Tag Archives: Manchester United

MU Berhenti Kejar Bale

Gareth Bale

Masa depan Gareth Bale di Real Madrid kembali menjadi tanda tanya setelah Jose Mourinho mengungkapkan keinginan Manchester United untuk merekrutnya di bursa musim panas ini. Namun Bale mengaku tidak tahu apapun soal hal itu.

Dalam konferensi pers jelang pertandingan Piala Super Eropa antara Real Madrid melawan Manchester United, Mourinho mengungkapkan minat MU untuk merekrut Bale. Manajer berkebangsaan Portugal mengatakan akan menggaet Bale apabila mantan pemain Tottenham Hotspurs itu sudah tak lagi dibutuhkan Madrid.

Mourinho memang cukup terbuka mengenai target transfernya. Sejak awal Mourinho juga sudah mengatakan menginginkan empat pemain di posisi bek tengah, gelandang bertahan, winger, dan penyerang. Saat ini, target transfer yang belum didapat memang hanya pemain di posisi winger saja.

Setelah pertandingan, Jose Mourinho mengakui harapan MU untuk mendatangkan Bale ke Old Trafford sudah tertutup. Itu tidak terlepas dari tampilnya Bale dalam pertandingan Piala Super Eropa di Philip II Arena, Rabu (9 Agustus 2017) dinihari WIB tadi.

Ditanya apakah El Real sudah bicara kepadanya soal masa depannya, Bale membatahnya. Walaupun mengaku belum bicara dengan Real Madrid, pemain tim nasional Wales itu menegaskan keinginannya untuk bertahan di Santiago Bernabeu.

“Jujur saja saya tidak tahu. Saya belum melakukan pembicaraan apapun mengenai itu. Saya hanya ingin berkonsentrasi pada permainan saya dan mencoba untuk mengembalikan kebugaran setelah tidak bermain teratur selama delapan atau sembilan bulan,” ucap Gareth Bale seperti dilansir dari harian Guardian.

“Saya hanya ingin berkonsentrasi dengan permainan saya dan saya ingin memikirkan soal apapun selain permainan. Saya tidak membaca apapun, walaupun orang-orang mengatakan kepada saya mengenai ini dan itu,” lanjut Gareth Bale.

“Sekarang saya ingin menikmati sepakbola saya dan bermain sebanyak yang saya bisa dan meraih trofi sebanyak yang saya mampu,” tutup Gareth Bale.

Mata Bertekad Raih Kemenangan Perdana Di Piala Super Eropa

Juan Mata

Sepanjang kariernya di sepakbola profesional, Juan Mata belum pernah sekalipun merasakan kemenangan Piala Super Eropa. Untuk itu, Mata ingin mengakhiri tren buruknya itu dengan mengantarkan Manchester United meraih titel juara.

Gelandang tim nasional Spanyol ini mencetak gol penentu kemenangan MU atas Sampdoria 2 – 1 di laga pramusim terakhir yang diselenggarakan di Dublin, Irlandia pada hari Kamis (3 Agustus 2017) dinihari WIB.

Dengan demikian, The Red Devils hanya tinggal memiliki waktu persiapan selama kurang dari sepekan untuk berhadapan dengan juara Liga Champions, Real Madrid, dalam ajang Piala Super Eropa, Rabu (9 Agustus 2018) dinihari WIB.

Sepanjang kariernya, Mata sudah dua kali tampil di ajang tersebut bersama Chelsea setelah menjuarai Liga Champions 2012 kemudian Liga Europa 2013. Namun, Mata mesti dua kali pula menelan pil pahit setelah masing-masing dihajar Atletico Madrid 1 – 4 lalu kalah melalui babak adu penalti melawan Bayern Munchen.

Manchester United mendekati Piala Super Eropa dengan modal pramusim yang impresif setelah hanya menelan satu kekalahan dalam tujuh pertandingan. Hal itu akan menambah rasa percaya diri The Red Devils melawan keperkasaan Real Madrid di Eropa.

“Kami dalam persiapan menuju Piala Super dalam kondisi yang sangat fit. Aku beruntung telah bermain di dua final Piala Super Eropa namun sayangnya aku tidak beruntung karena kalah di kedua-duanya.” kata Juan Mata kepada MUTV.

“Kami akan mencoba lagi di hari Selasa, tapi saya rasa akan sedikit berat karena kami akan menghadapi Real Madrid.”

