Tag Archives: Real Madrid

Asensio Kembali Cetak Gol Debut Bersama Real Madrid

Marco Asensio

Gelandang Real Madrid, Marco Asensio mencetak salah satu gol kemenangan Real Madrid di putaran pertama Piala Super Spanyol. Gol tersebut meneruskan catatan impresifnya sejak dipulangkan oleh Los Galacticos.

Asensio membuat gol ketiga Madrid ketika membungkam musuh bebuyutan mereka, Barcelona dengan skor 3 – 1 di Camp Nou, Senin (14 Agutus 2017) dinihari WIB tadi. Gol itu melanjutkan keunggulan El Real melalui bunuh diri Gerard Pique dan Cristiano Ronaldo yang sempat disamakan oleh eksekusi penalti Lionel Messi.

Dengan kemenangan ini, maka langkah Madrid merebut gelar Piala Super Spanyol semakin terbuka lebar karena putaran kedua akan diselenggarakan di kandang mereka, Santiago Bernabeu tengah pekan ini, Kamis (17 Agustus 2017) dinihari WIB.

Sementara itu, bagi Marco Asensio golnya ke gawang Marc-Andre Ter Stegen kali ini meneruskan catatan impresifnya yakni selalu mencetak gol dalam laga debutnya dalam suatu kompetisi bersama Real Madrid.

Sejak kembali memperkuat tim utama Real Madrid di awal musim 2016/2017, Asensio selalu bikin gol di enam kompetisi di mana dia melakoni laga perdana. Lima bersama klubnya dan satu bersama tim nasional Spanyol di Piala Eropa U-21 lalu.

Bersama El Real, Asensio mencetak gol pertama kali di Piala Super Eropa ketika menghadapi Sevilla, kemudian di La Liga ketika menghadapi Real Sociedad, kemudian ketika menghadapi Legia Warsawa di Liga Champions, Copa del Rey kontra Cultural Leonesa, dan terakhir ke gawang Barca di Piala Super Spanyol.

Ini seperti meneruskan performa impresifnya musim lalu. Walaupun hanya berstatus sebagai pemain pelapis, Asensio selalu tampil mengesankan dalam setiap pertandingan yang dijalaninya dengan torehan 10 gol dan empat assist dari 38 kali penampilan.

Kini, hanya tinggal satu kompetisi lagi yang belum bisa ditaklukkan oleh Marco Asensio, yakni Piala Dunia Antarklub. Musim lalu ketika El Real tampil sebagai kampium, Asensio sama sekali tidak dimainkan.

Madrid Sekarang Seperti Barca’nya Guardiola

Real madrid

Real Madrid sudah berhasil meraih trofi pertamanya musim ini dengan menjuarai Piala Super Eropa. Menurut mantan manajernya, Vicente del Bosque, Real Madrid bisa disejajarkan dengan Barcelona di era kepemimpinan Josep Guardiola.

Titel itu diraih Real Madrid setelah menghempaskan Manchester United 2 – 1 di Skopje, Makedonia, beberapa hari silam. Dengan demikian, El Real telah merebut enam trofi sejak ditangani oleh Zinedine Zidane pada 2015, termasuk dua gelar Liga Champions beruntun dan La Liga musim lalu.

Real Madrid kini menatap Piala Super Spanyol yang mulai diselengarakan pada akhir pekan ini. Pembicaraan mengenai memenangi sextete mencuat, seperti yang pernah diraih oleh Barcelona di bawah kepemimpinan Guardiola pada 2009.

Untuk mewujudkannya, Los Galacticos harus bisa mengalahkan musuh bebuyutan mereka, Barcelona di putaran pertama di Camp Nou, Senin (14 Agustus 2017) dinihari WIB dan putaran kedua di Santiago Bernabeu, tiga hari berikutnya.

Del Bosque pernah memenangkan Piala Dunia dan Piala Eropa dengan tim nasional Spanyol, serta dua Liga Champions bersama El Real. Dia mengatakan, kini waktunya mulai membandingkan pencapaian anak-anak asuh Zidane dan Guardiola.

“Dengan Josep Guardiola, FC Barcelona pernah menjalani periode yang luar biasa, dengan hasil-hasil yang luar biasa pula. Tapi sekarang di Real Madris situasinya serupa” jelas Vicente del Bosque kepada El Larguero yang dikutip ESPNFC.

“Memang tidak sepenuhnya sama, karena ada dua pelatih yang berbeda. Namun, kedua pelatih itu bisa mengeluarkan kemampuan terbaik para pemainnya.”

