Tag Archives: Manchester City

Vincent Kompany Tegaskan Manchester City Fokus Raih Juara Piala FA

Vincent Kompany Fokus di Piala FA

Manchester City akan berupaya untuk mendapatkan gelar juara Piala FA musim ini. Salah satu pemain mereka yakni Vincent Kompany menegaskan hal tersebut. Kapten tim ini menyebutkan jika klubnya kini begitu memiliki semangat yang tinggi dalam mencatatkan kemenangan.

Bek Mancheter City ini mengatakan jika saat ini berburu catatan mengesankan demi mencoba membukukan treble domestik kontra Watford di babak final Piala FA pada hari Sabtu (18/5).

Asuhan Pep Guardiola itu menyebutkan jika Piala FA menjadi gelar kedua mereka pada musim ini, setlah pada minggu lalu mereka sukses mencatatkan hasil baik dengan skor 4-1 atas Brighton dan menyudahi musim dengan gelar Liga Premier yang sangat diperebutkan.

Vincent Kompany yang menjadi pemain dengan sembilan gelar juara selama tampil di Etihad tersebut mengungkapkan jika hal ini semuanya berkaitan dengan performa timnya. “Ini bukan soal bagaimana saya di lapangan dan catatan CV saya, namun ini bukan laga tentang saya, namun juga soal tim saya dan kami saat ini tengah buas. Pada pemain lainnya merupakan tim yang mengesankan.” Ucapnya.

“Saya akan melakukan semua yang saya bisa demi memberikan hasil terbaik dalam klub ini. Kami saat tengah berada dalam posisi terbaik. Kami merupakan tim yang besar dan saat ini sudah kami buktikan. Saya begitu ingin tampil di babak final Piala FA musim ini. Saya begitu termotivasi untuk kompetisi ini.”

The City mencatatkan kemenangan dalam 14 laga di Premier League musim ini, dengan laga terakhir mengalahkan Liverpool yang menjadi tim rival dengan hanya selisih satu poin saja. Dengan begitu, tim ini sukses mencatatkan gelar mereka, tim pertama yang sukses mencatatkan prestasi tersebut.

Kompany bermain dengan krusial di timnya jelang laga terakhirnya, khususnya dengan gol kemenangan dengan penampilan mengesankan kontra Leicester dengan skor 1-0 untuk menjaga peluang mereka mempertahankan jelang laga pamungkas di Amex.

Walau begitu, pemain timnas Belgia ini memiliki karir yang belum diputuskan dalam kontraknya yang akan usai di musim panas ini. Dirinya menilai jika gaya permainannya terkenal cukup sederhana. “Saya sesekali saat merasa sudah begitu nyaman, saya terlihat agresif dalam sesi latihan atau saya berbincang dengan mengatakan apa yang saya tengah pikirkan bersama tim.” ucapnya.

Namun, bagi dirinya hal yang utama adalah sosok yang berada bersamanya, yakni pelatih. Vincent Kompany mengungkapkan jika sang pelatih selalu paham dengan prioritasnya. “Kami fokus dengan pencapaian di tiap laga. Mencatatkan gelar kemenangan tidak cukup, sudah pernah kami buktikan sebelumnya. Mencatatkan gelar secara berturut-turut dan itu sangat mengasankan.” Tutupnya.

Kalah, Ole Gunnar Solskjaer Tekan Pemain Manchester United

Ole Gunnar Solskjaer, pelatih Manchester United

Ole Gunnar Solskjaer, pelatih Manchester United mulai menerapkan sistem ancaman untuk semua pemainnya di tim Klub besar Inggris tersebut memang baru mendapatkan kekalahan saat melawan Manchester City dengan skor akhir 0 – 2.

Merasa kecewa, Ole Gunnar Solskjaer mulai keras pada pemain Manchester United. Dia menerapkan jika hanya pemain terbaik yang akan mendapat kesempatan untuk bermain di tim intinya. Gunnar memang hanya ingin memilih pemain terbaik saat ini. Sepertinya hanya sedikit pemain yang akan bertahan di tim setelah dikalahkan oleh Manchester City.

Sempat melakukan penyerangan pada pemain City hingga disebut para pemain tampil dengan kasar, sang pelatih kembali menahan malu dengan kegagalan The Red Devils. Sebelumnya, pelatih ini mencatatkan kemenangan di empat belas dari sembilan belas laga yang sudah mereka mainkan. Akan tetapi, kini dia dan timnya sudah merasakan lima kegagalan dari tujuh laga yang mereka mainkan.

