Mascherano Resmi Merapat ke Hebei China

Mascherano Resmi Merapat ke Hebei China

Javier Mascherano melengkapi banyaknya pemain kelas Eropa yang merumput ke benua Asia. Kepastian ini tak lepas dari keputusan sang pemain yang menerima bermain bersama Hebei China Fortune usai tak sampai dalam waktu More »

Nyaris Kehilangan Kaki, Cazorla Ingin Balik Musim Depan

Nyaris Kehilangan Kaki, Cazorla Ingin Balik Musim Depan

Santi Cazorla menjadi salah satu sosok bintang Premier League Inggris yang selalu dinanti-nantikan kembali diatas lapangan hijau. Menyambut musim baru 2018, Cazorla kembali muncul dalam sebuah ungkapan target jangka panjang. Dimana Cazorla More »

Sepakbola Inggris Masih Belum Terbiasa dengan VAR

Sepakbola Inggris Masih Belum Terbiasa dengan VAR

Phil Neville menjadi sosok yang paling keras memberikan komentar kepada penerapan teknologi VAR yang baru saja diterapkan dipertandingan Liga di Inggris. Dimana komentar Neville sendiri keluar ketika menyaksikan pertandingan Chelsea kontra Norwich More »

Guardiola Akui Jadwal Padat Bisa Musnahkan Banyak Bintang Premier League

Guardiola Akui Jadwal Padat Bisa Musnahkan Banyak Bintang Premier League

Josep Guardiola menjadi sosok pengikut baru yang mempersoalkan jadwal padat Premier League Inggris. Jadwal padat ini tak lepas dari malam Natal dan Tahun Baru. Ketika liga lain sedang menikmati masa liburan, Liga More »

Conte Cuek Dengan Laju Barca di Musim Ini

Conte Cuek Dengan Laju Barca di Musim Ini

Antonio Conte merasa begitu percaya diri dan lebih memilih cuek dengan laju Barcelona di musim ini. Sikap Conte sendiri tak lepas dari persiapan Chelsea menyambut musim baru 2018 mendatang. Menurut Conte, apapun More »

 

Valencia Ikut Berburu Tanda Tangan Darmian

Berita terbaru seputar Taruhan Bola Terbaik hari ini, Aura baik dari sosok Matteo Darmian terus berkembang ke berbagai klub besar Eropa termasuk Valencia yang baru ini mengklaim siap memberikan penawaran kepada Manchester United agar mau melepas pemain berdarah Italia tersebut.

Dengan kepastian ini, Velancia dipastikan akan bersaing dengan beberapa klub besar Eropa macam AC Milan, Juventus, Inter Milan dan Bayern Munchen. Jika melihat perjalanan Darmian di musim ini, maka banyak yang menspekulasikan bahwa sang pemain akan segera mengakhiri karirnya di Premier League Inggris.

Hal ini tak lepas dari situasi Darmian yang tak kunjung mendapatkan kepercayaan dari Jose Mourinho di skuat utama Setan Merah. Meskipun mampu bermain baik di dua posisi bek sayap kanan dan kiri, Darmian justru bukan pilihan utama di keduanya.

Terbukti dalam rujukan di kedua sisi, maka di posisi bek kanan dia kalah dengan Antonio Valencia, sementara di kiri Ashley Young dan Daley Blind bergantian menempatinya. Dan apa yang sedang terjadi inilah yang coba dimanfaatkan oleh Valencia untuk masuk ke dalam ruang Darmian.

Kesempatan itu sangat terbuka karena bursa transfer musim dingin bulan Januari 2018 akan segera dibuka dan Valencia tak akan sendirian karena mereka akan menghadapi persaingan dari AS Roma, Napoli dan juga Juventus yang siap memulangkan mantan pemain Torino itu kembali ke Serie A Italia.

Sudah Jor-joran, Montella Ingin Milan Raih Sukses Lebih

vincenzo montella

Lihat perjuangan Manajer AC Milan Vincenzo Montella di betdeal.com yang mengemban tanggung jawab besar dengan belanja jor-joran yang dilakukan oleh klub pada bursa transfer musim panas. Pasalnya ia memasang target prestasi lebih oke ketimbang musim sebelumnya.

