Tag Archives: Tottenham Hotspur

Christian Eriksen Buka Peluang Untuk Barcelona

 

Pemain tengah Tottenham Hotspur, Christian Eriksen, membuka pintu untuk Barcelona. Menurutnya, sulit bagi pemain untuk menolak penawaran dari klub sebesar Barca.

Eriksen mampu tampil cemerlang dengan Spurs sedari direkrut dari Ajax Amsterdam di bursa transfer 2013 lalu. Pesepakbola asal Denmark itu sudah membukukan total 31 gol serta 41 assist dalam 134 pertandingannya di Liga Inggris, Premier League.

Di musim 2016/2017, Eriksen mencapai performa terbaiknya sedari berkiprah di Premier League dengan menorehkan total 8 gol serta 15 assist di sepanjang musim ini.

Dengan perperforma okenya itu, akhir-akhir ini Barcelona dirumorkan meminati jasa si pemain. Bahkan, Blaugrana digadang-gadang akan membawa pulang Eriksen di bursa transfer kali ini.

Terkait rumor transfer itu, Eriksen mengungkapkan kalau ia akan mempertimbangkannya lagi untuk pindah apabila Barca betul-betul meminatinya.

Lebih lagi, Eriksen paling tidak sudah mengetahui seperti apa jenis pelatihan di Barca. Pasalnya, di saat masih remaja ia sempat menjalani trial dengan Barca. Namun di akhirnya, Ajax Amsterdam memberikan penawaran untuk si pemain di tahun 2008.

“Saya sempat ke sana (menjalani trial ketika remaja) di satu kesempatan, lalu hasilnya tak berlangsung dengan oke. Namun Barcelona merupakan klub yang amat superior – saya kira takkan ada banyak pemain yang bakal menolak Barcelona,” ucap Eriksen seperti yang dilansir dari salah satu media.

“Akan tetapi, terdapat ‘minat’ dan lalu ada minat yang konkret. Hingga nantinya ada minat yang konkret, saya tidak memiliki komentar terkait hal itu,” lanjutnya.

“Di masa depan, saya melihat diriku ada di tingkat paling tinggi. Itulah yang saya impikan selama ini. Hal itu bisa saja terjadi dalam 2 hingga 3 tahun mendatang,” ujar Eriksen.

Di sisi lain, sejatinya Christian Eriksen masih terikat kontrak dengan Tottenham Hotspur sampai tahun 2020 nanti.

Walau Gagal Juara, Musim Tottenham Tetap Luar Biasa

Tottenham-Hotspurs

Tottenham Hotspur mengakhiri Liga Inggris 2016/2017 dengan gaya yang sangat elegan. Walapun mereka gagal juara dan ‘hanya’ finis di posisi runner-up, The Lilywhites disebut mengakhiri musim dengan sangat baik.

Tottenham Hotspur memetik kemenangan 7 – 1 saat berkunjung ke markas Hull City, Minggu (21 Mei 2017) malam WIB. Harry Kane tampil sebagai bintang kemenangan dengan mencetak hat-trick, yang dilengkapi dengan gol Dele Alli, Victor Wanyama, Benjamin Davies, dan Toby Alderweireld.

Dengen kememangan itu, Tottenham Hotspur pun memastikan diri finis di posisi runner-up klasemen akhir Premier League musim ini. Tim raksasa London Utara ini mencatatkan sebanyak 86 poin dari hasil 38 pertandingan.

Pelatih Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino, mengatakan jika anak-anak asuhnya sudah melakukan pencapaian yang luar biasa di musim ini. Dia juga melontarkan komentar khusus untuk sejumlah penggawa The Lilywhites

“Saya ingin memberikan selamat kepada seluruh pemain Tottenham Hotspur atas musim yang sangat luar biasa ini. Mereka sudah bekerja dengan sangat baik,” ungkap Mauricio Pochettino seperti yang dilansir oleh BBC.

“Itu semua tidak mudah, kesulitan yang kami rasakan sepanjang musim membuat kami semua bangga untuk bisa finis dengan cara seperti itu setelah apa yang kami dapatkan pada musim lalu.”

“Saya agak kecewa karena saya kira Hugo Lloris seharusnya memperoleh sarung tangan emas. Untuk Harry Kane, mencetak 29 gol dalam 30 kali penampilan itu sangat luar biasa. Gelar top skorer lagi. Ini adalah sebuah pencapaian besar dan itu membantu tim untuk bermain bagus dan meraih posisi kedua.”

“Setelah tiga musim, kami melakukan banyak pekerjaan dan beberapa perubahan. Saya rasa penting bagi kami untuk mencoba memenangkan trofi dalam beberapa musim ke depan untuk kami dan juga para pendukung kami,”

“Kami sangat bersemangat untuk pindah ke Wembley pada musim depan dan mencoba untuk bekerja lebih baik lagi,” tutup Mauricio Pochettino.

