pemain Kroasia tersebut. Dan kini, hal yang akan dilakukan adalah menyakinkan pemain untuk pindah klub.  

Barcaleno sendiri hanya dapat menyediakan senilai 100 juta Euro di musim panas ini, karena adanya batasan Financial Fair Play (FFP). Hal ini menjadi alasan mereka ingin mendapatkan pemain lain dan melepas pemain lama mereka. Sebagian dana akan mereka peroleh dari hasil melepas para pemain lama tersebut.

Madrid Sekarang Seperti Barca’nya Guardiola

Real madrid

Real Madrid sudah berhasil meraih trofi pertamanya musim ini dengan menjuarai Piala Super Eropa. Menurut mantan manajernya, Vicente del Bosque, Real Madrid bisa disejajarkan dengan Barcelona di era kepemimpinan Josep Guardiola.

Titel itu diraih Real Madrid setelah menghempaskan Manchester United 2 – 1 di Skopje, Makedonia, beberapa hari silam. Dengan demikian, El Real telah merebut enam trofi sejak ditangani oleh Zinedine Zidane pada 2015, termasuk dua gelar Liga Champions beruntun dan La Liga musim lalu.

Real Madrid kini menatap Piala Super Spanyol yang mulai diselengarakan pada akhir pekan ini. Pembicaraan mengenai memenangi sextete mencuat, seperti yang pernah diraih oleh Barcelona di bawah kepemimpinan Guardiola pada 2009.

Untuk mewujudkannya, Los Galacticos harus bisa mengalahkan musuh bebuyutan mereka, Barcelona di putaran pertama di Camp Nou, Senin (14 Agustus 2017) dinihari WIB dan putaran kedua di Santiago Bernabeu, tiga hari berikutnya.

Del Bosque pernah memenangkan Piala Dunia dan Piala Eropa dengan tim nasional Spanyol, serta dua Liga Champions bersama El Real. Dia mengatakan, kini waktunya mulai membandingkan pencapaian anak-anak asuh Zidane dan Guardiola.

“Dengan Josep Guardiola, FC Barcelona pernah menjalani periode yang luar biasa, dengan hasil-hasil yang luar biasa pula. Tapi sekarang di Real Madris situasinya serupa” jelas Vicente del Bosque kepada El Larguero yang dikutip ESPNFC.

“Memang tidak sepenuhnya sama, karena ada dua pelatih yang berbeda. Namun, kedua pelatih itu bisa mengeluarkan kemampuan terbaik para pemainnya.”

“Real Madrid punya squad yang sangat bagus musim ini, orang-orang yang bekerja keras dan punya kualitas tinggi. Di sekitar mereka memiliki tim yang sangat bagus, di sektor penyerangan maupun sektor pertahanan. Fakta memperlihatkan bahwa mereka sekarang adalah tim terbaik di Eropa.”

“Real Madrid sedang ada dalam situasi yang sangat bagus, dan mereka sudah berhasil memenangkan banyak trofi. Sejak diambil alih Zinedine Zidane, mereka berjalan di jalur yang impresif,” Vicente del Bosque menambahkan.

Wenger Anggap Transfer Neymar Tak Masuk Akal

Neymar

Pelatih Arsenal, Arsene Wenger menduga ada tujuan terselubung dalam prekrutan Neymar oleh Paris Saint-Germain. Wenger menduga perekrutan Neymar ini sedikit berbau politis. Ia menilai transfer pemain tim nasional Brasil itu tidak masuk akal.

PSG sudah diambang pintu untuk mendatangkan Neymar dari Barcelona. Klub raksasa Ligue 1 itu telah menebus klausul pelepasannya yang ada di angka 222 juta euro atau setara dengan Rp 3,5 triliun.

Banyak penilaian bahwa transfer Neymar ke PSG didasari keinginan dari sang pemilik, Nasser Al-Khelaifi, meningkatkan eksistensi negara asalnya, Qatar. Merekrut pemain termahal dunia dinilai bisa meningkatkan martabat negara teluk tersebut.

Transfer Neymar ke PSG sendiri sudah coba dicegah melalui aturan Financial Fair Play namun pada akhirnya juga tidak membuahkan hasil. Wenger menilai hal itu memang tidak berarti.