Akan tetapi sang manajer harus berpikir realistis. Ia tak ingin langsung memburu scudetto walau telah memperkuat Il Diavolo Rosso dengan mengucurkan 210 juta euro.

Dalam pandangan Montella, scudetto bukan sebuah prestasi yang bisa secara instan didapat karena tim sudah mempunyai modal layak usai berbelanja dengan begitu ambisius. Lebih lanjut, sang manajer berniat maju selangkah demi selangkah lebih dulu untuk mengembalikan habitat Milan sebagai tim penghuni Liga Champions.

“Kesepakatan yang dibuat klub ialah kita tak boleh menyia-nyiakan semangat fans, apalagi mengecewakan semua harapan mereka. Kami harus jadi tim yang secepat mungkin mencapai target kami, lolos ke Liga Champions,” buka Montella.

“Andaikan kami kehilangan itu, sudah tentu itu menjadi tamparan sangat keras, baik dari faktor ekonomi maupun citra klub ini. Akan tetapi ada kompetisi berat di Italia dan ada beberapa tim, yang tak punya taktik transfer musim panas seperti kami, masih sedikit ada di depan kami pada sektor perencanaan.”

“Kami sudah mendapatkan pemain siap untuk maju dan mampu memberikan banyak dampak bagus, mereka pemain-pemain besar yang ada di tingkat kami serta persepakbolaan Italia. Maka dari itu saya rasa potensi ini ada di sana dan ini cuma tinggal persoalan waktu saja.”

“Kami punya sejumlah kepastian dan pemain yang bisa berkembang lebih baik lagi sepanjang waktu. Maka saya rasa kami bisa lebih bagus lagi ke depannya,” pungkas legenda AS Roma tersebut.

Morata Tinggalkan Madrid (Lagi)

Alvaro Morata

Untuk kedua kalinya, Alvaro Morata akan hengkang dari Real Madrid. Jika suatu saat nanti ada kesempatan kembali ke Los Blancos, apakah Morata akan mengambilnya?

Morata saat ini tengah menyelesaikan proses kepindahannya ke Chelsea. Penyerang tim nasional Spanyol itu direkrut The Blues untuk menggantikan posisi Diego Costa yang namanya sudah dicoret pelatih Chelsea, Antonio Conte.

Menurut kabar yang berkembang di media-media, Chelsea dan Real Madrid telah mencapai kesepakatan harga untuk striker berusia 24 tahun itu, yang diyakini mencapai 80 juta euro (setara dengan Rp 1,2 triliun).

Ini akan menjadi kedua kalinya Alvaro Morata angkat kaki dari Santiagi Bernabeu. Pada tahun 2014 lalu, dia hengkang dari El Real untuk bergabung dengan Juventus. Dua tahun kemudian, Los Galactixos mengaktifkan klausul buyback dan membawanya pulang.

Walaupun tidak mendapatkan tempat di tim inti Real Madrid setelah dipulangkan dari Juventus, Morata mengaku tidak menyesal. Dia bahagia karena memenangkan empat gelar bersama Madrid di kompetisi musim lalu. Morata sendiri sebenarnya berstatus topskorer kedua tim setelah Cristiano Ronaldo.

Sebelum terbang dari Los Angeles ke London untuk menyelesaikan proses transfernya, Alvaro Morata sempat melayani wawancara dengan media. Salah satu pertanyaan yang dia jawab adalah mengenai kemungkinan kembali ke Real Madrid lagi suatu saat nanti.

“Kembali lagi ke Real Madrid? Sepertinya itu tidak akan terjadi. Saya menganggap hal itu sulit terjadi dan untuk sekarang itu bukanlah sesuatu yang harus saya pertimbangkan,” ujar Alvaro Morata dalam harian Marca.

Alvaro Morata juga mengomentari kemungkinan bertemunya Chelsea dan Real Madrid di Liga Champions musim depan.

