Tag Archives: Inter Milan

Inter Milan Diyakini Akan Kembali Merekrut Pemain-Pemain Top

 

Bekas Chairman Inter Milan, Massimo Moratti, yakin kalau Suning Group memiliki sumber dana yang besar untuk membeli pemain-pemain top ke Giuseppe Meazza.

Moratti dulunya sempat memecahkan rekor transfer dunia ketika merekrut Ronaldo dari Barcelona di tahun 1997. Dalam periode itu, Inter bersedia mengocek kantong sebesar 19,5 juta pounds untuk membawa pulang pesepakbola asal Brasil itu.

Disebabkan itulah, dia pun mendukung pemilik baru Inter Milan, Suning Group, untuk memperlihatkan kalau mereka pun mampu melakukan bisnis serupa dengan Nerazzurri.

Moratti juga yakin sekarang atau nantinya, Suning pasti akan merekrut pemain kelas dunia ke Inter.

“Apakah saya berharap Suning mendekati sosok pemain bintang layaknya Ronaldo? Cepat atau lambat, mungkin,” kata Moratti seperti yang dilansir dari salah satu medi.

“Disaat ada sosok pemain dengan mental juara yang hebat datang, mereka memberikan semangat dan motivasi, namun saat ini (klub) harus menemukan pemain yang memiliki rasa profesional, kewajiban untuk mendedikasikan yang terbaik buat tim.”

“Lebih lagi, tak gampang untuk menemukan pemain sehebat Ronaldo.”

Musim 2016/2017 sendiri merupakan musim pertama Inter di bawah kepemilikan Suning. Disaat itu, Joao Mario yang didatangkan dari Sporting Cp dengan biaya transfer sekitar 35 juta euro menjadi transfer paling mahal untuk Inter.

Namun, Inter tetap saja gagal berival di deretan atas Sserie A ataupun tingkat Eropa. Situasi di dalam tim pun tak begitu bagus mengingat mmereka sempat 2 kali mengganti manajer.

“Suning memiliki sumber daya ekonomi yang amat besar, namun mereka pastinya membutuhkan pengalaman lebih banyak. Musim lalu berlansung amat mengecewakan dan mudah-mudahan bisa menjadi pelajaran,” ujar Moratti.

Menjelang musim baru 2017/2018, Inter Milan sejauh ini masih belum merekrut pemain baru di bursa transfer. Ada rumor yang mengabarkan kalau pihak Suning Group sudah menyiapkan dana sebesar 110 juta euro dalam bursa transfer tahun ini.

Diminati Banyak klub, Sassuolo Takkan Bisa Menahan Berardi Lagi

domenico berardi

 

Striker Sassuolo, Domenico Berardi, belum memastikan klub mana yang akan dia bela musim depan. Dia harus memilih salah satu di antara klub yang meminatinya: AS Roma, Inter Milan, serta klub luar Italia.

Berardi sudah membukukan total 59 gol dari 159 pertandingan di sepanjang kariernya bersama Sassuolo sedari 2012, ketika itu timnya masih bertkompetisi di Serie B. Berkat performanya itu, Berardi pun gencar dirumorkan akan hengkang lantaran ada banyak klub besar yang meminatinya.

Namun Sassuolo senantiasa menepiskan rumor itu dan menegaskan takkan melepaskan si pemain. Walaupun begitu, tampaknya di bursa transfer kali ini mereka akan kehilangan Berardi menyusul hasratnya untuk mencari rintangan baru di klub yang lebih besar.

Lebih lagii manajer inti Sassuolo, Eusebio Di Francesco, baru saja hengkang dari klub itu dan kemudian melatih di Roma. Tentu saja kans Berardi untuk hengkang pun kian terbuka.

Sejumlah klub layaknya Inter dan Roma dikabarkan yang paling serius meminati Berardi sejauh ini, dan ada pula penawaran lainnya untuk tampil di luar Italia. Bahkan, klub besar layaknya Arsenal dan Chelsea dikabarkan mengincarnya.

“Pastinya ada banyak peluang Berardi untuk pergi. Roma dengan Inter yang paling sering dikait-kaitkan, hari ini kami memperoleh penawaran krusial untuknya dari klub luar Italia,” ungkap Petinggi Sassuolo, Giovanni Carnevali, seperti yang dilansir dari salah satu media.

“Kami tak mau melepaskannya begitu saja, namun kami sadar bahwa ada banyak penawaran – dan mengenai hasrat si pemain – maka pastinya akan sangat sulit membuatnya bertahan,” lanjutnya.

“Kami mesti melakukan beberapa evaluasi bersama si pemain sendiri lebih dulu,” katanya mengakhiri.

AS Roma sendiri ingin memproyeksikan Domenico Berardi sebagai pengganti Mohamed Salah, apabila benar-benar direkrut oleh Liverpool nantinya.

‘Keadaan Amat Buruk Bagi Inter’

Inter Milan masih belum belum terbebas dari masa yang buruk. Hasil negatif saat berhadapan dengan Sassuolo menambah panjang catatan kalah dari Nerazzurri jadi 8 laga berturut-turut.

Lewat laga perdana usai di pecatnya Stefano Pioli, Inter ditundukkan Sassuolo di giornata 36 Serie A. Melangsungkan laga pada hari Minggu (14/5/2017) di Giuseppe Meazza, Inter mau tak mau harus akui keunggulan tim tamunya tersebut dengan skor akhir 1-2.

