Tag Archives: Mourinho

Chelsea era Mourinho Lebih Hebat Ketimbang Chelsea era Conte

Chelsea era Jose Mourinho Lebih Hebat Ketimbang Chelsea era Antonio Conte yang sekarang, mungkin hal ini akan sangat menarik diperbincangkan ketika Conte benar-benar meninggalkan Stamford Bridge. Namun hal ini tak bisa dihilangkan dalam pandangan Mourinho selaku mantan pelatih yang pernah membawa kesuksesan besar kepada Chelsea.

Dalam pandangan Mourinho, dirinya adalah sosok mantan pelatih Chelsea yang sukses menunjukan permainan ofensif dalam tiga tahun terakhir. Disini, The Special One mencoba membandingkan The Blues asuhannya dengan tim Conte dan Leicester City nya Claudio Ranieri.

Sepanjang perjalanan karirnya di London, Mourinho tercatat sukses membawa The Blues ke tangga juara Liga Primer Inggris 2014/15. Jejaknya diikuti oleh Ranieri semusim kemudian, lalu Conte yang membawa Laskar London juara lagi musim lalu.

Adapun apa yang tercatat sebelumnya tak pantas dibandingkan dengan catatan yang dihasilkan oleh Mourinho ketika menjabat sebagai menajer Chelsea.

“Mari bicara jujur dan objektif, menurut saya apa yang terjadi Dari tiga juara Liga Primer, Chelsea dengan Mourinho, Leicester dengan Ranieri, Chelsea dengan Conte, mana dari ketiga tim itu yang paling ofensif? Mana yang memainkan sepakbola lebih berkualitas? Tentu saja saya, namun mereka tidak pernah mengakuinya. Ini sangat aneh,” cetus Mourinho.

“Kami langsung memberikan pembuktian sejak hari pertama, segala aspek sepakbola yang dituntut dari sebuah tim. Kami memiliki sepakbola menyerang yang fantastis, kami tahu bagaimana cara mendominasi permainan dan kami juga baik dalam bertahan.” Mourinho mengakhiri.

Untuk menambah pertandingan dan mencoba memberikan data akurat untuk perbandingan, maka tim redaksi kami mempunyai data bahwa Chelsea 2014/15 mencetak 73 gol dan jumlah golnya kalah dari Manchester City yang mencetak 83 gol. Sementara ketika Chelsea juara pada musim 2016/17 kemarin, Conte turut membawa timnya melesakkan gol sebanyak 85 dalam putaran satu musim Premier League.

Mourinho Tak Bisa Halangi Kepergian Rooney

Wayne Rooney

Bukan sebuah keputusan yang mudah untuk Jose Mourinho mencadangkan pemain seperti Wayne Rooney di sepanjang musim lalu. Pada akhirnya, Mourinho tak kuasa menghalagi niat Rooney untuk hengkang dari Manchester United.

Rooney resmi hengkang dari MU dan pindah Everton pada bursa transfer musim panas ini. Dalam beberapa musim terakhir, penyerang berkebangsaan Inggris itu sudah kesulitan mendapatkan tempat di squad inti The Red Devils.

Musim kemarin dia hanya bermain di 25 pertandingan di Premier League dengan total waktu bermain 1.538 menit seperti yang dicatat transfermarkt. Artinya rata-rata mantan kapten MU’ itu hanya tampil 61 menit dalam setiap pertandingan.

Kontribusinya juga terus menurun, sejalan dengan kurangnya jam bermain. Dalam dua musim terakhir di liga, Rooney hanya mampu mencetak dibawah 10 gol yakni delapan gol dan lima gol secara berturut-turut. Itu adalah catatan terendahnya sejak bergabung MU pada 2004/2005 silam.

Mourinho juga sebenarnya merasa berat melihat Rooney tak banyak mendapatkan kesempatan bermain, tapi situasi dan tuntutan permainan tidak memberinya banyak pilihan. Maka dia pun tak punya alasan menghalangi Rooney untuk kembali ke klub lamanya.

“Semua orang sudah tahu jika saya sudah lama menjadi pengagum Wayne. Dia sudah menjadi seorang contoh profesional selama masanya di klub dan akan tetap ada di buku sejarah United untuk bertahun-tahun,” ungkap Jose Mourinho dikutip Soccerway.

“Sangat berat rasabta melihat seorang pemain besar memainkan sepakbola kurang dari yang dia inginkan dan saya tidak bisa melakukan apa-apa ketika dia meminta untuk kembali ke Everton. Pengalamannya, fokus, dan kegigihannya akan dirindukan dan saya mendoakannya yang terbaik untuk ke depannya”

Pulang ke Everton, Wayne Rooney mendapatkan kontrak selama dua tahun. Kapten tim nasional Inggris ini juga kabarnya rela gajinya dipotong hingga separuh dari yang diterimanya di MU, dari yang awalnya 300 ribu poundsterling menjadi 150 ribu poundsterling saja.

Selalu Juara Liga di Musim Kedua, Bisa Lakukan di MU, Mourinho?