“Saya harap saya bisa berhadapan dengan Real Madrid, itu akan berarti kami dan mereka sama-sama lolos ke babak berikutnya di Liga Champions. Tapi, saya tidak ingin memikirkan soal itu. Yang harus saya pikirkan sekarang adalah sampai ke London,” tutup Morata.

Bola Piala Dunia Yang Kembali Jadi Bahan Kritik

Bola Piala Dunia Yang Kembali Jadi Bahan Kritik

Piala Dunia 2018 Rusia nampaknya akan menjadi pargelaran sepakbola terbesar dan berbeda dari sebelumnya, diketahui bahwa Piala Dunia kali ini akan banyak menampilkan teknologi baru. Salah satunya adalah bola yang akan dipakai pada semua pertandingan Rusia 2018.

FIFA sebagai pihak penanggung jawab pargelaran Piala Dunia pun sudah memperkenalkan bola yang akan digunakan, namun siapa sangka jika perkenalan itu harus berakhir dengan banyak kritik, dimulai dari pemain dan juga 32 pelatih negara peserta.

Bola yang bernama lengkap Adidas Telstar 18 ini akan hadir di Piala Dunia Rusia. Bola itu pun sudah dipakai dalam beberapa pertandingan uji coba internasional dan semua pertandingan itu tetap melahirkan banyak kritik. Adapun pemain yang mengkritik kinerja bola tersebut adalah kiper andalan timnas Spanyol, David De Gea.

De Gea mengaku jika aliran bola Telstar 18 sering kali berubah arah ketika ditendang dari jarak jauh atau pun dekat. Jika merujuk pada komentar sang kiper, maka akan sangat menyulitkan mereka dalam membaca arah datangnya bola. Lantas De Gea berasumsi jika semua kiper akan sangat sulit mengantisipasi arah bola tersebut.

Akan tetapi, tetap saja jika bola tersebut adalah sebuah tantangan bagi para kiper untuk bisa menyesuaikan. Hal inilah yang coba diangkat oleh pelatih Spanyol, Julen Lopetegui yang mempertegas De Gea untuk segera beradaptasi.

“Sudah menjadi keputusan bulat, bola itu akan dipakai di Piala Dunia 2018, dan semua orang protes soal itu. Tetapi kami harus menerimanya. Kami hanya perlu menyesuaikan diri dengan bola itu dan mencoba melihat sisi positifnya.” cetus Julen Lopetegui.

Yang membuat hal ini semakin menarik ketika terungkap bukan hanya De Gea yang mengkritik bola tersebut, diketahui kiper andalan Jerman, Marc-Andre ter Stegen yang secara cepat merespon dengan mengakui ingin secepat mungkin beradaptasi dengan Bola Piala Dunia 2018 Rusia.

Bola Piala Dunia Rusia

“Tak ada pilihan bagi semua kiper, ini sebuah tantangan dan kami harus bisa melewatinya. Kami hanya perlu menyesuaikan apa yang akan kami pelajari nanti.” demikian tambahan Ter Stegen.

Piala Dunia 2018 di Rusia sendiri baru akan digelar pada tanggal 14 Juni hingga 15 Juli mendatang. Rusia yang bertindak sebagai tuan rumah akan menjadi tim pembuka pertandingan Piala Dunia, mereka dijadwalkan akan bermain melawan Arab Saudi pada tanggal 14 Juni pada pukul 22:00 WIB.

FIFA Siap Perkenalkan Jam Tangan Pintar di Piala Dunia

FIFA Siap Perkenalkan Jam Tangan Pintar di Piala Dunia

Piala Dunia 2018 akan menjadi turnamen besar dan berbeda dari sebelumnya, berbagai macam teknologi terbaru akan hadir di sepanjang pertandingan digelar. Satu satu teknologi terbaru adalah sebuah jam tangan pintar yang akan digunakan oleh wasit pertandingan untuk membantu proses pengambilan keputusan.

Perusahaan jam tangan mewah asal Swiss, Hublot, bekerja sama dengan FIFA, merilis jam tangan pintar untuk Piala Dunia 2018 di Rusia. Fungsi jam tangan pintar itu sendiri akan langsung terkoneksi dengan Teknologi Video Assistant Referee (VAR).