Sebelum laga berlangsung, mantan pemimpin tim yakni Roy Keane sempat berbincang dengan Ole. Ia mengatakan jika klub Inggris ini merupakan klub yang tega melakukan apapun, termasuk membuang Jose Mourinho yang dinilai gagal menaikkan performa timnya dan meraih gelar juara. Jelas ini menjadi ancaman untuk pelatih ini.

mu kalah lawan the city

“Jika saya dan Roy, saya memiliki hubungan baik dan menghargai setiap perkataan dan peringatan darinya. Kami pernah satu tim bersama dan dia merupakan legenda di Setan Merah. Dia banyak mengalami hal sedih dan menyenangkan dengan semua yang terkait di klub ini,” ujar Ole Gunnar Solskjaer.

“ Lebih lanjut, saat ini kami sedang jatuh dan jauh dari Manchester City. Sebagai pelatih, saya seharusnya dapat melakukan yang terbaik dan memiliki pemain dengan karakter terbaik yang saya miliki. Karena kami mungkin tidak membutuhkannya di musim mendatang.” Lanjutnya.

Selain itu, pelatih yang pernah menjadi pemain MU ini juga menuturkan jika semua pemain harus memberikan segala yang dia miliki untuk kemenangan timnya. Hal tersebut menjadi alasan untuk mereka dapat bertahan di klub ini. “Semua harapan dan apa yang mereka miliki akan dipertaruhkan. Secara perlahan, saya akan membuat pasukan terbaik yang sebenarnya,” paparnya.

Pelatih Manchester United ingin memberikan yang terbaik dari kemampuannya untuk membawa MU meraih kembali kejayaannya dan dia merasa jika inilah tugas sebenarnya seorang pelatih sepakbola. Ole Gunnar Solskjaer juga ingin agar semua pemain yang dia miliki dapat memberikan yang terbaik dan bekerjasama dengan mereka seutuhnya.

Toure Cemaskan Angin Pengumbar Kebencian di Piala Dunia Rusia

Gelandang kawakan Manchester City, Yaya Toure sangat antusias menyambut pargelaran Piala Dunia 2018 Rusia. Namun sang gelandang tak menapik kecemasan begitu besar atas angin pengumbar kebencian atau biasa disebut tindakan rasis sepanjang pergelaran berlangsung.

Yaya sendiri sempat menyampaikan apa yang sudah pernah dia alami ketika berkunjung ke Rusia, satu momen Manchester City berkesempatan bertandang ke markas, CSKA Moscow dilanjutan pertandingan Liga Champions.

Dan hal yang membuatnya terkejut adalah tindakan para fans tuan rumah yang tidak memberikan sambutan hangat kepada Manchester City terlebih khusus pada Yaya yang terus menerus mendapat respon rasisme. Pada akhirnya, FIFA menindak tegas perlakuan itu dengan memberikan hukuman kepada CSKA Moscow.

Atas pengalaman dan kejadian yang pernah dialami Yaya, maka dia memberikan sinyal tegas kepada FIFA untuk bisa menindak tegas dan mengilangkan para pembuat isu rasisme sebelum pertandingan didalam maupun diluar lapangan.

“Saya sebagai pemain yang pernah mengalami hal rasisme, karena saya menjadi korban saat itu. Saya mencoba terlibat dan ingin membantu mereka yang tak punya suara dalam situasi ini,” ucap Yaya kepada media.

“Menurut saya, ketika seseorang memberikan bantuan terhadap bocah afrika dari tindakan rasisme maka itu adalah sebuah rahmat. Kami akan coba untuk menghentikan semua idiot itu melakukan hal seperti ini. Kami harus tetap menyuarakan sikap fair play,”

“Andai semua ini terus terjadi, maka akan terjadi kekacauan. Semua orang berbicara itu akan sulit di Rusia. Akan tetapi, kami berharap kepada Rusia bisa memberikan kami kejutan dan bersikap sebagaimana mestinya,”

“Saya pernah menjalani pertandingan di Ukraina dan Rusia sebelum pindah ke tempat lain di Eropa. Ketika saya berada disana, saya bisa bahasa Rusia dengan baik.” tutu Yaya.

