Tag Archives: MU

Ferguson: Lawan Tim Besar Di Masa Pramusim Akan Untungkan MU

Sir Alex Ferguson

Manchester United akan menghadapi pramusim berisi laga-laga melawan tim-tim raksasa Eropa di musim panas ini. Mantan manajer United, Sir Alex Ferguson yakin jika itu justru akan menjadi hal yang positif untuk The Red Devils.

MU akan terbang ke Amerika Serikat untuk tampil di laga pramusim di musim panas ini. Mereka akan menjalani ujicoba menghadapi dua tim lokal, Los Angeles Galaxy dan Real Salt Lake, sebelum kemudian berlaga di International Champions Cup (ICC).

Dalam turnamen tersebut, tim asuhan Jose Mourinho tersebut akan berhadapan dengan Manchester City, Real Madrid, dan Barcelona. Setelah itu MU masih punya jadwal laga persahabatan dengan Valerenga dan Sampdoria di bulan Agustus.

Sir Alex Ferguson menganggap jika pertandingan-pertandingan itu, terutama melawan Manchester City, Real Madrid, dan Barcelona bisa menjadi persiapan bagus menghadapi lawan-lawan besar di laga sesungguhnya. Para pemain yang belum banyak pengalaman di partai besar bisa setidaknya mencicipi atmosfernya di pramusim ini.

“Hal positif tentang Manchester United adalah Anda harus menghadapi tantangan untuk menang melawan yang terbaik. Harapan pada mereka selalu ada dan laga-laga yang akan kami hadapi di turnamen International Champions Cup itu semuanya besar,” ungkap Sir Alex Ferguson seperti yang dilansir dari Sky Sports.

“Tantangan-tantangan seperti ini akan sangat bagus untuk para pemain yang lebih muda, untuk datang ke kompetisi seperti ini dalam hal persiapan untuk benar-benar menjadi seorang pemain Manchester United. Semakin berat tantangan yang mereka dapatkan, semakin siap pula mental mereka saat berhadapan dengan tim-tim itu di kompetisi sesungguhnya.”

“Persiapan untuk bermain dalam pertandingan-pertandingan sebesar itu bisa dimulai di turnamen-turnamen pramusim seperti International Champions Cup, yang mana akan terasa sangat spesial untuk mereka,” sambung Sir Alex Ferguson.

Laga kompetitif pertama Manchester United di musim depan adalah bertanding melawan Real Madrid di Piala Super Eropa pada 9 Agustus 2017. Mereka lantas memulai perjalanan di Premier League dengan melawan West Ham United tiga hari berikutnya.

Selalu Juara Liga di Musim Kedua, Bisa Lakukan di MU, Mourinho?

Jose Mourinho

Pada musim kedua dalam kariernya sejauh ini, Jose Mourinho selalu berhasil memenangkan liga bersama klub yang sedang dia tangani. Apakah situasinya akan sama saat dia melatih Manchester United musim depan?

Catatan tersebut dia mulai saat membesut FC Porto. Ditunjuk untuk menangani klub raksasa Portugal itu pada Januari 2002, Mourinho pada prosesnya berhasil memenangkan Primeira Liga musim 2002/2003 dan 2003/2004.

Berikutnya saat pindah ke Chelsea. Datang ke Stamford Bridge pada musim panas 2004, Mourinho berhasil mempersembahkan titel Premier League pada musim pertama dan keduanya (2004/2005 dan 2005/2006) menangani The Blues.

Bersama Inter Milan pun juga demikian. Setelah datang ke Inter Milan pada bulan Juni 2008, Mourinho berhasil mengantarkan Nerazzurri untuk menyabet dua Scudetto secara berturut-turut pada musim 2008/2009 dan 2009/2010.

Pun bersama Real Madrid, yang dia tangani sejak Mei 2010, Mourinho melewati musim pertama dengan titel Copa del Rey sebelum kemudian melanjutkan kebiasaan memenangkan Liga pada musim kedua. Saat itu Real Madrid jadi jawara La Liga di musim 2011/2012.

Mourinho kembali ke Chelsea untuk periode kedua pada Juni 2013. Setelah tanpa gelar pada musim pertama periode ini, pada musim berikutnya Mourinho berhasil mengantarkan The Blues meraih titel dobel dengan menjuarai Premier League dan Piala Liga Inggris.

Sementara untuk Manchester United, yang ditangani oleh Jose Mourinho sejak musim panas tahun lalu, catatannya selalu menjuarai liga pada musim kedua itu tentu diharapkan bisa dia lanjutkan untuk musim 2017/2018.