“Real Madrid punya squad yang sangat bagus musim ini, orang-orang yang bekerja keras dan punya kualitas tinggi. Di sekitar mereka memiliki tim yang sangat bagus, di sektor penyerangan maupun sektor pertahanan. Fakta memperlihatkan bahwa mereka sekarang adalah tim terbaik di Eropa.”

“Real Madrid sedang ada dalam situasi yang sangat bagus, dan mereka sudah berhasil memenangkan banyak trofi. Sejak diambil alih Zinedine Zidane, mereka berjalan di jalur yang impresif,” Vicente del Bosque menambahkan.

MU Berhenti Kejar Bale

Gareth Bale

Masa depan Gareth Bale di Real Madrid kembali menjadi tanda tanya setelah Jose Mourinho mengungkapkan keinginan Manchester United untuk merekrutnya di bursa musim panas ini. Namun Bale mengaku tidak tahu apapun soal hal itu.

Dalam konferensi pers jelang pertandingan Piala Super Eropa antara Real Madrid melawan Manchester United, Mourinho mengungkapkan minat MU untuk merekrut Bale. Manajer berkebangsaan Portugal mengatakan akan menggaet Bale apabila mantan pemain Tottenham Hotspurs itu sudah tak lagi dibutuhkan Madrid.

Mourinho memang cukup terbuka mengenai target transfernya. Sejak awal Mourinho juga sudah mengatakan menginginkan empat pemain di posisi bek tengah, gelandang bertahan, winger, dan penyerang. Saat ini, target transfer yang belum didapat memang hanya pemain di posisi winger saja.

Setelah pertandingan, Jose Mourinho mengakui harapan MU untuk mendatangkan Bale ke Old Trafford sudah tertutup. Itu tidak terlepas dari tampilnya Bale dalam pertandingan Piala Super Eropa di Philip II Arena, Rabu (9 Agustus 2017) dinihari WIB tadi.

Ditanya apakah El Real sudah bicara kepadanya soal masa depannya, Bale membatahnya. Walaupun mengaku belum bicara dengan Real Madrid, pemain tim nasional Wales itu menegaskan keinginannya untuk bertahan di Santiago Bernabeu.

“Jujur saja saya tidak tahu. Saya belum melakukan pembicaraan apapun mengenai itu. Saya hanya ingin berkonsentrasi pada permainan saya dan mencoba untuk mengembalikan kebugaran setelah tidak bermain teratur selama delapan atau sembilan bulan,” ucap Gareth Bale seperti dilansir dari harian Guardian.

“Saya hanya ingin berkonsentrasi dengan permainan saya dan saya ingin memikirkan soal apapun selain permainan. Saya tidak membaca apapun, walaupun orang-orang mengatakan kepada saya mengenai ini dan itu,” lanjut Gareth Bale.

“Sekarang saya ingin menikmati sepakbola saya dan bermain sebanyak yang saya bisa dan meraih trofi sebanyak yang saya mampu,” tutup Gareth Bale.

Mourinho Sampai Memohon Agar Dilepas Madrid

jose mourinho

Demi meninggalkan Real Madrid, Jose Mourinho, emngatakan ia sampai harus ‘mengemis’ di depan manajemen klub hingga diperbolehkan angkat koper.

Kebersamaan sang manajer selama tiga tahun harus tuntas pada 2013 silam lewat kesepakatan bersama dengan El Real walau sebenarnya pria internasional Portugal tersebut masih terikat kontrak tiga musim.

Beberapa pekan kemudian, Mourinho pulang ke Chelsea untuk kali kedua sebelum menyeberang ke Manchester United di awal musim lalu.

Manajer berjuluk The Special One itu sukses mempersembahkan trofi Piala Liga dan Liga Europa di tahun pertamanya di Old Trafford sekaligus memastikan lolos ke penyisihan grup musim depan. Pria kelahiran 54 tahun lalu itu optimis bakal meraih kesuksesan lebih oke dari musim lalu.

“Saat pertama kali saya datang, tak hanya ingin membangun sebuah tim untuk menghentikan dominasi, akan tetapi juga memperkuat berbagai hhal sekitar tim dan dalam hal ini saya dapat melihat persamaan soal kesulitan dan dimensi dari tugas yang saya dapatkan,” buka Mourinho.

