Tag Archives: Liga Europa

MU Juara Liga Europa!

Manchester United

Pertandingan final Liga Europa mempertemukan antara tim raksasa Belanda Ajax Amsterdam melawan klub raksasa Inggris, Manchester United. Pertandingan ini diselenggarakan di Friends Arena, Stockholm pada hari Kamis (25 Mei 2017).

Dalam pertandingan yang berjalan kurang panas ini, Manchester United muncul sebagai pemenang. Gol-gol dari Paul Pogba dan Henrikh Mkhitaryan mengantarkan The Red Devils menjadi juara Liga Europa dengan kemenangan 2 – 0 atas Ajax di final.

Kedua tim nampak mencoba menahan diri untuk mengetahui kekuatan lawan pada awal pertandingan. Tak ada serangan frontal karena semua pemain baru mencoba masuk ke dalam pertandingan.

Manchester United pada akhirnya mengambil inisiatif menyerang lebih dulu. MU membuat Ajax Amsterdam tertekan dengan pressing di tengah. Saat memiliki kesempatan, The Red Devils pun melakukan serangan dengan menusuk ke area pertahanan de Godenzonen.

Serangan-serangan langsung dari MU membuat tim asuhan Peter Bosz ini keteteran. Meski demikian, Ajax juga sempat melontarkan ancaman lewat Bertrand Traore. Namun tembakan Traore masih bisa dengan mudah diantisipasi oleh Sergio Romero.

Setelah melakukan beberapa percobaan, MU akhirnya berhasil mencetak gol lewat Paul Pogba pada menit ke-18. Pogba melepas tembakan dari luar kotak penalti yang berbelok arah setelah menyentuh kaki Sanchez dan membuat Onana mati langkah. MU pun unggul 1 – 0.

United menjadi semakin nyaman setelah mengungguli tim lawan. Ajax kesulitan menembus pertahanan berlapis MU yang sangat raoat. Sebaliknya, serangan-serangan dari The Red Devils mampu mengancam pertahanan Ajax beberapa kali. namun sampai babak pertama usai, skor 1 – 0 untuk keunggulan United tetap bertahan.

Memasuki babak kedua, MU tampil lebih agresif. Serangan cepat United mampu diselesaikan dengan gol kedua lewat Henrikh Mkhitaryan pada menit ke-48. Lewat tendangan sudut, Chris Smalling mengarahkan bola ke arah Mkhitaryan. Mantan pemain Borussia Dortmund itu lalu mengarahkan bola dengan akrobatik melewati penjagaan lawan. MU pun unggul 2 – 0.

Ajax Amsterdam seperti merasa frustasi untuk bisa membongkar pertahanan United. Mereka bisa dengan bebas menguasai bola, tapi hanya sampai ke lini tengah. Ketika masuk ke bagian pertahanan United, penjagaan amat ketat. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-0 tetap bertahan. Manchester United pun dinobatkan sebagai juara Liga Europa 2016/17.

Susunan Pemain
Ajax Amsterdam: Onana, Veltman, Sanchez, De Ligt, Riedewald (De Jong, 82′), Klaassen, Schone (Van de Beek, 70′), Ziyech, Traore, Dolberg (Nerez, 62′), Younes.
Manchester United: Romero, Valencia, Smalling, Blind, Darmian, Fellaini, Herrera, Pogba, Mata (Rooney, 90′), Rashford (Martial, 84′), Mkhitaryan (Lingard, 74′).

MU VS Ajax Seperti Ulangan Liga Champions 1999

Ajax vs Manchester United

Manchester United akan tampil di laga yang sangat krusial saat berhadapan dengan Ajax Amsterdam di final Liga Europa. The Red Devils diingatkan dengan konsekuensi-konsekuensi kalau sampai gagal juara.

Pertandingan Manchester United kontra Ajax Amsterdam akan diselenggarakan di Friends Arena, Stockholm, Kamis (25 Mei 2017) dinihari WIB. Bagi MU secara khusus, titel juara akan menawarkan jalan menuju Liga Champions musim depan setelah kegagalan finis empat besar di Premier League.

Legenda Manchester United, Dwight Yorke, bahkan menilai final ini sama besarnya dengan final Liga Champions 1999. Saat itu, The Red Devils berjuang mendapatkan trofi terakhir untuk mewujudkan treble winner melawan Bayern Munich.

“Pertandingan ini terasa seperti final Liga Champions 1999, tapi untuk alasan yang berbeda. Saat itu kami menciptakan sejarah, mencoba sesuatu yang belum pernah dilakukan orang-orang di klub sebelumnya,” ungkap Yorke seperti yang dilansir dari Mirror.