Koeman Sebut Baris Serang Mechetser City Begitu Kuat

Manager Everton, Ronald Koeman, sempat menyatakan bahwasannya Manchester City mempunyai baris serang yang sangat kuat, menjelang laga kunjungan skuat Everton menuju Etihad dalam pertandingan terusan Premier League malam nanti.

Sebelumnya Koeman sempat mengatakan bahwa dirinya yakin skuat yang mendapat julukan The Toffees ini bakal mampu membobol jaring skuat tuan rumah, akan tetapi dia tak yakin bahwa skuatnya mampu sanggup menahan serangan The Citizens, seiring misi Everton mencatat 5 clean sheet secara berturut-turut.

Pria asal Belanda ini mengatakan bahwa Manchester City mempunyai salah satu baris serang terbaik di Premier League tahun ini.

“Bila kami memendapat clean sheet, saya tidak tahu apakah hal tersebut sebuah keajaiban. Mungkin saja iya. Kami sangat kuat di baris belakang akan tetapi kunci untuk mendapatkan hasil baik ialah apa yang anda lakukan pada saat mendominasi bola,” ucap Koeman pada salah satu media.

“Ketika saat kami bertanding kontra mereka ketika tahun lalu, saya katakan bahwasannya kami beruntung dapat emmeperoleh 1 poin. Di hari itu, mereka tampil luar bisa dan saya berbicara terkait mereka sebagai klub yang diunggulkan menang. Usai itu, mereka mulai kesulitan. Itulah sepak bola, anda tidak pernah tahu, ” ujar koeman.

“Tidak mudah untuk memperkirakan siapa yang paling kuat. Saya pribadi sejauh ini sangat terpukau dengan Manchester United dan Manchester City. Akan tetapi mungkin dalam 2 Minggu, atau 2 bulan, bakal ada perbedaan. Manchester City pribadi sangat kuat, itu suda pasti,” timpanya.

Bernardo Silva Bakal Jadi Pembeda di City

bernardo silva

Bernardo Silva sudah mulai tampil untuk Manchester City. Pesepakbola internasional Portugal tersebut dianggap bisa memberi perbedaan signifikan bagi permainan The Citizens.

Pertandingan antara City kontra West Ham United jadi penampilan perdana Bernardo. Dia maju sebagai pemain pengganti dalam laga yang berkesudahan 3-0 untuk kemenangan City pada 4 Agustus lalu.

Bernardo yang masuk pada menit ke-58, sudah bisa membuat kapten tim, Vincent Kompany, terpukau. Penguasaan bola dan passing-passing Bernardo dinilai bisa banyak membantu dalam partai yang dilakoni timnya.

Saat memperkuat AS Monaco di usim lalu, Bernardo bisa memperlihatkan performa yang bagus. Dia membukukan 8 gol plus 11 assist di berbagai kompetisi.

“Anda bisa lihat sendiri kualitas yang ada dalam dirinya. Ia mempunyai penguasaan bola yang bagus. Dia adalah pemain yang tahu saat kapan harus melepaskan umpan kunci dan saya tentu amat antusias karena saya sadar jenis pemain seperti ini bisa jadi penentu laga dan membantu anda sampai ke level yang hebat,” kata Kompany di Manchester Evening News.

“Akan tetapi ini baru menjadi pramusim baginya. Mungkin dia masih tertinggal dalam hal kebugaran, itu wajar dan kami butuh kehadirannya di waktu yang tepat,” kata pemain asal Belgia itu menambahkan.

Kehadiran Bernardo membuat lini tengah anak asuh Pep Guardiola kaya akan aktivitas dimana sebelumnya mereka telah mempunyai para gelandang cerdik seperti David Silva dan Kevin de Bruyne.

Gagal Dekati Coutinho dan Verratti, Barca Dekati Kondogbia?

Dani Alves

Juventus secara resmi telah melepas bek mereka, Dani Alves. Keduanya sudah sepakat dengan pemutusan kontrak dan membuat Alves sekarang bisa bebas untuk menentukan pilihannya. Ada kabar yang menyebut jika Alves akan pindah ke Manchester City.

Alves sebenarnya baru bergabung dengan Il Bianconeri di musim panas lalu secara cuma-cuma dari Barcelona. Dia mengantarkan tim raksasa asal Turin ini mempertahankan Scudetto dan memenangi Coppa Italia, serta lolos ke final Liga Champions walaupun akhirnya harus puas jadi runner-up usai dikalahkan Real Madrid 4 – 1.

