Tag Archives: Serie A

AS Roma Angkat Eusebio Di Francesco Jadi Pelatih Baru

 

AS Roma sudah menemukan pelatih baru untuk tim utamanya. Mulai sekarang I Lupi akan dibesut oleh Eusebio Di Francesco hingga 2 musim ke depan.

Roma mengumumkan info pelatih barunya lewat situs resmi klub di Selasa (13/6/2017) kemarin. Di Francesco dipercaya untuk menggantikan Luciano Spalleti, yang angkat kaki di akhir musim lalu dan kini membesut Inter Milan.

“AS Roma dengan senang hati mengkonfirmasi dipilihnya Eusebio Di Francesco sebagai manajer utama yang baru. Di Francesco, 47 tahun, sudah meneken kontrak perdana dengan periode 2 musim dengan Giallorossi yang akan berlangsung sampai musim panas 2019 nanti,” bunyi pernyataan Roma.

Di Francesco sendiri merupakan eks pemain Roma di era 1997-2001. Dia juga ambil bagian dalam tim utama Roma yang menjuarai Liga Italia Serie A di tahun 2001. Menghabiskan 4 musim di Roma, ia mencatatkan total 129 penampilan dan menciptakan 16 gol.

“Saya amat gembira bisa datang lagi ke Roma, untuk melatih klub yang amat berarti bagi saya. Saya amat berterima kasih dengan Presiden (James) Pallotta serta seluruh petinggi untuk semua ini,” kata Di Francesco.

“Saya akan mendedikasikan semuanya dan memastikan tim ini meraih torehan yang seharusnya,” imbuhnya.

Dalam karier Di Francesco sebelumnya, ia sempat dipercaya untuk melatih Virtus Lanciano Pescara, dan Lecce. Akan tetapi, namanya kian terkenal usai menjadi pelaih Sassuolo.

Bahkan, Di Franscesco mampu membawa Sassuolo memuncaki Serie B di musim 2012/2013 dan kemudian dipromosikan di Serie A. Sebenarnya ia sempat diberhentikan Sassuolo di Januari 2014, namun akhirnya dipilih lagi beberapa bulan berselang.

Di musim 2015/2016, Di Francesco mampu mengantarkan Sassuolo finis di peringkat ke-6 klasemen akhir Serie A. Torehan itu pun memastikan mereka lolos ke Liga Europa untuk klub itu. Itu merupakan yang pertama kali untuk Sassuolo bisa tembus ke turnamen Eropa.

Mau Main Dimana Musim Depan, Donnarumma?

Gianluigi-Donnarumma

Masa depan penjaga gawang andalan AC Milan, Gianluigi Donnarumma sedang menjadi spekulasi. Manajer AC Milan, Vincenzo Montella berharap Donnaruma bertahan, namun keputusan akhir tetap ada di tangannya sendiri.

Penjaga gawang berusia 18 tahun itu dikabarkan tidak mau memperpanjang kontraknya bersama AC Milan, yang akan habis pada musim panas 2018. Kalau sampai kesepakatan baru tidak tercapai, maka Il Diavolo Rosso harus segera menjual Donnarumma di bursa musim panas.

Menurut gosip yang berkembang, Donnarumma sedang diburu oleh dua klub raksasa Premier League: Manchester United dan Manchester City. Klub yang disebut terakhir diyakini memimpin perburuan Donnarumma setelah menawarkan gaji sebesar 70 ribu poundsterling per pekan.

Manchester City ingin merekrut kiper baru karena kiper mereka sekarang ini, Claudio Bravo tampil sangat mengecewakan di sepanjang musim ini. Sedangkan Manchester United ingin merekrut Donnarumma untuk menjadi pengganti David de Gea, andai hengkang ke Real Madrid.

“Saya tahu klub sedang berusaha mati-matian untuk mempertahankan Gianluigi Donnarumma. Kami ingin Gigio tetap berada di sini. Tapi negosiasi dengan Mino Raiola tidak berjalan seperti yang kami inginkan,” kata Montella kepada Premium Sport seperti yang dilansir dari Football Italia.

“Saya menyayangi Donnarumma seperti anak saya sendiri, tapi sekarang dia harus membuat keputusan dan memahami apa yang dia inginkan untuk menjadi dewasa. Tapi saya ingin dia membuat keputusan dengan tenang dan tidak terburu-buru.”

“Klub sedang mengusahakan segalanya untuk mempertahankan Gigio. Yang menjadi prioritas klub sekarang ini adalah membuat Gigio bertahan di San Siro untuk beberapa tahun ke depan. Tapi kembali lagi, keputusan sepenuhnya ada padanya,” ungkap Montella.

