Tag Archives: Barcelona

Tiga Tahun Dilatih Enrique, Ini Kata Luis Suarez

Luis Suarez

Tiga tahun dilatih oleh Luis Enrique di Barcelona, Luis Suarez mengaku mendapatkan banyak pelajaran. Kali ini Suarez ingin bercerita mengenai pelajaran apa saja yang sudah dia dapatkan selama bermain di bawah komando Enrique.

Enrique saat ini sudah resmi meninggalkan kursi pelatih Barca. Datang ke Camp Nou sebagai manajer di musim panas 2014 silam, Enrique kemudian memutuskan untuk tidak memperpanjang kontraknya yang habis di akhir musim 2016/2017.

Selama tiga tahun bermain di bawah asuhan Enrique, Suarez mengaku memperoleh banyak pelajaran. Satu hal yang paling penting menurut penyerang tim nasional Uruguay itu adalah Enrique merubah karakternya menjadi lebih kalem di atas lapangan.

“Dia selalu menasehati saya untuk tidak membuang-buang energi dengan berdebat dengan ofisial karena itu akan berpengaruh dengan kerja tim. Dan menyadari agar menekan dan membantu rekan-rekan satu tim itu menguntungkan saya,” ujar Luis Suarez seperti yang dilansir dari Sport.

“Luis Enrique memberi saya banyak pelajaran, walaupun masalahnya sebenarnya bukan itu. Tentu saja dalam urusan sepakbola, dia juga berpikir ke depan jadi dia tahu apa saja yang harus saya lakukan untuk menguntungkan tim,” lanjut Luis Suarez.

“Ada beberapa situasi ketika saya kehilangan bola, Luis Enrique banyak menasehati saya untuk mengatasi persoalan itu. Saya dulunya adalah pemain yang kehilangan bola kemudian menyerah, menunggu serangan berikutnya, namun dia banyak mengajari saya bagaimana menekan setelah kehilangan bola.”

Tiga tahun kepemimpinan Luis Enrique di Barca bisa dibilang sukses bersar. Enrique mengantarkan Barca memenangkan banyak gelar bergengsi, termasuk treble winner pada 2014/2015. Namun, walaupun menjuarai Copa del Rey di musim terakhirnya, Enrique gagal mengantarkan Lionel Messi dan kawan-kawan mempertahankan titel La Liga.

Belum diketahui klub mana yang akan dituju oleh Luis Enrique selanjutnya. Namun manajer berkebangsaan Catalan ini mengatakan dia ingin bersitirahat sejenak karena melatih klub sebesar Barca diakuinya sangat menguras tenaga dan pikirannya. Selalu kunjungi website kami, karena akan ada banyak review untuk kamu yang menyukai taruhan bola online agar prediksi kamu tepat.

Christian Eriksen Buka Peluang Untuk Barcelona

 

Pemain tengah Tottenham Hotspur, Christian Eriksen, membuka pintu untuk Barcelona. Menurutnya, sulit bagi pemain untuk menolak penawaran dari klub sebesar Barca.

Eriksen mampu tampil cemerlang dengan Spurs sedari direkrut dari Ajax Amsterdam di bursa transfer 2013 lalu. Pesepakbola asal Denmark itu sudah membukukan total 31 gol serta 41 assist dalam 134 pertandingannya di Liga Inggris, Premier League.

Di musim 2016/2017, Eriksen mencapai performa terbaiknya sedari berkiprah di Premier League dengan menorehkan total 8 gol serta 15 assist di sepanjang musim ini.

Dengan perperforma okenya itu, akhir-akhir ini Barcelona dirumorkan meminati jasa si pemain. Bahkan, Blaugrana digadang-gadang akan membawa pulang Eriksen di bursa transfer kali ini.

Terkait rumor transfer itu, Eriksen mengungkapkan kalau ia akan mempertimbangkannya lagi untuk pindah apabila Barca betul-betul meminatinya.

