Tag Archives: Manchester United

FIFA Akan Selidiki Soal Transfer Pogba Dari Juventus Ke Man United

paul pogba

 

FIFA memastikan akan menyelidiki secara menyeluruh terkait pembelian Paul Pogba dari Juventus ke Manchester United di bursa transfer musim panas tahun lalu. Kubu MU telah dipastikan tidak bersalah, sedangkan Juve kemungkinan akan menerima sanksi.

Juventus awalnya merekrut Pogba tanpa biaya sepeser pun mengingat kontrak si pemain bersama Man Utd berakhir di 2012 silam. Namun, ketika pihak ‘Setan Merah’ ingin membawa pulagn lagi pemain asal Prancis itu ke Old Traffrod di 4 tahun kemduain, biaya transfernya justru sebesar 89,3 juta pounds.

Namun seperti yang dilaporkan, Juve sejatinya tidak menerima semua uang dari hasil penjualan itu. Sebaliknya agen Pogba, Mino Raiola, dilaporkan menerima bagian sekitar 41 juta pounds ataupun nyaris dari setengah penjualan tersebut.

Disebabkan dugaan inilah, pihak FIFA pun mulai menyelidiki lebih lanjut. Terdapat dakwaan kalau Juventus dengan Raiola melanggar regulasi yang sudah ditetapkan FIFA terkait hak pemilikan si pemain oleh pihak ketiga. Sedari April 2015 lalu, FIFA sudah menetapkan sebuah regulasi yang melarang hak kepemilikan pemain dari pihak ketiga.

“Kami dapat mengklaim kalau proses kedisplinan terhadap Juventus FC sudah dimulai. Kami tidak dapat menangapi hal ini lebih lanjut karena prosesnya masih terus berlangsung,” ucap juru bicara FIFA seperti yang dilansir dari salah satu media.

Tak hanya itu, juru bicara FIFA itu pun mengklaim kalau pihak Man United tidak terlibat dalam proses kedisplinan ini.

Apabila nantinya mereka terbukti bersalah dan melanggar regulasi, Juventus kemungkinan akan mendapat sanksi dari FIFA. Bahkna, sanksi serius seperti larangan untuk melakukan transfer pun mengancam Juve terkait masalah ini.

Ferguson: Lawan Tim Besar Di Masa Pramusim Akan Untungkan MU

Sir Alex Ferguson

Manchester United akan menghadapi pramusim berisi laga-laga melawan tim-tim raksasa Eropa di musim panas ini. Mantan manajer United, Sir Alex Ferguson yakin jika itu justru akan menjadi hal yang positif untuk The Red Devils.

MU akan terbang ke Amerika Serikat untuk tampil di laga pramusim di musim panas ini. Mereka akan menjalani ujicoba menghadapi dua tim lokal, Los Angeles Galaxy dan Real Salt Lake, sebelum kemudian berlaga di International Champions Cup (ICC).

Dalam turnamen tersebut, tim asuhan Jose Mourinho tersebut akan berhadapan dengan Manchester City, Real Madrid, dan Barcelona. Setelah itu MU masih punya jadwal laga persahabatan dengan Valerenga dan Sampdoria di bulan Agustus.

Sir Alex Ferguson menganggap jika pertandingan-pertandingan itu, terutama melawan Manchester City, Real Madrid, dan Barcelona bisa menjadi persiapan bagus menghadapi lawan-lawan besar di laga sesungguhnya. Para pemain yang belum banyak pengalaman di partai besar bisa setidaknya mencicipi atmosfernya di pramusim ini.

“Hal positif tentang Manchester United adalah Anda harus menghadapi tantangan untuk menang melawan yang terbaik. Harapan pada mereka selalu ada dan laga-laga yang akan kami hadapi di turnamen International Champions Cup itu semuanya besar,” ungkap Sir Alex Ferguson seperti yang dilansir dari Sky Sports.

“Tantangan-tantangan seperti ini akan sangat bagus untuk para pemain yang lebih muda, untuk datang ke kompetisi seperti ini dalam hal persiapan untuk benar-benar menjadi seorang pemain Manchester United. Semakin berat tantangan yang mereka dapatkan, semakin siap pula mental mereka saat berhadapan dengan tim-tim itu di kompetisi sesungguhnya.”

“Persiapan untuk bermain dalam pertandingan-pertandingan sebesar itu bisa dimulai di turnamen-turnamen pramusim seperti International Champions Cup, yang mana akan terasa sangat spesial untuk mereka,” sambung Sir Alex Ferguson.

