Dapat Ejekan Panas dari Deeney, Ini Jawaban Mertesacker?

Dapat Ejekan Panas dari Deeney, Ini Jawaban Mertesacker?

Pemain senior Watford, Troy Deeney tak ragu untuk menyebut tim sekelas Arsenal takut menunjukan nyalinya diatas lapangan. Mendengar apa yang terjadi, Per Mertesacker selaku kapten tim mengaku tak memperdulikan apa yang sudah More »

AC Milan Coba Bajak Pulang Allegri

AC Milan Coba Bajak Pulang Allegri

AC Milan benar-benar terlihat mempersiapkan diri dalam menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi dimasa mendatang. Satu kabar menarik belum lama ini terungkap, dimana Milan tak hanya menjadikan Carlo Ancelotti sebagai pelatih baru More »

Kekalahan Atas Palace Buat Conte Dilema

Kekalahan Atas Palace Buat Conte Dilema

Dua kekalahan beruntun yang wajib jadi pemikiran Antonio Conte sebagai pelatih utama Chelsea. Terakhir kalah adalah bertandang ke markas Crytal Palace, Selhurst Park. Dimana The Blues harus mengakui tuan rumah dengan kalah More »

Toure Cemaskan Angin Pengumbar Kebencian di Piala Dunia Rusia

Toure Cemaskan Angin Pengumbar Kebencian di Piala Dunia Rusia

Gelandang kawakan Manchester City, Yaya Toure sangat antusias menyambut pargelaran Piala Dunia 2018 Rusia. Namun sang gelandang tak menapik kecemasan begitu besar atas angin pengumbar kebencian atau biasa disebut tindakan rasis sepanjang More »

Ronaldo: Saya Lebih Besar dari Messi

Ronaldo: Saya Lebih Besar dari Messi

Superstar Real Madrid, Cristiano Ronaldo merasa dirinya lebih baik dari pemain lain yang terlebih khusus lebih besar dari bintang Barcelona, Lionel Messi. Pernyataan ini sontak mengejutkan banyak pecinta sepakbola La Liga Spanyol More »

 

Sudah Jor-joran, Montella Ingin Milan Raih Sukses Lebih

vincenzo montella

Lihat perjuangan Manajer AC Milan Vincenzo Montella di betdeal.com yang mengemban tanggung jawab besar dengan belanja jor-joran yang dilakukan oleh klub pada bursa transfer musim panas. Pasalnya ia memasang target prestasi lebih oke ketimbang musim sebelumnya.

Akan tetapi sang manajer harus berpikir realistis. Ia tak ingin langsung memburu scudetto walau telah memperkuat Il Diavolo Rosso dengan mengucurkan 210 juta euro.

Dalam pandangan Montella, scudetto bukan sebuah prestasi yang bisa secara instan didapat karena tim sudah mempunyai modal layak usai berbelanja dengan begitu ambisius. Lebih lanjut, sang manajer berniat maju selangkah demi selangkah lebih dulu untuk mengembalikan habitat Milan sebagai tim penghuni Liga Champions.

“Kesepakatan yang dibuat klub ialah kita tak boleh menyia-nyiakan semangat fans, apalagi mengecewakan semua harapan mereka. Kami harus jadi tim yang secepat mungkin mencapai target kami, lolos ke Liga Champions,” buka Montella.

“Andaikan kami kehilangan itu, sudah tentu itu menjadi tamparan sangat keras, baik dari faktor ekonomi maupun citra klub ini. Akan tetapi ada kompetisi berat di Italia dan ada beberapa tim, yang tak punya taktik transfer musim panas seperti kami, masih sedikit ada di depan kami pada sektor perencanaan.”

“Kami sudah mendapatkan pemain siap untuk maju dan mampu memberikan banyak dampak bagus, mereka pemain-pemain besar yang ada di tingkat kami serta persepakbolaan Italia. Maka dari itu saya rasa potensi ini ada di sana dan ini cuma tinggal persoalan waktu saja.”

“Kami punya sejumlah kepastian dan pemain yang bisa berkembang lebih baik lagi sepanjang waktu. Maka saya rasa kami bisa lebih bagus lagi ke depannya,” pungkas legenda AS Roma tersebut.

Morata Tinggalkan Madrid (Lagi)

Alvaro Morata

Untuk kedua kalinya, Alvaro Morata akan hengkang dari Real Madrid. Jika suatu saat nanti ada kesempatan kembali ke Los Blancos, apakah Morata akan mengambilnya?