“Menurut saya, transfer Neymar adalah konsekuensi kepemilikan klub yang sudah mengubah total tatanan sepakbola dalam 15 tahun terakhir. Saat sebuah negara memiliki klub, semuanya bisa saja terjadi,” ungkap Arsene Wenger seperti dilansir Independent.

“Financial Fair Play tidak akan terlalu banyak berpengaruh sebab ada banyak jalan lain untuk suatu negara mendapatkan pemain yang bisa merepresentasikan negara itu sendiri,” kata Arsene Wenger menambahkan.

Menurut Wenger, kasus transfer Neymar sudah berada di luar logika. Manajer berkebangsaan Prancis ini juga menilai sepakbola bukanlah tempat untuk berinvestasi.

“Angka-angka sebesar ini melibatkan harga diri, dan minat publik, dan anda jadi tidak bisa lagi berpikir dengan akal sehat. Anda tidak bisa membenarkan investasi, itu tidak biasa untuk permainan ini,” kata Wenger melanjutkan.

“Itulah mengapa saya selalu mendukung sepakbola untuk tetap hidup dengan sumber dayanya sendiri. Terlepas dari itu, kita tidak lagi berada di periode yang berpikir ‘kalau saya menaruh investasi di sini, saya akan mendapatkan hasilnya’. Kita sudah lebih dari itu,” tutup Arsene Wenger.

Cillessen Masih Sangat Betah Di Barca

jasper cillessen

Penjaga gawang Barcelona, Jasper Cillessen menepis gosip yang menyebut dia akan hengkang ke Crystal Palace di musim panas ini. Kiper tim nasional Belanda itu mengaku masih sangat betah bermain di Barcelona.

Sejak direkrut oleh Barca dari Ajax Amsterdam pada musim panas tahun lalu, Cillessen tidak mendapat kepercayaan untuk menjadi kiper utama dan cuma menjadi pelapis Marc-Andre ter Stegen. Kiper berusia 28 tahun itu hanya tampil pada sepuluh pertandingan di sepanjang musim 2016/2017.

Minimnya kesempatan bermain di Barca memunculkan spekulasi Jasper Cillessen mulai menimbang opsi untuk hijrah dari Camp Nou. Crystal Palace dilaporkan tertarik untuk mendatangkan penjaga gawang berusia 28 tahun itu. The Eagles saat ini ditangani oleh Frank de Boer, mantan pelatih Cillessen di Ajax.

Namun, Cillessen mengaku tidak punya rencana sedikitpun untuk angkat koper dari Camp Nou dan melakukan reuni dengan De Boer di Selhurst Park.

“Saya tidak berbicara apapun dengan Frank. Saya kenal dia dengan baik, tapi saya tidak bicara dengannya soal masa depan saya. Tapi yang pasti saya tidak akan pergi. Saya sangat bahagia di sini” ujar Jasper Cillessen seperti yang dilansir dari Soccerway.

Cillessen merasa tak harus meninggalkan Barca untuk mendapatkan kesempatan main lebih banyak. Pemain yang lahir di kota Nijmegen ini mengaku selalu bekerja keras dalam latihan demi mendapatkan kepercayaan dari pelatih.

“Saya bicara banyak dengan pelatih baru Belanda dan dia bilang pada saya bahwa kita harus menunjukkan kualitas kita setiap hari dan itulah yang akan saya lakukan. Saya bermain di dua laga bersama tim nasional Belanda saat jeda internasional dan itulah yang saya lakukan di tempat latihan dan dalam laga-laga Copa del Rey bersama Barcelona,” tuturnya.

“Saya ingin mendapatkan jam bermain yang lebih banyak, tapi itu semua bergantung pada pelatih (Ernesto Valverde). Semua pemain tentu ingin sesering mungkin bermain,” tutup Jasper Cillessen.

Deulofeu Akan Bekerja Keras Rebut Tempat Di Tim Inti Barca

gerard deulofeu

Gerard Deulofeu akan kembali memperkuat Barcelona pada musim depan setelah dalam beberapa tahun terakhir ini memperkuat klub lain. Winger berusia 23 tahun tersebut mengaku sudah ada banyak perkembangan dalam performanya.

Barca membawa Deulofeu pulang ke Camp Nou dari Everton setelah mengaktifkan klausul buyback-nya. Penampilan impresif yang ditunjukkan oleh sang pemain ketika menjalani peminjaman di AC Milan pada paruh kedua musim lalu dinilai sudah membuat Barca terkesan.