Ketika wasit memimpin pertandingan, maka jam tangan pintar itu akan membantu mereka dalam pengambilan keputusan cepat. Jam tangan pintar itu sendiri diberi nama ‘Big Bang Referee‘ yang secara khusus dibuat untuk pargelaran Piala Dunia Rusia 2018.

Jam Rusia 2018

Disegn Big Bang Referee sendiri berdasarkan permintaan dari FIFA selaku Federasi Sepakbola Dunia yang secara khusus membuatnya dari analisa permasalahan dalam dunia sepakbola. Terlebih khusus pada skandal keputusan wasit yang selalu menjadi permasalahan tim yang merasa dirugikan.

“FIFA meminta kami secara khusus untuk meluncurkan teknologi baru dalam upaya membantu kinerja wasit. Mereka meminta kami menciptakan jam tangan khusus untuk membantu wasit saat pertandingan. Jam tangan khusus wasit itu akan terhubung ke teknologi garis gawang, VAR, dan menentukan apakah bola telah meninggalkan lapangan atau belum.” demikian pernyataan resmi dari Hublot.

FIFA memberanikan diri memperkenalkan teknologi jam tangan pintar ini sebagai maksud agar tim tidak ada yang merasa dirugikan oleh sebuah keputusan wasit. Satu yang paling khusus adalah menghilangkan kontroversi VAR pada Piala Dunia 2018 Rusia yang akan diselenggarakan pada 14 Juni mendatang.

Jam Tangan Pintar Piala Dunia

Sejauh ini, sudah ada beberapa percobaan yang dilakukan oleh FIFA. Hasilnya sangat memuaskan, dan Piala Dunia 2018 nanti diprediksi akan berjalan rapi, dan juga diharapkan pekerjaan wasit bisa jadi lebih ringan.

Jadwal Pertandingan Stadion Luzhniki di Piala Dunia

Jadwal Pertandingan Stadion Luzhniki di Piala Dunia

Averyhardwood.com – Stadion Luzhniki mendapat kehormatan sebagai tuan rumah penyelenggarakan Piala Dunia 2018. Bertempat di Rusia, Luzhniki merupakan salah satu stadion terbesar dan merupakan simbol kebesaran Timnas Rusia.

Berbicara stadion Luzhniki, maka stadion ini tak lepas dari banyaknya catatan sejarah. Satu yang melegenda sampai saat ini adalah soal sejarah yang dulunya stadion Luzhniki merupakan kekuasaan rezim Uni Soviet dengan ambisi besar membangun nasionalisme.

Harapan besar dari Soviet yang ingin menumbuhkan sikap kekuasaan dan ingin mendapat kehormatan dari dunia luar, lantas mereka mencoba mendapat prestasi di bidang olahraga. Dengan sikapnya itulah Stadion Luzhniki dibangun dengan konsep modern.

Catatan yang lebih menarik soal Stadion Luzhniki adalah material yang digunakan kesemuanya berasal dari Soviet. Tak berbeda dengan stadion lainnya, Luzhniki dulu dibangun tanpa kursi penonton. Ketika itu, Luzhniki hanya bisa menampung sekitar 71.000 penonton.

Kini semua telah berubah karena mengalami beberapa renovasi, data menjawab bahwa Luzhniki yang sekarang bisa menampung kurang lebih 100.000 penonton. Dengan kapasitas yang baru, maka Luzhniki sudah masuk dalam kategori standart FIFA sebagaimana mereka memiliki peraturan bahwa stadion yang layak digunakan dalam ajang internasional harus lebih dari 64.000 bangku penonton.

Sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018, Rusia lantas menunjuk Stadion Luzhniki sebagai pusat dari pargelaran empat tahunan tersebut. Dimana Luzhniki akan menjadi tempat laga pembuka, tak hanya itu, Luzhniki juga akan menjadi tempat pargelaran Final Piala Dunia 2018.