Mourinho sendiri menjalani musim pertamanya bersama The Red Devils dengan titel Community Shield, Piala Liga Inggris, serta Liga Europa.

“Saya lebih suka di musim kedua karena di musim kedua saya tahu bahwa saja tidak akan melakukan kesalahan. Anda bisa mengira sudah mengenal para pemain, tapi pada kenyataannya tidak. Anda hanya bisa benar-benar mengenal mereka ketika telah menjalani masa suka dan duka bersamanya.” ujar Jose Mourinho.

MU Juara Liga Europa!

Manchester United

Pertandingan final Liga Europa mempertemukan antara tim raksasa Belanda Ajax Amsterdam melawan klub raksasa Inggris, Manchester United. Pertandingan ini diselenggarakan di Friends Arena, Stockholm pada hari Kamis (25 Mei 2017).

Dalam pertandingan yang berjalan kurang panas ini, Manchester United muncul sebagai pemenang. Gol-gol dari Paul Pogba dan Henrikh Mkhitaryan mengantarkan The Red Devils menjadi juara Liga Europa dengan kemenangan 2 – 0 atas Ajax di final.

Kedua tim nampak mencoba menahan diri untuk mengetahui kekuatan lawan pada awal pertandingan. Tak ada serangan frontal karena semua pemain baru mencoba masuk ke dalam pertandingan.

Manchester United pada akhirnya mengambil inisiatif menyerang lebih dulu. MU membuat Ajax Amsterdam tertekan dengan pressing di tengah. Saat memiliki kesempatan, The Red Devils pun melakukan serangan dengan menusuk ke area pertahanan de Godenzonen.

Serangan-serangan langsung dari MU membuat tim asuhan Peter Bosz ini keteteran. Meski demikian, Ajax juga sempat melontarkan ancaman lewat Bertrand Traore. Namun tembakan Traore masih bisa dengan mudah diantisipasi oleh Sergio Romero.

Setelah melakukan beberapa percobaan, MU akhirnya berhasil mencetak gol lewat Paul Pogba pada menit ke-18. Pogba melepas tembakan dari luar kotak penalti yang berbelok arah setelah menyentuh kaki Sanchez dan membuat Onana mati langkah. MU pun unggul 1 – 0.

United menjadi semakin nyaman setelah mengungguli tim lawan. Ajax kesulitan menembus pertahanan berlapis MU yang sangat raoat. Sebaliknya, serangan-serangan dari The Red Devils mampu mengancam pertahanan Ajax beberapa kali. namun sampai babak pertama usai, skor 1 – 0 untuk keunggulan United tetap bertahan.

Memasuki babak kedua, MU tampil lebih agresif. Serangan cepat United mampu diselesaikan dengan gol kedua lewat Henrikh Mkhitaryan pada menit ke-48. Lewat tendangan sudut, Chris Smalling mengarahkan bola ke arah Mkhitaryan. Mantan pemain Borussia Dortmund itu lalu mengarahkan bola dengan akrobatik melewati penjagaan lawan. MU pun unggul 2 – 0.

Ajax Amsterdam seperti merasa frustasi untuk bisa membongkar pertahanan United. Mereka bisa dengan bebas menguasai bola, tapi hanya sampai ke lini tengah. Ketika masuk ke bagian pertahanan United, penjagaan amat ketat. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-0 tetap bertahan. Manchester United pun dinobatkan sebagai juara Liga Europa 2016/17.

Susunan Pemain
Ajax Amsterdam: Onana, Veltman, Sanchez, De Ligt, Riedewald (De Jong, 82′), Klaassen, Schone (Van de Beek, 70′), Ziyech, Traore, Dolberg (Nerez, 62′), Younes.
Manchester United: Romero, Valencia, Smalling, Blind, Darmian, Fellaini, Herrera, Pogba, Mata (Rooney, 90′), Rashford (Martial, 84′), Mkhitaryan (Lingard, 74′).

MU VS Ajax Seperti Ulangan Liga Champions 1999

Ajax vs Manchester United

Manchester United akan tampil di laga yang sangat krusial saat berhadapan dengan Ajax Amsterdam di final Liga Europa. The Red Devils diingatkan dengan konsekuensi-konsekuensi kalau sampai gagal juara.

Pertandingan Manchester United kontra Ajax Amsterdam akan diselenggarakan di Friends Arena, Stockholm, Kamis (25 Mei 2017) dinihari WIB. Bagi MU secara khusus, titel juara akan menawarkan jalan menuju Liga Champions musim depan setelah kegagalan finis empat besar di Premier League.