Juan Mata telah kembali bugar setelah sebelumnya mengalami cedera saat berhadapan dengan Real Salt Lake di ajang International Champions Cup 2017 yang memaksanya absen melawan Real Madrid dan Barcelona.

“Aku sempat mengalami sedikit cedera beberapa hari lalu, tapi aku gembira bisa kembali dan mendapat kesempatan bermain menjelang pertandingan penting melawan Real Madrid di pekan depan,” tutup Juan Mata.

Mourinho Sampai Memohon Agar Dilepas Madrid

jose mourinho

Demi meninggalkan Real Madrid, Jose Mourinho, emngatakan ia sampai harus ‘mengemis’ di depan manajemen klub hingga diperbolehkan angkat koper.

Kebersamaan sang manajer selama tiga tahun harus tuntas pada 2013 silam lewat kesepakatan bersama dengan El Real walau sebenarnya pria internasional Portugal tersebut masih terikat kontrak tiga musim.

Beberapa pekan kemudian, Mourinho pulang ke Chelsea untuk kali kedua sebelum menyeberang ke Manchester United di awal musim lalu.

Manajer berjuluk The Special One itu sukses mempersembahkan trofi Piala Liga dan Liga Europa di tahun pertamanya di Old Trafford sekaligus memastikan lolos ke penyisihan grup musim depan. Pria kelahiran 54 tahun lalu itu optimis bakal meraih kesuksesan lebih oke dari musim lalu.

“Saat pertama kali saya datang, tak hanya ingin membangun sebuah tim untuk menghentikan dominasi, akan tetapi juga memperkuat berbagai hhal sekitar tim dan dalam hal ini saya dapat melihat persamaan soal kesulitan dan dimensi dari tugas yang saya dapatkan,” buka Mourinho.

“Saya pikir apa yang saya lewati musim lalu, Liga Europa, Piala Liga, berada di posisi keenam Liga Primer Inggris, terlihat enteng dalam pandangan Anda. Tetapi saya tahu pekerjaan saya itu jauh lebih rumit, sukses di sejumlah turnamen dan kurang berhasil di Premier League.”

“Jujur saya, dulu klub itu (Madrid) ingin saya tetap bertahan. Semua yang ada di dalam klub baik presiden, CEO, petinggi, diri saya, kami semua merasa setelah saya beberapa tahun peekrjaan kami diselesaikan dan mereka tak ingin saya hengkang.”

“Pada kenyataannya, saya seperti mengemis-ngemis kepada mereka supaya mempersilakah saya pergi. Saya rasa di Manchester hal itu tidak boleh sampai terjadi karena saya tak memiliki niatan pergi.”

Mourinho Tak Bisa Halangi Kepergian Rooney

Wayne Rooney

Bukan sebuah keputusan yang mudah untuk Jose Mourinho mencadangkan pemain seperti Wayne Rooney di sepanjang musim lalu. Pada akhirnya, Mourinho tak kuasa menghalagi niat Rooney untuk hengkang dari Manchester United.

Rooney resmi hengkang dari MU dan pindah Everton pada bursa transfer musim panas ini. Dalam beberapa musim terakhir, penyerang berkebangsaan Inggris itu sudah kesulitan mendapatkan tempat di squad inti The Red Devils.

Musim kemarin dia hanya bermain di 25 pertandingan di Premier League dengan total waktu bermain 1.538 menit seperti yang dicatat transfermarkt. Artinya rata-rata mantan kapten MU’ itu hanya tampil 61 menit dalam setiap pertandingan.

Kontribusinya juga terus menurun, sejalan dengan kurangnya jam bermain. Dalam dua musim terakhir di liga, Rooney hanya mampu mencetak dibawah 10 gol yakni delapan gol dan lima gol secara berturut-turut. Itu adalah catatan terendahnya sejak bergabung MU pada 2004/2005 silam.

Mourinho juga sebenarnya merasa berat melihat Rooney tak banyak mendapatkan kesempatan bermain, tapi situasi dan tuntutan permainan tidak memberinya banyak pilihan. Maka dia pun tak punya alasan menghalangi Rooney untuk kembali ke klub lamanya.

“Semua orang sudah tahu jika saya sudah lama menjadi pengagum Wayne. Dia sudah menjadi seorang contoh profesional selama masanya di klub dan akan tetap ada di buku sejarah United untuk bertahun-tahun,” ungkap Jose Mourinho dikutip Soccerway.