Morata saat ini tengah menyelesaikan proses kepindahannya ke Chelsea. Penyerang tim nasional Spanyol itu direkrut The Blues untuk menggantikan posisi Diego Costa yang namanya sudah dicoret pelatih Chelsea, Antonio Conte.

Menurut kabar yang berkembang di media-media, Chelsea dan Real Madrid telah mencapai kesepakatan harga untuk striker berusia 24 tahun itu, yang diyakini mencapai 80 juta euro (setara dengan Rp 1,2 triliun).

Ini akan menjadi kedua kalinya Alvaro Morata angkat kaki dari Santiagi Bernabeu. Pada tahun 2014 lalu, dia hengkang dari El Real untuk bergabung dengan Juventus. Dua tahun kemudian, Los Galactixos mengaktifkan klausul buyback dan membawanya pulang.

Walaupun tidak mendapatkan tempat di tim inti Real Madrid setelah dipulangkan dari Juventus, Morata mengaku tidak menyesal. Dia bahagia karena memenangkan empat gelar bersama Madrid di kompetisi musim lalu. Morata sendiri sebenarnya berstatus topskorer kedua tim setelah Cristiano Ronaldo.

Sebelum terbang dari Los Angeles ke London untuk menyelesaikan proses transfernya, Alvaro Morata sempat melayani wawancara dengan media. Salah satu pertanyaan yang dia jawab adalah mengenai kemungkinan kembali ke Real Madrid lagi suatu saat nanti.

“Kembali lagi ke Real Madrid? Sepertinya itu tidak akan terjadi. Saya menganggap hal itu sulit terjadi dan untuk sekarang itu bukanlah sesuatu yang harus saya pertimbangkan,” ujar Alvaro Morata dalam harian Marca.

Alvaro Morata juga mengomentari kemungkinan bertemunya Chelsea dan Real Madrid di Liga Champions musim depan.

“Saya harap saya bisa berhadapan dengan Real Madrid, itu akan berarti kami dan mereka sama-sama lolos ke babak berikutnya di Liga Champions. Tapi, saya tidak ingin memikirkan soal itu. Yang harus saya pikirkan sekarang adalah sampai ke London,” tutup Morata.

MU Terpikat dengan Aksi Permata Muda Benfica

Manchester United terus bersiap diri menghadapi bursa transfer musim dingin bulan Januari 2018 mendatang. Dalam persiapan ini, Setan Merah sudah mengincar beberapa pemain berbakat dari sepenjuru dunia.

Satu yang menjadi pusat perhatian adalah ketertarikan Setan Merah terhadap permata muda Benfica, Umaro Embalo. Ketertarikan ini dimulai ketika tim junior Benfica berhadapan dengan tim muda Manchester United dalam ajang UEFA Youth League tengah pekan kemarin.

Laga yang berakhir dengan skor imbang 2-2 ini muncul satu nama berbakat macam Embalo yang masuk sejak menit ke-65 dan sukses menampilkan permainan impresif. Berdasarkan sumber terpercaya, Manchester UNited terpikat dengan aksi pemain berusia 16 tahun tersebut.

Javier Ribalta selaku petinggi Manchester UNited sampai turun tangan langsung dalam memantau perkembangan Embalo. Diyakini pihaknya akan segera menentukan langkah ke depan apakah akan membajak sang pemain dimusim dingin 2018 nanti atau menunggu waktu yang tepat.

Ketertarikan Manchester United nampak tidak sendirian, dimana sosok Embalo kelahiran Guinea-Bissau tersebut juga sempat dikaitkan dengan raksasa La Liga, Real Madrid.

Jika sudah muncul nama Madrid, maka persaingan akan sangat menarik. Dua tim besar Eropa ini diketahui sangat bergelimpangan uang, dimana mereka siap menggelontorkan dana besar demi mendapatkan pemain incarannya.

Dengan kata lain, tidak ada yang salah jika Embalo merapat ke Old Trafford atau pun Santiago Bernabeu, karena kedua tim ini sama-sama memiliki rekam jejak yang luar biasa dalam mengorbitkan bakat pemain muda.

Dua Gol Hazard Tak Berarti untuk Chelsea

Eden Hazard menyadari jika dua golnya ke gawang AS Roma tak berarti apa-apa bagi Chelsea karena gagal menang. Dua gol ini merupakan akhir dari penantian Hazard dalam 14 pertandingan terakhir disemua kompetisi.