Laga kompetitif pertama Manchester United di musim depan adalah bertanding melawan Real Madrid di Piala Super Eropa pada 9 Agustus 2017. Mereka lantas memulai perjalanan di Premier League dengan melawan West Ham United tiga hari berikutnya.

Selalu Juara Liga di Musim Kedua, Bisa Lakukan di MU, Mourinho?

Jose Mourinho

Pada musim kedua dalam kariernya sejauh ini, Jose Mourinho selalu berhasil memenangkan liga bersama klub yang sedang dia tangani. Apakah situasinya akan sama saat dia melatih Manchester United musim depan?

Catatan tersebut dia mulai saat membesut FC Porto. Ditunjuk untuk menangani klub raksasa Portugal itu pada Januari 2002, Mourinho pada prosesnya berhasil memenangkan Primeira Liga musim 2002/2003 dan 2003/2004.

Berikutnya saat pindah ke Chelsea. Datang ke Stamford Bridge pada musim panas 2004, Mourinho berhasil mempersembahkan titel Premier League pada musim pertama dan keduanya (2004/2005 dan 2005/2006) menangani The Blues.

Bersama Inter Milan pun juga demikian. Setelah datang ke Inter Milan pada bulan Juni 2008, Mourinho berhasil mengantarkan Nerazzurri untuk menyabet dua Scudetto secara berturut-turut pada musim 2008/2009 dan 2009/2010.

Pun bersama Real Madrid, yang dia tangani sejak Mei 2010, Mourinho melewati musim pertama dengan titel Copa del Rey sebelum kemudian melanjutkan kebiasaan memenangkan Liga pada musim kedua. Saat itu Real Madrid jadi jawara La Liga di musim 2011/2012.

Mourinho kembali ke Chelsea untuk periode kedua pada Juni 2013. Setelah tanpa gelar pada musim pertama periode ini, pada musim berikutnya Mourinho berhasil mengantarkan The Blues meraih titel dobel dengan menjuarai Premier League dan Piala Liga Inggris.

Sementara untuk Manchester United, yang ditangani oleh Jose Mourinho sejak musim panas tahun lalu, catatannya selalu menjuarai liga pada musim kedua itu tentu diharapkan bisa dia lanjutkan untuk musim 2017/2018.

Mourinho sendiri menjalani musim pertamanya bersama The Red Devils dengan titel Community Shield, Piala Liga Inggris, serta Liga Europa.

“Saya lebih suka di musim kedua karena di musim kedua saya tahu bahwa saja tidak akan melakukan kesalahan. Anda bisa mengira sudah mengenal para pemain, tapi pada kenyataannya tidak. Anda hanya bisa benar-benar mengenal mereka ketika telah menjalani masa suka dan duka bersamanya.” ujar Jose Mourinho.

Disindir Mourinho, Ramos Balas Seperti Ini

Sergio Ramos

Manajer Manchester United, Jose Mourinho memang dikenal sebagai sosok yang gemar mengundang kontroversi. Kal ini yang jadi sasarannya adalah kapten Real Madrid, Sergio Ramos. Mourino mengatakan jika Ramos punya rekor buruk di Liga Champions sebelum dia menangani Real Madrid. Atas sindiran itu, Ramos hanya bisa berterima kasih.

Seperti diberitakan sebelumnya, Mourinho mengaku jika adalah pemilih tim yang buruk. Menurut dia, tim-tim yang sebelum ditangani manajer Portugal itu selalu berada dalam masalah besar, tidak terkecuali Real Madrid.

Mourinho menyebut jika Inter Milan, Real Madrid dan Manchester United sedang punya masalah besar. Masalah yang dimaksud oleh Mourinho adalah klub-klub tersebut gagal meraih juara walaupun memiliki sejarah dan kekuatan besar.

Saat mengeluarkan statement itu, Mourinho ikut menyebut nama Ramos. “Kapten Real Madrid, yang baru kemarin meraih piala dan sekarang jadi juara Eropa tiga kali, saat saya datang ke Real Madrid pada 2010, dia bahkan selalu gagal bermain di babak perempatfinal. Jangankan final atau semifinal, dia bahkan tidak pernah bermain di perempatfinal Liga Champions!” kata dia pada akhir pekan lalu.

Empat tahun sejak Jose Mourinho angkat kaki dari Real Madrid, karier Ramos semakin berkibar. Pemain tim nasional Spanyol itu berhasil memenangkan tiga medali juara Liga Champions dan satu medali juara La Liga.

Disindir oleh mantan manajernya seperti itu, Sergio Ramos tidak menunjukkan reaksi yang berlebihan. Mantan pemain Sevilla ini hanya sedikit membalas pernyataan Mourinho secara diplomatis.