“Sangat berat rasabta melihat seorang pemain besar memainkan sepakbola kurang dari yang dia inginkan dan saya tidak bisa melakukan apa-apa ketika dia meminta untuk kembali ke Everton. Pengalamannya, fokus, dan kegigihannya akan dirindukan dan saya mendoakannya yang terbaik untuk ke depannya”

Pulang ke Everton, Wayne Rooney mendapatkan kontrak selama dua tahun. Kapten tim nasional Inggris ini juga kabarnya rela gajinya dipotong hingga separuh dari yang diterimanya di MU, dari yang awalnya 300 ribu poundsterling menjadi 150 ribu poundsterling saja.

Phil Jones Tak Sabar Tampil Di Pramusim

Phil Jones

Manchester United akan terbang ke Amerika Serikat di pekan depan untuk menjalani tur pramusim. Pemain bertahan The Red Devils, Phil Jones, mengaku sudah tidak sabar lagi untuk tampil dalam tur itu. Jones juga mengatakan jika tur pramusim merupakan kesempatan emas bagi pemain muda untuk unjuk kebolehan.

MU akan dijadwalkan terbang ke Amerika Serikat pada 9 Juli dan tampil di tur AS mulai 15 Juli 2017 mendatang. Sedikitnya ada lima klub yang akan dihadapi oleh armada asuhan Jose Mourinho itu.

Los Angeles Galaxy adalah lawan pertama yang akan dihadapi oleh Paul Pogba dan kawan-kawannya. Setelah itu, berturut-turut The Red Devils akan berhadapan dengan Real Salt Lake, Manchester City, Real Madrid, dan Barcelona.

Beberapa nama pemain muda seperti Axel Tuanzebe, Demetri Mitchell, Scott McTominay dan Matty Willock memiliki kesempatan tampil karena mereka masuk dalam daftar pemain yang dibawa oleh Jose Mourinho ke Amerika Serikat.

Dengan jadwal pertandingan yang sangat padat, lima pertandingan hanya dalam waktu 15 hari, Phil Jones tetap menyambutnya dengan antusias.

“Kami sudah tidak sabar lagi untuk menjalani itu. Kami tahu dengan pasti apa yang diharapkan manajer dari kami dan dia tahu pemain luar-dalam,” kata Phil Jones seperti yang dikutip dari situs resmi Manchester United.

“Kami akan berhadapan tim-tim kuat seperti ini di pramusim dan tentu saja pertandingan seperti ini sangat menarik untuk seluruh suporter di Amerika Serikat untuk menyaksikan pertandingan,”

“Jose Mourinho mengatur semuanya di masa pramusim ini persis seperti yang dia menginginkan itu, kapan kami akan berlatih, kapan kami akan istirahat, dan kapan kami harus bekerja. Saya yakin itu akan menjadi tur yang hebat dan saya sudah tidak sabar untuk itu,” tambah bek berusia 25 tahun itu.

FIFA Akan Selidiki Soal Transfer Pogba Dari Juventus Ke Man United

paul pogba

 

FIFA memastikan akan menyelidiki secara menyeluruh terkait pembelian Paul Pogba dari Juventus ke Manchester United di bursa transfer musim panas tahun lalu. Kubu MU telah dipastikan tidak bersalah, sedangkan Juve kemungkinan akan menerima sanksi.

Juventus awalnya merekrut Pogba tanpa biaya sepeser pun mengingat kontrak si pemain bersama Man Utd berakhir di 2012 silam. Namun, ketika pihak ‘Setan Merah’ ingin membawa pulagn lagi pemain asal Prancis itu ke Old Traffrod di 4 tahun kemduain, biaya transfernya justru sebesar 89,3 juta pounds.

Namun seperti yang dilaporkan, Juve sejatinya tidak menerima semua uang dari hasil penjualan itu. Sebaliknya agen Pogba, Mino Raiola, dilaporkan menerima bagian sekitar 41 juta pounds ataupun nyaris dari setengah penjualan tersebut.

Disebabkan dugaan inilah, pihak FIFA pun mulai menyelidiki lebih lanjut. Terdapat dakwaan kalau Juventus dengan Raiola melanggar regulasi yang sudah ditetapkan FIFA terkait hak pemilikan si pemain oleh pihak ketiga. Sedari April 2015 lalu, FIFA sudah menetapkan sebuah regulasi yang melarang hak kepemilikan pemain dari pihak ketiga.