Hazard sendiri turun sebagai starter kontra AS Roma dilanjutan babak fase grup C Liga Champions pekan ketiga, dimana Chelsea hanya mampu bermain imbang 3-3 sekaligus tetap memastikan diri berada dipuncak klasemen sementara dengan raihan tujuh poin.

Hazard yang sukses keluar sebagai penyelamat muka tuan rumah, menyadari bahwa dirinya tak merasa puas dengan hasil ini. Bisa diartikan jika gol Hazard tidak terlalu penting jika melihat performa tim asuhan Antonio Conte yang kurang meyakinkan.

Melihat pertandingan sebelumnya, dimana Chelsea menang atas Atletico Madrid di Spanyol. Hazard pun keluar sebagai pemain yang berhasil memberikan perbedaan dan menurut pandangannya, pertandingan kontra Atletico adalah pertandingan menarik ketimbang melawan Roma.

“Baik sekali sebagai pemain bisa mencetak gol, namun gol itu tidak terasa sangat penting karena kami bermain lebih baik di Madrid dan saya lebih memilih pertandingan itu,” terang Hazard.

Setelah pentas Liga Champions, Chelsea kembali berpikir keras untuk melanjuti pentas Premier League Inggris kontra Watford, Everton, Bournemouth dan sampai akhirnya kembali dipentas Liga Champions kontra Roma diakhir bulan Oktober 2017 mendatang.

“Baiknya kami masih berada dipuncak klasemen Grup dan kami akan pergi ke sana untuk menang. Menyadari laga akan berat, kami harus bekerja keras dan kami ingin selesaikan ini dengan cepat.” tutup Hazard.

Dapat Ejekan Panas dari Deeney, Ini Jawaban Mertesacker?

Pemain senior Watford, Troy Deeney tak ragu untuk menyebut tim sekelas Arsenal takut menunjukan nyalinya diatas lapangan. Mendengar apa yang terjadi, Per Mertesacker selaku kapten tim mengaku tak memperdulikan apa yang sudah dikatakan oleh pemain Watford tersebut.

Lebih dalam Mertesacker mengatakan jika semua pemain Arsenal tak ada yang mengambil serius dengan perkataan Deeney. Meski kalah 2-1 dari Watford akhir pekan kemarin, namun Mertesacker tetap puas dan menatap fokus ke pertandingan selanjutnya.

Kekalahan ini memang sangat membuat sakit kubu The Gunners, pasalnya tiga poin sangat penting dalam kelanjutan mereka dipengejaran gelar juara Liga Primer Inggris musim ini. Adapun keunggulan sebenarnya sempat dirasakan oleh anak asuh Arsene Wenger.

Tepatnya pada menit babak pertama, dimana tandukan Mertesacker tak mampu dibendung oleh kiper tuan rumah. Namun gol penalti Deeney dan aksi Tom Cleverley di menit-menit akhir memberikan mimpi buruk pada tim London Utara.

Arsenal disini bisa diartikan bahwa mereka adalah salah satu tim Premier League musim ini yang tak bermain bagus ketika bertandang ke markas lawan. Menanggapi situasi yang terjadi, Mertesacker menjawab : “Saya tidak tahu apa yang dia katakan. Saya tidak memperhatikan. Itu terjadi usai pertandingan.”

“Akan tetapi, yang terpenting disini adalah kami harus fokus. Begitu banyak pemain yang terlibat dan ada begitu banyak opini, itu bagus, namun kami harus fokus pada diri sendiri dan belajar. Jika kita mulai mendengarkan terlalu banyak orang, itu jelas tidak penting,”

“Bukan itu saja, ketika memikirkan seseorang akan sangat mudah, apalagi ketika memberikan penilaian dan itu akan sangat begitu mudah. Kami harus berpikir caranya bermain lebih baik, terutama di kandang lawan, dimana semua itu menjadi lebih sulit.”

AC Milan Coba Bajak Pulang Allegri

AC Milan benar-benar terlihat mempersiapkan diri dalam menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi dimasa mendatang. Satu kabar menarik belum lama ini terungkap, dimana Milan tak hanya menjadikan Carlo Ancelotti sebagai pelatih baru mereka, namun kabar terbaru menyebut bahwa Massimiliano Allegri juga masuk ke dalam rencana masa depan Milan.