Kelelahan Serta Kritik Bikin Oezil Terguncang

Mesut Oezil disoroti dengan kritik tajam pada performa terakhirnya. Arsene Wenger menganggap kalau banyaknya sorotan dan rasa lelah bikin pemain gelandangnya tersebut terguncang.

Oezil dianggap ‘tidak nampak’ saat Arsenal ditundukkan oleh Tottenham Hotspur dengan skor 0-2 yang berlangsung di White Hart Lane pada akhir pekan lalu. Ia makin disorot setelah terjadi insiden berupa menendang salah satu pintu di stadion untuk mengeluarkan rasa kesalnya.

Oezil baru-baru ini sering di kritik. Pada 4 laga terakhir, pemain yang jadi biang serangan Arsenal tersebut tidak dapat bikin assist, walau catatkan 1 angka. Sedangkan ia dikenal sebagai salah seorang kreator cetak angka paling oke di Eropa malah di dunia.

Wenger mengatakan kalau tekanan dan sorotan yang menuju pada  Oezil cukup menjadi pengaruh atas performa dari si pemain.

“Para pemain hebar perlu pegang tanggung jawab dari tim. Banyak orang menyaksikan kalau dirinya seperti itu. Saya tidak mengetahui seperti apa hal tersebut pantas untuk dirinya, saya tidak tahu,” ucap dia.

“Saya merasa ia dapat menahan rintangan di pertandingan besar. Akankah ia dapat melawan rintangan untuk dihijani kritik? Saya tidak bisa berkatan yakin.”

“Saya yakin kalau, pada Minggu kemarin, cuma memberi kritik pada penampilan Mesut Oezil tak menggambarkan dengan tepat seperti apa yang berlangsung pada pertandingan,” kata dia.

Tak hanya itu, sisi fisik ikut jadi penghambat. Usaha keras yang dilakukan oleh Arsenal untuk dapat masuk ke urutan 4 besar disebut memang menghabiskan banyak tenaga, Oezil dan beberapa pemain lainnya juga tampil kurang maksimal, yang pada perjalanannya berakhir pada kritikan lagi.

“Dengan menyeluruh saya optimis kalau baru-baru ini ia telah keluarkan usaha yang amat besar. Ia sedikit seperti pemain yang lain juga pada tim, dilihat dari segi fisik tak pada dalam tingkat paling oke,” lanjut Wenger.

“Saya merasa kalau kami seing melakukan usaha pada Minggu lalu, kemudian di hari Rabu, dan kami tak seutuhnya kembali fit pada hari Minggu selanjutnya.”

“Terus seperti itu. Para pemain besar lebih dihujani kritik dan cara bermainnya agak lebih cair, namun kurang gencar. Cuma hal tersebut tidak menjadi arti kalau ia kurang berharap hasil oke daripada yang lainnya,” kata pria yang berasa dari Prancis itu.

Spurs Makin Dekat dengan Chelsea

Tottenham Hotspur berhasil raih hasil oke dengan skor tipis 1-0 saat berhadapan dengan Crystal Palace dalam laga lanjutan Premier League. Lewat cetak angka yang satu-satunya diciptakan oleh Christian Eriksen, Spurs lagi-lagi semakin dekat dengan Chelsea di papan klasemen.

Melangsungkan laga pada hari Kamis (27/4/2017) dinihari WIB, di Selhurst Park, Spurs bermain unggul dengan mampu kuasai bola sampai dengan 68,5 persen. The Lilywhites bikin 18 upaya untuk membobol gawanf dengan 4 di antaranya yang mengarah ke gawang.

Sedangkan Palace yang menjadi tuan rumah pada laga tersebut cuma bikin 6 upaya membobol gawang dengan 1 di antaranya yang tepat mengarah ke sasaran.

Walau bermain lebih unggul, Spurs kerepotan untuk ciptakan angka. Mereka tidak berhasil pecahkan kebuntuan sampai berakhirnya babak pertama. Untuk menambah tajam serangan, Son Heung-Min diturunkan pada awal babak kedua.

Tim yang di besut oleh Mauricio Pochettino tersebut baru dapat ciptakan angka saat laga masuk menit 78. Eriksen yang kuasai bola di luar area penalti melesatkan sepakan keras yang tak berhasil di tahan kiper Palace, Wayne Hennessey.

Hasil positif yang diraih atas Palace tidak merubah tempat Spurs di urutan kedua klasemen sementara. Mereka catatkan 74 poin lewat 33 laga, berjarak 4 poin dengan Chelsea yang berada di urutan teratas. sementara Palace berada di urutan 12 dengan mengumpulkan 38 poin.

Susunan Pemain
Crystal Palace: Hennessey; Ward, Kelly, Sakho (Delaney 57′), Schlupp; Zaha, Milivojevic, McArthur (Cabaye 64′), Puncheon, Townsend; Benteke (Campbell 81′)

Tottenham Hotspur: Lloris; Dier, Alderweireld, Vertonghen; Walker, Wanyama (Sissoko 46′), Dembele (Son 46′), Davies; Eriksen, Alli (Trippier 90+6′); Kane

Pochettino Sebut Chelsea Diunggulkan Namun Spurs Tengah Oke

Mauricio Pochettino mengatakan kalau Chelsea lebih menjadi favorit dibandingkan Tottenham Hotspur dalam laga semifinal Piala FA. Namun Pochettino masih mencari kesempatan untuk memberi sebuah kejutan.