“Memang benar apa yang Jose katakan. Saat dia datang ke sini, kami mulai melewati perempatfinal dan sekarang kami sudah memenangkan tiga titel Liga Champions sejak kepergiannya.” ungkap Sergio Ramos yang dilansir Marca.

“Selama aku jadi pemain sepakbola, aku sudah belajar banyak dari setiap pelatih namun ada beberapa yang lebih berdampak dibandingkan yang lainnya,” imbuh Ramos.

Sergio Ramos dan Jose Mourinho memang dikenal punya hubungan yang kurang baik. Pada 2013, musim terakhir Mourinho di Madrid, situasi dalam klub memang sedang panas. Saat itu internal klub terbelah menjadi dua kubu yakni kubu Mourinho dan kubu Iker Casillas. Sergio Ramos yang merupakan kawan baik Casillas tentu berpihak kepada sang kiper.

 

Alvaro Morata Tegaskan Bertahan Di Real Madrid

alvaro morata - real madrid

 

Alvaro Morata mengindikasikan takkan pergi dari Real Madrid dalam bursa transfer tahun ini. Pasalnya, pemain berusia 24 tahun itu masih ingin memperjuangkan tempatnya di barisan serang Los Blancos.

Morata memang jarang dimainkan sebagai starter usai dikembalikan Madrid dari masa pinjamannya di Juventus pada bursa transfer tahun lalu. Di sejumlah pertandingan besar, sang manajer Zinedine Zidane lebih memilih menurunkan Karim Benzema.

Walaupun begitu, Morata tetap bisa tampil cemerlang dengan mengoptimalkan kans tampil yang diperolehya. Bahkan ia mampu menciptakan 20 gol di sepanjang musim, jauh lebih banyak ketimbang Benzema yang menciptakan 19 gol.

Dengan situasi Morata yang tak jadi opsi inti, klub-klub besar pun mulai mengincarnya. Manchester United dikabarkan jadi klub yang paling tertarik untuk merekrutnya di bursa transfer kali ini.

Apalagi pelatih MU Jose Mourinho pastinya akan memasukkan Morata di skuat utama. Pasalnya, pelatih berkebangsaan Portugal itulah yang mengorbitakan Morata ketika masih membesut Madrid. Penawaran seharaga 52 juta pounds kabarnya telah diajukan ‘Setan Merah’, tapi justru ditolak Madrid.

Di samping itu, Morata sendiri mengakui bahwa ia membutuhkan kans tampil yang lebih banyak guna merebut tempatnya di tim utama Spanyol dalam Piala Dunia 2018. Tapi, ia pun tidak berencana untuk angkat kaki lantaran ia masih ingin memperjuangkan tempatnya di Madrid.

“Saya jelas mau bermain dan jadi pemain krusial buat skuat, terutama di tahun depan tepatnya di tahun Piala Dunia,” ungkap Morata kepada salah satu media.

“Namun, saya mau bersaing untuk tempat saya di sini, saya gila jika pergi dari Real Madrid,” ujarnya.

Tak hanya Man Utd, AC Milan pun gencar dikabarkan meminati si pemain. Akan tetapi, Morata sudah menutup pintu untuk pulang ke Italia.

“Saya mau menetap di Real Madrid dan satu-satunya klub di Italia buat saya yakni Juventus,” tutupnya.

Arsene Wenger Menyesal Tak Merekrut Michael Carrick

micahel carrick

Pelatih Arsenal, Arsene Wenger, mengakui ada banyak penyesalan dalam karier kepelatihannya. Salah satu penyesalannya yakni tak membeli Michael Carrick untuk tampil bersama The Gunners.

Pesepakbola asal Inggris itu awalnya dibeli Manchester United dari Tottenham Hotspur di 2006 silam. Carrick berandil dalam kesuksesan The Red Devils membukukan 5 gelar juara Premier League, Piala FA serta Liga Champions.

Carrick sendiri merupakan salah satu pemain Man Utd yang paling konsisten. Meskipun sudah memasuki usia 35 tahun, Carrick masih berperan penting dalam keberhasilan ‘Setan Merah’ memuncaki Liga Europa serta Piala Liga Inggris di musim ini.

Di sisi lain, Man utd baru saja menggelar pertandingan testimonial untuk Carrick sebagai bentuk penghargaan kesetiaannya di Old Trafford, yang mempertemukan tim MU angkatan 2008 melawan Michael Carrick all star. Dalam pertandingan yang dituntaskan dengan skor 2-2 itu, Carrick berhasil menciptakan satu gol.

Di kesempatan itu, Wenger selaku pelatih Arsenal pun mengaku mengagumi sosok Carrick.

