Tag Archives: Jose Mourinho

Komitmen Pemain MU Selalu Membuat Mourinho Yakin

Jose Mourinho merasa bahwa komitmen para pemain Manchester United sudah cukup membuat dirinya yakin bisa mencapai titik tertinggi dimasa mendatang. Mourinho percaya atas kinerja David de Gea dan kawan-kawan diatas lapangan.

Manchester United baru saja mengakhiri catatan tanpa kemenangan atas Tottenham Hotspur dalam dua pertemuan terakhir. Bermain di Old Trafford akhir pekan kemarin, Setan Merah berhasil menang tipis 1-0 atas Spurs melalui gol menit akhir Anthony Martial.

“Ketika hasil akhir 0-0 atau 1-1 melawan Spurs, perasaan saya kepada para pemain akan tetap sama. Mereka telah memberikan segalanya, setiap bola seperti bola paling penting dalam karir mereka. FOkus dan konsentrasi juga ada di sana. Permain kami sudah sangat baik.” demikian pernyataan Mourinho usai pertandingan.

Dengan kemenangan ini, Setan Merah masih tetap dalam perburuan gelar juara Liga Primer. Meski baru meraih 23 poin, namun jarak mereka dengan pemuncak klasemen, Manchester City hanya lima poin. Dengan pertandingan yang masih jauh, maka Mourinho yakin akan bisa terus berada dipersaingan gelar juara.

Setelah ini, Manchester United akan bersiap menyambut kedatangan Benfica dilega kedua babak fase grup Liga Champions. Dipertandingan pertama mereka mampu menang tipis 1-0 di Portugal, di Old Trafford Setan Merah menargetkan kemenangan untuk bisa menjadi tim yang lolos langsung dengan poin sempurna.

Selang tiga hari setalah Liga Champions, Manchester United akan kembali bersiap menantang Chelsea di Premier League Inggris. Bisa diartikan tantangan berat sudah dinanti Mourinho, dengan keyakinan seperti ini maka para pemain akan selalu siap memberikan yang terbaik untuk tim.

MU Selangkah Terdepan Dapatkan Tanda Tangan Gimenez

Manchester United masuk sebagai penantang baru soal mendapatkan tanda tangan gelandang kreatif Atletico Madrid, Jose Gimenez. Dalam hal ini, Setan Merah memang sudah lama menargetkan sang gelandang merapat ke Old Trafford.

Kini kesempatan kembali terbuka pada bursa transfer musim dingin bulan Januari 2018 mendatang. Lebih dalam menjelaskan jika Setan Merah berada dideretan terdepan untuk mendapatkan tanda tangan bek internasional Uruguay tersebut.

Pergerakan Manchester United harus benar-benar tersusun rapi dan disebut harus bergerak cepat, pasalnya aksi Gimenez juga diminati oleh klub-klub besar Eropa macam Juventus, Inter Milan hingga Manchester City.

Sebagai pemilik resmi Gimenez, Atletico diklaim belum siap melepasnya dibursa transfer musim dingin mendatang. Namun semua ini akan berubah ketika ada klub yang berani menggelontorkan dana segar sebesar 65 juta euro.

Melihat harga tersebut, Manchester United menjadi satu-satunya yang tak mempermasalahkan. Kini mereka disebut tengah bersiap-siap memberikan penawaran resmi kepada Atletico agar dibulan Januari 2018 mendatang tinggal menyelesaikan berkas-berkas penandatanganan saja.

Baik Atletico dan Manchester United, sama-sama tengah berjuang menembus posisi puncak klasemen. Dimana Atletico mencoba menggeser posisi puncak klasemen La Liga Spanyol yang sampai saat ini masih dikuasai oleh Barcelona, sedangkan Manchester united dengan usaha terbaiknya mencoba menggeser Manchester City dari posisi puncak klasemen sementara Liga Primer Inggris.

Mourinho Sampai Memohon Agar Dilepas Madrid

jose mourinho

Demi meninggalkan Real Madrid, Jose Mourinho, emngatakan ia sampai harus ‘mengemis’ di depan manajemen klub hingga diperbolehkan angkat koper.

Kebersamaan sang manajer selama tiga tahun harus tuntas pada 2013 silam lewat kesepakatan bersama dengan El Real walau sebenarnya pria internasional Portugal tersebut masih terikat kontrak tiga musim.

Beberapa pekan kemudian, Mourinho pulang ke Chelsea untuk kali kedua sebelum menyeberang ke Manchester United di awal musim lalu.

Manajer berjuluk The Special One itu sukses mempersembahkan trofi Piala Liga dan Liga Europa di tahun pertamanya di Old Trafford sekaligus memastikan lolos ke penyisihan grup musim depan. Pria kelahiran 54 tahun lalu itu optimis bakal meraih kesuksesan lebih oke dari musim lalu.