“Saya pikir apa yang saya lewati musim lalu, Liga Europa, Piala Liga, berada di posisi keenam Liga Primer Inggris, terlihat enteng dalam pandangan Anda. Tetapi saya tahu pekerjaan saya itu jauh lebih rumit, sukses di sejumlah turnamen dan kurang berhasil di Premier League.”

“Jujur saya, dulu klub itu (Madrid) ingin saya tetap bertahan. Semua yang ada di dalam klub baik presiden, CEO, petinggi, diri saya, kami semua merasa setelah saya beberapa tahun peekrjaan kami diselesaikan dan mereka tak ingin saya hengkang.”

“Pada kenyataannya, saya seperti mengemis-ngemis kepada mereka supaya mempersilakah saya pergi. Saya rasa di Manchester hal itu tidak boleh sampai terjadi karena saya tak memiliki niatan pergi.”

Morata Tinggalkan Madrid (Lagi)

Alvaro Morata

Untuk kedua kalinya, Alvaro Morata akan hengkang dari Real Madrid. Jika suatu saat nanti ada kesempatan kembali ke Los Blancos, apakah Morata akan mengambilnya?

Morata saat ini tengah menyelesaikan proses kepindahannya ke Chelsea. Penyerang tim nasional Spanyol itu direkrut The Blues untuk menggantikan posisi Diego Costa yang namanya sudah dicoret pelatih Chelsea, Antonio Conte.

Menurut kabar yang berkembang di media-media, Chelsea dan Real Madrid telah mencapai kesepakatan harga untuk striker berusia 24 tahun itu, yang diyakini mencapai 80 juta euro (setara dengan Rp 1,2 triliun).

Ini akan menjadi kedua kalinya Alvaro Morata angkat kaki dari Santiagi Bernabeu. Pada tahun 2014 lalu, dia hengkang dari El Real untuk bergabung dengan Juventus. Dua tahun kemudian, Los Galactixos mengaktifkan klausul buyback dan membawanya pulang.

Walaupun tidak mendapatkan tempat di tim inti Real Madrid setelah dipulangkan dari Juventus, Morata mengaku tidak menyesal. Dia bahagia karena memenangkan empat gelar bersama Madrid di kompetisi musim lalu. Morata sendiri sebenarnya berstatus topskorer kedua tim setelah Cristiano Ronaldo.

Sebelum terbang dari Los Angeles ke London untuk menyelesaikan proses transfernya, Alvaro Morata sempat melayani wawancara dengan media. Salah satu pertanyaan yang dia jawab adalah mengenai kemungkinan kembali ke Real Madrid lagi suatu saat nanti.

“Kembali lagi ke Real Madrid? Sepertinya itu tidak akan terjadi. Saya menganggap hal itu sulit terjadi dan untuk sekarang itu bukanlah sesuatu yang harus saya pertimbangkan,” ujar Alvaro Morata dalam harian Marca.

Alvaro Morata juga mengomentari kemungkinan bertemunya Chelsea dan Real Madrid di Liga Champions musim depan.

“Saya harap saya bisa berhadapan dengan Real Madrid, itu akan berarti kami dan mereka sama-sama lolos ke babak berikutnya di Liga Champions. Tapi, saya tidak ingin memikirkan soal itu. Yang harus saya pikirkan sekarang adalah sampai ke London,” tutup Morata.

Ronaldo Baru Akan Dijual Jika Ada Yang Berani Membayar 1 Miliar Euro

Cristiano Ronaldo

Penyerang andalan Real Madrid, Cristiano Ronaldo menjadi sorotan utama di bursa transfer musim panas tahun 2017. Real Madrid baru akan melepas Ronaldo jika ada tim yang bersedia mengeluarkan dana besar, yakni sebesar Rp 14 triliun.

Ronaldo saat ini sedang diduga melakukan penggelapan pajak penghasilan sepanjang berkarier di La Liga. Hal itu yang memicu pemain asal Portugal itu untuk hengkang dari ibukota Spanyol itu. Ronaldo semakin berniat hengkang karena merasa klubnya tidak melakukan pembelaan yang layak untuknya.

Bahkan, pemain berusia 32 tahun ini dikabarkan sudah mengucapkan salam perpisahan kepada sang kapten, Sergio Ramos. Selain itu, sang agen Jorge Mendes juga sudah mengetahui soal niat kliennya itu.

Manchester United yang pernah dia perkuat dulu disebut-sebut menjadi salah satu klub yang akan dia tuju. Ada juga klub Liga Super China dan Paris Saint-Germain yang dirumorkan menjadi peminat dari mantan penyerang Sporting Lisbon itu.