Gianluigi Donnarumma tampil mengesankan sejak dipercaya oleh pelatih lama AC Milan Sinisa Mihajlovic untuk masuk ke squad utama AC Milan pada musim lalu. Sedangkan di musim ini, kiper Italia itu telah membuat 12 clean sheet dalam 37 pertandingan Serie A.

‘Genoa Layak Tundukkan Inter’

Genoa raih hasil positif ketika tengah melawan Inter Milan. Sang pelatih Il Grifone, Ivan Juric, tegaskan bahwa bahwa hasil tersebut sudah sepantasnya timnya raih.

Ketika Menjadi tuan rumah berhadapan dengan Inter, Genoa raih hasil positif dengan skor tipis yaitu 1-0. Goran Pandev muncul bagaikan sosok kemenangan atas timnya pada pekan 35 Serie A Italia itu. Ia ciptakan angka tersebut pada menit 70 lewat pertandingan yang berlangsung pada hari Minggu (7/5/2017) dinihari WIB di Stadion Luigi Ferraris.

Sesungguhnya Inter miliki kesempatan yang oke pada menit 87 dengan eksekusi penalty yang mereka dapat. Tetapi, Antonio Canderva, yang turu sebagai eksekutornya tidak berhasil melangsungkang misinya dengan optimal.

3 poin yang berhasil di raih ini bikin Genoa terus berada di urutan 16 klasemen dengan mengumpulkan 33 poin dan masih berselisih 5 poin dengan Crotone yang berada di urutan 18 (batas dengan zona penurunan level), yang berhasil menang dengan skor 0-1 melawan Pescara.

Hasil oke saat melawan Inter Juric akui memang pantas timnya raih setelah tunduk dengan skor 1-2 melawan Chievo Verona pada akhir pekan kemarin. Sedangkan, pada saat tersebut mereka dapat lebih unggul dengan skor 1-0 lebih awal.

“Para pemain mengetahui kalau mereka salah ketika memasuki babak kedua menghadapi Chievo, sebab mereka tak ada hasrat yang kita saksikan seperti yang berlangsung pada hari ini,” imbuh Juric.

“Kami layak raih hasil positif dan bakal jadi amat memalukan kalau tidak berhasil pada akhirnya disebabkan dengan sepakan penalti,” kata dia.

Sedangkan hasil negatif ini bikin perjalanan Inter untuk menangkan tiket ke ajang Liga Europa makin sulit. Dengan hanya mengumpulkan 56 poin pada sisa pertandingan, Nerazzurri perlu samakan jumlah poin miliki Atalanta yaitu 65, yang berada di urutan 5 sebagai peraih tiket ke ajang Liga Europa lewat jalan kualifikasi untuk sementara waktu.

Torino Sebut Bakal Bikin Juve Terkejut

Motivasi amat menyelimuti Torino jelang pertandingan derby berhadapan dengan Juventus. Walau menyandang status underdog, I Granata percaya kalau mereka dapat membuat rival satu kotanya tersebut terkejut.

Torino sekarang ini tengah yakin dengan diri mereka. Tim yang di besut oleh Sinisa Mihajlovic tersebut tidak pernah kalah pada 6 pertandingan terakhirnya di ajang Serie A dan sekarang ini berada di urutan 9 di klasemen sementara.

Di giornata 35, Torino bakal bertamu ke markas juve di pertandingan Derby della Mole pada hari Minggu (7/5/2017) dinihari WIB, di Juventus Stadium. Andrea Belotti dan para rekannya bakal lakukan usaha yang maksumal untuk lakukan revans usai sebelumnya mereka tunduk dengan skor 1-3 saat berhadapan dengan Juve di leg 1 musim ini.

“Ini merupakan salah satu dari banyak pertandingan yang kami ketahui seperti apa melawannya. Seperti pertandingan markas berhadapan dengan Milan: kami awali dengan oke dan bikin mereka mendapat tekanan,” ucap Presiden Torino, Urbano Cairo.

“Di Juventus memang bakal menjalankan laga yang lebih tidak mudah lagi. Namun, dengan motivasi yang pas Anda dapat bikin sebuah hal atau banyak hal yang luar biasa. Mungkin saja ini bakal jadi sebuah hal yang mengejutkan,” imbuh Cairo.