“Saat pertama kali saya datang, tak hanya ingin membangun sebuah tim untuk menghentikan dominasi, akan tetapi juga memperkuat berbagai hhal sekitar tim dan dalam hal ini saya dapat melihat persamaan soal kesulitan dan dimensi dari tugas yang saya dapatkan,” buka Mourinho.

“Saya pikir apa yang saya lewati musim lalu, Liga Europa, Piala Liga, berada di posisi keenam Liga Primer Inggris, terlihat enteng dalam pandangan Anda. Tetapi saya tahu pekerjaan saya itu jauh lebih rumit, sukses di sejumlah turnamen dan kurang berhasil di Premier League.”

“Jujur saya, dulu klub itu (Madrid) ingin saya tetap bertahan. Semua yang ada di dalam klub baik presiden, CEO, petinggi, diri saya, kami semua merasa setelah saya beberapa tahun peekrjaan kami diselesaikan dan mereka tak ingin saya hengkang.”

“Pada kenyataannya, saya seperti mengemis-ngemis kepada mereka supaya mempersilakah saya pergi. Saya rasa di Manchester hal itu tidak boleh sampai terjadi karena saya tak memiliki niatan pergi.”

Mourinho Tak Bisa Halangi Kepergian Rooney

Wayne Rooney

Bukan sebuah keputusan yang mudah untuk Jose Mourinho mencadangkan pemain seperti Wayne Rooney di sepanjang musim lalu. Pada akhirnya, Mourinho tak kuasa menghalagi niat Rooney untuk hengkang dari Manchester United.

Rooney resmi hengkang dari MU dan pindah Everton pada bursa transfer musim panas ini. Dalam beberapa musim terakhir, penyerang berkebangsaan Inggris itu sudah kesulitan mendapatkan tempat di squad inti The Red Devils.

Musim kemarin dia hanya bermain di 25 pertandingan di Premier League dengan total waktu bermain 1.538 menit seperti yang dicatat transfermarkt. Artinya rata-rata mantan kapten MU’ itu hanya tampil 61 menit dalam setiap pertandingan.

Kontribusinya juga terus menurun, sejalan dengan kurangnya jam bermain. Dalam dua musim terakhir di liga, Rooney hanya mampu mencetak dibawah 10 gol yakni delapan gol dan lima gol secara berturut-turut. Itu adalah catatan terendahnya sejak bergabung MU pada 2004/2005 silam.

Mourinho juga sebenarnya merasa berat melihat Rooney tak banyak mendapatkan kesempatan bermain, tapi situasi dan tuntutan permainan tidak memberinya banyak pilihan. Maka dia pun tak punya alasan menghalangi Rooney untuk kembali ke klub lamanya.

“Semua orang sudah tahu jika saya sudah lama menjadi pengagum Wayne. Dia sudah menjadi seorang contoh profesional selama masanya di klub dan akan tetap ada di buku sejarah United untuk bertahun-tahun,” ungkap Jose Mourinho dikutip Soccerway.

“Sangat berat rasabta melihat seorang pemain besar memainkan sepakbola kurang dari yang dia inginkan dan saya tidak bisa melakukan apa-apa ketika dia meminta untuk kembali ke Everton. Pengalamannya, fokus, dan kegigihannya akan dirindukan dan saya mendoakannya yang terbaik untuk ke depannya”

Pulang ke Everton, Wayne Rooney mendapatkan kontrak selama dua tahun. Kapten tim nasional Inggris ini juga kabarnya rela gajinya dipotong hingga separuh dari yang diterimanya di MU, dari yang awalnya 300 ribu poundsterling menjadi 150 ribu poundsterling saja.

Selalu Juara Liga di Musim Kedua, Bisa Lakukan di MU, Mourinho?

Jose Mourinho

Pada musim kedua dalam kariernya sejauh ini, Jose Mourinho selalu berhasil memenangkan liga bersama klub yang sedang dia tangani. Apakah situasinya akan sama saat dia melatih Manchester United musim depan?

Catatan tersebut dia mulai saat membesut FC Porto. Ditunjuk untuk menangani klub raksasa Portugal itu pada Januari 2002, Mourinho pada prosesnya berhasil memenangkan Primeira Liga musim 2002/2003 dan 2003/2004.

Berikutnya saat pindah ke Chelsea. Datang ke Stamford Bridge pada musim panas 2004, Mourinho berhasil mempersembahkan titel Premier League pada musim pertama dan keduanya (2004/2005 dan 2005/2006) menangani The Blues.