Presiden Real Madrid, Florentino Perez, menegaskan bahwa dirinya tidak punya keinginan sedikitpuun untuk menjual striker yang bisa mencetak lebih dari 40 gol dalam satu musim itu. Perez menyebut angka satu miliar euro atau setara Rp 14 triliun sebagai harga yang setara untuk Ronaldo.

“Saya belum bertemu dan bicara langsung dengan dia. Namun saya akan berbicara dengannya beberapa hari ke depan. Tapi, dia mempunyai klausul lepas satu miliar euro. Kecuali ada klub yang berani membayar sebesar itu, dia tidak akan pergi,” kata Perez di Soccerway.

“Ini semua tidak masuk akal. Saya akan selalu mendukung dia sebagai pemain dan sebagai manusia. Saya tahu Cristiano Ronaldo dan dia merupakan pribadi yang baik, sebagai profesional dan pribadi. Apa yang orang tidak bisa lakukan adalah berbicara bahwa dia seperti dia pribadi yang buruk. Itu mengganggu saya dan sangat menyakitkan,” imbuhnya.

 

Disindir Mourinho, Ramos Balas Seperti Ini

Sergio Ramos

Manajer Manchester United, Jose Mourinho memang dikenal sebagai sosok yang gemar mengundang kontroversi. Kal ini yang jadi sasarannya adalah kapten Real Madrid, Sergio Ramos. Mourino mengatakan jika Ramos punya rekor buruk di Liga Champions sebelum dia menangani Real Madrid. Atas sindiran itu, Ramos hanya bisa berterima kasih.

Seperti diberitakan sebelumnya, Mourinho mengaku jika adalah pemilih tim yang buruk. Menurut dia, tim-tim yang sebelum ditangani manajer Portugal itu selalu berada dalam masalah besar, tidak terkecuali Real Madrid.

Mourinho menyebut jika Inter Milan, Real Madrid dan Manchester United sedang punya masalah besar. Masalah yang dimaksud oleh Mourinho adalah klub-klub tersebut gagal meraih juara walaupun memiliki sejarah dan kekuatan besar.

Saat mengeluarkan statement itu, Mourinho ikut menyebut nama Ramos. “Kapten Real Madrid, yang baru kemarin meraih piala dan sekarang jadi juara Eropa tiga kali, saat saya datang ke Real Madrid pada 2010, dia bahkan selalu gagal bermain di babak perempatfinal. Jangankan final atau semifinal, dia bahkan tidak pernah bermain di perempatfinal Liga Champions!” kata dia pada akhir pekan lalu.

Empat tahun sejak Jose Mourinho angkat kaki dari Real Madrid, karier Ramos semakin berkibar. Pemain tim nasional Spanyol itu berhasil memenangkan tiga medali juara Liga Champions dan satu medali juara La Liga.

Disindir oleh mantan manajernya seperti itu, Sergio Ramos tidak menunjukkan reaksi yang berlebihan. Mantan pemain Sevilla ini hanya sedikit membalas pernyataan Mourinho secara diplomatis.

“Memang benar apa yang Jose katakan. Saat dia datang ke sini, kami mulai melewati perempatfinal dan sekarang kami sudah memenangkan tiga titel Liga Champions sejak kepergiannya.” ungkap Sergio Ramos yang dilansir Marca.

“Selama aku jadi pemain sepakbola, aku sudah belajar banyak dari setiap pelatih namun ada beberapa yang lebih berdampak dibandingkan yang lainnya,” imbuh Ramos.

Sergio Ramos dan Jose Mourinho memang dikenal punya hubungan yang kurang baik. Pada 2013, musim terakhir Mourinho di Madrid, situasi dalam klub memang sedang panas. Saat itu internal klub terbelah menjadi dua kubu yakni kubu Mourinho dan kubu Iker Casillas. Sergio Ramos yang merupakan kawan baik Casillas tentu berpihak kepada sang kiper.

 

Alvaro Morata Tegaskan Bertahan Di Real Madrid

alvaro morata - real madrid

 

Alvaro Morata mengindikasikan takkan pergi dari Real Madrid dalam bursa transfer tahun ini. Pasalnya, pemain berusia 24 tahun itu masih ingin memperjuangkan tempatnya di barisan serang Los Blancos.