Seperti diketahui bersama, Allegri masih sibuk dengan tugasnya di Juventus dan dia sendiri baru saja mengikat kontrak lebih lama. Alhasil, ada kemungkinan Milan akan sangat berat mendapatkan kembali servis Allegri.

Banyaknya spekulasi tentang siapakah pelatih baru Milan memang tengah menjadi perbincangan hangat, hal ini tak lepas dari posisi Vincenzo Montella yang rentan akan pemecatan. Montella dinilai masih belum mampu memenuhi harapan dari jajaran direksi Milan.

Tiga kekalahan Milan dipentas Serie A Italia telah membuat para petinggi klub naik vital. Sejumlah nama besar macam Massimiliano Mirabelli dan Marco Fassone yang menjabat sebagai direksi Milan diklaim sudah menyiapkan rencana besar di kursi pelatih utama untuk musim depan.

Kedua sosok petinggi klub tersebut diklaim tertarik pada Allegri untuk dijadikan pelatih Milan pada musim 2018/19 yang akan datang. Mereka berencana membajak Allegri secara diam-diam dan berharap Allegri mau datang kembali ke San Siro.

Nama Allegri di Milan memang sudah kental dihati para fans dan juga jajaran petinggi klub. Allegri yang saat ini berusia 50 tahun adalah pelatih yang pernah mengarsiteki Milan dalam periode 2010 hingga 2014. Saat melatih Rossoneri, Allegri memberikan gelar scudetto pada musim 2011 dan gelar itu adalah scudetto terakhir Milan.

Namun disini bukan hanya nama Allegri yang menjadi sasaran Milan, dimana Mirabelli dan Fassone juga sedang mempertimbangkan dua nama lainnya. Dua nama pelatih ini juga bukan suatu yang asing dipentas Serie A, mereka adalah Carlo Ancelotti dan Antonio Conte.

Jika mendengar nama Ancelotti, maka Milan akan sangat bahagia. Dimana pelatih ini adalah pelatih yang pernah memberikan gelar Liga Champions dan nama Conte sendiri adalah sosok yang sukes mengangkat nama besar Juventus ke pentas Eropa dan kesuksesan itu sangat diharapkan bisa ditularkan ke kubu AC Milan.

Kekalahan Atas Palace Buat Conte Dilema

Dua kekalahan beruntun yang wajib jadi pemikiran Antonio Conte sebagai pelatih utama Chelsea. Terakhir kalah adalah bertandang ke markas Crytal Palace, Selhurst Park. Dimana The Blues harus mengakui tuan rumah dengan kalah tipis 2-1.

Kalah dari tim papan bawah jelas hal buruk bagi Chelsea dan Conte. Pasalnya Palace adalah tim yang belum pernah meraih poin sepanjang pekan ketujuh Premier League INggris, kini pembuktian memperlihatkan bahwa Palace mampu memetik tiga poin dari tim juara bertahan Liga Primer musim lalu.

Maka bukan hal tabu ketika Conte diklaim sangat kecewa dan dilema atas situasi yang terjadi pada Chelsea. Hal ini bisa diperlihatkan bahwa The Blues wajar merasa dilema lantara beberapa pemain andalannya berada dalam kondisi cedera.

“Saya pikir dan rasakan banyak perbedaan musim sekarang dan musim kemarin. Situasi menjadi sulit ketika kami bermain di empat kompetisi. Saat Anda memulai pertandingan tanpa Alvaro Morata dan N’Golo Kate, itu bukan perkara yang mudah,” cetus Conte.

Chelsea sudah tampil tanpa pemain andalan ketika dua pekan terakhir dan terbaru ini ditambah dengan satu pemain cedera. Bahkan, setelah pertandingan, mereka juga harus mendapatkan kabar buruk usai kehilangan Victor Moses yang mengalami hamstring.

Kepastian Moses cedera pun menambah derita Conte untuk benar-benar mendapatkan komposisi terbaiknya. Terlebih lagi, mereka harus bersiap berhadapan dengan AS Roma dalam lanjutan pekan ketiga fase grup Liga Champions tengah pekan ini.

“Saya berharap semua yang terbaik dan Moses bisa kembali secepat mungkin karena saya berpikir ini menjadi situasi yang sulit. Kehilangan tiga atau empat pemain adalah masalah besar bagi kami,”

“Akan tetapi, bila ingin mendapat hasil bagus, maka kami harus selalu siap memberikan pertarungan. Saya yakin musim ini akan sulit dan itu alasan mengapa kami perlu memberikan 150 persen,” Conte mengakhiri.