Juventus pribadi pun amaat termotivasi untuk bisa raih hasil positif. Bianconeri miliki kesempatan untuk mempertahankan scudetto di akhir pekan ini kalau bisa tundukkan Torino dan AS Roma tidak berhasil menang melawan AC Milan. Cek updatean berita bola lainnya di skordewa.com, terutama berita liga italia.

Hasil dari Laga Liga Italia

Laga derby della Madonnina yang menjadi bahan perbincangan utama di ajang Liga Italia pekan 32 berakhir dengan skor imbang. Sedangkan Juventus semakin dekat dengan scudetto setelah AS Roma tertahan.

Pertandingan derby kota Milan awali ajang di Serie A giornata 32. Lewat laga di Giuseppe Meazza yang berlangsung pada hari Sabtu (15/4/2017) petang WIB, Inter Milan dan AC Milan perlu merasa puas dengan membagi angka 2-2.

Inter pernah unggul dengan skor 2-0 di tengah pertama. Tetapi dengan dramatis Milan dapat kembali bangun lewat 2 angka yang mereka ciptakan pada beberapa menit menjelang akhir laga untuk membawa diri mereka keluar dari hasil negatif. Angka yang membuat skor imbang dari Christian Zapata malah diciptakan pada menit ke 90+7.

Lewat laga lainnya, Juve terus melaju kea rah titel juara Serie A lewat hasil positif dengan skor 2-0 atas Pescara. Sedangkan Roma tak berhasil meneruskan tekanan yang mereka lesatkan pada Juve usai cuma tampil imbang dengan skor 1-1 berhadapan dengan Atalanta.

Juve sekarang telah bukukan poin sebanyak 80 lewat 32 laga. Mereka berhasil unggul 8 poin dari Roma yang berada di urutan kedua.

Hasil imbang yang diraih Roma pun dioptimalkan oleh Napoli untuk memperpendek jarak. Partenopei yang berada di urutan 3 sekarang cuma berselisih 2 poin dari Roma usai raih hasil positif dengan skor 3-0 saat melawan Udinese.

Hasil keseluruhan dari Liga Italia giornata 32:

Inter 2-2 Milan
Roma 1-1 Atalanta
Palermo 0-0 Bologna
Cagliari 4-0 Chievo
Torino 1-1 Crotone
Fiorentina 1-2 Empoli
Pescara 0-2 Juventus
Genoa 2-2 Lazio
Sassuolo 2-1 Sampdoria
Napoli 3-0 Udinese

Allegri Tak Masalahkan Juve Bermain Cenderung Bertahan Hadapi Napoli

Juventus lebih terlihat menunjukkan cara bermain bertahan ketika berhadapan dengan Napoli. Namun Massimiliano Allegri tidak persoalkan itu sebab yang paling penting ialah hasilnya.

Juve pulang dari lawatannya dengan membawa 1 poin dari kandang Napoli. Melangsungkan laga pada hari Senin (3/4/2017) dinihari WIB, di San Paolo, Juve tampil seri dengan skor 1-1.

Selama pertandingan berlangsung, Juve lebih sering lakukan permainan bertahan sebab dari lawan amat gencar melakukan serangan. Tercatat, Bianconeri cuma mampu menguasai bola sampai dengan 39 persen. Mereka pun cuma tercatat lakukan 4 percobaan sepanjang 90 menit laga berlangsung. Kemudian Juve cuma lakukan sampai 3 kali dalam menyentuh bola pada area penalti Napoli selama babak pertama berlangsung.

Namun Allegri tidak persoalkan hal tersebut. Ia malah merasa puas dengan seperti apa para pemain melangsungkan laga tersebut.

“Pada awalnya kami tampil dengan oke, bergerak lewat 1 sisi ke sisi yang lainnya, namun seperti itu kami bisa unggul, kami biarkan Napoli menguasai jalannya laga dan dalam sisi yang saya lihat kami tak terbilang cukup dalam mengontrol bola,” ucap Allegri.

“Saya perlu memberi pujian kepada para pemain saya, sebab Anda tak selalu dapat unggul pada laga dan terutama tak menghadapi tim yang hebat seperti Napoli. Kami mempersilahkan mereka lesatkan sedikit sepakan pada babak pertama dan pada babak kedua Pjanic sedikit ditarik ke arah belakang, bikin beberapa kesempatan oke.”

“Tentu tak memalukan (tampil bertahan), sebab yang paling penting adalah meraih hasil. Kami tak berada pada performa yang paling oke pada malam ini, Ini bukanlah pertandingan yang mudah mengingat semuanya yang ada di sekeliling laga, namun para pemain melawannya dengan amat bagus,” imbuh dia.