Pemain berusia 34 tersebut hengkang dari Turin dengan kisah yang hampir sama ketika dia berpisah dengan Barcelona dengan bergelimang banyak gelar juara. Saat itu mantan pemain Sevilla ini hengkang dari Camp Nou usai mengantarkan raksasa Catalan itu memenangkan La Liga dan Copa del Rey.

Keinginan Dani Alves untuk angkat kaki sudah diungkapkan CEO Juventus Giuseppe Marotta sepekan lalu. Bek 34 tahun itu pun resmi dilepas Juventus, Kamis (29 Juni 2017) hari ini waktu setempat.

“Juventus Football Club menyatakan sudah resmi berpisah dengan Dani Alves setelah sepakat dengan pembatalan kontrak dengan si pemain,” ungkap pernyataan dalam situs resmi Juventus.

Hubungan Juventus dan Alves sendiri dikabarkan memanas sejak beberapa waktu belakangan ini. Hal ini diduga dipicu ucapan Alves kepada Paulo Dybala, yang menyarankan penyerang asal Argentina itu hengkang dari Juventus demi memenuhi potensinya.

Pergi dari Il Bianconeri, Alves kini diyakini akan menuju Manchester City, yang sedang ditangani oleh mantan bosnya di Barcelona dulu, Josep Guardiola. Alves diprediksi akan menjadi senjata andalan baru The Citizens di lini pertahanan.

Pada akhir bulan ini Manchester City dipastikan melepas Pablo Zabaleta, Gael Clichy dan Bacary Sagna. Sebelumnya, The citizens City berhasil merekrut gelandang AS Monaco Bernardo Silva dan penjaga gawang Benfica, Ederson Moraes seiring ambisi Guardiola untuk menghadirkan trofi perdananya di Premier League.

Biaya Transfer Yang Mahal Tak Jadi Beban Buat John Stones

 

Bek Manchester City, John Stones, direkrut dengan biaya transfer yang sangat mahal. Walaupun begitu, Stones mengakui kalau status transfernya itu tak menjadi beban untuknya.

Pesepakbola asal Inggris itu awalnya pindah dari Everton ke Manchester dengan biaya trasfer sebesar 47,5 juta pounds. Label harga Stones ini membuatnya jadi bek termahal kedua dengan David Luiz di urutan teratas usai direkrut oleh Paris St-Germain dari Chelsea, tepatnya di 4 tahun lalu.

Dengan biaya transfer sebesar itu, maka normal saja kalau publik berekspetasi besar terhadap si pemain. Di awalnya, penampilan Stones tampak tak begitu oke alhasil sempat disisihkan ke kursi cadangan. Namun di babak musim kedua, Stones akhirnya bisa bermain secara reguler di skuat utama Josep Guardiola.

“Saat ini uang di dalam sepakbola memang begitu menyeramkan dan aku tak pernah terpikirkan olehku bahwa aku akan hengkang dengan harga transfer sebesar itu, namun di akhirnya hal tersebut tidak bergantung dengan si pemain,” ujar pemain tengah berusia 24 tahun ini, yang dilansir dari salah satu media.

“Label transferku tak begitu menjadi beban buatku. Aku amat beruntung direkrut dengan biaya seperti itu — nyaris merasa tersanjung lantaran mereka menebus jasaku dengan harga yang superior, dan aku mau bermain sesuai hargaku,” lanjut Stones.

“Anda mesti berkonsentrasi dengan cuma melaksanakan apa yang diminta Pep serta stafnya dariku buat tim. Sepakbola sudah berevolusi dan Anda melihatku dengan tim bermain seperti yang mereka mau.”

Di sisi lain, Stones nantinya akan mengganti nomorpunggung 24 menjadi nomor 5, nomorpunggung tersebut kosong usai Pablo Zabaleta hengkang di akhir musim.

“Aku telah membahaskannya bersama Zaba sebelum mengganti nomorpunggung itu. Kukira ini merupakan hal yang tepat, bukanlah meminta izin darinya namun lebih tepatnya restu darinya. Kami bercanda mengenai dia meraih titel juara dengan mengenakan nomorpunggung tersebut, dan semoga saja aku pun akan begitu.” tutup Stones.