Lebih lagi, Eriksen paling tidak sudah mengetahui seperti apa jenis pelatihan di Barca. Pasalnya, di saat masih remaja ia sempat menjalani trial dengan Barca. Namun di akhirnya, Ajax Amsterdam memberikan penawaran untuk si pemain di tahun 2008.

“Saya sempat ke sana (menjalani trial ketika remaja) di satu kesempatan, lalu hasilnya tak berlangsung dengan oke. Namun Barcelona merupakan klub yang amat superior – saya kira takkan ada banyak pemain yang bakal menolak Barcelona,” ucap Eriksen seperti yang dilansir dari salah satu media.

“Akan tetapi, terdapat ‘minat’ dan lalu ada minat yang konkret. Hingga nantinya ada minat yang konkret, saya tidak memiliki komentar terkait hal itu,” lanjutnya.

“Di masa depan, saya melihat diriku ada di tingkat paling tinggi. Itulah yang saya impikan selama ini. Hal itu bisa saja terjadi dalam 2 hingga 3 tahun mendatang,” ujar Eriksen.

Di sisi lain, sejatinya Christian Eriksen masih terikat kontrak dengan Tottenham Hotspur sampai tahun 2020 nanti.

Alasan Vinicius Lebih Memilih Madrid Ketimbang Barcelona

vinicius junior

 

 

Vinicius Junior diisukan sempat mendapat tawaran besar dari Barcelona. Akan tetapi, ia malah memilih Real Madrid dengan alasan keunggulan proyek yang dimiliki Los Blancos.

Pernyataan tersebut dilontarkan oleh Frederico Pena selaku agen yang bekerja sama dengan pemain muda itu, usai El Real dinyatakan resmi merekrut Vinicius Junior dengan nilai transfer sebesar 45 juta euro ataupun sekitar Rp 669 miliar.

Akan tetapi, pesepakbola yang menginjak 16 tahun itu baru diperbolehkan pindah ke Real Madrid saat umurnya sudah di 18 tahun tepatnya di Juli 2018 mendatang.

“Barcelona lebih dulu memberi penawaran dengan uang yang lebih banyak ketimbang Madrid, bahkan si pemain bakal memperoleh gaji yang lebih superior,” ujar Pena seperti yang dilansir dari salah satu media.

“Namun, di akhirnya kami justru menjalin kerja sama dengan Madrid lantaran sang klien lebih mempertimbangkan proyek di kedua klub tersebut. Tak sedikit orang berpikir kalau ia berkiprah dengan Madrid karena uang, sayangnya mereka salah. Vinicius hanya fokus dengan segi olahraga dan posisi Real Madrid di dalam negosiasi itu memang lebih oke,” ungkapnya menambahkan.

Tak hanya itu, ada pula faktor lain yang membuat Vinicius Junior lebih memilih Madrid yakni terkait bursa transfer yang sudah dituntaskan oleh klub raksasa asal Spanyol itu.

“Varane, Ramos, Casemiro, (Marco) Asensio, Marcelo. Para pemain ini bergabung sebelum mereka menginjak 22 tahun dan lihatlah saat ini mereka menjadi pemain yang amat krusial di dalam tim inti Madrid. Sedangkan Barcelona cenderung mendatangkan pemain yang telah mengenal cara bermain tim, terkecuali dalam kasus Neymar, alahasil situasinya terbilang sulit sama halnya dalam kasusnya Arda (Turan),” kata Pena.

Musim Paling Oke Neymar Bersama Barcelona

Neymar sangat merasa puas dengan penampilan yang ia perlihatkan di Barcelona pada musim ini. Pemain penyerang yang berasal dari Brasil tersebut malah katakan kalau musim ini merupakan sebuah musim yang paling oke ia rasakan selama dirinya bermain untuk Barca.

