Tag Archives: Inggris

Rindu akan Mourinho yang Dulu

Jose Mourinho baru-baru ini di angap telah lupakan sosoknya yang dulu, dan cenderung lebih sering mengeluh. Sosok dari sang pelatih yang lama Matt Le Tissier rindukan.

Mourinho terus dikenal adalah seorang manajer yang arogan, cerdik saat berkata-kata, serta gesit pada mind-games. Namun saat ini sering kali pelatih yang sekarang pimpin Manchester United tersebut di anggap sudah tidak lagi memiliki atmosfer yang serupa seperti dulu.

Hal tersebut telah dikatakan oleh mantan pengawa timnas Inggris Matt Le Tissier. Lewat sebuah percakapan pada sebuah media, pemain legendaris Southampton tersebut disuruh memilih, jika saja hingga saat ini masih tampil siapakan sang manajer yang dia rasa pas untuk melatih dirinya.

Pada pilihan yang disebutkan tersebut, Mourinho dibandingkan dengan Antonio Conte yang memimpin Chelsea dan Carlo Ancelotti yang sekarang ini berada di Bayern Munich.

“Saya bakal memberi jawaban yaitu sosok Mourinho di 3 atau 4 tahun silam. Sejumlah musim terakhir ini ia telah nampak sedikit bikin saya kecewa lewat sikap yang ia tunjukkan,” ucap Le Tissier.

“Saya tak dapat melihat adanya gelora yang persis seperti dirinya yang dulu dan ada banyak hal yang ia keluhkan. Kami miliki peluang yang amat spesial di dunia sepakbola untuk bikin apa yang kami perbuat untuk hidup dan mestinya Anda nikmati hal tersebut.”

“Saya memang sangat tahu seperti apa rasanya tertekan, namun hal tersebut bukan seperti tekanan yang benar dalam kehidupan yang sebenarnya. Ini akhirnya hanyalah sepakbola,” kata dia.

Le Tissier ingin supaya Mouriho dapat kembali temukan sosoknya yang dulu, yang ia sukai. Sedangkan berhubungan dengan pilihan yang ia suruh pilih, Ancelotti dikatakan sebagai orang yang berada dalam Hall of Fame Liga Inggris tersebut amat pas untuk sekarang ini.

“Saya berharap saksikan rasa sombong tersebut kembali dari dirinya dan juga rasa senang dari dirinya. Maka saat ini saya bisa saja perlu memilih 1 dari 2 opsi lainnya. Ancelotti bisa saja cocok dengan cara saya sebab ia sedikit lebih sabar,” ucap Le Tissier.

Lallana Memuji Performa Defoe

Jermaine Defoe tunjukkan performa layaknya ketika masih berumur 25 tahun pada pertandingan melawan Lithuania. Adam Lallana memuji pemain stiker gaek tersebut lewat angka yang berhasil ia ciptakan.

Defoe sukses catatkan namanya di papan skor dalam dalam hasil positif dengan skor 2-0 yang diraih Inggris saat berhadapan dengan Lithuania pada hari Minggu (26/3/2017), lewat pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2018. Angka itu menjadi sebuah bukti nyata seberapa layaknya dia untuk bisa lanjut menggunakan kaos tim nasional, usai kali terakhir bermain di tahun 2013 melawan Chile.

Performa pemain yang berusia 34 tahun tersebut dapatkan sanjungan oleh Lallana. Pemain gelandang Liverpool tersebut seperti saksikan Defoe yang masih berumur 25 tahun.

“Rasanya seperti Anda tampil dengan Jermain Defoe yang masih berumur 25 tahun. Ayah saya sering kali menyeru saya untuk melihat Bournemouth (klub Defoe yang dulu) saat ia (Defoe) dengan hebatnya ciptakan angka pada 10 laga berturut-turut, maka untuk tampil bersama ia di Inggris terasa seperti sebuah mimpi saja,” imbuh Lallana yang baru kali bertama setim dengan pemain stiker Sunderland itu.

“Tetapi, ia merupakan Defoe yang terus Anda tahu. Anda pertaruhkan uang kalau ia bakal ciptakan angka, dan ia lakukan itu untuk menolong kami,” lanjut Lallana.

“Saya merasa kalau semua orang merasakan hal yang sama seperti itu, hal tersebut ialah Defoe yang Anda inginkan. Ia layak raih ini. Pada musim ini ia tampilkan performa paling okenya, ciptakan banyak angka ke gawang.”

“Ia ciptakan angka saat menghadapi Liverpool ketika bermain, jika tak salah ia ciptakan 2 angka. Saya merasa dirinya layak berada di tempat ini dan sudah perlihatkan siapa dirinya yang sebenarnya, apa yang dapat dia tunjukkan dan ia adalah pilihan untuk Rusia di tahun berikutnya,” kata dia.