Jose Mourinho

Pada musim kedua dalam kariernya sejauh ini, Jose Mourinho selalu berhasil memenangkan liga bersama klub yang sedang dia tangani. Apakah situasinya akan sama saat dia melatih Manchester United musim depan?

Catatan tersebut dia mulai saat membesut FC Porto. Ditunjuk untuk menangani klub raksasa Portugal itu pada Januari 2002, Mourinho pada prosesnya berhasil memenangkan Primeira Liga musim 2002/2003 dan 2003/2004.

Berikutnya saat pindah ke Chelsea. Datang ke Stamford Bridge pada musim panas 2004, Mourinho berhasil mempersembahkan titel Premier League pada musim pertama dan keduanya (2004/2005 dan 2005/2006) menangani The Blues.

Bersama Inter Milan pun juga demikian. Setelah datang ke Inter Milan pada bulan Juni 2008, Mourinho berhasil mengantarkan Nerazzurri untuk menyabet dua Scudetto secara berturut-turut pada musim 2008/2009 dan 2009/2010.

Pun bersama Real Madrid, yang dia tangani sejak Mei 2010, Mourinho melewati musim pertama dengan titel Copa del Rey sebelum kemudian melanjutkan kebiasaan memenangkan Liga pada musim kedua. Saat itu Real Madrid jadi jawara La Liga di musim 2011/2012.

Mourinho kembali ke Chelsea untuk periode kedua pada Juni 2013. Setelah tanpa gelar pada musim pertama periode ini, pada musim berikutnya Mourinho berhasil mengantarkan The Blues meraih titel dobel dengan menjuarai Premier League dan Piala Liga Inggris.

Sementara untuk Manchester United, yang ditangani oleh Jose Mourinho sejak musim panas tahun lalu, catatannya selalu menjuarai liga pada musim kedua itu tentu diharapkan bisa dia lanjutkan untuk musim 2017/2018.

Mourinho sendiri menjalani musim pertamanya bersama The Red Devils dengan titel Community Shield, Piala Liga Inggris, serta Liga Europa.

“Saya lebih suka di musim kedua karena di musim kedua saya tahu bahwa saja tidak akan melakukan kesalahan. Anda bisa mengira sudah mengenal para pemain, tapi pada kenyataannya tidak. Anda hanya bisa benar-benar mengenal mereka ketika telah menjalani masa suka dan duka bersamanya.” ujar Jose Mourinho.

Disindir Mourinho, Ramos Balas Seperti Ini

Sergio Ramos

Manajer Manchester United, Jose Mourinho memang dikenal sebagai sosok yang gemar mengundang kontroversi. Kal ini yang jadi sasarannya adalah kapten Real Madrid, Sergio Ramos. Mourino mengatakan jika Ramos punya rekor buruk di Liga Champions sebelum dia menangani Real Madrid. Atas sindiran itu, Ramos hanya bisa berterima kasih.

Seperti diberitakan sebelumnya, Mourinho mengaku jika adalah pemilih tim yang buruk. Menurut dia, tim-tim yang sebelum ditangani manajer Portugal itu selalu berada dalam masalah besar, tidak terkecuali Real Madrid.

Mourinho menyebut jika Inter Milan, Real Madrid dan Manchester United sedang punya masalah besar. Masalah yang dimaksud oleh Mourinho adalah klub-klub tersebut gagal meraih juara walaupun memiliki sejarah dan kekuatan besar.

Saat mengeluarkan statement itu, Mourinho ikut menyebut nama Ramos. “Kapten Real Madrid, yang baru kemarin meraih piala dan sekarang jadi juara Eropa tiga kali, saat saya datang ke Real Madrid pada 2010, dia bahkan selalu gagal bermain di babak perempatfinal. Jangankan final atau semifinal, dia bahkan tidak pernah bermain di perempatfinal Liga Champions!” kata dia pada akhir pekan lalu.

Empat tahun sejak Jose Mourinho angkat kaki dari Real Madrid, karier Ramos semakin berkibar. Pemain tim nasional Spanyol itu berhasil memenangkan tiga medali juara Liga Champions dan satu medali juara La Liga.

Disindir oleh mantan manajernya seperti itu, Sergio Ramos tidak menunjukkan reaksi yang berlebihan. Mantan pemain Sevilla ini hanya sedikit membalas pernyataan Mourinho secara diplomatis.

“Memang benar apa yang Jose katakan. Saat dia datang ke sini, kami mulai melewati perempatfinal dan sekarang kami sudah memenangkan tiga titel Liga Champions sejak kepergiannya.” ungkap Sergio Ramos yang dilansir Marca.

“Selama aku jadi pemain sepakbola, aku sudah belajar banyak dari setiap pelatih namun ada beberapa yang lebih berdampak dibandingkan yang lainnya,” imbuh Ramos.

Sergio Ramos dan Jose Mourinho memang dikenal punya hubungan yang kurang baik. Pada 2013, musim terakhir Mourinho di Madrid, situasi dalam klub memang sedang panas. Saat itu internal klub terbelah menjadi dua kubu yakni kubu Mourinho dan kubu Iker Casillas. Sergio Ramos yang merupakan kawan baik Casillas tentu berpihak kepada sang kiper.