Neymar berhasil catatkan hat-trick saat Barca menangkan laga atas Las Palmas dengan skor 4-1 lewat laga lanjutan La Liga yang berlangsung pada hari Minggu (14/5/2017). Hasil positif itu pertahankan kesempatan untuk Blaugrana menyudahi musim ini menjadi juara liga.

Untuk seorang Neymar pribadi, 3 cetak angka itu bikin catatan angkanya di musim ini bertambah jadi 19 gol lewat 43 pertandingan di tiap ajang. Daripada di beberapa musim sebelumnya, angka yang dicetak oleh Neymar merosot. Ia sebelumnya catatkan 39 angka di musim 2014/2015 dan 31 gol di musim 2015/2016.

Namun, kontribusi yang telah Neymar berikan pada Barca tidak hanya cetak angka saja. Ia pun rajin catatkan assist. Jumlah assist yang ia catatkan pada musim ini sampai dengan 20 buah.

“Ini merupakan sebuah musim yang amat luar biasa untuk saya,” ucap Neymar.

“Saya malah memikirkan kalau saya punya sebuah musim yang paling oke saya sedari berada di tempat ini. Saya tidak tahu apakah saya sudah pada tingkatan yang baru, tidak menjadi hal yang mudah untuk mengetahui itu saat Anda ada di lapangan,” kata dia.

“Saya terus ada tanggung jawab yang serupa sedari hadir di tempat ini sampai sekarang ini. Peran yang saya tampilkan tetap sama. Saya terus ambil tanggung jawab pada tim dan semua pemain mengetahui apa peran mereka masing-masing,” imbuh pemain sepakbola yang berumur 25 tahun tersebut.

Neymar direkrut Barca dari Santos pada tahun 2013 kemarin dan sampai sekarang ini sudah ciptakan 104 cetak angka lewat 184 laga bersama timnya tersebut.

Barcelona Bikin Osasuna Degradasi

Tidak hanya mempermalukan lawan lewat kemenangan mereka dengan skor akhir 7-1, Barcelona pun bikin Osasuna menjadi klub yang pertama yang alami degradasi pada musim ini. Los Rojillos juga kembali ke Segunda Division.

Osasuna menerima hasil negatif paling buruk mereka di musim ini ketika melangsungkan laga pada hari Kamis (27/4/2017) dinihari WIB di Camp Nou. Cuma Roberto Torres yang ciptakan angka untuk Osasuna dalam laga tersebut, sedangkan tuan rumah sudah 7 kali membobol gawang mereka. Pertandingan berakhir dengan skor akhir 7-1.

Hasil negatif ini semakin bikin Osasuna ber ada di urutan bawah klasemen. Bukan hanya itu saja, Osasuna sekarang perlu ucap selamat tinggal pada ajang La Liga Primera, atau degradasi.

Lewat 18 poin yang dimiliki dan masih ada 4 laga tersisa, Osasuna dilihat secara sistematis masih dapat imbangi poin Leganes (30) yang berada di urutan 17. Namun sekalipun Leganes terus tunduk di laga pada sisa musim ini, Osasuna masih tunduk secara head to head dengan mereka.

“Kami punya hal yang harus mereka capai untuk menang (di markas Barcelona). Kami sering alami ini sedari bulan Januari. Kami tak miliki poin dan keberuntungan. Lewat persoalan tersebut tidak mudah untuk kami merubah situasi,” ujar sang pelatih Petar Vasiljevic setelah laga.

Osasuna juga perlu terima kenyataan yang tidak mengenakkan kembali ke Segunda Division, cuma 1 tahun usai mereka raih promosi. Pada musim 2015/2016 mereka menangkan tiket promosi lewat jalan playoff, usai cuma dapat duduk di urutan 6 klasemen akhir.

Usai lewati 34 laga, Osasuna hanya raih 3 hasil positif, 9 kali tampil seri dan menerima 22 hasil negatif. Jarak angka mereka adalah -47 (35 banding 82).