Selama memperkuat Il Divolo Rosso sejak bulan Januari silam sampai akhir musim, Deulofeu tampil di 17 pertandingan di Serie A dengan mencetak empat gol dan tiga assist.

Gerard Deulofeu ditawari kontrak berdurasi dua tahun oleh Barca dan sudah resmi menandatanganinya pada Jumat (14 Juli 2017) kemarin. Dia mengaku antusias dengan kesempatan keduanya di Blaugrana.

“Saya selalu menyimpan impian untuk pulang ke sini. Saya harus bekerja keras di luar Barca, karena sangat sulit untuk menembus tim inti di sini, tapi saya sangat antusias kembali ke sini,” ujar Gerard Deulofeu yang dikutip Sport.

Gerard Deulofeu merupakan alumi dari akademi sepakbola Barca, La Masia dan melakoni debut di tim utama pada Agustus 2011 silam. Dia dipinjamkan ke Everton pada musim 2013/2014 dan kemudian ke Sevilla pada musim berikutnya. Pada musim 2015/2016, dia direkrut Everton secara permanen.

“Saya percaya ini semua akan berjalan baik. Saya sudah banyak berubah, saya punya pengalaman yang berbeda-beda dan saya pikir saya sudah lebih baik sebagai seorang pribadi maupun sebagai pemain. Saya adalah pemain yang berbeda dan saya akan berusaha untuk membantu tim,” tambah Deulofeu.

Di Barca, Deulofeu harus bekerja keras agar bisa memperoleh tempat di tim utama karena timnya saat ini diperkuat oleh trio terbaik di dunia, Lionel Messi, Luis Suarez, dan Neymar di sektor penyerangan.

“Saya tahu akan ada persaingan internal di dalam tim, namun saya akan bekerja keras setiap harinya dan berusaha untuk belajar dari pemain-pemain terbaik dan membantu tim memenangkan banyak gelar,” tutup Gerard Deulofeu.

Barcelona Berikan Kontrak Baru Untuk Lionel Messi?

Barcelona kabarnya telah mencapai kesepakatan untuk kontrak baru Lionel Messi. Dalam kontrak barunya itu disisipkan klausul lepas yang baru dengan tebusan sebesar Rp 4,5 triliun.

Kontrak Messi di Barcelona sejatinya baru akan habis di tahun 2018 nanti. Walaupun begitu, pihak klub tetap menyodorkan kontrak baru untuk pemain topnya itu.

Beberapa waktu lalu, Messi memang sempat digosipkan ingin pindah ke klub lain. Manchester City dikabarkan jadi salah satu peminat si pemain, ada pula ketertarikan dari klub Liga China. Alhasil, normal saja kalau Barca mencoba memagari si pemain dengan memberikan kontrak baru.

Berdasarkan laporan yang dilansir dari salah satu media, Messi dengan Barca disebut sudah bersepakat untuk memberikan konrak baru. Tepatnya dengan jangka waktu selama 3 tahun, maka Messi pun akan berseragam dengan Blaugrana hingga tahun 2021 mendatang dan ada opsi tambahan semusim lagi.

Kontraknya barunya itu pun disisipkan klausul lepas dengan harga yang superior, yakni sekitar 300 juta euro ataupun sebesar Rp 4,5 Trilin. Namun ada laporan lebih detail terkait gaji baru yang ditawarkan oleh Barca untuk Messi.

Messi sendiri tengah sibuk menjalani hooneymoon bersama kekasihnya, Antonella Roccuzzo. Mereka baru saja menggelar pernikahan di Rosario, Argentina, tepatnya di 30 Juni kemarin.

Tiga Tahun Dilatih Enrique, Ini Kata Luis Suarez

Luis Suarez

Tiga tahun dilatih oleh Luis Enrique di Barcelona, Luis Suarez mengaku mendapatkan banyak pelajaran. Kali ini Suarez ingin bercerita mengenai pelajaran apa saja yang sudah dia dapatkan selama bermain di bawah komando Enrique.

Enrique saat ini sudah resmi meninggalkan kursi pelatih Barca. Datang ke Camp Nou sebagai manajer di musim panas 2014 silam, Enrique kemudian memutuskan untuk tidak memperpanjang kontraknya yang habis di akhir musim 2016/2017.