Bersama Inter Milan pun juga demikian. Setelah datang ke Inter Milan pada bulan Juni 2008, Mourinho berhasil mengantarkan Nerazzurri untuk menyabet dua Scudetto secara berturut-turut pada musim 2008/2009 dan 2009/2010.

Pun bersama Real Madrid, yang dia tangani sejak Mei 2010, Mourinho melewati musim pertama dengan titel Copa del Rey sebelum kemudian melanjutkan kebiasaan memenangkan Liga pada musim kedua. Saat itu Real Madrid jadi jawara La Liga di musim 2011/2012.

Mourinho kembali ke Chelsea untuk periode kedua pada Juni 2013. Setelah tanpa gelar pada musim pertama periode ini, pada musim berikutnya Mourinho berhasil mengantarkan The Blues meraih titel dobel dengan menjuarai Premier League dan Piala Liga Inggris.

Sementara untuk Manchester United, yang ditangani oleh Jose Mourinho sejak musim panas tahun lalu, catatannya selalu menjuarai liga pada musim kedua itu tentu diharapkan bisa dia lanjutkan untuk musim 2017/2018.

Mourinho sendiri menjalani musim pertamanya bersama The Red Devils dengan titel Community Shield, Piala Liga Inggris, serta Liga Europa.

“Saya lebih suka di musim kedua karena di musim kedua saya tahu bahwa saja tidak akan melakukan kesalahan. Anda bisa mengira sudah mengenal para pemain, tapi pada kenyataannya tidak. Anda hanya bisa benar-benar mengenal mereka ketika telah menjalani masa suka dan duka bersamanya.” ujar Jose Mourinho.

Disindir Mourinho, Ramos Balas Seperti Ini

Sergio Ramos

Manajer Manchester United, Jose Mourinho memang dikenal sebagai sosok yang gemar mengundang kontroversi. Kal ini yang jadi sasarannya adalah kapten Real Madrid, Sergio Ramos. Mourino mengatakan jika Ramos punya rekor buruk di Liga Champions sebelum dia menangani Real Madrid. Atas sindiran itu, Ramos hanya bisa berterima kasih.

Seperti diberitakan sebelumnya, Mourinho mengaku jika adalah pemilih tim yang buruk. Menurut dia, tim-tim yang sebelum ditangani manajer Portugal itu selalu berada dalam masalah besar, tidak terkecuali Real Madrid.

Mourinho menyebut jika Inter Milan, Real Madrid dan Manchester United sedang punya masalah besar. Masalah yang dimaksud oleh Mourinho adalah klub-klub tersebut gagal meraih juara walaupun memiliki sejarah dan kekuatan besar.

Saat mengeluarkan statement itu, Mourinho ikut menyebut nama Ramos. “Kapten Real Madrid, yang baru kemarin meraih piala dan sekarang jadi juara Eropa tiga kali, saat saya datang ke Real Madrid pada 2010, dia bahkan selalu gagal bermain di babak perempatfinal. Jangankan final atau semifinal, dia bahkan tidak pernah bermain di perempatfinal Liga Champions!” kata dia pada akhir pekan lalu.

Empat tahun sejak Jose Mourinho angkat kaki dari Real Madrid, karier Ramos semakin berkibar. Pemain tim nasional Spanyol itu berhasil memenangkan tiga medali juara Liga Champions dan satu medali juara La Liga.

Disindir oleh mantan manajernya seperti itu, Sergio Ramos tidak menunjukkan reaksi yang berlebihan. Mantan pemain Sevilla ini hanya sedikit membalas pernyataan Mourinho secara diplomatis.

“Memang benar apa yang Jose katakan. Saat dia datang ke sini, kami mulai melewati perempatfinal dan sekarang kami sudah memenangkan tiga titel Liga Champions sejak kepergiannya.” ungkap Sergio Ramos yang dilansir Marca.

“Selama aku jadi pemain sepakbola, aku sudah belajar banyak dari setiap pelatih namun ada beberapa yang lebih berdampak dibandingkan yang lainnya,” imbuh Ramos.

Sergio Ramos dan Jose Mourinho memang dikenal punya hubungan yang kurang baik. Pada 2013, musim terakhir Mourinho di Madrid, situasi dalam klub memang sedang panas. Saat itu internal klub terbelah menjadi dua kubu yakni kubu Mourinho dan kubu Iker Casillas. Sergio Ramos yang merupakan kawan baik Casillas tentu berpihak kepada sang kiper.

 

Rindu akan Mourinho yang Dulu

Jose Mourinho baru-baru ini di angap telah lupakan sosoknya yang dulu, dan cenderung lebih sering mengeluh. Sosok dari sang pelatih yang lama Matt Le Tissier rindukan.