Untuk sementara ini, Chelsea berada dipuncak klasemen fase grup Liga Champions dengan raihan enam poin. Dua kemenangan itu diraih atas Cophagan dan Atletico Madrid.

Toure Cemaskan Angin Pengumbar Kebencian di Piala Dunia Rusia

Gelandang kawakan Manchester City, Yaya Toure sangat antusias menyambut pargelaran Piala Dunia 2018 Rusia. Namun sang gelandang tak menapik kecemasan begitu besar atas angin pengumbar kebencian atau biasa disebut tindakan rasis sepanjang pergelaran berlangsung.

Yaya sendiri sempat menyampaikan apa yang sudah pernah dia alami ketika berkunjung ke Rusia, satu momen Manchester City berkesempatan bertandang ke markas, CSKA Moscow dilanjutan pertandingan Liga Champions.

Dan hal yang membuatnya terkejut adalah tindakan para fans tuan rumah yang tidak memberikan sambutan hangat kepada Manchester City terlebih khusus pada Yaya yang terus menerus mendapat respon rasisme. Pada akhirnya, FIFA menindak tegas perlakuan itu dengan memberikan hukuman kepada CSKA Moscow.

Atas pengalaman dan kejadian yang pernah dialami Yaya, maka dia memberikan sinyal tegas kepada FIFA untuk bisa menindak tegas dan mengilangkan para pembuat isu rasisme sebelum pertandingan didalam maupun diluar lapangan.

“Saya sebagai pemain yang pernah mengalami hal rasisme, karena saya menjadi korban saat itu. Saya mencoba terlibat dan ingin membantu mereka yang tak punya suara dalam situasi ini,” ucap Yaya kepada media.

“Menurut saya, ketika seseorang memberikan bantuan terhadap bocah afrika dari tindakan rasisme maka itu adalah sebuah rahmat. Kami akan coba untuk menghentikan semua idiot itu melakukan hal seperti ini. Kami harus tetap menyuarakan sikap fair play,”

“Andai semua ini terus terjadi, maka akan terjadi kekacauan. Semua orang berbicara itu akan sulit di Rusia. Akan tetapi, kami berharap kepada Rusia bisa memberikan kami kejutan dan bersikap sebagaimana mestinya,”

“Saya pernah menjalani pertandingan di Ukraina dan Rusia sebelum pindah ke tempat lain di Eropa. Ketika saya berada disana, saya bisa bahasa Rusia dengan baik.” tutu Yaya.

Kaka Pensiun di Akhir Musim MLS?

Mantan pemain AC Milan, Kaka sudah memastikan kapan dan dimana akan mengakhiri karirnya sebagai pemain sepakbola profesional. Kabar pensiun nya Kaka sebenarnya sudah lama terdengar, dimana kabar yang paling besar terjadi adalah waktu dimana Andra Pirlo lebih dulu memutuskan gantung sepatu.

Keputusan Pirlo selaku rekan setim Kaka di Milan tersebut telah membuka mata Kaka untuk memikirkan masa depannya diluar sepakbola. Sampai pada akhirnya, Kaka angkat suara dengan menyebut akan meninggalkan Orlando City begitu MLS musim 2017 berakhir.

Meski sudah memastikan hal itu, namun Kaka tak menyebutkan kemana dan apa yang akan dia lakukan setelah semuanya berakhir. Sepanjang karirnya di MLS, kontrak Kaka memang akan segera berakhir dan sudah memikirkan matang-matang kapan waktu tepat dia pensiun.

“Semua sudah mengetahui jika kontrak saya akan berakhir di Orlando City tahun ini. Saya memutuskan untuk tidak memperpanjang, ini menjadi pilihan sulit dan saya harus siap,”

“Keputusan saya diambil bukan karena kondisi fisik. Saya akan terus menghormati jersey ini.” demikian pernyataan singkat Kaka dalam sebuah acara jumpa pers di Amerika Serikat.

Bisa diartikan dalam pernyataan Kaka bahwa dia belum bisa memastikan apakah gantung sepatu diakhir musim 2017 atau ingin kembali ke kampung halaman sebagaimana mimpinya mengakhiri karir di Sao Paulo. Penutupan masa karir Kaka jelas akan menyisahkan kenangan indah, dimana pencapaian tertinggi Kaka adalah meraih gelar individu Ballon d’Or 2004.