Jadwal Pertandingan Stadion Rusia

Berikut kami hadirkan jadwal pertandingan Piala Dunia 2018 yang akan digelar di Stadion Luzhniki :

14 Juni 2018 [18:00] [Russia vs Saudi Arabia] Grup A
17 Juni 2018 [18:00] [Germany vs Mexico] Grup F
20 Juni 2018 [15:00] [Portugal vs Morocco] Grup B
26 Juni 2018 [17:00] [Denmark vs France] Grup C
01 Juli 2018 [17:00] [1B vs 2A] 16 Besar
11 Juli 2018 [21:00] [W59 vs W60] Semi Final
15 Juli 2018 [18:00] [W61 vs W62] Final

Ketika selesai dengan jadwal pertandingan, kami juga sudah menyiapkan beberapa profil dari 32 negara peserta Piala Dunia 2018. Dan yang paling banyak orang cari adalah Profil Timnas Panama karena mereka sukses membuat catatan sejarah baru. Dimana Panama untuk pertama kalinya ikut dalam ajang besar berwujud Piala Dunia.

Profil Skuad Panama di Piala Dunia

Profil Skuad Panama di Piala Dunia

Averyhardwood.comPanama baru saja mencetak rekor baru dengan memastikan diri berlaga di Piala Dunia Rusia 2018, bahkan ajang ini menjadi yang pertama dalam sejarah mereka terjun di ajang internasional besar seperti ini. Untuk menikmati catatan rekor ini, publik Panama sampai membuat perayaan besar-besaran sebagai rasa bangga tim sepakbolanya bisa berlaga di ajang empat tahunan tersebut.

Panama yang dikenal sebagai menghubungkan Samudra Atlantik dan Pasifik itu langsung membuat gebrakan mengejutkan. Dimana pemerintahan Panama sampai harus menjadikan hari kelolosan Panama ke Piala Dunia sebagai hari libur nasional.

Berbicara sosok Panama, jelas mereka selalu tidak diunggulkan dalam ajang apapun termasuk dalam zona kualifikasi CONCACAF. Namun siapa sangka, mereka berhasil mendapatkan posisi tiga klasemen akhir untuk memastikan berangkat ke Rusia pada bulan Juni mendatang.

Sepanjang sejarahnya, Panama bukanlah tim segudang prestasi, bahkan untuk ukuran Amerika Tengan Sekalipun, Panama tak pernah mendapatkan gelar bergengsi. Mereka selalu berada dalam bayang-bayang Kosta Rika dan Honduras dalam urusan sepakbola.

Pencapaian tertinggi Panama adalah menjadi juara Copa Centroamericana, turnamen tim-tim khusus Amerika Tengah di mana Kosta Rika dan Honduras jarang serius. Dan ketika masuk dalam turnamen yang lebih besar, Panama selalu menjadi bulan-bulanan.

Terbukti ketika mereka ikut berpartisipasi dalam Copa America Centenario 2016. Panama babak belur usai dihajar Argentina dan Chile. Meski mendapat kemenangan atas Bolivia, namun nama Panama dimata dunia tetap saja bukan apa-apa.

Berikut Kami Hadirkan Profil Lengkap Panama serta perjalanan mereka hingga menuju ke putaran final Piala Dunia 2018 :

Prediksi Panama di Piala Dunia 2018

Nama Tim: Panama
Asosiasi Sepakbola: Federación Panameña de Fútbol (FEPAFUT)
Berdiri: 1937
Pengakuan FIFA: 1938
Julukan tim: La Marea Roja, The Red Tide

Perjalanan Panama Sampai ke Russia 2018

Ketika masuk dalam zona ini, maka Panama patut merasa bangga karena mereka memastikan diri terbang ke Rusia dengan momen dramatis dan juga kerja keras yang tidak bisa disampingkan. Dimana mereka secara dramatis memastikan diri mendapat satu tiket dikala matchday terakhir kualifikasi Zona CONCACAF.