“Saya bakal menanggapi secara personal kalau saya merupakan pengagum di sepanjang kariernya, kualitasnya sebagai seorang pemain. Salah satu penyesalan saya yakni tak pernah merekrutnya dalam tim lantaran saya kira dia merupakan salah satu pemain terbaik dalam sepakbola Inggris,” ujar Wenger seperti yang dilansir dari salah satu media.

“Saya pun yakin kalau dirinya tak selalu memperoleh pembalasan maupun penghormatan, sebuah pengakuan yang layak ia peroleh. Namun saya merupakan pengagum Michael dan pastinya saya mengharapkan yang terbaik untuknya di masa mendatang.”

Di sepanjang kariernya bersama Manchester United, Carrick sudah melakoni total 450 lebih pertandingan di semua turnamen dengan membukukan total 23 gol serta 30 assist.

Antoine Griezmann Tepiskan Rumor Transfer Yang Tak Berdasar

Striker Atletico Madrid, Antoine Griezmann, membantah sejumlah isu yang mengabarkan kalau dirinya dipastikan hengkang di bursa transfer musim panas ini. Sebab, Griezmann belum memastikan kelanjutan kariernya.

Griezmann akhir-akhir ini gencar dirumorkan menjadi target nomor satu buat Manchester United. Hal ini pun tak lepas dari pernyataanya yang sempat ia lontarkan terkait potensinya untuk berkiprah di Man Utd yakni sekitar 6 dari 10.

Lebih lagi, keberhasilan Man Utd memuncaki Liga Europa, yang artinya The Red Devils bakal ikut berkompetisi di Liga Champions 2017/2018, makin membesar-besarkan rumor transfer Griezmann ke Manchester United.

Ada pula beberapa media yang mengabarkan kalau Griezmann telah mencapai kata sepakat secara pribadi bersama kubu Man Utd. Sedangkan Man Utd juga dilaporkan bersedia untuk mengocek kantong sebesar 85 juta pounds guna membawa pulang striker asal Prancis itu.

Melihat rumor transfer yang kian memanas, Griezmann mulai buka suara untuk membantah sejumlah isu tidak benar terkait masa depannya itu. Ia juga menegaskan kalau dirinya masih Colchonero, julukan untuk sosok pemain, manajer, serta penggemar Atletico Madrid.

“Sejumlah rumor transfer itu tidak bersumber. Saya masihlah seorang Colchonero,” ungkap Griezmann lewat cuitan di Twitter pribadinya.

“Masa depan saya bakal ditentukan usai saya membicarakannya bersama para penasihat saya,” ujar pesepakboola yang menginjak 26 tahun itu.

Di sisi lain, ketertarikan Manchester United terhadap Antoine Griezmann pun terbilang wajar, sebab performa si pemain yang mampu menciptakan lebih dari 20 gol di tiap musimnya. Sekarang ini ia masih menjalin kontrak dengan periode sampai 2021 tahun mendatang.

MU Juara Liga Europa!

Manchester United

Pertandingan final Liga Europa mempertemukan antara tim raksasa Belanda Ajax Amsterdam melawan klub raksasa Inggris, Manchester United. Pertandingan ini diselenggarakan di Friends Arena, Stockholm pada hari Kamis (25 Mei 2017).

Dalam pertandingan yang berjalan kurang panas ini, Manchester United muncul sebagai pemenang. Gol-gol dari Paul Pogba dan Henrikh Mkhitaryan mengantarkan The Red Devils menjadi juara Liga Europa dengan kemenangan 2 – 0 atas Ajax di final.

Kedua tim nampak mencoba menahan diri untuk mengetahui kekuatan lawan pada awal pertandingan. Tak ada serangan frontal karena semua pemain baru mencoba masuk ke dalam pertandingan.

Manchester United pada akhirnya mengambil inisiatif menyerang lebih dulu. MU membuat Ajax Amsterdam tertekan dengan pressing di tengah. Saat memiliki kesempatan, The Red Devils pun melakukan serangan dengan menusuk ke area pertahanan de Godenzonen.

Serangan-serangan langsung dari MU membuat tim asuhan Peter Bosz ini keteteran. Meski demikian, Ajax juga sempat melontarkan ancaman lewat Bertrand Traore. Namun tembakan Traore masih bisa dengan mudah diantisipasi oleh Sergio Romero.

Setelah melakukan beberapa percobaan, MU akhirnya berhasil mencetak gol lewat Paul Pogba pada menit ke-18. Pogba melepas tembakan dari luar kotak penalti yang berbelok arah setelah menyentuh kaki Sanchez dan membuat Onana mati langkah. MU pun unggul 1 – 0.