Tak Ada Penyesalan untuk Zidane Turunkan Bale di El Clasico

Zinedine Zidane yang telah putuskan untuk tampilkan Gareth Bale pada pertandingan berhadapan dengan Barcelona tidak menjadi hasil yang oke. Walau begitu, Zidane tidak merasa menyesal dengan opsi yang ia pilih tersebut.

Nama Bale dengan mengejutkan terdaftar dalam daftar starting XI Real Madrid ketika menjadi tuan rumah berhadapan dengan Barca pada hari Senin (24/4/2017) dinihari WIB, di Santiago Bernabeu. Sedangkan pemain yang berasal dari Wales tersebut sebelumnya telah menepi di pertandingan berhadapan dengan Sporting Gijon dan Bayern Munich sebab adanya persoalan pada bagian otot.

Namun Bale tidak bisa bertahan dengan lama saat melangsungkan laga di lapangan. Pada menit 39, Bale telah perlu ditarik keluar sebab dirinya alami persoalan di bagian betisnya.

Cedera ini mungkin saja bisa bikin Bale kembali absen pada musim memasuki periode penting. Biarpun begitu, Zidane tak merasa menyesal karena telah turunkan Bale di pertandingan berhadapan dengan Barca.

“Gareth katakana kalau ia baik-baik saja dan berharap tampil. Saya tak menyesal dengan hal itu,” ucap Zidane.

“Saya merasa kecewa dengan dirinya sebab ia ingin tampil dan ini merupakan sebuah hal yang tak dapat kami kuasai.”

“Pada hari Senin kami bakal periksa dan melihat cedera apa yang ia dapat dan saya ingin dirinya tidak menepi dalam waktu yang cukup lama,” imbuh dia.

Madrid pribadi pada akhirnya tunduk dengan skor 2-3 atas Barca pada pertandingan itu. Hasil negatif ini bikin Madrid turun ke urutan 2 biarpun masih miliki 1 pertandingan tunda.

Messi Cetak 500 Angka Bersama Barcelona

Lionel Messi telah catatkan cetak angka ke 500 bersama Barcelona. Catatan tersebut diraih saat La Pulga ciptakan 2 angka pada laga El Clasico berhadapan dengan Real Madrid yang Barca keluar sebagai pemenang dengan skor 3-2.

Messi ciptakan 2 angka pada hari Senin (24/4/2017) dinihari WIB di Santiago Bernabeu. Pertama Ia memasukkan bola pada menit 33, dan yang kedua di saat laga masuk injury time.

2 cetak angka itu tidak hanya bikin Messi menjadi top skor El Clasico di ajang La Liga dengan catatkan 16 angka, namun ia pun ciptakan itu telah mencapai 500 angka bersama klubnya

Messi yang baru menginjak umur 29 tahun telah ciptakan 343 cetak angka di La Liga, 94 di Liga Champions, 43 di Copa del Rey, 12 di Piala Super Spanyol, 5 di Piala Dnia Antar Klub, dan 3 di Piala Super Eropa.

Lewat 500 cetak angkanya tersebut, Sevilla yang amat ‘di favoritkan’ Messi. Gawang Los Blanquirrojos telah kebobolan oleh pemain yang berasal dari Argentina sampai dengan 29 kali, di sertai dengan Atletico Madrid (27), Valencia (24), Real Madrid (23), Athletic Bilbado (22) dan Osasuna (21).

Sedangkan klub di luar Spanyol yang amat sering kebobolan oleh Messi ialah Arsenal (Inggris) dengan kemasukan angka 9 kali. Berikutnya ada AC Milan (Italia/8), Celtic (Skotlandia/8), Bayer Leverkusen (Jerman/7), Manchester City (Inggris/6) dan Ajax Amsterdam (Belanda/6).