Panama berhasil mengalahkan Kosta Rika 2-1 pada matchday terakhir dan mengamankan peringkat tiga, hanya unggul selisih gol atas Honduras yang mengumpulkan poin yang sama. Penasaran dengan jalan Panama dari awal hingga menuju Rusia, berikut adalah pertandingan-pertandingan Panama di Kualifikasi zona CONCACAF untuk Piala Dunia 2018 :

[14/11/15] Jamaika 0-2 Panama (Putaran Keempat Grup B)
[18/11/15] Panama 1-2 Kosta Rika (Putaran Keempat Grup B)
[26/03/16] Haiti 0-0 Panama (Putaran Keempat Grup B)
[30/03/16] Panama 1-0 Haiti (Putaran Keempat Grup B)
[03/09/16] Panama 2-0 Jamaika (Putaran Keempat Grup B)
[07/09/16] Kosta Rika 3-1 Panama (Putaran Keempat Grup B)
[12/11/16] Honduras 0-2 Panama (Putaran Kelima)
[16/11/16] Panama 0-0 Meksiko (Putaran Kelima)
[25/03/17] Trinidad dan Tobago 1-0 Panama (Putaran Kelima)
[29/03/17] Panama 1-1 Amerika Serikat (Putaran Kelima)
[09/06/17] Kosta Rika 0-0 Panama (Putaran Kelima)
[14/06/17] Panama 2-2 Honduras (Putaran Kelima)
[02/09/17] Meksiko 1-0 Panama (Putaran Kelima)
[06/09/17] Panama 3-0 Trinidad dan Tobago (Putaran Kelima)
[07/10/17] Amerika Serikat 4-0 Panama (Putaran Kelima)
[11/10/17] Panama 2-1 Kosta Rika (Putaran Kelima)

Kini Panama siap memulai babak baru, dimana mereka tergabung di Grup G atau bisa dibilang Grup maut lantaran Panama satu tempat dengan Inggris, Belgia dan Tunisia. Jika melihat deretan lawan yang ada, sudah pasti Inggris dan Belgia yang dijagokan akan lolos ke babak selanjutnya.

Meski demikian, dalam dunia sepakbola apapun bisa terjadi. Apa yang sudah dilakukan oleh Panama sekarang, bisa saja berlanjut di Fase Grup Piala Dunia nanti.

Puas dengan profil Panama?. Jika belum puas, Kami juga memiliki berita-berita lain seputar Piala Dunia yang pastinya akan menarik untuk dibaca. Berikut salah satu berita yang paling banyak dicari oleh publik adalah Peta Kekuatan 32 Peserta Piala Dunia 2018.

Mascherano Resmi Merapat ke Hebei China

Javier Mascherano melengkapi banyaknya pemain kelas Eropa yang merumput ke benua Asia. Kepastian ini tak lepas dari keputusan sang pemain yang menerima bermain
bersama Hebei China Fortune usai tak sampai dalam waktu 24 jam setelah Barcelona memastikan kepergiannya.

Sejatinya nama Mascherano sudah bisa diprediksi akan segera meninggalkan Barcelona, sampai pada akhirnya semua itu benar sebagaimana kedua belah pihak enggan untuk membicarakan perpanjangan kontrak. Adapun karir Mascherano terbilang sangat sukses, dirinya sukses mempersembahkan banyak gelar bergengsi untuk Barca.

Sampai di musim 2017/18, kehadiran banyak pemain baru dengan kualitas muda. Nama Mascherano seakan hilang, dia merasa sudah tak mampu untuk bersaing dengan pemain segar macam Gerard Pique dan Samuel Umtiti.

Keputusan untuk angkat kaki dari Camp Nou akhirnya menjadi keputusan akhir yang sangat cepat, sebelum memastikan hijrah ke Asia. Sosok Mascherano sempat disebut-sebut akan hijrah kembali ke kampung halaman, Argentina.

Mascherano, 33 tahun dipastikan akan berjabat tangan hangat dengan satu pelatih yang sudah memakan asam garam Premier League, Manuel Pellegrini. Tak hanya sang pelatih, Mascherano juga akan bereoni dengan mantan rekannya di timnas Argentina, Ezequiel Lavezzi.

Total sudah tujuh tahun Mascherano menjalani karir di Camp Nou. Prestasi yang pantas untuk diingat adalah dengan tujuh trofi La Liga Spanyol dan dua trofi Liga Champions. Peninggalan Mascherano di Barca pun tak bisa dihilangkan, dimana bekas nomor punggung Mascherano resmi menjadi milik Philepe Coutinho.