Morata memang jarang dimainkan sebagai starter usai dikembalikan Madrid dari masa pinjamannya di Juventus pada bursa transfer tahun lalu. Di sejumlah pertandingan besar, sang manajer Zinedine Zidane lebih memilih menurunkan Karim Benzema.

Walaupun begitu, Morata tetap bisa tampil cemerlang dengan mengoptimalkan kans tampil yang diperolehya. Bahkan ia mampu menciptakan 20 gol di sepanjang musim, jauh lebih banyak ketimbang Benzema yang menciptakan 19 gol.

Dengan situasi Morata yang tak jadi opsi inti, klub-klub besar pun mulai mengincarnya. Manchester United dikabarkan jadi klub yang paling tertarik untuk merekrutnya di bursa transfer kali ini.

Apalagi pelatih MU Jose Mourinho pastinya akan memasukkan Morata di skuat utama. Pasalnya, pelatih berkebangsaan Portugal itulah yang mengorbitakan Morata ketika masih membesut Madrid. Penawaran seharaga 52 juta pounds kabarnya telah diajukan ‘Setan Merah’, tapi justru ditolak Madrid.

Di samping itu, Morata sendiri mengakui bahwa ia membutuhkan kans tampil yang lebih banyak guna merebut tempatnya di tim utama Spanyol dalam Piala Dunia 2018. Tapi, ia pun tidak berencana untuk angkat kaki lantaran ia masih ingin memperjuangkan tempatnya di Madrid.

“Saya jelas mau bermain dan jadi pemain krusial buat skuat, terutama di tahun depan tepatnya di tahun Piala Dunia,” ungkap Morata kepada salah satu media.

“Namun, saya mau bersaing untuk tempat saya di sini, saya gila jika pergi dari Real Madrid,” ujarnya.

Tak hanya Man Utd, AC Milan pun gencar dikabarkan meminati si pemain. Akan tetapi, Morata sudah menutup pintu untuk pulang ke Italia.

“Saya mau menetap di Real Madrid dan satu-satunya klub di Italia buat saya yakni Juventus,” tutupnya.

Vinicius Disarankan Tetap Tenang Saat Main Di Madrid

vinicius-junior

Vinicius Junior disarankan untuk tidak terlalu memaksakan diri saat membela Real Madrid. Pemain asal Brasil itu diminta untuk rileks saja kala sudah benar-benar bermain bersama tim utama El Real kelak.

Vinicius tiba-tiba menjadi buah bibir dunia setelah direkrut oleh Real Madrid dengan harga yang cukup fantastis dari Flamengo. Di usia yang baru menginjak 16 tahun, Vinicius direkrut senilai 45 juta euro atau setara dengan Rp 669 miliar oleh Los Blancos.

Vinicius sendiri baru bisa benar-benar tampil bersama tim utama Real Madrid pada musim 2019, lantaran aturan FIFA melarang adanya aktifitas transfer pemain di bawah usia 16 tahun.

Gabriel Barbosa, sebagai pemain muda yang lebih dulu direkrut oleh klub raksasa Eropa, menyarankan agar Vinicius jangan berpikiran macam-macam saat sudah merumput di Santiago Bernabeu kelak. Striker Inter Milan itu menyarankan agar Vinicius bersenang-senang saja di Madrid.

“Saya pikir kualitasnya memang sudah di atas rata-rata. Itu tidak bisa dibantah. Dia bisa matang di usia 17, 18, atau 25 tahun. Rasanya dia akan jarang merasakan tekanan,” ujar Gabriel Barbosa atau Gabigol.

“Vinicius harus bersenang-senang, seperti yang biasa dia lakukan di Amerika Selatan, yakni bermain tanpa memikirkan berapa kali dia menang, atau berapa harganya, dan akan kemana dia pindah klub. Dia masih sangat muda. Saran saya adalah dia harus bersenang-senang.” sambungnya.

Secara khusus, Gabigol memberikan pembelaan kepada Vinicius Junior atas penilaian pembeliannya terlalu mahal. Menurutnya, hanya waktu yang akan menjawab keraguan tersebut.

“Kami tidak akan berbicara soal nilai, tapi soal kemampuan. Seorang pemain bagus pasti akan berharga mahal. Saya harap dia bermain bagus di Flamengo. Saya doakan semoga dia bisa selalu bahagia,” imbuhnya.

Sambil menunggu tiba waktunya pindah ke Santiago Bernabeu, Vinicius akan tetap bermain untuk Flamengo. Musim ini, dia sudah mencetak empat penampilan di Liga 1 Brasileiro dari bangku cadangan.