Tersanjungnya Azpilicueta Dikaitkan bersama Barca

Pemain bek Chelsea yaitu Cesar Azpilicueta dikatakan tengan menjadi incaran dari Barcelona pada musim panas. Isu tersebut bikin Azpilicueta merasa senang, namun ia telah merasa nyaman berada di Chelsea.

Pemain internasional Spanyol tersebut direkrut Chelsea dari Merseille pada tahun 2012. Sedari waktu tersebut, Azpilicueta jadi bagian paling penting dari the Blues dan menolong  dapatkan gelar Premier League, Piala Liga, dan Liga Europa.

Usai musim 2015-2016 yang tak berhasil sama sekali, Azpilicueta kembali gemilang dengan Chelsea pada musim ini. Pemain sepakbola yang berumur 27 tahun tersebut berganti tempat dari bek sayap untuk tampilkan sistem 3 bek, yang berhasil.

Kontrak yang mengikat Azpilicueta di Stamford Bridge masih akan berjalan hingga tahun 2020. Azpilicueta tanggapi romor Barcelona yang tertarik dengan dirinya dengan santai.

“Saya merasa tersanjung berhubungan dengan kabar yang mengatakan kalau Barcelona ada rasa tertarik untuk mendatangkan saya, hal tersebut berarti Anda tengah bermain dengan oke,” ujar Azpilicueta. “Saya tak dengar kabar seperti itu di musim kemarin. Sementara hal tersebut merupakan sebuah konsekuensi yang perlu kami terima sebab ungguli Premier League. Banyak hal berlangsung dengan oke.”

“Incaran saya sedari saya bergabung ke tempat ini ialah terus alami kemajuan sebagai seorang pemain dan seseorang. Saya telah lakukan penyesuaian diri dengan kota ini, negara ini. Saya merasa senang, nyaman pula dengan bahasa yang digunakan disini. Keluarga saya pun merasa amat senang.”

“Untuk saat ini konsentrasi saya cuma terus tampil dengan Chelsea,” kata Azpilicueta.

Icardi Membela Gagliardini yang Saksikan Langsung Laga Juve dan Barca

Pemain gelandang Inter Milan yaitu Roberto Gagliardini, dicerca sebab dirinya terlihat tengah melihat pertandingan langsung pertandingan Liga Champions antara Juventus berhadapan dengan Barcelona. Namun, Gagliardini mendapat pembelaan dari Mauro Icardi.

Gagliardini jadi salah seorang penonton di tribune Juventus Stadium ketika Juve menangkan laga atas Barca 3-0 pada pertemuan pertama babak perempatfinal Liga Champions pada hari Rabu (12/4/2017) dinihari WIB. Ia hadir ke Turin dengan sejumlah bekas teman satu timnya di Atalanta.

Hadirnya Gagliardini menjadii penonton di kandang tim rival bikin bagian dari tifosi Inter merasa tidak senang dengan kehadiran dari si pemain. Si pemain juga dicerca pada media sosial.

Tetapi, Icardi menilai kalau inseden itu amat dibikin persoalan. Bagi sang kapten Inter tersebut, apa yang telah dilakukan oleh Gagliardini bukanlah hal yang salah.

“Roberto hanya menjadi penonton untukl saksikan sebuah laga di babak perempatfinal Liga Champions,” ujar Icardi.

“Tidak tiap hari Anda dapat saksikan Barcelona dan ia pergi ke tempat itu dengan bersama teman-temannya,” imbuh dia.

“Para pendukung merasa marah usai hasil negatif dari Crotone di pekan kemarin dan saya dapat mengerti, namun saya dapat mengerti dengan keputusan Roberto untuk menyaksikan laga secara langsung. Yang ia perbuat hanya menyaksikan sebuah laga besar besar,” imbuh Icardi.

Inter pribadi telah cukup lama tidak tampil di ajang Liga Champions. Kali terakhir mereka turut ikut dalam laga di ajang paling bergengsi di Eropa tersebut ialah pada musim 2011/2012.