Nyaris Kehilangan Kaki, Cazorla Ingin Balik Musim Depan

Santi Cazorla menjadi salah satu sosok bintang Premier League Inggris yang selalu dinanti-nantikan kembali diatas lapangan hijau. Menyambut musim baru 2018, Cazorla kembali muncul dalam sebuah ungkapan target jangka panjang.

Dimana Cazorla nyaris melewati lebih dari 10 operasi kaki, dengan kerja keras dan proses yang ada, total Cazorla sudah melewati permainan sejak 2016 lalu. Berusia 33 tahun, lantas tak membuat Cazorla patah semangat dan ingin menargetkan camoback musim depan.

Sejauh ini, Cazorla tak pernah lagi membela Gunners sejak mengalami cedera kala mereka menang 6-0 atas Ludogorets di Liga Champions. Pemain Spanyol mengungkap dalam wawancara dengan Marca tahun lalu bahwa sejumlah operasi dan infeksi di kaki kanannya hampir membuatnya diamputasi.

Pembenaran amputasi kaki Cazorla sendiri diungkapan oleh pelatih Arsenal, Arsene Wenger yang mengatakan bahwa cedera Cazorla merupakan terburuk yang pernah dia tahu selama karirnya sebagai manajer.

Terlepas dari pandangan negati yang ada, Cazorla berharap segera kembali merumput di atas lapangan hijau. Besar harapan dari Cazorla bisa mempersembahkan gelar untuk Arsenal baik di liga lokal maupun interlokal.

“Ada momen di mana saya sudah berpikir ingin menyerah saja. Saya berpikir ‘mungkin ini semua tidak layak diperjuangkan’. Jika semuanya berjalan baik, mungkin tahun depan saya bisa kembali bermain di level top,” tutur Cazorla.

“Operasi yang teraksi saya lakukan terjadi pada bulan kemarin dan total sudah sepuluh kali saya dioperasi. Operasi pertama cukup beresiko karena saya mendapatkan terlalu banyak steroid dan itu mempengaruhi kulit saya,”

“Apa yang kemarin lakukan itu bisa membuat saya infeksi, yang kemudian mengancam kondisi tendon saya. Jalan yang ada ketika itu harus diamputasi, nyaris berita itu bisa membuat saya stop dari dunia sepakbola.” tutup Cazorla.

Sepakbola Inggris Masih Belum Terbiasa dengan VAR

Phil Neville menjadi sosok yang paling keras memberikan komentar kepada penerapan teknologi VAR yang baru saja diterapkan dipertandingan Liga di Inggris. Dimana komentar Neville sendiri keluar ketika menyaksikan pertandingan Chelsea kontra Norwich City yang memunculkan banyak kontroversi.

Babak ketiga Piala FA menghadirkan laga ulangan antara Chelsea melawan Norwich City di Stamford Bridge. Menariknya ketika alih-alih untuk mengurangi kontroversi, pada akhirnya semua keputusan malah jauh dari keterbaikan dan justru memunculkan kontroversi.

Tuan rumah bersikeras akan dapat penalti setelah Willian dijatuhkan di dalam kotak penalti. Namun wasit menilai itu bukan pelanggaran setelah terlihat berkonsultasi dengan pusat VAR dan justru malah mengeluarkan kartu kuning untuk Willian kerena dianggap melakukan diving.

“Saya tak habis pikir, saya juga bukan penggemar dari hal semacam ini. Saya suka sepakbola Inggris ini, dengan poin-poin pembicaraan. Wasit membuat keputusan benar dan beberapa keputusan lain salah,”

“Inilah sepakbola, bila ini bukan VAR untuk hari ini, kita akan ramai membicarakan penalti. Sekarang kita akan berbicara tentang ini untuk dua hari selanjutnya karena VAR,” cetus Neville.

Dilain sisi, bukan hanya Neville yang menyinggung keburukan VAR. Dion Dublin menjadi sosok kedua yang mengaku tak habis pikir kenapa wasit bisa membuat keputusan yang salah meskipun sudah mendapatkan bantuan dari VAR.