Ini menjadi arti kalau Inter telah melangsungkan 8 laga terakhir di ajang Serie A tanpa dapatkan hasil positif (2 hasil seri, 6 kali tunduk). Seperti yang sudah dilansir oleh Opta, catatan itu sama dengan langkah buruk yang dialami paling panjang Inter di Serie A yang berlangsung diĀ  tahun 1982.

“Keadaan yang sekarang ini amat negatif dan hal tersebut terjadi di atas lapangan, di mana saat itu kami diberi hukuman untuk kecerobohan sekecil apapun,” ucap caretaker Inter Stefano Vecchi.

“Kami bikin banyak kesempatan pada hari ini dan miliki kontrol bola yang cenderung lebih besar, namun membuat sebuah kesalahan pada babak pertama dan mungkin saja lebih beruntung.”

“Kami tak dapat melanjutkan berada pada keadaan ini. Satu-satunya hal oke ialah tim berusaha untuk melakukan tekanan hingga akhir, para pemain berikan semuanya dan saat ini telah sirnah,” kata dia.

Beberapa hasil tersebut bikin Inter turun ke urutan 8 dengan mengumpulkan 56 poin lewat 36 laga.

‘Genoa Layak Tundukkan Inter’

Genoa raih hasil positif ketika tengah melawan Inter Milan. Sang pelatih Il Grifone, Ivan Juric, tegaskan bahwa bahwa hasil tersebut sudah sepantasnya timnya raih.

Ketika Menjadi tuan rumah berhadapan dengan Inter, Genoa raih hasil positif dengan skor tipis yaitu 1-0. Goran Pandev muncul bagaikan sosok kemenangan atas timnya pada pekan 35 Serie A Italia itu. Ia ciptakan angka tersebut pada menit 70 lewat pertandingan yang berlangsung pada hari Minggu (7/5/2017) dinihari WIB di Stadion Luigi Ferraris.

Sesungguhnya Inter miliki kesempatan yang oke pada menit 87 dengan eksekusi penalty yang mereka dapat. Tetapi, Antonio Canderva, yang turu sebagai eksekutornya tidak berhasil melangsungkang misinya dengan optimal.

3 poin yang berhasil di raih ini bikin Genoa terus berada di urutan 16 klasemen dengan mengumpulkan 33 poin dan masih berselisih 5 poin dengan Crotone yang berada di urutan 18 (batas dengan zona penurunan level), yang berhasil menang dengan skor 0-1 melawan Pescara.

Hasil oke saat melawan Inter Juric akui memang pantas timnya raih setelah tunduk dengan skor 1-2 melawan Chievo Verona pada akhir pekan kemarin. Sedangkan, pada saat tersebut mereka dapat lebih unggul dengan skor 1-0 lebih awal.

“Para pemain mengetahui kalau mereka salah ketika memasuki babak kedua menghadapi Chievo, sebab mereka tak ada hasrat yang kita saksikan seperti yang berlangsung pada hari ini,” imbuh Juric.

“Kami layak raih hasil positif dan bakal jadi amat memalukan kalau tidak berhasil pada akhirnya disebabkan dengan sepakan penalti,” kata dia.

Sedangkan hasil negatif ini bikin perjalanan Inter untuk menangkan tiket ke ajang Liga Europa makin sulit. Dengan hanya mengumpulkan 56 poin pada sisa pertandingan, Nerazzurri perlu samakan jumlah poin miliki Atalanta yaitu 65, yang berada di urutan 5 sebagai peraih tiket ke ajang Liga Europa lewat jalan kualifikasi untuk sementara waktu.

Icardi Membela Gagliardini yang Saksikan Langsung Laga Juve dan Barca

Pemain gelandang Inter Milan yaitu Roberto Gagliardini, dicerca sebab dirinya terlihat tengah melihat pertandingan langsung pertandingan Liga Champions antara Juventus berhadapan dengan Barcelona. Namun, Gagliardini mendapat pembelaan dari Mauro Icardi.

Gagliardini jadi salah seorang penonton di tribune Juventus Stadium ketika Juve menangkan laga atas Barca 3-0 pada pertemuan pertama babak perempatfinal Liga Champions pada hari Rabu (12/4/2017) dinihari WIB. Ia hadir ke Turin dengan sejumlah bekas teman satu timnya di Atalanta.

Hadirnya Gagliardini menjadii penonton di kandang tim rival bikin bagian dari tifosi Inter merasa tidak senang dengan kehadiran dari si pemain. Si pemain juga dicerca pada media sosial.

Tetapi, Icardi menilai kalau inseden itu amat dibikin persoalan. Bagi sang kapten Inter tersebut, apa yang telah dilakukan oleh Gagliardini bukanlah hal yang salah.

“Roberto hanya menjadi penonton untukl saksikan sebuah laga di babak perempatfinal Liga Champions,” ujar Icardi.

“Tidak tiap hari Anda dapat saksikan Barcelona dan ia pergi ke tempat itu dengan bersama teman-temannya,” imbuh dia.

“Para pendukung merasa marah usai hasil negatif dari Crotone di pekan kemarin dan saya dapat mengerti, namun saya dapat mengerti dengan keputusan Roberto untuk menyaksikan laga secara langsung. Yang ia perbuat hanya menyaksikan sebuah laga besar besar,” imbuh Icardi.

Inter pribadi telah cukup lama tidak tampil di ajang Liga Champions. Kali terakhir mereka turut ikut dalam laga di ajang paling bergengsi di Eropa tersebut ialah pada musim 2011/2012.