Legenda Manchester United, Dwight Yorke, bahkan menilai final ini sama besarnya dengan final Liga Champions 1999. Saat itu, The Red Devils berjuang mendapatkan trofi terakhir untuk mewujudkan treble winner melawan Bayern Munich.

“Pertandingan ini terasa seperti final Liga Champions 1999, tapi untuk alasan yang berbeda. Saat itu kami menciptakan sejarah, mencoba sesuatu yang belum pernah dilakukan orang-orang di klub sebelumnya,” ungkap Yorke seperti yang dilansir dari Mirror.

“Tapi ini akan menjadi motivasi dan langkah maju ke depan untuk klub yang belum melakukan apapun di Liga Champions selama tiga musim terakhir. Jadi ini akan terasa sangat penting.”

Manchester United finis di bawah keenam di bawah Chelsea, Tottenham Hotspur, Manchester City, Liverpool, dan Arsenal. Gengsi pun dipertaruhkan The Red Devils terlebih setelah Tottenham Hotspur, yang merupakan kekuatan baru di peta sepakbola Inggris, serta Liverpool sang rival berat mampu menembus kasta tertinggi kompetisi antarklub Eropa.

“Melihat tim-tim seperti Liverpool dan Tottenham Hotspur berhasil lolos ke Liga Champions dan bukannya Manchester United akan menjadi sebuah pukulan telak bagi klub. Mereka gagal di Premier League dan sekarang ini adalah pertandingan yang sangat penting bagi United,” lanjut Yorke.

“Kemenangan di pertandingan ini lebih daripada hal lain karena bisa menjadi penentuan klub untuk mendatangkan para pemain terbaik dan itu adalah sesuatu yang harus segera mereka lakukan.”

Manchester United sudah empat musim absen di persaingan juara Premier League dan bagi klub dengan standar seperti mereka, ini sama sekali tidak bisa diterima mengingat uang yang sudah dibelanjakan di musim ini, kegagalan ke Liga Champions akan terasa sangat menyakitkan.

Anthony Martial: Suporter United Luar Biasa!

anthony-martial

Penyerang Manchester United, Anthony Martial masih belum bisa mengeluarkan potensi terbaiknya di bawah asuhan Jose Mourinho. Namun, para pendukung MU tetap memberinya dukungan penuh.

Martial tampil menjanjikan saat direkrut oleh The Red Devils pada musim 2015/16. Pemain berkebangsaan Prancis itu langsung mencetak gol dalam laga debutnya saat MU berhadapan dengan Liverpool pada 12 September 2015 dalam kemenangan 3 – 1.

Di musim perdananya itu, Martial berhasil membuktikan kalau MU tidak salah merekrutnya. Pemain yang didatangkan dari AS Monaco tersebut mengemas 17 gol dari 49 penampilan di seluruh ajang kompetisi kala MU masih ditangani oleh Louis van Gaal.

Kontribusi Martial di musim lalu pada prosesnya mengantarkan The Red Devils memenangkan Piala FA, namun tidak lama setelah itu, Van Gaal dipecat dari jabatannya.

Pasca kepergian Van Gaal, Martial tidak lagi ada di starting eleven MU apalagi di awal musim lalu MU juga merekrut Zlatan Ibrahimovic. Hasilnya, dia baru mencetak tiga gol di Premier League musim ini. Situasi tersebut tidak membuat suporter United mencemoohnya. Dia malah terus mendapatkan dukungan dari suporter agar bisa kembali ke performa terbaiknya.

“Suporter United benar-benar luar biasa. Ini benar-benar cara yang baik dari mereka untuk memberikan motivasi kepada saya, untuk melakukan yang lebih baik. Saya akan bekerja keras agar fans tidak kecewa,” kata Martial di situs resmi Manchester United.

“Saya menerima banyak pesan dari para suporter, dan saya selalu menyempatkan diri untuk membalas pesan-pesan dari mereka. Saya tidak sering berinteraksi di sosial media, namun saya mencoba untuk selalu merespon setiap kali menerima pesan,” sambungnya.

“Saat saya sedang berjalan-jalan keliling kota, saya sering mendengarkan hal-hal seperti ini: ‘maju terus!’ dan ‘saya berharap anda mencetak gol’. Sungguh ini sangat membuat saya termotivasi. Ini hal yang bagus untuk didengar dari suporter,” tutup Martial.