“Sebuah keputusan yang mengejutkan. Saya tak tahu bagaimana dia bisa mendapatinya dengan salah. Mereka menonton tayangan ulang yang sama dengan yang lain. Ini tidak bagus untuk sekarang, ini juga bukan jalan yang terbaik.” tambah Dublin.

Agen Pastikan Turan Angkat Kaki dari Barca

Arda Turan sudah bisa dipastikan akan segera angkat kaki dari Barcelona dan merapat ke klub kelahirannya Turki, Basaksehir dalam waktu dekat dan transfernya kemungkinan akan diumumkan hari Jumat waktu setempat.

Kebenaran kabar itu akan sangat dinanti, namun bisa dipastikan akurat lantaran kabar itu dikeluarkan langsung oleh agen resmi Turan. Adapun desas desus kepergian Turan sudah terdengar di musim panas 2017 lalu, namun gagalnya mendapatkan klub peminat terpaksa membuat Turan bertahan lebih lama lagi.

Kini namanya kembali muncul sebagai salah satu pemain yang akan dijual dan kesempatan itu sangat terbuka karena sudah ada klub yang menunjukan ketertarikan. Adapun semua ini terjadi ketika Turan datang ke Barca dari Atletico Madrid pada musim 2015.

Menjalani debutnya dengan penuh percaya diri, Turan pun tak kuasa menahan beratnya persaingan ketat di skuat intin Barcelona yang diisi oleh pemain-pemain kelas dunia. Sampai dimusim ini saja, dirinya belum juga mencatatkan penampilan perdana di pentas domestik maupun Eropa.

Keadaan yang terus memburuk terpaksa membuat 30 tahun kini akan segera kembali merumput di kampung halamannya, untuk kali pertama sejak 2011, usai diklaim akan segera bergabung dengan Basaksehir.

“Kami mengatakan yang baik kepada Basaksehir dan Barcelona, dengan peluang 99 persen, kami juga memberikan kebebasan penawaran mereka. Semuanya berjalan dengan baik. Pengumuman resminya mungkin akan keluar besok.” demikian penyataan resmi dari agen Turan, Ahmet Bulut.

Sturridge Menuju Lebih Dekat ke Inter Milan

Daniel Sturridge disebut semakin dekat dengan klub kaya baru Serie A Italia, Inter Milan. Munculnya kabar ini dispekulasi sebagai antisipasi kepergian Mauro Icardi yang diklaim diminati oleh sejumlah klub elite Eropa.

Berdasarkan pernyataan dari pihak Inter, mereka diklaim sudah melayangkan surat penawaran kepada Liverpool agar mau bernegoisasi perihal status Daniel Sturridge. Meski begitu, penawaran atas nama Sturridge hanya sebatas peminjaman satu musim saja.

Sturridge, 28 tahun sejatinya sudah menarik minat dari klub Premier League lainnya macam Stoke City dan Southampton, akan tetapi sang pemain sendiri lebih tertarik untuk berlaga di pentas Serie A Italia.

Berbicara tentang Inter, mereka sangat tertarik untuk membangkitkan kembali bakat yang dimiliki Sturridge. Hal ini dipastikan langsung oleh Luciano Spalletti sebagai bos Inter Milan. Adapun Spalletti percaya jika Sturridge mampu berkembang lebih baik ketika ditangannya.

Kemungkinan besar Sturridge akan pergi semakin jelas ketika melihat sikap Jurgen Klopp yang diyakini akan memilih mempertahankan Danny Ings dan membiarkan Sturridge hengkang Januari 2018 ini.

Terlepas dari niat Inter, Sturridge juga nyaris merapat ke Newcastle yang disebut bersedia menampung dia hingga akhir musim. Namun klub yang ditangani Rafael Benitez itu keberatan dengan gaji sang pemain, yang mencapai 150.000 pounds per minggu.

Sturridge pun terlihat biasa-biasa saja, belum ada kabar pasti kemana dia akan pergi. Terlihat sampai sejauh ini, Sturridge masih tetap merasa nyaman meski selalu menjadi pilihan kedua Klopp di Liverpool.