Dilain sisi, melihat gelar bersama klub. Kaka sudah banyak mendapatkannya di AC Milan dan Real Madrid. Dimana sudah bermain di tiga Piala Dunia, juara di 2002 dan juga memenangkan gelar Liga Champions, Serie A Italia dan La Liga Spanyol.

Chelsea dan Arsenal Siap Bersaing Sehat Dapatkan Servis Rafinha

Rafinha sudah seharusnya bersikap biasa saja, ditengah spekulasi masa depannya dipertanyakan. Datanglah angin segar, dimana dua klub Premier League Inggris macam Chelsea dan Arsenal diklaim siap membajak Rafinha dari Barcelona.

Rafinha, 24 tahun memang tengah menghadapi ketidakpastian di Camp Nou. Sepanjang dua musim karirnya di La Liga Spanyol, nama Rafinha jarang sekali terliha dalam skuat utama Barca dan nampak lebih sering menjadi penghias bangku cadangan saja.

Semakin memperburuk situasi ketika Rafinha terkendala cedera, alhasil namanya selalu masuk ke dalam rencana besar Barca menjual pemainnya dibursa transfer musim panas maupun musim dingin. Kini dalam rencana besar yang sudah direncanakan, maka pihak Barca siap melepas Rafinha dibursa transfer musim dingin bulan Januari 2018 mendatang.

Tak perlu cemas dan tak perlu menunggu kepastian lebih dalam lagi, semua keputusan ada pada Rafinha tinggal memilih antara Arsenal dan Chelsea yang kabarnya mengidamkan tenaga Rafinha untuk membantu misi dua tim tersebut dipentas Premier League Inggris.

Dalam perjanjian kontraknya, Rafinha harus menyelesaikan musim di Barca sampai 2020 mendatang. Namun semua itu bakal berakhir jika ada klub yang mau menembus Rafinha dengan kisaran harga mulai dari 20 sampai 25 Juta pounds pada bulan januari 2018.

Chelsea dan Arsenal adalah dua tim Inggris yang terlalu sering bentrok dalam urusan mendapatkan pemain incarannya. Kini keduanya kembali bentrok dan semua tergantung pada Rafinha mau memilih yang mana, namun yang pasti bahwa kedua klub tersebut sama-sama terlahir dari kota London, Inggris.

Pemain Buangan AS Roma Ini Berhasil Menarik Minat Inter Milan

Perkembangan bek tengah milik Bayer Leverkusen, Tin Jedvaj diam-diam mendapat perhatian dari klub kaya baru Italia, Inter Milan. Dalam keterangan singkatnya, Inter telah mengirim pemandu bakat untuk terus memantau perkembangan mantan pemain AS Roma tersebut.

2014 menjadi momen dimana Roma melepas Jedvaj ke Leverkusen, keputusan ini terbilang buruk bagi Roma. Pasalnya Jedvaj menjadi sebuah pemain yang berkembang pesat dan diklaim siap menjadi bintang masa depan dunia.

Peningkatan yang terus ditunjukan Jedvaj nampaknya telah tercium oleh Inter dan klub Serie A tersebut sudah merencanakan akan merekrut sang bek pada bursa transfer musim dingin 2017 mendatang. Ketertarikan Inter didasari oleh bakat Jedvaj, disebutkan jika sang pemain bisa bermain diberbagai posisi pertahanan dan itu sangat dibutuhkan Luciano Spalletti.

Musim sudah berjalan seperuh babak, Jedvaj pun tak kunjung memperlihatkan batang hidungnya. Dikabarkan jika Jedvaj masih dalam proses penyembuhan cedera tulang kering. Meski begitu, peminat Jedvaj tak pernah sepi dan Inter siap menjadi klub pertama yang memberikan penawaran masif kepada Leverkusen.

Kubu Inter sendiri harus siap menerika kenyataan ketika Leverkusen tak mau melepas Jedvaj. Berdasarkan sumber terpercaya, Leverkusen belum mau melepas Jedvaj sampai benar-benar masa kontraknya berakhir pada 2020 mendatang.

Dilihat jika harga jual Jedvaj mencapai 6,5 juta euro dan harga tersebut tak menjadi masalah bagi Inter yang berubah menjadi satu klub kaya baru Italia usai diakuisisi oleh perusahaan besar asal Tiongkok.