Mourinho terus dikenal adalah seorang manajer yang arogan, cerdik saat berkata-kata, serta gesit pada mind-games. Namun saat ini sering kali pelatih yang sekarang pimpin Manchester United tersebut di anggap sudah tidak lagi memiliki atmosfer yang serupa seperti dulu.

Hal tersebut telah dikatakan oleh mantan pengawa timnas Inggris Matt Le Tissier. Lewat sebuah percakapan pada sebuah media, pemain legendaris Southampton tersebut disuruh memilih, jika saja hingga saat ini masih tampil siapakan sang manajer yang dia rasa pas untuk melatih dirinya.

Pada pilihan yang disebutkan tersebut, Mourinho dibandingkan dengan Antonio Conte yang memimpin Chelsea dan Carlo Ancelotti yang sekarang ini berada di Bayern Munich.

“Saya bakal memberi jawaban yaitu sosok Mourinho di 3 atau 4 tahun silam. Sejumlah musim terakhir ini ia telah nampak sedikit bikin saya kecewa lewat sikap yang ia tunjukkan,” ucap Le Tissier.

“Saya tak dapat melihat adanya gelora yang persis seperti dirinya yang dulu dan ada banyak hal yang ia keluhkan. Kami miliki peluang yang amat spesial di dunia sepakbola untuk bikin apa yang kami perbuat untuk hidup dan mestinya Anda nikmati hal tersebut.”

“Saya memang sangat tahu seperti apa rasanya tertekan, namun hal tersebut bukan seperti tekanan yang benar dalam kehidupan yang sebenarnya. Ini akhirnya hanyalah sepakbola,” kata dia.

Le Tissier ingin supaya Mouriho dapat kembali temukan sosoknya yang dulu, yang ia sukai. Sedangkan berhubungan dengan pilihan yang ia suruh pilih, Ancelotti dikatakan sebagai orang yang berada dalam Hall of Fame Liga Inggris tersebut amat pas untuk sekarang ini.

“Saya berharap saksikan rasa sombong tersebut kembali dari dirinya dan juga rasa senang dari dirinya. Maka saat ini saya bisa saja perlu memilih 1 dari 2 opsi lainnya. Ancelotti bisa saja cocok dengan cara saya sebab ia sedikit lebih sabar,” ucap Le Tissier.

Mourinho Tak Menerima Laga Friendly Saat Kompetisi Berjalan

Sang manajer Manchester United yaitu Jose Mourinho, tak menerima adanya pertandingan friendly  pada tahap akhir kompetisi. Cedera yang tengah didapat oleh para pemain MU jadi alasan kuat ditolaknya pengadaan laga tersebut di tengah kompetisi.

The Red Devils harus rela kehilangan 2 orang dua pemain mereka yang bermain bersama tim nasional Inggris yaitu Chris Smalling dan Phil Jones. Keduanya alami cedera, ketika MU masuk pada periode penting pada musim ini.

Pada bulan April yang akan datang, MU bakal melangsungkan laga sebanyak 9 kali. 2 pertandingan di langsungkan di kompetisi Liga Europa berhadapan dengan Anderlecht. Ada juga pertandingan berhadapan dengan Chelsea dan Manchester City di ajang Premier League.

Oleh sebab itulah, bukan menjadi hal yang mengherankan jika Mourinho tidak menerima adanya laga friendly pada tingkat tim nasional dengan banyaknya jadwal MU untuk melangsungkan laga di berbagai ajang.

“Saya sungguh tak setuju dengan pertandingan friendly. Saya anggap pertandingan friendly yang diperuntukkan tim nasional cuma bisa diterima jika hal tersebut dilangsungkan sebelum tehap final,” ujar Mourinho.

“Di sejumlah pekan jelang Euro atau sejumlah pekan jelang ajang Piala Dunia tersebut masih bisa masuk dalam pemikiran saya. Namun jika hal tersebut diminta pada tengah musim, laga friendly disatukan dengan pertandingan kualifikasi, saya berpikir kalau hal tersebut tidak bisa masuk dalam pemikiran saya.”

“Di atas semua hal tersebut, pertandingannya pun tidak sungguh seperti pertandingan besar. Maka, saya bukanlah seorang pendukung berat. Namun saya anggap suatu hari dapat berada pada tempat tersebut, maka saya tidak dapat merasa amat kritis.”

“Saya tidak tahu namun kedua pemain bek tengah kami sedang alami cedera di kamp Inggris malah sebelum laga berlangsung. Pertandingan berhadpaan dengan Lithuania pada hari hari Minggu, dan mereka menjalani latihan pada tahap latihan,” kata dia.