“Kami dapat mengklaim kalau proses kedisplinan terhadap Juventus FC sudah dimulai. Kami tidak dapat menangapi hal ini lebih lanjut karena prosesnya masih terus berlangsung,” ucap juru bicara FIFA seperti yang dilansir dari salah satu media.

Tak hanya itu, juru bicara FIFA itu pun mengklaim kalau pihak Man United tidak terlibat dalam proses kedisplinan ini.

Apabila nantinya mereka terbukti bersalah dan melanggar regulasi, Juventus kemungkinan akan mendapat sanksi dari FIFA. Bahkna, sanksi serius seperti larangan untuk melakukan transfer pun mengancam Juve terkait masalah ini.

Ferguson: Lawan Tim Besar Di Masa Pramusim Akan Untungkan MU

Sir Alex Ferguson

Manchester United akan menghadapi pramusim berisi laga-laga melawan tim-tim raksasa Eropa di musim panas ini. Mantan manajer United, Sir Alex Ferguson yakin jika itu justru akan menjadi hal yang positif untuk The Red Devils.

MU akan terbang ke Amerika Serikat untuk tampil di laga pramusim di musim panas ini. Mereka akan menjalani ujicoba menghadapi dua tim lokal, Los Angeles Galaxy dan Real Salt Lake, sebelum kemudian berlaga di International Champions Cup (ICC).

Dalam turnamen tersebut, tim asuhan Jose Mourinho tersebut akan berhadapan dengan Manchester City, Real Madrid, dan Barcelona. Setelah itu MU masih punya jadwal laga persahabatan dengan Valerenga dan Sampdoria di bulan Agustus.

Sir Alex Ferguson menganggap jika pertandingan-pertandingan itu, terutama melawan Manchester City, Real Madrid, dan Barcelona bisa menjadi persiapan bagus menghadapi lawan-lawan besar di laga sesungguhnya. Para pemain yang belum banyak pengalaman di partai besar bisa setidaknya mencicipi atmosfernya di pramusim ini.

“Hal positif tentang Manchester United adalah Anda harus menghadapi tantangan untuk menang melawan yang terbaik. Harapan pada mereka selalu ada dan laga-laga yang akan kami hadapi di turnamen International Champions Cup itu semuanya besar,” ungkap Sir Alex Ferguson seperti yang dilansir dari Sky Sports.

“Tantangan-tantangan seperti ini akan sangat bagus untuk para pemain yang lebih muda, untuk datang ke kompetisi seperti ini dalam hal persiapan untuk benar-benar menjadi seorang pemain Manchester United. Semakin berat tantangan yang mereka dapatkan, semakin siap pula mental mereka saat berhadapan dengan tim-tim itu di kompetisi sesungguhnya.”

“Persiapan untuk bermain dalam pertandingan-pertandingan sebesar itu bisa dimulai di turnamen-turnamen pramusim seperti International Champions Cup, yang mana akan terasa sangat spesial untuk mereka,” sambung Sir Alex Ferguson.

Laga kompetitif pertama Manchester United di musim depan adalah bertanding melawan Real Madrid di Piala Super Eropa pada 9 Agustus 2017. Mereka lantas memulai perjalanan di Premier League dengan melawan West Ham United tiga hari berikutnya.

Selalu Juara Liga di Musim Kedua, Bisa Lakukan di MU, Mourinho?

Jose Mourinho

Pada musim kedua dalam kariernya sejauh ini, Jose Mourinho selalu berhasil memenangkan liga bersama klub yang sedang dia tangani. Apakah situasinya akan sama saat dia melatih Manchester United musim depan?

Catatan tersebut dia mulai saat membesut FC Porto. Ditunjuk untuk menangani klub raksasa Portugal itu pada Januari 2002, Mourinho pada prosesnya berhasil memenangkan Primeira Liga musim 2002/2003 dan 2003/2004.

Berikutnya saat pindah ke Chelsea. Datang ke Stamford Bridge pada musim panas 2004, Mourinho berhasil mempersembahkan titel Premier League pada musim pertama dan keduanya (2004/2005 dan 2005/2006) menangani The Blues.