Ederson Moraes, Kiper Benfica Yang Jadi Incaran Manchester City

ederson moraes

 

Manchester City akan merekrut pemain baru di bursa transfer musim panas ini. Ada rumor transfer yang mengabarkan kalau The Citizens tengah mengincar kiper Benfica, Ederson Moraes.

City telah melepaskan salah satu pengawal gawangnya, Willy Caballero, lantaran tidak memperpanjang kontranya. Dengan begitu, City pun langsung mengincar kiper baru di bursa transfer kali ini.

Tampaknya perekrutan itu bakal memecahkan sebuah rekor transfer, sebab sejumlah media melaporkan kalau Ederson dilabeli harga sekitar 34,9 juta pounds maupun setara Rp 595 miliar. Apabila rumor transfer itu benar adanya, maka nilai tersebut bakal memecahkan rekor transfer kiper Gianluigi Buffon yang direkrut Juventus dari Parma — 32,6 juta pounds untuk transfer Buffon.

Ederson sendiri tampaknya menjadi kriteria kiper yang diinginkan oleh peracik taktik City, Pep Guardiola. Apalagi si pemain mempunnyai catatan dengan distribusi bola yang cukup oke: sekitar 70%. Sedangkan rata-rata penyelamatan yang dibukukan pesepakbola 23 tahun asal Brasil itu sekitar 1,81 di tiap laga.

Ederson sudah melakoni total 27 pertandingan dengan Benfica di sepanjang musim ini. Ia mampu membukukan 17 clean sheet yang membantu mereka jadi pemuncak di Liga Portugal.

Beberapa waktu lalu, Ederson sempat menanggapi soal masa depannya bersama Benfica tepatnya usai berhasil menang 2-1 kontra Vitoria Guimaraes di partai final Piala Portugal.

“Saya masih belum tahu, namun ini bisa jadi adalah laga terakhir saya bersama Benfica,” ungkap Ederson kepada salah satu media.

Di sisi lain, sejatinya City masih memiliki kiper lain yakni Claudio Bravo yang sebelumnya direkrut dari Barcelona, namun performanya justru jauh dari ekspektasi. Ada pula Joe Hart yang bakal dipulangkan usai kontrak peminjamnya bersama Torino selesai.

City Tundukkan West Brom 3-1

Manchester City telah menambah besar kesempatan yang mereka miliki untuk bisa masuk ke ajang tingkat tertinggi antarklub yaitu Liga Champions pada musim depan. The Citizens berhasil naik tingkat di urutan ketiga usai tundukkan West Bromwich Albion dengan skor akhir 3-1.

Menjadi tuan rumah berhadapan dengan West Brom pada hari Rabu (17/5/2017) dinihari WIB di Etihad Stadium, City menurunkan Sergio Aguero dan Gabriel Jesus dengan bersamaan menjadi starter. Tim tuan rumah bermain lebih unggul sejakawal hingga sampai akhir pertandingan.

City berhasil unggul dengan skor 2-0 pada babak pertama dengan angka yang berhasil dicipakan oleh Gabriel Jesus di menit 27 dan disusul dengan Kevin De Bruyne di menit 29. Usai jeda, City berhasil ciptakan angka lagi yang kali ini tercatat atas nama Yaya Toure di menit 57. West Brom berhasil ciptakan 1 angka balasan lewat Hal Robson-Kanu di menit 87.

Hasil positif ini telah membawa City ke urutan 3 klasemen sementara di ajang Premier League dengan berhasil catatkan 75 poin lewat 37 pertandingan. Mereka berhasil unggul dengan selisih 3 poin atas Arsenal yang berada di urutan 5 dan dilihat secara matematis masih dapat diimbangi dengan sisa 1 pertandingan. Ada juga West Brom berada di urutan 9 dengan mengumpulkan 45 poin.

Manchester City menambah besar kesempatan mereka untuk bisa masuk ke ajang Liga Champions lewat kemenangan atas West Bromwich Albion ini, dan sekarang berada di urutan 3 klasemen.

Susunan Pemain
Manchester City: Caballero; Fernandinho, Kompany (Stones 77′), Otamendi, Kolarov; Toure (Fernando 81′), De Bruyne, Silva (Zabaleta 61′); Sane, Aguero, Gabriel Jesus

West Bromwich Albion: Foster; Nyom, Dawson, Evans, Wilson (McClean 52′); Livermore (Morrison 65′), Yacob, Fletcher, Brunt, Chadli; Rondon (Robson-Kanu 71′)