“Tapi ini akan menjadi motivasi dan langkah maju ke depan untuk klub yang belum melakukan apapun di Liga Champions selama tiga musim terakhir. Jadi ini akan terasa sangat penting.”

Manchester United finis di bawah keenam di bawah Chelsea, Tottenham Hotspur, Manchester City, Liverpool, dan Arsenal. Gengsi pun dipertaruhkan The Red Devils terlebih setelah Tottenham Hotspur, yang merupakan kekuatan baru di peta sepakbola Inggris, serta Liverpool sang rival berat mampu menembus kasta tertinggi kompetisi antarklub Eropa.

“Melihat tim-tim seperti Liverpool dan Tottenham Hotspur berhasil lolos ke Liga Champions dan bukannya Manchester United akan menjadi sebuah pukulan telak bagi klub. Mereka gagal di Premier League dan sekarang ini adalah pertandingan yang sangat penting bagi United,” lanjut Yorke.

“Kemenangan di pertandingan ini lebih daripada hal lain karena bisa menjadi penentuan klub untuk mendatangkan para pemain terbaik dan itu adalah sesuatu yang harus segera mereka lakukan.”

Manchester United sudah empat musim absen di persaingan juara Premier League dan bagi klub dengan standar seperti mereka, ini sama sekali tidak bisa diterima mengingat uang yang sudah dibelanjakan di musim ini, kegagalan ke Liga Champions akan terasa sangat menyakitkan.

MU: Laga yang Tidak Mudah

Manchester United yang berhasil masuk ke babak final Liga Europa perlu mengeluarkan usaha yang amat keras. Mereka di buat kesulitan ketika berhadapan dengan Celta Vigo

MU berhasil lolos setelah tampil dengan skor seri 1-1 berhadapan dengan Celta yang berlangsung pada hari Jumat (12/5/2017) dinihari WIB di Old Trafford, pada babak semifinal pertemuan kedua. Skor tersebut dapat dikatakan cukup untuk mengunci kelolosan menuju babak final setelah MU menangkan laga dnegan skor 1-0 pada pertemuan pertama.

Marouane Fellaini mengantarkan MU lebih awal unggul pada menit 17. Namun selanjutnya Celta perlahan merebut jalannya laga dan melesatkan tekanan dengan deras.

Celta baru bisa ciptakan angka yang membuat skor imbang pada menit 85 lewat Facundo Roncaglia. namun keinginan MU menuju babak final mungkin saja bisa menjadi buyar, karena banyaknya kesempatan yang Celta raih.

Tercatat Celta berhasil lakukan 17 kali upaya mencetak angka dengan 6 di antaranya yang mengarah ke gawang. Sedangkan MU hanya lakukan 10 percobaan, dengan 4 di antaranya yang tepat ke sasaran.

Hal yang untung untuk MU, penuntasan akhir yang dilakukan oleh Celta tidak mulus hingga beberapa kesempatan bersih malah gagal dikonversi menjadi cetak angka. Laga sendiri ikut dihiasi dengan 2 kartu merah, masing-masing diterima oleh Eric Bailly dan Roncaglia menyusul adanya insiden di lapangan.

Ander Herrera akui kalau laga itu berlangsung amat gila, sesali bekal yang dibawa lebih baik di pertemuan pertama. Namun dengan sekarang ini timnya telah berada di babak final, Herrera tegaskan akan keluarkan semua yang ia miliki untuk menjadi juara untuk trofi dan kelolosan menuju ajang Liga Champions.

“Ini merupakan lag ayang sangat sulit. Kami tampil lebih baik pada pertemuan pertama dan mestinya raih hasil lebih oke waktu itu. Pada malam ini kami alami kesulitan,” imbuh dia.

“Namun kami berada di babak final, kami telah lakukan usaha dengan keras untuk bisa sampai seperti sekarang ini. Anda tidak dapat menangkan babak semifinal dengan begitu mudah, atau tenang. Kami berada di babak final, dan hal tersebutlah yang paling penting.”

“Kami telah lewati banyak laga. Kami mengetahui kalau di liga nyaris tidak akan mungkin untuk memasuki ajang Liga Champions, maka kami bakal keluarkan semua yang dapat kami lakukan,” kata dia.

Ajax Tundukkan Lyon 4-1

Ajax Amsterdam telah membuka dengan besar kesempatan untuk mereka lolos ke babak final Liga Europa. Ajax dapatkan hasil positif besar di pertemuan pertama babak semifinal usai tundukkan Lyon dengan skor 4-1.