United menjadi semakin nyaman setelah mengungguli tim lawan. Ajax kesulitan menembus pertahanan berlapis MU yang sangat raoat. Sebaliknya, serangan-serangan dari The Red Devils mampu mengancam pertahanan Ajax beberapa kali. namun sampai babak pertama usai, skor 1 – 0 untuk keunggulan United tetap bertahan.

Memasuki babak kedua, MU tampil lebih agresif. Serangan cepat United mampu diselesaikan dengan gol kedua lewat Henrikh Mkhitaryan pada menit ke-48. Lewat tendangan sudut, Chris Smalling mengarahkan bola ke arah Mkhitaryan. Mantan pemain Borussia Dortmund itu lalu mengarahkan bola dengan akrobatik melewati penjagaan lawan. MU pun unggul 2 – 0.

Ajax Amsterdam seperti merasa frustasi untuk bisa membongkar pertahanan United. Mereka bisa dengan bebas menguasai bola, tapi hanya sampai ke lini tengah. Ketika masuk ke bagian pertahanan United, penjagaan amat ketat. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-0 tetap bertahan. Manchester United pun dinobatkan sebagai juara Liga Europa 2016/17.

Susunan Pemain
Ajax Amsterdam: Onana, Veltman, Sanchez, De Ligt, Riedewald (De Jong, 82′), Klaassen, Schone (Van de Beek, 70′), Ziyech, Traore, Dolberg (Nerez, 62′), Younes.
Manchester United: Romero, Valencia, Smalling, Blind, Darmian, Fellaini, Herrera, Pogba, Mata (Rooney, 90′), Rashford (Martial, 84′), Mkhitaryan (Lingard, 74′).

‘Antoine Griezmann Siap Tinggalkan Atletico Madrid’

antoine griezmann

 

Antoine Griezmann menegaskan siap tinggalkan Atletico Madrid di musim panas nanti lantaran hasratnya yang besar untuk meraih banyak titel juara. Bahkan, ia mengungkapkan kalau berkiprah di Liga Inggris mungkin salah satu hal yang menarik.

Striker asal Prancis itu memang bermain cemerlang bersama Atletico sedari dibeli dari Real Sociedad di 3 tahun lalu. Dalam periode itu, ia sudah membukukan total 83 gol di semua turnamen, termasuk 26 gol yang diciptakannya di musim 2016/2017 ini.

Berkat performa impresifnya itu, Greizmann pun kerap digadang-gadang dengan sejumlah klu top seperti Manchester United dan Real Madrid.

Apalagi Antoine Griezmann belum pernah sekalipun merasakan titel juara superior dalam kiprahnya bersama Los Rojiblancos. Atletico Madrid hanya sekadar hampir juarai lantaran selalu digagalkan oleh pesaing sekotanya Madrid di partai final Liga Champions musim lalu serta di semifinal musim ini.

Oleh sebab itu, Griezmann pun makin mempertimbangkan kelangsungan kariernya di klub menyusul rumor bursa transfer yang menghubungkannya bersama Manchester United. Bahkan, ia sempat mengungkapkan seberapa kemungkinannya pindah ke klub tersebut.

Di sisi lain, Griezmann juga mengindikasikan kalau Ateltico mesti merekrut sejumlah pesepakbola tingkat dunia agar bisa berival dengan sejumlah klub superior serta meraih banyak titel juara yang menjadi ambisi para pemain.

“Hari ini, jika aku mesti pergi, itu tidak menjadi persoalan bagiku,” ujar Griezmann di salah satu media. “Bisa jadi ke Inggris, yang saat ini tengah populer, ke Jerman, ke Italia, maupun ke Amerika Serikat. Aku siap pergi.”

“Aku mau meraih gelar juara. Aku sudah berada di tingkat yang mana aku tengah bermain oke serta menciptakan banyak gol tak cukup lagi. Seperti itulah. Meraih gelar juara merupakan hal yang kuincar di musim panas, disaat memutuskan masa depanku.”

“Kami bisa finis peringkat 3 di La Liga. Itu merupakan bidikan klub, namun kami para pemain, berhasrat untuk sesuatu yang lebih. Bersama Atletico Madrid aku telah menjalani sebuah partai final serta sebuah partai semifinal di Liga Champions. Kami hampir, namun tampaknya kami masih kekurangan sesuatu. Aku akan menunggu apa yang bakal dilakukan klub. Itu bakal bergantung dengan bursa transfer. Keluargaku paham kalau aku sangat mencintai sepakbola guna meraih banyak titel juara,” kata Antoine Griezmann.