Bersama Inter Milan pun juga demikian. Setelah datang ke Inter Milan pada bulan Juni 2008, Mourinho berhasil mengantarkan Nerazzurri untuk menyabet dua Scudetto secara berturut-turut pada musim 2008/2009 dan 2009/2010.

Pun bersama Real Madrid, yang dia tangani sejak Mei 2010, Mourinho melewati musim pertama dengan titel Copa del Rey sebelum kemudian melanjutkan kebiasaan memenangkan Liga pada musim kedua. Saat itu Real Madrid jadi jawara La Liga di musim 2011/2012.

Mourinho kembali ke Chelsea untuk periode kedua pada Juni 2013. Setelah tanpa gelar pada musim pertama periode ini, pada musim berikutnya Mourinho berhasil mengantarkan The Blues meraih titel dobel dengan menjuarai Premier League dan Piala Liga Inggris.

Sementara untuk Manchester United, yang ditangani oleh Jose Mourinho sejak musim panas tahun lalu, catatannya selalu menjuarai liga pada musim kedua itu tentu diharapkan bisa dia lanjutkan untuk musim 2017/2018.

Mourinho sendiri menjalani musim pertamanya bersama The Red Devils dengan titel Community Shield, Piala Liga Inggris, serta Liga Europa.

“Saya lebih suka di musim kedua karena di musim kedua saya tahu bahwa saja tidak akan melakukan kesalahan. Anda bisa mengira sudah mengenal para pemain, tapi pada kenyataannya tidak. Anda hanya bisa benar-benar mengenal mereka ketika telah menjalani masa suka dan duka bersamanya.” ujar Jose Mourinho.

Disindir Mourinho, Ramos Balas Seperti Ini

Sergio Ramos

Manajer Manchester United, Jose Mourinho memang dikenal sebagai sosok yang gemar mengundang kontroversi. Kal ini yang jadi sasarannya adalah kapten Real Madrid, Sergio Ramos. Mourino mengatakan jika Ramos punya rekor buruk di Liga Champions sebelum dia menangani Real Madrid. Atas sindiran itu, Ramos hanya bisa berterima kasih.

Seperti diberitakan sebelumnya, Mourinho mengaku jika adalah pemilih tim yang buruk. Menurut dia, tim-tim yang sebelum ditangani manajer Portugal itu selalu berada dalam masalah besar, tidak terkecuali Real Madrid.

Mourinho menyebut jika Inter Milan, Real Madrid dan Manchester United sedang punya masalah besar. Masalah yang dimaksud oleh Mourinho adalah klub-klub tersebut gagal meraih juara walaupun memiliki sejarah dan kekuatan besar.

Saat mengeluarkan statement itu, Mourinho ikut menyebut nama Ramos. “Kapten Real Madrid, yang baru kemarin meraih piala dan sekarang jadi juara Eropa tiga kali, saat saya datang ke Real Madrid pada 2010, dia bahkan selalu gagal bermain di babak perempatfinal. Jangankan final atau semifinal, dia bahkan tidak pernah bermain di perempatfinal Liga Champions!” kata dia pada akhir pekan lalu.

Empat tahun sejak Jose Mourinho angkat kaki dari Real Madrid, karier Ramos semakin berkibar. Pemain tim nasional Spanyol itu berhasil memenangkan tiga medali juara Liga Champions dan satu medali juara La Liga.

Disindir oleh mantan manajernya seperti itu, Sergio Ramos tidak menunjukkan reaksi yang berlebihan. Mantan pemain Sevilla ini hanya sedikit membalas pernyataan Mourinho secara diplomatis.

“Memang benar apa yang Jose katakan. Saat dia datang ke sini, kami mulai melewati perempatfinal dan sekarang kami sudah memenangkan tiga titel Liga Champions sejak kepergiannya.” ungkap Sergio Ramos yang dilansir Marca.

“Selama aku jadi pemain sepakbola, aku sudah belajar banyak dari setiap pelatih namun ada beberapa yang lebih berdampak dibandingkan yang lainnya,” imbuh Ramos.

Sergio Ramos dan Jose Mourinho memang dikenal punya hubungan yang kurang baik. Pada 2013, musim terakhir Mourinho di Madrid, situasi dalam klub memang sedang panas. Saat itu internal klub terbelah menjadi dua kubu yakni kubu Mourinho dan kubu Iker Casillas. Sergio Ramos yang merupakan kawan baik Casillas tentu berpihak kepada sang kiper.