Selama tiga tahun bermain di bawah asuhan Enrique, Suarez mengaku memperoleh banyak pelajaran. Satu hal yang paling penting menurut penyerang tim nasional Uruguay itu adalah Enrique merubah karakternya menjadi lebih kalem di atas lapangan.

“Dia selalu menasehati saya untuk tidak membuang-buang energi dengan berdebat dengan ofisial karena itu akan berpengaruh dengan kerja tim. Dan menyadari agar menekan dan membantu rekan-rekan satu tim itu menguntungkan saya,” ujar Luis Suarez seperti yang dilansir dari Sport.

“Luis Enrique memberi saya banyak pelajaran, walaupun masalahnya sebenarnya bukan itu. Tentu saja dalam urusan sepakbola, dia juga berpikir ke depan jadi dia tahu apa saja yang harus saya lakukan untuk menguntungkan tim,” lanjut Luis Suarez.

“Ada beberapa situasi ketika saya kehilangan bola, Luis Enrique banyak menasehati saya untuk mengatasi persoalan itu. Saya dulunya adalah pemain yang kehilangan bola kemudian menyerah, menunggu serangan berikutnya, namun dia banyak mengajari saya bagaimana menekan setelah kehilangan bola.”

Tiga tahun kepemimpinan Luis Enrique di Barca bisa dibilang sukses bersar. Enrique mengantarkan Barca memenangkan banyak gelar bergengsi, termasuk treble winner pada 2014/2015. Namun, walaupun menjuarai Copa del Rey di musim terakhirnya, Enrique gagal mengantarkan Lionel Messi dan kawan-kawan mempertahankan titel La Liga.

Belum diketahui klub mana yang akan dituju oleh Luis Enrique selanjutnya. Namun manajer berkebangsaan Catalan ini mengatakan dia ingin bersitirahat sejenak karena melatih klub sebesar Barca diakuinya sangat menguras tenaga dan pikirannya. Selalu kunjungi website kami, karena akan ada banyak review untuk kamu yang menyukai taruhan bola online agar prediksi kamu tepat.

Christian Eriksen Buka Peluang Untuk Barcelona

 

Pemain tengah Tottenham Hotspur, Christian Eriksen, membuka pintu untuk Barcelona. Menurutnya, sulit bagi pemain untuk menolak penawaran dari klub sebesar Barca.

Eriksen mampu tampil cemerlang dengan Spurs sedari direkrut dari Ajax Amsterdam di bursa transfer 2013 lalu. Pesepakbola asal Denmark itu sudah membukukan total 31 gol serta 41 assist dalam 134 pertandingannya di Liga Inggris, Premier League.

Di musim 2016/2017, Eriksen mencapai performa terbaiknya sedari berkiprah di Premier League dengan menorehkan total 8 gol serta 15 assist di sepanjang musim ini.

Dengan perperforma okenya itu, akhir-akhir ini Barcelona dirumorkan meminati jasa si pemain. Bahkan, Blaugrana digadang-gadang akan membawa pulang Eriksen di bursa transfer kali ini.

Terkait rumor transfer itu, Eriksen mengungkapkan kalau ia akan mempertimbangkannya lagi untuk pindah apabila Barca betul-betul meminatinya.

Lebih lagi, Eriksen paling tidak sudah mengetahui seperti apa jenis pelatihan di Barca. Pasalnya, di saat masih remaja ia sempat menjalani trial dengan Barca. Namun di akhirnya, Ajax Amsterdam memberikan penawaran untuk si pemain di tahun 2008.

“Saya sempat ke sana (menjalani trial ketika remaja) di satu kesempatan, lalu hasilnya tak berlangsung dengan oke. Namun Barcelona merupakan klub yang amat superior – saya kira takkan ada banyak pemain yang bakal menolak Barcelona,” ucap Eriksen seperti yang dilansir dari salah satu media.

“Akan tetapi, terdapat ‘minat’ dan lalu ada minat yang konkret. Hingga nantinya ada minat yang konkret, saya tidak memiliki komentar terkait hal itu,” lanjutnya.

“Di masa depan, saya melihat diriku ada di tingkat paling tinggi. Itulah yang saya impikan selama ini. Hal itu bisa saja terjadi dalam 2 hingga 3 tahun mendatang,” ujar Eriksen.

Di sisi lain, sejatinya Christian Eriksen masih terikat kontrak dengan Tottenham Hotspur sampai tahun 2020 nanti.