Berhadapan dengan Lyon pada hari Kamis (4/5/2017) dinihari WIB, di Amsterdam ArenA, Ajax menangkan laga lewat 2 angka yang dicetak oleh Bertrand Traore dan juga 2 angka lain yang diciptakan oleh Kasper Dolberg dan Amin Younes. Lyon hanya dapat memberi balasan 1 kali lewat angka yang diciptakan oleh Mathieu Valbuena.

Hasil positif ini jadi sebuah modal yang amat luar biasa untuk Ajax menatap pertemuan kedua babak semifinal yang bakal berlangsung di kandang Lyon pada pekan berikutnya. Kebalikannya, Lyon perlu menangkan laga paling kecil dengan skor 3-0 untuk memutar balik posisi mereka.

Traore awali skor di menit 25. Tundukannya teruskan sepakan bebas dari Hakim Ziyech mengantarkan Ajax unggul dengan skor 1-0.

Ajax menambah besar keunggulan yang diraih jadi 2-0 dengan angka yang diciptakan oleh Dolberg di menit 34. Cetak angka ini diawali lewat penjaga gawang Lyon, Anthony Lopes yang tidak mampu membuang bola dengan baik. Bola sepakan Lopes ditanduk oleh Traore ke arah Dolberg yang tanpa penjagaan. Dolberg lekas berduel dengan Lopes dan berhasil memasukkan bola ke gawang Lyon.

4 menit babak kedua berlangsung, Younes antarkan Ajax unggul dengan skor 3-0. Younes lolos sendiri usai mendapat umpan Ziyech. Ia dengan santai membawa bola ke area penalti dan berhasil menjadi angka ketiga Ajax.

Lyon memotong jarak ketertinggalan jadi 1-3 di menit 66. Sepakan keras Valbuena lewat dalam area penalti tidak dapat diantisipasi oleh kiper Ajax, Andre Onana.

Namun, Ajax kembali memperjauh jarak skor ketika laga berjalan 71 menit. Traore melakukan sontekan umpan silang dari Ziyech untuk merubah skor jadi 4-1.

Susunan Pemain
Ajax: Onana; Tete, De Ligt, Sanchez, Riedewald; Ziyech, Klaassen, Schoene (van de Beek 71′); Traor√©, Dolberg (neres 88′), Younes (Kluivert 79′)

Lyon: Lopes; Jallet (Rafael 69′), Nkoulou, Diakhaby, Morel; Tousart (Ghezzal 58′), Gonalons; Cornet (Lacazette 76′), Tolisso, Valbuena; Fekir

Mourinho Tak Menerima Laga Friendly Saat Kompetisi Berjalan

Sang manajer Manchester United yaitu Jose Mourinho, tak menerima adanya pertandingan friendly  pada tahap akhir kompetisi. Cedera yang tengah didapat oleh para pemain MU jadi alasan kuat ditolaknya pengadaan laga tersebut di tengah kompetisi.

The Red Devils harus rela kehilangan 2 orang dua pemain mereka yang bermain bersama tim nasional Inggris yaitu Chris Smalling dan Phil Jones. Keduanya alami cedera, ketika MU masuk pada periode penting pada musim ini.

Pada bulan April yang akan datang, MU bakal melangsungkan laga sebanyak 9 kali. 2 pertandingan di langsungkan di kompetisi Liga Europa berhadapan dengan Anderlecht. Ada juga pertandingan berhadapan dengan Chelsea dan Manchester City di ajang Premier League.

Oleh sebab itulah, bukan menjadi hal yang mengherankan jika Mourinho tidak menerima adanya laga friendly pada tingkat tim nasional dengan banyaknya jadwal MU untuk melangsungkan laga di berbagai ajang.

“Saya sungguh tak setuju dengan pertandingan friendly. Saya anggap pertandingan friendly yang diperuntukkan tim nasional cuma bisa diterima jika hal tersebut dilangsungkan sebelum tehap final,” ujar Mourinho.

“Di sejumlah pekan jelang Euro atau sejumlah pekan jelang ajang Piala Dunia tersebut masih bisa masuk dalam pemikiran saya. Namun jika hal tersebut diminta pada tengah musim, laga friendly disatukan dengan pertandingan kualifikasi, saya berpikir kalau hal tersebut tidak bisa masuk dalam pemikiran saya.”

“Di atas semua hal tersebut, pertandingannya pun tidak sungguh seperti pertandingan besar. Maka, saya bukanlah seorang pendukung berat. Namun saya anggap suatu hari dapat berada pada tempat tersebut, maka saya tidak dapat merasa amat kritis.”

“Saya tidak tahu namun kedua pemain bek tengah kami sedang alami cedera di kamp Inggris malah sebelum laga berlangsung. Pertandingan berhadpaan dengan Lithuania pada hari hari Minggu, dan mereka menjalani latihan pada tahap latihan,” kata dia.