Chelsea dan Spurs bakal melangsungkan laga di babak semifinal Piala FA yang berlangsung pada hari Sabtu (22/4/2017), di Stadion Wembley. Laga ini melanjutkan rivalitas antara keduanya yang juga tengah berselisih sengit di ajang Premier League.

Melangkah ke pertandingan yang akan berlangsung di Wembley, Chelsea tengah berada di bawah tekanan Spurs tentang berselisih di liga. The Blues yang masih ada di urutan teratas klasemen, sekarang hanya berselisih 4 angka dari sang rival.

Karena Chelsea pernah tunduk ketika berhadapan dengan Crystal Palace dan Manchester United. Sedangkan Spurs selalu lanjutkan langkah mereka dengan raih 7 kali hasil oke secara berturut-turut di liga.

Pochettino bilang kalau Chelsea memang tetap menjadi unggulan lewat pertandingan yang akan berlangsung nanti. Namun, dia pun tekankan bahwa langkah The Lilywhites pun tengah dalam langkah oke.

“Kalau ada satu tim yang di unggulkan, hal tersebut lebih kepada Chelsea karena mereka tengah berada di urutan teratas klasemen Premier League dan lewat pengalaman yang dimiliki oleh para pemain yang mereka miliki, dan juga seorang pelatih,” ucap Pochettino.

“Kami membicarakan tentang tim yang bisa saja di 5 tahun terakhir telah menangkan ajang di Eropa, Piala Dunia, pelatih yang raih liga bersama dengan Juventus di Italia,”

“Mereka merupakan sebuah tim yang lebih banyak miliki pengalaman dibandingkan kami. Namun, kami tengah berada pada momen yang oke, sementara menjadi tim yang haus. Berselisih dengan para tim seperti mereka merupakan sebuah hal yang penting untuk Tottenham,” kata dia.

Tentang catatan titel di Piala FA, Chelsea yang miliki 7 titel masih kalah dengan Spurs yang telah 8 kali jadi juara. Tetapi titel terakhir Chelsea diraih pada tahun 2011/2012, sedangkan Spurs kali terakhir menjadi juara pada tahun 1990/1991.

Courtois Sebut Spurs Berdoa Agar Chelsea Kembali Kalah

Chelsea Perlu berhasil comeback lewat hasil positif ketika berhadapan dengan Manchester City. The Blues tidak ingin rival paling dekatnya, yaitu Tottenham Hotspur, memotong jarak lebih dekat lagi.

Chelsea belum lama ini menerima hasil negatif yang membuat terkejut public saat berhadapan dengan Crystal Palace dengan skor 1-2 akhir pekan kemarin, di Stamford Bridge. Lewat hasil positif yang diraih Spurs di kandang Burnley dengan skor 2-0, maka tim asal London Utara tersebut sekarang cuma berselisih 7 poin dengan Chelsea.

Namun, tujuan untuk Chelsea bangkit dihadang oleh rintangan berat sebab bakal berhadapan dengan City, pada hari Kamis (6/4/2017) dinihari WIB. Di lain sisi, Tottenham berhadapan dengan laga yang semakin mudah sebab cuma akan berhadapan dengan tim urutan 17 Swansea City.

Laga melawan City tentu tak akan berjalan mulus untuk Chelsea. The Citizens ikut targerkan poin penuh usai 3 laga liga terakhirnya cuma raih 1 poin atau hasil seri.

Tak hanya itu, tim yang di besut oleh Josep Guardiola ini masih sering ditikung oleh para tim di bawah mereka. Dengan catatan 58 poin, City cuma berjarak 5 poin dari rival satu kota mereka yaitu Manchester City dan 7 poin dari Arsenal di posisi 6.

“Hal yang amat berarti untuk raih hasil positif pada hari Rabu,” imbuh penjaga gawang Chelsea Courtois pada situs resmi Chelsea.
“Spurs bakal berharap kami kembali mendapat hasil negatif, maka mereka dapat memotong jarak semakin dekat, namun kami bakal memulai lagi upaya kami.”

“Kami mengetahui tentang apa yang sedang kami perbuat, kami tak perlu berpikir soal hasil negatif lagi. Kami hanya harus berkonsentrasi dan berusaha menangkan laga pada hari Rabu.”

Chelsea cuma satu kali raih hasil positif lewat 5 pertemuan terakhir mereka dengan City dalam kompetisi Premier League. 2 laga lainnya berakhir dengan kedudukan imbang, dan 2 kali tunduk ketika tunduk dengan skor 0-3 lewat hat-trick yang Sergio Aguero ciptakan pada bulan April 2016.